
Hari pernikahan semakin dekat,Reno sudah memberitau Beni,bahwa Cila akan menikah dalam minggu ini,Beni sangat terkejut dan marah karna diri nya selaku orang tua tak tau apapun tentang putri nya.
Cila pun disuruh pulang kerumah,Reno terpaksa menjelaskan semua hal yang terjadi selama beberapa hari ini.
Beni semakin terkejut menerima fakta baru bahwa anak nya hampir saja di lecehkan,seperti ketakutan mereka sebelum nya Beni sangat2 murka dan ingin menghajar orang2 yang mencelakai putri tiri nya itu,Beni tak terima anak nya di perlakukan dengan tidak baik.
" Maaf Bang,aku harus mengambil keputusan ini,demi Cila dan masa depan nya " Kata Reno menunduk.
Beni menghela nafas panjang berusaha bersabar.
Sintia sudah menangis mengenang nasib anak nya yang hampir sama dengan Clara dulu.
Nisa menenangkan Sintia yang terlihat sangat rapuh dengan keadaan putri nya.
" Apa pria itu mau menikahi Cila ? Tanya Beni melemah.
Perasaan nya sangat hancur,meski Cila bukan anak kandung nya,tapi lelaki bekas preman itu sangat menyayangi putri nya itu,karna Beni merawat Cila dari kecil.
" Iya Bang,tapi seperti yang aku jelaskan tadi,dia bukan pria yang mapan tapi dia pekerja keras,dan dia juga yatim piatu Bang,keluarganya meninggal saat diri nya masih kecil " Kata Reno jujur.
Beni menghela nafas lagi dan melihat kearah Cila.
" Maafin Cila Ayah " Kata Cila menangis sesegukkan.
Beni mengusap wajah nya kasar,tanpa sadar air mata nya pun menetes dan langsung memeluk anak tiri nya itu dengan sayang.
" Maafin Ayah Nak,maafkan Ayah yang tak bisa melindungi kamu " Kata Beni menyesal.
Cila menggeleng dan memeluk Beni dengan erat.
Mereka berpelukan beberapa menit untuk menenangkan hati masing2.
" Apa kamu yakin dengan pria itu Ren ? Tanya Beni saat diri nya mulai tenang.
Reno mengangguk yakin.
" Tapi aku jelaskan lagi Bang,dia bukan pria kaya raya bahkan dia masih jauh dibawah Rendi kemarin " Kata Reno tegas.
" Iya ngak papa " Kata Beni mengangguk.
Bukan apa Reno menjelaskan seperti itu,dia meyakini bahwa kemapaman seorang pria itu sangat menjadi pertimbangan bagi orang tua perempuan.
Reno tidak mau nanti Beni menyesal menikahkan Cila kepada David karna status David yang bisa dikatakan tidak jelas.
__ADS_1
Reno sebelum nya sudah berunding dengan Nisa soal masalah itu dan mereka sepakat untuk menceritakan biodata David kepada Beni selaku calon mertua.
" Apa dia menyukai Cila ?
Deg...
Reno menegang begitu pun Cila dan Nisa yang ikut terkejut.
" I iya Yah,David em David menyukai Cila " Kata Cila menyahut.
Beni melihat kearah putri nya sedangkan Reno ikut mengangguk meyakinkan Beni.
" Beneran Nis ? Tanya Beni.
" Iya Om,dia suka sama Cila meski baru bertemu makanya dia mau nikah sama Cila " Kata Nisa terpaksa berbohong.
" Iya Yah,Cila juga punya rasa sama David em nanti seiring berjalan waktu kami akan terbiasa " Kata Cila meyakinkan, meski dirinya harus membohongi sang Ayah.
Sintia melihat aneh mereka semua,perempuan itu yakin ada yang mereka sembunyikan tapi Sintia tak mau membatahi mereka karna takut dengan tindakan suami nya nanti.
" Ayah ingin melihat nya secara langsung " Kata Beni tegas.
Deg...
Cila mematung begitu pun Reno yang terkejut.
" Ya sudah,Ayah akan merestui jika pria itu datang menghadap Ayah " Kata Beni tegas dan bangkit dari duduk nya.
Reno dan Cila mengangguk paham.
