
Sepulangnya dari rumah Cila,Vero dan Hani serta Sofia sampai dirumah mereka.
Ketiganya turun dengan perasaan masing2.
" Sayang kamu langsung kekamar,cuci kaki dan tidur ya " Ucap Vero kepada Sofia.
" Iya Pa,tidur dikamar Papa kan ?" tanya Sofia polos.
" Hm malam ini nggak dulu ya " Jawab Vero tenang.
Deg...
Hani berhenti melangkah mendengar jawaban suaminya.
" Loh kenapa ? Aku mau tidur sama Papa dan Umi " Kata Sofia lesu.
" Papa sama Umi ada kerjaan " Balas Vero tenang.
Hani mengigit bibir bawahnya,tanpa bicara wanita itu langsung berlalu masuk kedalam.
" Kerjaan apa Pa ? Ini sudah malam " Kata Sofia kepo.
" pokoknya kamu tidur sendiri,besok baru tidur lagi sama papa " Balas Vero.
" Ya udah deh,tapi janji ya besok tidur sama aku lagi " Kata Sofia lugu.
Vero mengangguk pelan,pria itu merangkul pundak anaknya dan berjalan bersama.
Lelaki itu harus menempatkan posisi di tempat yg pas,karna ia tak ingin kehilangan moment ntah itu bersama Sofia atau Hani.
Dikamar,Hani mulai panik.
Wajahnya merasa merah mendengar perkataan Vero tadi.
" aduhh ini aku beneran di unbox lagi ?" Gumam Hani mondar mandir.
Wanita itu merasa takut dan malu bersamaan apalagi Vero melarang Sofia blak blakan ditambah perkataanya dirumag Cila tadi.
" Aku harus gimana nih ?" gumam Hani melihat kiri kanan.
Tak ada persiapan,Hani benar2 buntu.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,nampaklah Vero masuk dengan wajah tenangnya.
" Kamu kenapa ?" tanya Vero mengernyit.
" hm gak papa " jawab Hani sedikit pucat.
" Aku mau nidurin Sofia dulu,kamu siap2 " kata Vero tenang.
" Hah " kata Hani melotot.
Vero diam,pria itu melihat wajah istrinya yg terlihat polos.
" Tunggu aku " ucap Vero lagi sambil berlalu keluar.
Hani mengangguk kecil dan menelan ludahnya kasar.
Pintu tertutup rapat,ucapan Vero terlihat serius.
" Aku gak boleh ngecewain dia,uhh semangat Hani kamu pasti bisa " Ucap Hani tegas.
Dengan gerakan cepat dan terburu2 Hani mencari perlengkapan mandinya.
wanita itu harus mempersembahkan sesuatu yg unik dan mewah untuk sang suami.
Ditempat lain,seorang pria terdiam saat rumahny didatangi seseorang.
" Kamu ngapain disini ?" tanya Reka heran.
" Boleh aku masuk ?" tanya gadis itu datar
" Hah ?" Kata Reka syok.
Tanpa bicara gadis itu melangkah masuk denga sepatu skatenya.
" Heii,yg sopan " Tegur Reka melotot.
Gadis itu melepas sepatunya dan menyisakan kaos kaki.
__ADS_1
Reka melihat kiri kanan,tak ada tetangga yg nongkrong didepan.
Pria itu menghela nafas panjang dan menutup pintu rumah.
Gadis tadi sudah duduk lesehan menatap pria itu datar.
" kenapa kau kesini ?" tanya Reka ikut duduk.
Gadis itu diam tak menjawab.
" Kau tuli ?" tanya Reka gemas.
" Bang " Panggil gadis itu tiba2.
Reka tersentak dan diam.
" aku suka sama Abang " Ucap gadis itu lagi
" Apa !" pekik Reka terbelakak.
" Ya terdengar konyol,tapi itu perasaan ku " Balas gadis itu tenang.
" Hei gadis galak,kau pikir ini kontes lawakan ?" tanya Reka heran.
" Aku serius " ucap gadis itu.
" Aduh siapa lagi nama nih anak aku lupa " kata Reka mencoba mengingat.
" Rania " balas gadis itu.
" Nah itu,Rania,kamu pulang gih " Kata Reka malah mengusir.
Rania mengernyit bingung dengan jawaban pria tersebut.
" Kamu salah alamat " kata Reka lagi.
" Ngga,aku beneran suka sama Abang " Balas Rania.
" heeiii " pekik Reka melotot.
" apa salah nya,itu perasaan ku,kalo gak dibales ya udah " Kata Rania santai.
Reka menganga seketika melihat expresi tak berdosa gadis ingusan didepanya.
