
Operasi berjalan begitu khusuk,sudah 4 jam berlalu pihak Dokter berusaha menyelamatkan nyawa seorang gadis.
Dokter terlihat serius mengeluarkan peluru dalam perut gadis tersebut.
Diluar ruangan,Miska dan Daniel duduk tak tenang.
Keduanya terlihat khwatir menunggu kabar baik.
Drt drt...
Hape Daniel berdering,pria itu merogoh saku celananya dan langsung mengangkat panggilan.
" Bang lo dimana ?" Tanya seseorang diseberang.
" Kenapa ?" tanya Daniel bersikap tenang
" Nial ditangkap polisi " Jawab Ridho yg ternyata sang adik.
" Apa !" Kata Daniel kaget.
" Iya,polisi menangkapnya dirumah Bang " Kata Ridho lagi.
" Nial kerumah ?" tanya Daniel terbelalak.
" Iya,dia ketemu Ibu " Jawab Ridho.
" Apa yg dia lakukan ?" tanya Daniel khwatir.
" Gue gak tau Bang,pas gue sampe rumah Nial keluar " jawab Ridho.
" Terus ibu gimana ?" tanya Daniel mulai panik.
" Ibu juga mau dibawa Bang ke kantor polisi,katanya buat jadi Saksi " Jawab Ridho.
" Hah ibu dikira terlibat juga ?" tanya Daniel syok.
" Kayaknya gitu Bang,lo balik cepetan deh gue pusing nih " Rengek Ridho.
" I ya aku balik bentar lagi " Kata Daniel paham.
Tut.
Panggilan terputus sepihak,Daniel terduduk lemas membuat Miska mengernyit menatap wajah lelaki tersebut.
" Ada apa ?" tanya Miska kepo.
" Gak ada apa2 Kak " Jawab Daniel pelan..
" Kalo mau pulang,pulang aja biar aku yg tunggu Hani " Kata Miska kasihan.
" Bisa tolong jaga Hani Kak,aku ada urusan bentar " kata Daniel sopan.
" Iya " Jawab Miska tenang.
Daniel mengangguk pelan,lelaki itu pun bangun dari duduknya.
" Hei " Tegur Miska lagi.
Daniel menoleh menatap sejenak wajah wanita bar2 didepannya.
" Hm kamu ada hubungan apa sama Hani ?" tanya Miska hati2.
Deg...
Daniel tersentak mendengar pertanyaan wanita tersebut.
__ADS_1
" Maaf jika menyinggung,soalnya ponaan aku juga suka sama Hani " Kata Miska menggaruk kepala malu.
" Bibinya Vero ?" Tanya Daniel mengernyit.
" Hm Bibinya,suami aku adiknya Mama Vero " jawab Miska mengulum senyum.
Daniel melotot dan memperhatikan wanita tersebut.
Jika dilihat,Miska terlalu muda untuk Denis apalagi wanita itu juga berpakaian seperti gadis.
" Jadi kamu em pacarnya Hani ya ?" tanya Miska lagi.
" Nggak " Jawab Daniel pelan.
" Terus siapa ? Soalnya Hani juga gak punya sodara " Kata Miska mengingat.
Daniel tersenyum kecil,tanpa menjawab pria itu melangkah pergi.
Miska melongo ditempat dengan harapan bisa menjawab pertanyaan dikepalanya dari tadi.
" Haisssttt dingin banget sih,ngalahin Mas Denis !" Cibir Miska gemas.
" Tapi itu siapa ya,kalo pacar em masuk ketegori mana cowoknya juga ganteng " Gumam Miska mulai menebak.
" Apa itu temannya Hani sekolah dulu,tapi kok auranya beda ya,gak celingikan "Lanjut Miska penasaran.
Wanita itu bergumam sendiri seraya menerka2 siapa Daniel sebenarnya.
Didepan rumah sakit,Vero baru saja sampai dengan mobil kesayangannya.
Setelah dari bandara ia langsung menuju rumah sakit tanpa banyak pikiran.
Ia tau pihak berwajib pasti menangkapnya nanti,tapi pria 1 anak tersebut seolah tak perduli dengan hidupnya sendiri setelah melihat Hani dijahati dengan brutal.
Vero berjalan dengan gagah menyusuri koridor hingga maniknya melihat seorang pria juga berjalan cepat keluar.
Aura dingin mulai terasa,tatapan mata keduanya terlihat sangat tajam menusuk relung hati yg paling dalam..
" Aku akan pulang sebentar " Ucap Daniel membuka suara.
" Bagaimana Hani ?" tanya Vero dingin.