Mereka terpaksa membohongi Beni tentang perasaan itu,karna Reno juga tak tau David menyukai Cila atau tidak,yang Reno tau David hanya setuju menikahi Cila.
Cila pun merasa malu kepada dirinya karna menganggap David menyukai nya, meski dirinya tau betul pria dingin itu tak menyukainya sama sekali,jangan kan menyukai melihat nya saja David enggan.
Sintia juga sangat penasaran kepada pria yang akan menikah dengan putri nya itu,Sintia menganjak Nisa untuk mengobrol lebih dalam soal calon menantu nya.
" Ceritakan yang sebenar nya Nis " Pinta Sintia memelas.
Nisa menelan ludah nya kasar tak tega melihat Sintia sudah banjir air mata.
Perempuan itu merasakan apa yang Sintia rasakan saat ini,melepaskan putri nya dengan pria asing bukan lah hal sepele.
" Maafin aku dan Mas Reno Mba,kami terpaksa melakukan ini " Kata Nisa menggenggam tangan Sintia.
__ADS_1
" Maksud kamu apa ?
Nisa menjelaskan nya secara detail,tak ada yang Nisa sembunyikan karna Nisa merasa Sintia harus tau masalah putri nya.
" Ya Tuhan " Pekik Sintia kaget.
" Maafin kami Mba " Kata Nisa menyesal.
" Ini bukan salah kalian Nis " Kata Sintia memeluk Nisa dan menangis tersedu sedu.
" Maafin kami yang selalu menyusahkan kamu dan Reno "
" Ngak papa Mba,aku dan Mas Reno ngak pernah merasa di susahkan,Cila juga adik aku sama kayak Clara dan Denis,jadi itu sudah kewajiban aku buat selalu bantu dan jaga mereka " Kata Nisa mengusap punggung bergetar itu.
Sintia semakin menangis terisak.
" Terima kasih Nisa kamu dan suami mu sangat baik kepada kami,Mba ngak tau lagi mau ngucapin terima kasih bagaimana,kalian sangat mulia "
Nisa tersenyum.
" Selagi aku dan Mas Reno mampu,kami akan selalu membantu siapapun,bukan hanya keluarga kita saja "
Sintia mengangguk mengiyakan perkataan perempuan itu.
Sintia tak menyangka hidup nya akan berubah drastis saat mengenal Beni dan menjadi istri pria itu.
Perempuan parubaya itu sangat bersyukur mempunyai keluarga yang sangat menyayangi dirinya dan anak2 nya.
Sejak kehilangan suami nya dulu,hidup Cila dan Sintia luntang lantung tak jelas,bahkan Cila kecil dulu pernah tak makan seharian karna uang belanjaan sang Bunda, sudah habis untuk pengobatan ayah kandung Cila dulu.
Meski pernah dihina dan hampir diusir dari kampung saat Sintia menjalin hubungan dengan Beni yang masih berstatus preman pasar,tapi mereka berdua tak putus asa dan memilih menikah,saat Sintia benar2 yakin bahwa pria itu mampu memberi perlindungan baginya dan Cila yang saat itu masih sangat kecil dan tak tau apa apa.
Apalagi dengan sikap Beni yang lembut kepada nya, apalagi putri nya yang memang membutuhkan sosok Ayah sebagai pahlawan.
Sejak menikah pun Beni tak pernah berlaku kasar kepadanya,apalagi menyakiti dirinya dengan tangan atau kaki,Beni sangat menghargai nya sebagai perempuan meski Sintia tau bahwa pria itu tak segan2 memukuli orang lain.
Dengan ikhlas Sintia menerima setiap kekurangan dan kelebihan pria itu,apalagi Beni mencurahkan semua kasih sayang kepada keluarga kecil mereka.
Sejak saat itu lah Sintia bisa menerima Clara dengan lapang dada seperti anak sendiri,dan tak pernah membeda bedakan anak kandung dan anak tiri,baginya semua sama apalagi saat itu sttus Clara tak jelas sama sekali.
" Aku akan mengikuti suami ku Nis,jika Mas Beni memberi restu aku pun demikian " Kata Sintia serius.
Nisa tersenyum dan mengangguk kecil.
__ADS_1
❤❤❤
Jangan lupa kasih VOTE,LIKE,COMENT YA