" Apa yg kau lakukan ?" tanya Reka masih tak percaya.
" Aku yg mengantar makanan saat itu,mana rantang ku ?" tanya Rania lagi.
" Hah,rantang apa ?" tanya Reka kaget.
" Warna Biru,itu milik ibu ku dan aku dimarahi karna tak ada dirumah " Jawab Rania.
" Astagaa itu kau...." Kata Reka tak bisa berkata kata.
" Ya,apa kau memakannya,aku memasak dengan sepenuh hati sampai akan diusir dari rumah " Balas Rania kesal.
Deg...
Reka menelan ludah kasar,jantung pria itu mulai berdetak kencang meski bukan tanda adanya cinta.
" Gawat " Gumam Reka pelan.
" Apa ? Mana rantangnya ?" tanya Rania lagi.
" hm ada dibelakang " Jawab Reka hati2.
" Apa kau memakannya,aku memasak itu khusus untuk mu " Kata Rania begitu datar.
" Tidak,aku e m ak..." ucap Reka terbata.
" Apa ? Apa masakannya gak enak ?" tanya Rania lagi.
" Aduhh aku harus jawab apa ? Gadis ini begitu berani " Batin Reka mulai ciut.
" Kau membuangnya ?" tebak Rania.
Glek....
Reka kembali menelan ludah kasar.
Rania menghela nafas panjang dan bangun dari duduknya.
__ADS_1
Reka mendongk melihat gadis tersebut.
" Ternyata aku melakukan hal yg begitu sia2 " Ucap Rania tanpa expresi.
" Hah maksudnya ?" tanya Reka ikut bangun.
" Sudah lah,minta rantangnya aku mau pulang saja " kata Rania tenang.
Gadis itu menuju dapur,Reka langsung mengejar dan mengambil apa yg Rania inginkan.
Gadis itu segera memasukkan kedalam tas khusus yg ia bawa dulu.
" Hei tunggu " ucap Reka menarik lengan Rania.
Gadis itu menoleh dan menatap Reka datar
" Kenapa kau melakukan itu ?" tanya Reka serius.
" Sudah aku bilang diawal " Jawab Rania.
" Apa ?" tanya Reka tak ngeh.
" Aku menyukai mu " Jawab Rania.
Deg....
Reka tersentak dan langsung melepas lengan gadis itu.
Rania melirik tangannya yg kini sudah terlepas dari genggamann.
" Tapi aku salah alamat,permisi " kata Rania berjalan menjauh.
Gadis itu membuka pintu rumah dan keluar begitu saja.
Reka masih melongo ditempatnya,sungguh pria itu tak percaya dengan apa yg terjadi saat ini.
Diluar,Rania menarik nafas panjang.
Dengan wajah datarnya ia memakai lagi sepatu meski dengan tangan gemetar.
" Its oke Ran,sudah selesai " Ucap Rania menguatkan dirinya.
Ntah mengapa gadis itu merasa kecewa dengan jawaban Reka tentang makanannya apalagi pria itu sampai membuang padahal Rania rela melakukan banyak hal sampai menunggu berjam2 dibawah guyuran hujan.
Dengan rasa kecewa yg cukup dalam gadis malang itu melanglah pergi dari rumah tersebut.
Reka tak keluar sama sekali,lelaki itu masih syok dengan tingkah gadis asing tersebut.
Rania pulang kerumahnya,didepan ia berpapasan dengan sang adik yg sedang membaca buku.
" Kak " Panggil Tania menegur.
Rania tak menjawab,gadis itu masuk begitu saja sambil membawa bungkusan milik ibunya.
" Kak Rania kenapa ?" Gumam Tania bingung.
" Taniaa sayangg " panggil Denis dari arah luar.
Rania berhenti berjalan mengenali suara tersebut.
" Kenapa kamu disini,masuk gih udaranya dingin " Ucap Denis mendekati putri cantiknya tersebut.
" Hehe iya Pa,aku lagi baca komik " Balas Tania malu.
" Ayo masuk Papa bawain kue kesukaan kamu " Kata Denis tersenyum manis.
Rania tersenyum smirk mendengar ucapan manis Denis barusan.
Gadis itu berlalu begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.
Dari dapur,seorang wanita melihat expresi anak kembarnya tersebut.
" Yankk " Panggil Denis melihat Miska.
" Aku kekamar Rania dulu Mas " Kata Miska berlalu.
" Hah Rania kenapa ?" tanya Denis polos.
Miska tak menjawab,wanita itu sedikit berlalu meski tak keduluan karna Rania sudah mengunci pintu kamarnya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.