
Hingga sore Arshad masih dirumah saja tanpa keluar dari kamar.
Pria itu memang terbiasa sendiri hingga tak ada yg heran dimata keluarga.
drt drt...
Hape Arshad berbunyi,lelaki itu menoleh dan mengambil hape yg berada diatas nakas.
" No siapa ini ?" Gumam Arshad melihat nomor baru masuk.
Karna tak kenal,pria itu tak menghiraukan hingga memilih tiduran lagi.
Mood Arshad kurang baik sejak ia bicara dengan Reno.
Waktu berlalu cepat hingga lelaki itu merasa bosan sendiri.
" Akhhhhhhh **** !" Umpat Arshad kesal.
Pria itu bangun dan mengambil hapenya.
Tanpa babibu,Arshad menelfon temannya.
" Aku otw sana " Ucap Arshad tenang.
"......"
" Hm " Balas Arshad.
Tut.
Panggilan terputus,lelaki itu langsung mengganti baju dan pergi keluar.
" mau kemana Syad " Tegur Angel yg sedang menggendong Adik kecil Arshad.
" Krrumah temen " Jawab Arshad.
" Lah,kamu ga pergi ketemu calon ?" Tanya Angel mengernyit.
Arshad tak menjawab,lelaki itu berlalu menuruni anak tangga..
Dengan cepat Arshad melaju memakai motor yg sudah sekian lama tak terpakai.
Ditempat lain,seorang gadis juga sama kacaunya dengan kegilaan yg sering terjadi.
" Jadi Kakak juga kenal sama Reka ?" Tanya Tania tajam.
Rania diam tak menjawab.
" Jawab aku Kak !" Bentak Tania kesal.
" iyaa,emangnya kenapa ?" tanya Rania ikut kesal.
" Kak Reka itu pacar aku Kak,aku suka sama dia !" Kata Tania meninggikan suaranya.
Rania menoleh tajam melihat sang adik.
" Aku suka sama dia Kak,Kak Reka pelindung aku " Lanjut Tania lagi.
Rania terus diam seraya menatap adiknya.
" Bagaimana kamu bisa suka sama dia ?" tanya Rania datar.
" Aku kan emang udah lama suka sama Kak Reka " Balas Tania.
" Tapi aku ju...." Ucap Rania menggantung.
" Aku mohon Kak,jangan ganggu Kak Reka " Pinta Tania bermohon.
" Tan,Reka itu..." ucap Rania menahan.
" Apa ? Kak Reka juga bilang dia suka sama aku Kak " Ucap Tania berkaca kaca.
" kenapa Kakak meluk Kak Reka hiks hiks " Kata Tania mulai menangis.
Rania melototkan matanya kaget mendengar ucapan sang adik.
Flashback On.
Kemarin malam,Rania kembali mendatangi Reka dirumahnya..
Memang bukan hal yg baik dilakukan seorang gadis kepada seorang pria.
Tapi rasa kacau dalam diri Rania membawa gadis itu harus bertemu Reka saat itu juga.
Dan kedatangan Rania seprti biasa selalu membuat Reka bingung dan salah tingkah.
__ADS_1
" Kamu kenapa lagi ?" tanya Reka sambil menyeruput kopi panasnya
" Ga papa " Jawab Rania tenang.
Reka melihat gadis itu dan menghela nafas panjang.
Tak ada expresi senang ataupun sedih disana,hanya ada ketenangan dalam diri Rania.
" Kamu suka ga aku kesini ?" tanya Rania.
" Hah ?" Ucap Reka mengernyit.
" Ga suka ?" tanya Rania.
" Bukan gitu " Balas Reka.
" aku murahan ya ?" Tanya Rania lagi sambil tersenyum tipis.
" Ga,siapa bilang " Jawab Reka.
" Kamu gak mau kasih aku minum atau apa gitu ?" tanya Rania lagi.
Reka terkekeh dan bangkit dari duduknya.
" Ga usah,ini aja " Ucap Rania menahan Reka dan mengambil gelas pria itu untuk diseruput.
" Aku cape " Ucap Rania menghela nafas.
" Kenapa ?" tanya Reka.
" Ga tau,cape aja " Balas Rania.
Reka menggaruk kepala,karna bingung harus merespon seperti apa lelaki itu kembali bangkit dan masuk kedalam rumah.
Tanpa direncana,Rania ikut masuk dan memeluk lelaki itu dari belakang..
Deg.....
Reka berhenti mematung ditempatnya.
" Tolong jangan tinggalin aku " Pinta Rania serak.
