
Pagi ini suasana cukup menghebohkan dimana seorang ibu mengetahui bahwa anaknya menginap dipenjara sudah berapa hari.
Yap,sepandai2nya kucing berlari pasti keseleo juga,itu yg terjadi dikeluarga David saat ini.
Laura tak bisa lagi menyembunyikan rahasia itu kepada sang ibu dikala Cila bertanya Vero kenapa tidak pulang lebih dari 1 minggu dan meninggalkan Sofia tanpa kabar yg jelas.
Objek pertama yg terkena sasaran adalah David,suaminya sendiri.
Rumah yg tadinya sepi senyap kini ramai dengan tangisan 2 orang manusia beda usia.
Cila dan Sofia menangis dalam waktu bersamaan.
" Kenapa kamu gak bilang sama aku Mas huhu ?" tanya Cila melihat David.
" Maaf,aku gak mau membebani pikiran kamu " Jawab David menunduk.
" Harusnya kamu bilang Mas,kita udah sepakat dari dulu kan kalo ada masalah itu diselesaikan bersama sama !" Kata Cila kesal.
" Iya tapi ini beda Yank " Kata David melemah.
" Apa yg kamu sembunyikan ha,kamu mau aku diam dirumah dengan tenang sedangkan anak ku kacau diluar sana ?" tanya Cila emosi.
" Ma udah " Kata Laura menenangkan sang ibunda.
" Kamu juga,kenapa baru bilang sekarang !" Kata Cila menampar lengan Laura.
" Aku gak dikasih Papa sama Kak Justin " Kata Laura melihat Papa dan suaminya.
" Justin juga ! Apa kamu gak kasihan sama ipar kamu mendekam disana sendirian !" Kata Cila memarahi Justin.
Justin menghela nafas panjang,ia juga bingung mau mengambil sikap apa dengan masalah Vero.
" Papa uhuk uhuk..." Sofia menangis sambil terbatuk..
Beberapa hari ini gadis itu jatuh sakit karna merindukan Vero.
Bagaimana tidak,anak yg biasa bersama sang ayah kini harus berpisah begitu saja apalagi Cila kemarin pergi umroh dan hanya David yg mengurusnya.
" Sini sayang sama Bibi " kata Laura merentangkan tangan.
Sofia menggeleng dan terus menangis.
" Via mau Papa huhuhu " kata Sofia begitu sedih.
Cila kembali menjatuhkan air matanya,sungguh ia merasa sangat kasihan dengan gadis malang tersebut.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Sofia saat ini,Ayah dan ibunya mendekam dipenjara dan ia sendirian.
" Apa Ridho pernah mencari Sofia Pa ?" tanya Justin.
" Iya kemarin sama Ridho,tapi dipulangin tengah malam karna Sofia nangis2 terus " Jawab David jujur.
" Malang sekali cucu ku huhuhu " Ucap Cila makin terisak.
Semua orang menghela nafas,proses hukum Vero masih berlanjut.
Bukti2 terus dikumpulkan begitupun Hani yg sudah bersedia menjadi saksi Vero dan sempat dipanggil 1 kali.
__ADS_1
David juga merasa getir jika anaknya divonis hukuman berat apalagi dikurung beberapa tahun.
" Kita harus gimana Pa ?" tanya Laura khwatir.
" Papa juga bingun La,semua cara sudah dilakukan " jawab David.
" Apa kesaksian Hani kemarin masih kurang ?" tanya Laura.
" Kenapa harus Hani lagi sih !" kata Cila kesal.
Deg....
Manik Laura dan Suaminya kaget mendengar suara ketus Cila.
" Sudah 2 kali dia buat Vero kayak gini,mau anak itu apa sih sebenarnya ?" tanya Cila geram.
" Ma " Tegur David.
" Capek aku Mas,kemarin aku masih bisa maklumin dia,tapi sekarang dia bikin ulah lagi " Kata Cila emosi.
" Ma,ini memang karna Hani tapi Vero melakukannya tanpa pikir panjang " Kata Laura meluruskan.
" Apa Hani juga berpikir dampaknya sama Vero,Vero udah lakuin semua cara loh demi dia !" kata Cila terus saja marah.
