Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Derita


__ADS_3

Disebuah rumah besar seorang wanita terlihat begitu memperhatinkan.


Tubuhnya mulai kurus,keriput diwajahnya pun mulai nampak terlihat ditambah rambut indah nya dulu kini kian menepis karna rontok.


" Maa " Panggil seorang pria baru saja pulang bekerja.


" Nyonya disini Tuan " Pekik seorang art kepada kepala keluarga itu.


Si pria pun menghampiri dan menghela nafas melihat istrinya terduduk lemah di kursi roda dengan tangan mulai berbelok.


Mama Ben terkena serangan struk ringan ditangan sebelah kanannya,bahkan kakinya pun ikut melemah,kini wanita itu tak bisa melakukan apapun seorang diri.


Yang dia lakukan hanya menangis dalam diam jika rasa rindu menyerang menghantam sanu barinya.


" Mama udah makan Bi ?" Tanya pria itu melepaskan dasi kerjanya.


" Udah Tuan,tadi Nyonya makan bubur dan buah " Lapor Art mereka.


" Ya sudah,tinggalkan kami " Titah Hendrawan.


" Siap Tuan,saya permisi " Kata Art itu menunduk hormat.


Kini tinggal lah mereka berdua,hanya kesunyian yang dirasakan pasangan berumur itu.


Bahkan rambut di kepala Hendrawan mulai memutih,dirinya pun sering merasa lelah karna tubuhnya memang tak kuat lagi harus bekerja siang malam,tapi apa daya itu semua mereka yang ciptakan selama ini.


" Mama mau sesuatu ?" Tanya Hendrawan duduk di ranjang.


Wanita itu menggeleng lemah masih setia menatap jalanan dari ketinggian kamar mereka.


" Ada tas keluaran terbaru loh,Mama kan suka tas " Kata pria itu membujuk.


" Mama ngak suka lagi Pa " Kata wanita itu lirih.


" Kenapa ?" Tanya sang suami.


" Bagaimana Mama menggunakannya,megang sendok buat makan aja sekarang udah ngak bisa " Kata wanita itu mulai menangis.


" Huuuuuftttttt " Hendrawan menghela nafas.


Dirinya sangat kasihan melihat istrinya kian memburuk setiap hari.


Sejak kejadian 3 bulan yang lalu,dunia sang istri langsung berubah total.


Mama Ben tak sengaja terjatuh dari anak tangga saat akan buru2 mau pergi ke pesta,tapi nasib sial menghampiri wanita itu.


Mama Ben dinyatakan struk ringan diarea kaki dan tangan,beruntuk bibirnya tak ikut struk jadi Mama Ben masih lancar bicara,meski kini lebih banyak diam.


" Aku ingin bertemu Ade Pa " Rengek Mama Ben.


" Aku dengar dia akan kuliah keluar negeri " Kata Papa Ben sedih.


" Ayo kita kesana,aku ingin bertemu dengan nya,aku ingin menemui cucu ku Pa hiks "


" Kita tak bisa langsung menghampiri Ade begitu saja Ma,Ade bukan anak yang gampang di bujuk dan aku baru menerima kabar bahwa...." Kata Papa Ben menggantung.

__ADS_1


" Kabar apa ?" Tanya Mama Ben mengeryit.


" Ternyata Adelard pernah tercandu narkoba saat SMA dan harus di rehab selama hampir 1 tahun " Kata Papa Ben jujur.


Jeddeeeeerrrr....


Bagaikan gledek di sore hari,Mama Ben terkejut bukan main.


" Yang bener Pa ?" Tanya perempuan itu tak percaya.


" Iya Ma,Ben merahasiakan nya karna tak ingin perusahaan nya menurun dan nama keluarganya tercoret "


" Ya Tuhan Adelard " Gumam Wanita itu sedih.


" Ini salah kita Pa,dulu kita yang membuat Ade begitu terpuruk masalah keluarganya " Kata Mama Ben merasa berdosa.


" Ya,dulu kasus Hanin,lalu Ade dan kini Ade pun pergi,kita semakin jauh menjangkau mereka " Kata Hendrawan sedih.


" Apa yang harus kita lakukan Pa,Ben tak ingin ditemui,aku sangat merindukan mereka " Kata Mama Ben menunduk.


Papa Ben terdiam.


" Aku ingin Mama sembuh dulu baru kita temui mereka " Kata Papa Ben mengambil keputusan.


" Sampai kapan Pa,sampai menunggu aku mati begitu !" Kata Mama Ben marah.


Hendrawan selalu mengulur waktu jika Mama Ben mulai membahas ingin bertemu anaknya,wanita itu tau ego sang suami lah yang selalu menolak bertemu dengan Ben,mungkin karna kesalahan mereka yang membuat pria itu enggan melihat anaknya lagi.