" Hah " Ucap Reka kaget
" Jangan tinggalin aku Rek,aku sendirian " Ucap Rania lagi sambil mengeratkan pelukannya.
" Apa maksud mu ?" tanya Reka tak paham.
Greebbb...
Rania kembali memeluk Reka dari depan membuat pria itu terbelalak.
" Ran " Ucap Reka syok.
Rania mengeratkan tangannya membuat tubuh mereka sangat dekat.
" Ada dengan mu ?" Tanya Reka mencoba tenang.
Rania diam tak menjawab.
Reka tak bersuara lagi,lelaki itu membiarkan Rania memeluk dirinya dengan begitu erat.
" Ada apa dengan gadis ini,selalu saja tak jelas " Batin Reka.
Beberapa saat kemudian,Rania mulai tenang.
Keduanya saling melihat dan Rania malah tersenyum manis.
" Sudah ?" Tanya Reka datar.
" Hm " jawab Rania.
" Ya udah lepas " Balas Reka lagi.
Rania melihat tangannya dan melepas pria itu dengan kekehan kecil.
Keduanya pun terlepas,Reka berjalan keluar dan alangkah terkejutnya lelaki itu melihat seorang gadis berdiri diambang pintu.
" Tania " Ucap Reka dengan mata melotot.
Rania yg masih tersenyum,langsung mendatarkan wajahnya.
" Ke kenapa kamu disinin?" tanya Reka syok akut.
" Kakak bohong sama aku " Ucap Tania gemetar.
__ADS_1
" Bo bohong apa ?" tanya Reka masih kaget.
Tania diam dan melihat Kakaknya masih diam didalam rumah Reka yg cukup gelap.
" Tan,aku bisa jelasin " ucap Reka memegang bahu Tania.
Tania menatap Reka dalam dan seketika air matanya tumpah.
" Ya ampun,ini salah paham aku dan kakak mu..." Ucap Reka melihat Rania.
Rania ditatap melotot oleh Reka hanya diam saja.
Gadis itu mendekati keduanya dan keluar dari rumah tanpa dosa.
" Raaannnn " Panggil Reka melongo.
Rania tak mengubris,gadis itu melaju tanpa melihat siapapun lagi termasuk adiknya sendiri.
" Astagaaaa " Ucap Reka sakit kepala.
" Tan,aku...." Ucap Reka.
" Aku pulang dulu " kata Tania melepas tangan Reka dan berlari keluar.
Gadis itu menghilang dibalik gelapnya gang rumah.
Reka yg ditinggal makin bingung dan tak tau berbuat apa.
" Aku salahnya dimanaaaaa ?" Ucap Reka kelabakan sendiri.
Flashback Off..
" Kalo Kakak masih anggap aku adik,tolong jauhi Kak Reka Kak !" Ucap Tania tegas.
" Hah ? Coba ulang ?" Jawab Rania santai.
Glek...
Tania menelan ludah kasar melihat Kakaknya malah menantang.
" Aku suka sama Kak Reka,dan sebagai Kakak,kamu harusnya mengalah " Ucap Tania memberanikan diri.
" apa yg ngga aku kasih ke kamu selama ini ?" tanya Rania balik.
" maksud Kakak ?" tanya Tania bingung.
" Bahkan hidupku pun ngga bearti lagi " Jawab Rania terkekeh.
" Kak " Panggil Tania kesal.
" Mau Reka ? Ambil aja dia ga berguna buat aku !" Kata Rania tegas.
" terus kenapa Kakak temuin dia dan meluk Reka,aku lihat semuanya kak " Kata Tania.
Rania diam tak menjawab.
Tak ingin memperpanjang masalah,Rania keluar dari kamar dan terkejut melihat kedua orang tuanya berdiri diambang pintu
" Pa,Ma " Ucap Rania kaget.
Denis menatap gadis itu datar begitupun Miska yg terlihat cukup khwatir.
" Ada apa Ran ?" tanya Denis.
Tania ikut keluar dan sama terkejutnya.
" Kenapa kamu nangis Tania ?" tanya Denis tegas.
Tania sama diamnya dan melirik Miska.
" ayo bicara !" Ucap Denis tegas.
Mau tak mau,para wanita itu mengikuti langkah Denis keruang keluarga.
Rania dan Tania duduk berseblahan langsung menghadap kedua putri kembarnya.
" Apa yg kalian perebutkan ?" Tanya Denis serius.
Rania berdecak dan bangkit dari duduknya.
" Rania !" Bentak Denis cukup keras.
Gadis itu seketika terkejut dan langsung duduk lagi.
" Ran,yg sopan " Tegur Miska semakin takut Denis mengamuk.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.