Laura diam,ia cukup memahami perasaan Cila saat ini karna Ibu mana yg terima anaknya disalahkan.
" Kita cari jalan keluarnya dengan kepala dingin " kata David tenang.
" Jalan mana ? Kemana cari jalannya ?" Tanya Cila meledak2..
" Oh jadi kamu nyalahin aku ! Aku jadi penyebabnya gitu ?" tanya Cila melototkan matanya.
" Ya gak gitu Yank " Kata David mulai tersulut.
Laura melihat Justin,keduanya mulai getir dengan keadaan orang tuanya yg mulai sama2 emosi.
" Kalo aja Hani gak hadir mungkin....
" Cila !" Bentak David membuat wanita itu diam seketika.
Laura dan Justin melonjak kaget begitupun Sofia dan Boy yg juga sama kagetnya.
" Huaaaaaaaaaa " Sofia langsung menangis histeris ketakutan.
" Bawa Sofia dan Boy keluar Yank " Kata Justin tenang.
Laura mengangguk,wanita itu bangkit dari duduknya dan menganjak Boy dan Sofia keluar dari rumah.
Hening....
Semua orang diam,Justin menghela nafas panjang.
Ia sebenarnya tak mau ikut campur tapi jika dibiarkan mertuanya akan berkelahi dan mungkin berakibat fatal..
" Kamu belain Hani daripada Vero ?" tanya Cila membuka suara.
" Jangan bicara yg tidak2 " Jawab David tenang.
__ADS_1
" Apa yg aku bicarakan ? Kita sudah bersikap sangat baik kepada gadis itu,kenapa dia mencurangi kita ?" tanya Cila nanar.
" Ma,Hani itu diculik dan saat itu dia...." Ucap Justin menggantung.
" Dia culik sama orang dimasa lalunya ?" tebak Cila.
" Yank,Hani itu korban,dia korban kegoisan " Kata David menjelaskan..
" Ya aku tau dan aku sangat respeck kepadanya,tapi makin kesini aku merasa dibohongi " kata Cila datar.
" Kamu tau berita apa yg aku dengar pas sampai disini ?" tanya Cila.
" Para tetangga kita bicara soal gadis itu,dan kau tau apa rumornya,Hani dicap pelakor !" Kata Cila tajam.
Justin diam begitupun David.
Sampai detik ini Hani belum memberi klarifikasi kepada mereka mengenai Rumor karna David belum sempat mengurus masalah tersebut.
" Kau tau apa yg mereka bicarakan ? muka aku mau taruh dimana Mas ?? Lemari piring kita udah penuhhhh !" kata Cila kesal.
Justin kaget dengan ucapan terakhir Cila yg terkesan melawak.
" Capek aku massssssssss " Rengek Cila geram sendiri..
" Kamu yg sabar Yank,kita lagi usaha dan untuk masalah Hani,nanti aku suruh dia kesini buat cerita semuanya " Kata David tenang.
" Aku lagi males liat muka dia,ngenang nya aja bikin aku eneg " Kata Cila ketus.
" Terserah kamu aja " Kata David bangun dan berlalu kedapur.
Otak lelaki itu juga sebenarnya sedang tidak baik saat ini,tapi David mencoba tetap enjoy dan mencari jalan terbaik untuk masalah putranya..
Ditempat lain,seorang wanita sudah selesai memasak beberapa menu enak.
Hari ini Hani akan berkunjung ke penjara untuk mengunjungi Vero.
" Kamu yakin Han ?" tanya Reka disela makannya.
" Iya Rek,,nanti temanin aku mau gak ?" tanya Hani.
" Jam istirahat ?" tanya Reka.
" Iya,atau aku pergi sendiri aja gak papa " Jawab Hani tersenyum.
" Kayaknya hari ini gak bisa,takutnya gak keburu" Balas Reka hati2.
" Ya udah,aku sendiri aja,nanti aku tlfon kalo mau pergi " Kata Hani tersenyum.
Reka mengangguk pelan,lelaki itu kembali memakan menu tak biasa mereka.
Reka berangkat kerja,Hani pun bersiap untuk pergi karna ia juga akan pergi ketempat lain.
" Semoga Bapak itu ada dikantor " Gumam Hani dalam hati.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1