
Pria asing itu mendekati Hani membuat gadis tersebut mundur seketika.
" Ada apa ya Kak ?" tanya Hani mencoba tenang.
" Kau tinggal disini ?" tanya lelaki itu lagi.
" Hm ya aku ngontrak disini " Jawab Hani jujur.
" Oh baiklah " Balas Lelaki itu tersenyum.
Pria tersebut balik badan dan kembali mengendarai sepeda motornya.
Hani mengernyit bingung,ia tak kenal lelaki itu sama sekali.
" Dia siapa ya dan kenapa tanya2 ?" Gumam Hani menggaruk kepala.
Tak mau ambil pusing,gadis itu kembali melangkah dan masuk kontrakannya untuk menelfon Reka.
Hani tak punya siapapun kecuali Reka,keduanya sudah seperti kakak beradik yg saling membutuhkan.
" Apa kamu sudah makan ?" tanya Reka diseberang.
" Sudah,kau ?" tanya Hani balik.
" Sudah,hari ini aku gajian " Jawab Reka terkekeh.
" Waahhh banyak dong uang mu " Goda Hani.
" Hehe lumayanlah buat perbaikin motor sama makan " Jawab Reka malu.
" Gimana kerja disana ? apa kamu betah ?" Tanya Hani penasaran.
" Hm ya,ternyata Kak Justin baik ya,dia kalo ketemu suka negur juga,tapi aku nya malu " jawab Reka terkekeh.
" Ya dia memang baik " Balas Hani tersenyum.
" Oh iya Han " Ucap Reka menggantung.
" Ya kenapa ?" tanya Hani tenang.
" Kamu udah tau sesuatu ?" tanya Reka hati2.
" soal apa ?" tanya Hani balik.
" Em itu si Vero " Jawab Reka tak enak.
Hani diam mendengar nama Vero disebut.
" Dia sudah menikah dengan perempuan itu " Ucap Reka terpaksa jujur.
Deg...
Hani tersentak,gadis itu diam sejenak dengan keterkejutannya.
" Terus ?" tanya Hani berusaha tenang.
" Ya itu aja,aku pikir kamu dah tau,soalnya aku juga baru tau dari karyawan disini cerita " jawab Reka cengengesan.
" Oh bagus lah,udah pilihan dia " kata Hani terdengar senyum.
" Hm kamu yg kuat ya,semoga kamu digantikan dengan yg lebih baik " Ucap Reka kasihan.
__ADS_1
" Gak papa Rek,aku dah mulai biasa dengan semua ini,aku gak benci Vero atau siapapun,karna mereka dah berjasa banget sama aku " Balas Hani.
" Karna dia juga aku bisa ketemu kamu,lanjutin sekolah dan sekarang berada disini,suatu keajaiban yg nyata bukan ?" Ucap Hani terkekeh.
" Iya sih,cuma ya..." kata Reka menggantung.
" Gak papa Rek,aku bisa mengatasinya " Potong Hani cepat.
" Huhh ya udah,pokoknya kamu harus kuat ya,jangan lemah karna aku bakal selalu ada disamping kamu apapun yg terjadi " Ucap Reka serius.
Hani menggigit bibir bawahnya mendengar penuturan lelaki itu.
" Iya Rek makasih " Balas Hani tak bisa membendung air matanya.
Keduanya diam,Reka tak bersuara begitupun Hani hingga suara isakan terdengar pelan.
Reka terdengar menghela nafas panjang,lelaki itu tau sahabatnya pasti sedang bersedih saat ini.
" Han " panggil Reka lembut
" Aku baik2 saja Rek,aku tutup dulu ya assalamualaikum " Ucap Hani cepat dengan suara seraknya.
Tut.
Panggilan terputus,Hani menaruh hapenya dilantai dan langsung menangis terisak.
" Tega kamu Ver hiks hiks " Ucap Hani tak bisa membendung air matanya.
Gadis itu menangis pilu mengingat Vero sudah benar2 mengkhianati cintanya selama ini,padahal Hani begitu tulus mencintai lelaki itu tanpa meminta imbalan sedikit pun.
Suasana malam ini sedikit menyesakkan dada.
" Ternyata banyak hal yg tidak aku ketahui,apa karna itu Papa mengirim aku kesini ? apa aku benar2 sudah dibuang oleh mereka ? " Ucap Hani nanar.