" Dia akan sadar,Dokter sedang berusaha " jawab Daniel tenang.
Vero mengangguk pelan,pria itu pun kembali berlari meninggalkan Daniel yg diam disana.
" Apa ini waktunya ?" Gumam Daniel pelan.
Vero semakin jauh melangkah dengan sangat tenang,pembawaan lelaki itu juga cukup kalem membuat Daniel sungkan.
Beberapa detik terdiam,Daniel pun melanjutkan perjalanannya untuk pulang.
Disebuah markas 2 orang pria terlihat begitu ketakutan saat tubuh mereka dihadapkan dengan seekor buaya menganga.
" Am am apun Tuan " Ucap lelaki dengan baju sobek itu mengatupkan tangan.
" Saya bukan maha pengampun " Jawab pria tampan sambil menyesap rokoknya.
Penculik diam dengan wajah kesal dan bingung.
" Udah lah lempar aja,kasihan tuh si Coco mangap mulu tapi gak dikasih makan " Celetuk pria satunya lagi sambil bermain laptop.
" Tuh denger,mau gak ?" tanya Aktam terkekeh.
" Gak Tuan,ampun Tuan kami gak mau mati " jawab penculik 1 ketakutan.
__ADS_1
" Lah tadi katanya mau mati,sekarang gak mau,gimana sih " kata Aktam gemas.
" Siapa yg mau mati Tuan,kita mau hidup terus " Jawab penculik 1 mengkrucut.
" Kalo gak mau mati konyol,kenapa jadi jahat hm ??? emang kalo gak nyulik anak orang kalian gak makan ?" tanya Aktam mengetok kepala penculik 1 dengan tongkat kayunya.
Para penculik Angel terdiam kehabisan kata2.
Sungguh keduanya begitu takut akan dijadikan menu Favorit binatang buas apalagi Aktam maupun Bara sering membuat mereka spot jantung.
" Eh kamu gak usah sok tidur !" Kata Bara menegur penculik 2 yg memejamkan mata.
" Mau pingsan Tuan,kaki saya sakit " Jawab penculik 2 lemah.
" Kenapa gak dari tadi ? kamu alesan ya biar kita kasihan ! iya begitu ?" Tanya Bara menuduh.
" Gak Tuan,saya memang sakit " Jawab penculik 2 takut.
Bara memutar mata malas,kedua pria itu tak bisa melepaskan para penculik Angel atau melempar mereka kepada hewan peliharaan karna belum ada perintah tegas dari Reno.
Aktam dan Bara tak mau gegabah,semua harus sesuai peraturan meski sebenarnya 2 bersaudara tersebut sangat kesal karna penculik sudah membuat keponakan mereka terluka.
" Gimana Tam,abang mau balik kantor nih " kata Bara melihat jam.
" Iya Bang,aku juga mau balik tapi kedua curut ini gimana ?" tanya Aktam balik.
" Bodyguard aja yg jaga kita balik dulu " Kata Bara punya ide.
" Bisa sih,tapi ntar Papa ngomel " Kata Aktam lesu.
Bara diam,memang jika mereka pergi Reno pasti marah besar karna itu sangat berbahaya bagi tempat dan rahasia besar mereka saat ini.
Aktam dan Bara diam menunggu hingga seorang bodyguard masuk keruangan.
" Ada apa ?" tanya Bara menoleh.
" Maaf Bos,Bos besar meminta untuk menanyakan darimana semua bermula " Jawab Bodyguard.
" ada masalah lagi ?" tanya Aktam mengernyit
" Iya Bos,anaknya Bos David nembakin penculik gadis bernama Hani " Jawab bodyguard tenang.
" Siapa ? si Vero ?" tanya Aktam terbelakak.
" Iya Bos "
" Astagaaaaaa " kata Aktam dan Bara syok akut.
" Terus gimana ?" tanya Aktam serius.
" Bos besar minta bukti akurat untuk membantu Vero " jawab Bodyguard.
Aktam melihat Bara,kedua lelaki itu mengangguk mulai paham apa yg dinginkan Papanya.
Bodyguar keluar dari ruangan dan membiarkan anak bos tersebut melakukan tugas.
" Ck,ini benar2 menggelikan " ucap Bara tak habis pikir.
" Iya,kayaknya Vero kangen banget sama mantan Bininya dipenjara sampe nekad mau masuk juga " Balas Aktam.
" Kayaknya gadis bernama Hani itu begitu berharga buat Vero,bukan hanya Vero tapi Bang David juga sibuk loh hubungin Papa " Kata Bara teringat.
Aktam mengangguk mengiyakan ucapan Kakaknya karna itu memang benar adanya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.