Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mall


__ADS_3

Sesampainya di mall,Suci meminta Sania melepaskan tangnnya yg dari tadi dipegang.


Gadis kecil itu merasa risih digandeng bagaikan anak kecil meski nyatanya Suci memang masih dibawah umur.


" Mau kemana ?" tanya Sania melihat bocah itu.


" Aku mau jalan sendiri Kak " Jawab Suci merapikan rambutnya.


" Jangan,nanti kamu hilang " Ucap Sutar ngeri.


" Ck,kan ada pak satpam,nanti kalo beneran hilang bilang aja sama Satpamnya " kata Suci enteng.


Sania dan Sutar terdiam,kakak beradik itu saling melihat dengan wajah lugu mereka.


" Ayoo nanti esnya keburu cair " kata Suci tak sabaran.


Gadis kecil itu berjalan dengan berani,Sutar menatap Sania sejenak dan kembali menautkan tangan mereka.


" Kakak jangan jauh2 ya " kata Sutar takut.


" Iya kamu juga " Balas Sania tersenyum.


Keduanya pun mulai melangkah,Sutar begitu manja dan tak sebar2 Suci.


Bocah lelaki itu terlihat sangat kalem dan tak banyak tingkah.


Kaki mungil Suci mulai bernari2 dengan kepala kiri kanan melihat2 barang yg dipajang.


" waahhh kalo aku banyak duit bakal aku borong semuanya " Gumam Suci mulai menghayal.


Gadis itu melihat kebelakang dan menggeleng menatap Sutar seperti bayi yg takut kehilangan ibunya.


" Manja banget sih Sutar,heran " Gumam Suci berdecih.


Gadis itu kembali melangkah,Suci bergerak cepat menyusuri jalan dan menuju tempat yg ingin ia tempuh.


" Pelan2 aja Kak,biarin Suci udah tau jalan sini " Tegur Sutar melihat Sania sedikit panik.


" Aduh ini lagi rame Tar,kalo Suci hilang gimana ?" tanya Sania takut.


" Aman,dia bisa pulang sendiri " jawab Sutar santai.


Sania menghela nafas,meski ia percaya kepada Suci tapi rasa khwatirnya masih terlihat jelas karna Suci masih anak2.


Asik berjalan tiba2 Sutar terdiam melihat kearah restoran.


" Kenapa ?" tanya Sania ikut diam.


" Itu ada Kakek " Jawab Sutar menunjuk.


Sania melihat kearah telunjuk adik angkatnya dan mengernyit.


" Yg mana ?" tanya Sania mengernyit.


" itu yg lagi duduk sama bapak2 muda itu Kak " Jawab Sutar mendekat.


" Eh jangan " kata Sania menarik lengan bocah itu.


" Aku mau kesana " Kata Sutar polos.


Sania mendekat dan melihat jelas.


Terlihat Romi sedang bicara serius dengan pemuda tersebut dan seorang wanita yg seperti ibu 2 anak.


" Itu beneran Kakek kamu ?" tanya Sania ragu.


" Iya Kak,itu Kakek dari Papa " Jwab Sutar yakin.


Sania ber Oh ria,sebelumnya ia kurang tau dengan silsilah keluarga Serkan,karna biasanya Sania hanya dibawa ke keluarga Reno saja dan gadis itu baru kali ini melihat Romi dengan jelas.


" Kita gak boleh kesana ya Kak ?" tanya Sutar mendongak.


" Hm nanti aja,kelihatannya Kakek kamu lagi ngomong serius " Jawab Sania.


Sutar mengangguk kecil,bocah itu pun tak jadi mendekati Romi.


" Eh Suci mana ?" tanya Sania tersadar bocah perempuan itu tak ada ditempat.

__ADS_1


" Kayaknya dia udah sampe " Jawab Sutar.


Bocah lelaki itu berlari kencang dan Sania pun mengejar.


Dan benar saja,Suci sudah berdiri didepan grobak es dengan wajah berbinar.


" istt kamu inii jangan misah2 " kata Sania mencubit gemas lengan gadis tersebut.


" Kak aku mau yg itu " Kata Suci menunjuk.


" Emang uang kamu cukup beli yyg itu ?" Tanya Sania bersedekap dada.


" Hehe cuma 5 ribu Kak,tambahin ya ?" Kata Suci cengengesan.


" isshh beli yg kecil aja " Tegur Sutar.


" Gak berasa Sutar,masa kita udah kesini belinya yg kecil sih,nanti nyangkut digigi doang gak ke perut " Cibir Suci.


" Hadeehhh " Ucap Sania memutar mata.


Sutar memilih diam tak mau meladeni Suci yg mencari pembelaan.