Hari terus berlalu,kesedihan masih dirasakan gadis malang tersebut tapi Hani berusaha tegar.
Pikirannya sudah mantap untuk meninggalkan masa lalu yg menjahati dirinya,Hani yakin Tuhan akan memberikan yg terindah saat waktu itu tiba.
Dengan semangat dan bujukan yg kuat dari Reka,gadis itu memberanikan diri untuk datang ke kantor polisi.
Yap,bermodalkan ktp dan beberapa berkas saat ia sekolah dulu gadis itu berniat melamar pekerjaan disana.
Hani tak tau bagaimana cara melamar yg baik,ia kira dengan mengantar lamaran saja sudah cukup.
" Permisi Pak " Sapa Hani sopan saat melihat beberapa orang berkumpul di pos.
" Iya ada yg bisa dibantu ?" tanya para pria dengan seragam coklat.
" Hm apa disini butuh pekerjaan ? em maksud saya apa boleh saya melamar pekerjaan ?" Tanya Hani seraya menunjukkan brosur yg diberi satpam kepadanya beberapa minggu lalu.
Salah satu anggota mengambil kertas lusuh itu dan menatapnya sejenak.
" Melamar jadi polwan ?" tanya anggota mengernyit.
" Iya hehe " Jawab Hani menggaruk kepala dengan polos.
Para pria itu saling melihat dan sesaat tertawa geli.
" Ada yg lucu ?" tanya Hani bingung.
" em tidak ada,apa kau sudah menyiapkan berkasnya ?" tanya salah satu pria bernama Dodi dibajunya.
__ADS_1
" ya saya bawa data pribadi,cuma ini yg saya punya " Ucap Hani memberi amplop coklat yg ia bawa.
Para anggota melihat isi didalamnya dan kembali terkekeh.
Hani bingung apa yg lucu,ia merasa penampilannya tak begitu culun hari ini.
" Baiklah Nona,em silahkan ke ruang administrasi disebelah sana " ucap Pria bernama Raksa menunjuk.
" Saya harus daftar disana ?" Tanya Hani lagi.
" iya,semua berkas serahkan kesana " jawab Raksa sopan.
Hani mengangguk paham dan mengambil lagi amplop yg masih berada di tangan para pria tangguh tersebut.
Hani berjalan celingak celinguk,ntah apa pikir gadis itu bisa sampai kesana karna sebelumnya Hani tak pernah berpikiran akan menjadi seorang aparat.
" Astaga dia datang dari mana ? gadis itu begitu polos " Ucap salah satu anggota seolah tak percaya.
" Iya,tapi dia sopan dan cantik juga " Celetuk Dodi terkekeh
" Hm sepertinya dia dari luar dan lulus sekolah,semoga saja dia dapat rejeki disini " ucap Raksa merasa kasihan.
Para pria itu terus mengobrol dan sesekali serius menjalankan tugas piket mereka.
Didalam,Hani diam melihat ramainya para anggota seliweran didalam gedung.
Gadis itu mencari ruangan administrasi hingga seorang wanita menghampiri dirinya.
" Ada yg bisa dibantu Mba ?" tanya seorang wanita berpotong pendek sebahu.
" Ah iya Kak,mau cari ruangan administrasi " Jawab Hani sopan.
" Oh sebelah sana " Ucap wanita itu menunjuk.
Hani melihat dan benar saja didepan pintu tertulis ruangan yg ia cari.
Hani berjalan mendekat dan mengetuk pintu ruangan.
Gadis itu membuka perlahan dan deg...
Hani berpapasan dengan seorang pria yg juga membuka pintu yg sama dengannya.
" eehh Maaf2 " Ucap Hani menunduk kaget.
Pria itu ikut terkejut dan melihat wajah si gadis.
Hani mendongak dan tersenyum kecil.
" Maaf Pak,em saya mau anter lamaran " Ucap Hani sopan.
Pria didepannya yg mengenakan kemeja dongker seraya memegang laptop itu diam saja.
" Apa benar ini ruangannya ?" tanya Hani lagi.
" hah em ya ini ruangannya " Jawab si pria tersadar.
Pria itu berjalan keluar dan melihat Hani dari ujung kaki hingga kepala.
Hanì menunduk sopan dan masuk kedalam menutup pintu ber Ac tersebut.
" Aku rasa pernah melihatnya ? tapi dimana ?" Gumam lelaki tampan dengan rambut klimis tersebut mencoba mengenang.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.