Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tak sengaja


__ADS_3

Siang ini Hani berangkat lagi mencari pekerjaan,tak ada kata lelah dikepala gadis itu untuk mencari nafkah dirinya sendiri.


Hani tak mau terus menyusahkan orang lain,ia yakin suatu saat nanti tangan Tuhan sendiri yg akan menolongnya.


" Wahh cuacanya gak sangat panas,udara nya juga seger " Ucap Hani melihat kelangit.


Hari ini cuaca sedikit mendung tapi tidak hujan,gadis itu berjalan dengan girang seraya membawa amplop coklat yg sudah berapa hari ini ia bawa kemana pun.


Jika perusahaan menolak atau toko2 menolak jasanya gadis itu tak ragu meminta lagi surat lamaran yg ia antar karna Hani tak punya banyak uang untuk membuat yg baru.


Ia mengesampingkan rasa malu dan egonya jika dicibir orang2,Hani hanya membalas dengan senyum kecil dan pergi dari lokasi.


Gadis malang itu terus saja berjalan hingga ia berhenti lagi didepan kantor kepolisian.


Hani diam disana menatap nanar para pria berseragam coklat nongkrong seperti biasa dipos menyambut tamu datang.


Ntah apa yg dipikirkan gadis itu,ia menggeleng cepat karna Hani tau menjadi salah satu dari mereka sangatlah mustahil..


Dengan tarikan nafas panjang,kaki jenjangnya kembali melangkah.


Hani berhenti sejenak dihalte seraya mengeluarkan botol minumnya.


Gadis itu mulai kehausan,Hani membawa minum dari rumah untuk berhemat.


" Alhamdulillah seger banget " Ucap Hani setelah meneguk air.


Gadis itu kembali tersenyum dan bersantai sejenak menata kekuatannya.


Sampai detik ini David tak sekali pun mencari atau menghubungi dirinya,bahkan lelaki yg sempat membantunya saat datang ke kota kini lenyap tak tau berada dimana.


Kadang Hani merasa sedih dan bingung juga.


Sudah mendekati 3 bulan di kota orang tapi tak sekali pun pemilik kost meminta jatah bulanan seperti ia berada di lingkungan Vero dulu.


Hani tak tau rumah itu diperuntukkan untuknya atau memang rumah orang,bahkan Hani tak sekali pun bertemu dengan pemilik kostan karna lingkungan itu memang sangatlah sepi dan hanya ada 2 kostan saja yg diisi oleh satu keluarga kecil.


Lama termenung membuat gadis itu tersadar dengan suara azan zuhur.


Hani bangkit dari duduknya dan bergegas menuju masjid yg sering ia singgahi.


Seperti biasa,Hani selalu menyempatkan diri untuk mengingat Tuhan,karna hanya itu yg ia punya dan pemegang hidupnya..


Mushola kecil itu terlihat sepi,Hani masuk kedalam dan mempersiapkan diri.


Hampir 10 menit berlalu gadis itu keluar lagi.


Wajahnya sudah berseri dibasuhi air wudhu yg menyejukkan.


" Alhamdulillah,semoga hari ini dapat kerjaan amin !" Ucap Hani semangat.


Gadis malang itu pun keluar,saat melewati gerbang manik Hani melihat sesuatu yg membuat matanya melotot.


" Ya Tuhan " Ucap Hani menutup mulut tak percaya.


Gadis itu seketika panik dan berlari mencari perlindungan.


" Mengapa dia ada disini ?" Gumam Hani dengan jantung berdebar.


Yap,gadis itu mendapat pemandangan yg kurang mengenakkan dimana maniknya secara langsung melihat Vero dan Yuna berada diseberang jalan.


Terlihat Vero sangat melindungi istrinya yg sedang hamil tersebut terlihat dari genggaman tangan Vero yg begitu erat.

__ADS_1


Hani bersembunyi disamping mobil hitam yg terparkir tak jauh dari nya.


" Ya Tuhan kenapa engkau menghadirkan dia lagi " Gumam Hani mendongak.


Kaki gadis itu seketika gemeteran,Hani tak tau kenapa ia menjadi tremor melihat Vero.


Pasangan itu melewati Hani tanpa mengetahui bahwa gadis tersebut memperhatikan mereka.


" Cepetan ya jangan lama2 " Ucap Yuna manja kepada Vero.


" Iya kamu duduk disitu aja,aku solat bentar " Balas Vero tenang.


Yuna mengangguk paham,wanita hamil itu mendekati parkiran motor dan duduk disalah satu motor jemaah yg sedang solat.