" Ya udah,beli yg besar 1 " Kata Sania mengeluarkan dompetnya.


" Uang Kakak ada ?" tanya Sutar mengernyit.


" Ada tenang aja " Jawab Sania tersenyum.


" Nanti kalo habis minta sama Papa ya Kak " kata Sutar serius.


Sania tersenyum kecil mengusap pipi bocah itu.


Sutar sangat perduli kepadanya,bahkan rela berbagi walaupun Sania bukan siapa2.


Wajar karna dari kecil,Sania yg menemani Sutar tumbuh.


Beberapa detik kemudian,es cream sudah ditangan masing2.


Suci mulai sibuk sendiri dan melupakan dunianya.


Tring tring...


Tiba2 suara hape terdengar.


Sania melihat kiri kanan dan mendapati Suci menaruh es creamnya di cup dan membuka tas.


" Hape kamu ya ?" tanya Sania.


Suci mengangguk pelan.


" Aduh gawat " ucap Suci membaca nama dilayar.


" Siapa ?" tanya Sutar sambil menjilat es creamnya.


" Mama " Jawab Suci menunjukkan.


" Astaga,nama Mama kamu kenpa diisi Mak Rempong ?" tanya Sania terbelalak.


" Ayo pulang Kak " Kata Suci tak menghiraukan.


" Angkat dulu " Kata Sania serius.


" Ck diomelin pasti " kata Suci ngeri.


" Iya angkat dulu tapi " Kata Sania gemas.


Suci diam sejenak,hape berlayar sentuh tersebut berbunyi terus.


" Uh ya udah " kata Suci pasrah.


" Halo " Sapa Suci pelan.


" Kamu dimana ?" tanya seorang wanita diseberang.


" Mau pulang " Jawab Suci tenang.


" Masih ingat rumah ?" tanya Salsa kesal.

__ADS_1


Suci diam saja tak menjawab.


" Cepetan,pulang sekolah bukannya pulang kerumah malah keluyuran " Cerocos Salsa.


" Iya " Jawab Suci lesu.


" Cepetan,Mama tunggu dirumah " Kata Salsa ketus.


Tut.


Panggilan terputus,Suci yg tadinya ceria kini mengkrucut melihat Sania dan Sutar diam memperhatikan dirinya.


" Ayo pulang Kak " Kata Suci malas.


" Dimarahin ?" tanya Sania terkekeh.


Suci mengangguk pelan.


" Tuhh makanya,apa Kakak bilang tadi kamu ngenyel sih " kata Sania gemas.


" Untung aku udah izin sama Mama " Gumam Sutar menghela nafas lega.


" Ck,kenapa gak nitipin nama aku tadi ?" tanya Suci kesal.


Suci memasukkan semua sisa es kedalam mulut.


Sutar dan Sania ingin tertawa,keduanya merasa lucu dengan sikap Suci yg kini menciut.


" Ayo pulang " Ajak Sania kepada Sutar.


" Iya " Jawab Sutar patuh.


Ketiganya puna berjalan keluar.


Didalam restoran,seorang pria terbelalak melihat sosok gadis yg ia kenal.


" Loh Suci kenapa ada disini ?" Gumam Romi langsung bersembunyi.


" Ada apa pak Romi ?" tanya pria disampingnya kaget.


" Jangan berisik " Ucap Romi menaruh jari di mulut.


Sontak kedua orang tersebut diam dan melihat Romi aneh.


" Astaga jangan sampe Suci tau aku ada disini " Gumam Romi ngeri.


Pria itu menutup wajahnya dengan menu,Romi tak ingin tercyduk apalagi disana ia bertemu wanita.


Suci terlihat ngomel2 kepada Sutar dan Sania yg lama berjalan.


Gadis kecil itu tak sabaran lagi ingin pulang karna tak mau membuat Ibunya murka.


" Gak temuin Kakek dulu Kak ?" tanya Sutar kepada Sania.


" Nanti aja,kasian Suci " Jawab Sania


" Ayo Kak pesen taxinya " Kata Suci sibuk sendiri.


" Iya " Jawab Sania malas.


Suci diam diambang pintu restoran sedangkan Kakeknya makin gesit menyembunyikan diri.


" Huh Mama ada2 aja deh,gak tau apa anak gadisnya mau jalan2 " Gerutu Suci kesal.


Gadis itu melihat ke restoran dan deg...


" Apa itu Kakek ?" Gumam Suci terbelalak.


" Ayo cepetan,Taxinya udah didepan " Celetuk Sania yg tiba2 berlari.


" Ta...ahhh nanti aja " kata Suci kebingungan dan ikut berlari.


Gadis itu pun berlari mengejar Sania dan melupakan lelaki tua didalam restoran.


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2