" Lihat Ben Ma,dia bahkan tak mengunjungi kita,dia tak menganggap kita sebagai orang tuanya lagi,sedangkan orang tua dari adik angkat mereka itu di kunjungi setiap saat,dipenuhi kebutuhannya,lalu kita apa,tak ada apapun yang kita dapatkan dari Ben serta keluarganya !" Kata Hendrawan kesal.


Hendrawan terdiam dan hanya bisa menghela nafas.


" Sudah lah Ma,Papa kadang muak selalu membahas anak itu,biarkan saja dia dengan hidupnya !" Kata Papa Ben mengalah.


" Aku ingin bertemu mereka Pa,aku ingin melihat cucu2 ku tumbuh " Kata Mama Ben meninggikan suaranya.


Papa Ben bangkit dan berjalan menjauh memasuki kamar mandi.


" Been maafkan Mama Nak huhuhu " Kata Mama Ben menangis sejadi jadinya.


Tak ada yang bisa wanita itu lakukan selain menunggu,karna semua keputusan sang suami lah yang mengaturnya apalagi kini ia tak berdaya.


Bahkan keluar rumah saja,wanita itu di jaga ketat oleh penjaga rumah.


" Jika Papa tak mau melihat anak Papa lagi,Mama akan berusaha sendiri aku tak ingin mati dalam keadaan berduka seperti ini " Gumam Mama Ben tajam.


Dengan tekad mantap wanita itu mulai berpikir keras bagaimana cara nya keluar tanpa sepengetahuan suaminya,meski bertemu dengan Ben saat ini bukan lah hal yang mudah,tapi perempuan itu tau dimana ia bisa mudah bertemu dengan anak satu2nya itu.


Ditempat lain,hanya berjarak 2 minggu dari Bara,Adelard pun ikut pergi keluar negeri hari ini untuk menuntut ilmu.


Meski tak dapat di universitas impiannya,tapi Adelard tak pantang putus asa.


Pria itu memilih kuliah di Belanda bersama seorang temannya yang juga akan berkuliah disana.


Setelah ketemuan dengan Rafael malam tadi,Adelard ingin hubungan pertemanan mereka tetap jalan seperti biasanya,meski pria itu memutuskan tak ingin dulu berpacaran dengan Sinta.

__ADS_1


Dan beruntung,Rafael mau menerima meski kenyataan pahit harus diterima adiknya yang begitu mencintai sang sahabat.


" Semua udah siap ?" Tanya Ben mengotak atik hpnya.


" Sudah Dad " Kata Ade tersenyum.


Hanin dan Prily menunduk sedih melihat Adelard benar2 siap meninggalkan mereka.


" Ayo berangkat " Ajak Ben memasukkan dompetnya ke saku.


" Abaang " Rengek Hanin.


" Jangan menangis,Ana aja kuat masak kamu ngak " Kata Ade menenangkan adiknya.


Hanin menggeleng dan tetap menangis.


" Hahaha kan Abang balik lagi kesini " Kata Ade lembut.


" Kalo aku rindu gimana ?" Tanya Hanin mengkrucut.


" Kan sekarang udah canggih ada hp " Timpal Ade.


" Nanti kita kesana mengunjungi Ade kalo Daddy ngak banyak kerjaan " Kata Ben tenang.


" Beneran Dad ??" Tanya Hanin girang.


" Iya,tapi nanti " Kata Ben cengengesan.


" Papa ikut ya " Kata Mike semangat.


" Yayaya Papa ikut dongg " Rengek Mike bergelayutan manja di lengan Ben.


Ade,Hanin,Prily dan Ben menganga kaget melihat laki laki itu bermanja manja.


" Eh i i ya Pa,nanti Ben usahakan " kata Ben menelan ludah.


" Yeeee makasih ya " Pekik Mike girang dan meloncat loncat layaknya anak kecil.


Krteeekkkkkkk....


Pinggang lelaki tua itu berbunyi nyaring.


" Adeeeeehhhhhh " Pekik mereka bersamaan merasa ngeri dengan bunyi barusan.


" Hehe sorry2,pinggang Papa ngak mendukung hehe " Kata Mike berjalan bungkuk.


" Aduuhhh Papa,makanya jangan loncat2 dong,ini jantung ikut loncat tau lihat nya " Kata Prily marah.


" Maaf,kan Papa lagi seneng " Kata Mike menunduk takut.


Ben dan anaknya mengulum senyum,sedangkan Prily berkacak pinggang kesal dengan kelakuan Papa nya barusan.


Tawa keluarga itu pun pecah saat Mike memasang wajah takutnya kepada sang putri.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya..


__ADS_2