Vero masuk kedalam dan mengambil wudhu.


Yuna mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya.


Saat berbalik badan,wanita itu tersentak melihat seorang gadis yg bersembunyi disamping pagar.


" Bukannya itu ?" Gumam Yuna mengingat.


Wanita hamil itu bangun dari duduknya dan naas manik keduanya bertemu.


" Astaga " Ucap Hani kelabakan.


Gadis itu pun langsung mundur tapi ia salah,karna dibelakang Hani ternyata ada tembok pembatas.


" Hani " Panggil Yuna kencang.


Hani mendengar namanya dipanggil sontak makin panik,ia mencoba kabur tapi Yuna berjalan tergopoh kearahnya..


Greb....


" Duhh gimana nih " Batin Hani mencoba menutupi wajahnya dengan map coklat.


" Ternyata kamu disini " Ucap Yuna terus mendekat dengan wajah sinisnya.


Hani menunduk melihat wajah cantik Yuna..


" Kau mengintili suami ku ?" Tanya Yuna tersenyum mirinh.


" Tidak " Jawab Hani.


" Kenapa kau ada disini ?" tanya Yuna semakin dekat.


" Kau masih berharap bertemu Vero ?" Tanya Yuna seraya mengusap perutnya yg makin mmebesar.


" Aku tidak tau akan bertemu kalian disini " Jawab Hani.


" Oh benarkah ? apa ini suatu kebetulan ?" Tanya Yuna sinis.


Hani diam tak menjawab.


" Kau dengar ya baik2 ! meski semua orang menyukai mu termasuk mertua ku,tapi Vero tak memilih mu yg artinya kau bukan siapa2 " Kata Yuna tegas.


" Aku tak berharap begitu " Balas Hani mendongak.


" Ya karna Papa David mengirim mu kesini agar kau tak mengusik pernikahan aku dan Vero " Kata Yuna tersenyum miring.


Deg...

__ADS_1


Hati Hani terasa tertusuk duri mendngar penuturan wanita itu.


" Awalnya aku diam saja tak terlalu sibuk dengan gadis asing seperti mu,tapi ternyata kau sedikit berbahaya " Kata Yuna tajam.


" Aku tidak mengganggu kalian,jadi jangan ganggu aku juga !" Balas Hani.


" Oh tentu saja,aku tidak punya tenaga untuk mengganggu mu karna sebentar lagi aku dan Vero akan disibukkan dengan kelahiran anak kami " Kata Yuna tersenyum smirk.


Nyessss...


Hani memejamkan matanya sejenak mendengar kata yg sangat menyakitkan.


" Hm ya selamat atas itu,dan aku rasa kita sudah selesai jadi aku permisi dulu " Kata Hani melangkah.


" Heiiii tunggu dulu anak manis " Tahan Yuna mencengkram bahu Hani.


Gadis itu meringis merasa kuku tajam Yuna menusuk kulitnya..


" Jangan pernah muncul lagi dihadapan ku atau kau akan menyesal selamanya !" Bisik Yuna berdesis.


" Kau tidak berhak mengatur ku !" Kata Hani mengibas tangannya.


" Akhhh " Ucap Yuna meringis tangan Hani terkena perutnya.


" Yunaaa " Teriak seseorang dari jauh.


Keduanya wanita itu menoleh dan deg....


Manik Hani melotot melihat mantan kekasihnya menatap mereka dari kejauhan.


" Yunaaa "


" akhhhh " Pekik Yuna berpura2 sakit memegang perutnya.


Vero mendekat dan mendorong bahu Hani membuat gadis itu terhuyung.


" Apa yg kau lakukan Hani !" Bentak Vero terlihat emosi.


" Ve ro " ucap Hani terbata.


" Sakit Yank,dia menampar bayi kita " Ucap Yuna memelas pura2 sakit.


Vero mengusap perut Yuna dan menatap Hani nyalang.


" Aku tidak melakukannya " Kata Hani membela diri.


" Jika kau membenci ku benci saja aku jangan istri ku !" Kata Vero tegas.


Tes....


Air mata Hani yg dari tadi ia tahan menetes begitu saja mendengar Vero mengeluarkan suara kerasnya.


" Ayo pergi sayang " Kata Hani memapah Yuna mundur.


Yuna mengangguk dan bergelayutan manja.


Keduanya pun menjauh meninggalkan Hani dengan luka batin yg luar biasa.


" Hiks hiks " Tangis gadis itu pun pecah seketika.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2