Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pamit


__ADS_3

Pagi ini Justin mulai bergerak,dirinya tak bisa berdiam lama2 karna keadaan keluarganya sedang skarat..


" Justin Mama mohon menikahlah dengan Bela Nak,hanya keluarga mereka yang bisa menolong kita saat ini " Ucap sang Mama mendekati lelaki itu.


" Aku ngak mau Ma,Bela itu hamil anak pria lain mengapa aku yang harus bertanggung jawab !" Kata Justin kesal.


" Bela itu mantan kamu Justin,kamu tau kan dia anaknya baik dan santun " kata Sandra terus membujuk.


" Aku tau Bela Ma,dia ngak sebaik dan sesantun yang Mama kira " Balas Justin tak habis pikir.


" Lalu kamu mau apa sekarang hah,kamu mau melihat Mama dan Daddy kamu gelandangan !" Kata Sandra kesal.


" Aku tidak membuat kita seperti ini,tapi kalian yang terlalu serakah akan segalanya !" kata Justin tajam.


" Mama di tipu Justin " kata Sandra sedikit berteriak.


" Itu lah salahnya Mama,terlalu percaya dengan teman arisan Mama yang sok2an jual beli berlian,akhirnya begini kan Mama yang dijebak !" kata Justin geram.


" Sudahlah Ma,kalau pun kita jatuh miskin setidaknya kita bisa belajar dari pengalaman " Kata Justin tak ambil pusing.


" No no,Mama ngak mau miskin Justin,apa kata kolega Mama dan Daddy kamu,reputasi kami akan hancur Nak " kata Sandra memohon.


Justin menarik nafas berusaha tenang,dirinya masih bingung kenapa orang tuanya masih sibuk dengan nama baik padahal kondisi sedang memburuk.


" Aku akan menjual perusahaan ku di Amerika,uang nya akan aku serahkan kepada kalian terserah kalian mau membuatnya bagaimana " kata Justin tenang.


" Apa ! jangan gila kamu,hanya itu yang kamu punya Justin " Kata Sandra sangat terkejut.


Justin menyugar rambutnya kasar,pria itu juga sebenarnya tak rela tapi daripada harus menikah dengan perempuan yang tak ia cintai Justin rela menukar dengan harta yang ia miliki.


" Aku akan menikahi Laura Ma,kami akan hidup bersama aku akan memulai semuanya dari nol " kata Justin tenang.


" Mama ngak setuju,dia pembawa sial Justin !" Bentak Sandra emosi.


Deg....


Justin tersentak kaget dan menatap wanita itu dalam.


" Gadis itu merubah mu menjadi pria bodoh,sejak kamu kenal dengan Laura semuanya berubah !" kata Sandra geram.


" Laura bukan gadis pembawa sial Ma,dia yang membuat aku menjadi lebih manusiawi sekarang " kata Justin dalam..


" Lihat dia Justin,dia hanya anak pungut yang diambil dijalanan,dia juga pengangguran yang menyusahkan orang tua angkatnya !" kata Sandra tajam.


Justin menunduk mengepalkan tangannya,sungguh pria itu tidak terima sang kekasih di sebut2 seperti itu.


" Aku mencintai Laura Ma,aku hanya ingin hidup bersama dia " Kata Justin tegas.


" Kamu akan menderita Justin,dia hanya akan menjadi beban untuk mu,menikahlah dengan Bela meski dia hamil anak orang setidaknya nama keluarganya tetap terjaga karna orang tuanya !" Sahut Sandra.


" Aku tidak gila harta seperti kalian,maaf keputusan ku sudah bulat,aku akan tetap menikahi Laura secepatnya !" kata Justin tak bisa diganggu gugat lagi.


Pria itu langsung berjalan keluar menyeret kopernya.


Justin akan ke Amerika untuk menyelesaikan jual beli perusahaannya yang baru ia rintis.

__ADS_1


Didalam mobil Justin terlihat sangat kalut,pria itu juga sama setresnya.


Tapi Justin benar2 tak mau lagi melepaskan Laura,dia sudah berjanji kepada gadis itu untuk setia apapun yang terjadi.


Drt drt...


Hape Justin bergetar,pria itu merogoh saku nya dan melihat nama dilayar.


Justin tersenyum kecil dan berusaha tenang.


" Halo sayang " Sapa Justin hangat.


" Kakak dimana ?" Tanya Laura diseberang.


" Dijalan mau kebandara " Jawab Justin lembut.


" Jadi pergi ?" Tanya Laura dengan suara sedihnya.


" Hm,aku akan pulang minggu depan " jawab Justin pelan.


" jangan lama2 " ucap Laura pelan.


" Udah kangen ya ?" Goda Justin.


" Hm ngak juga " Jawab Laura malu.


" Hehe sabar ya sayang,pulang dari sana aku akan segera meminang mu " kata Justin terkekeh.


Laura tertawa renyah.


" Baiklah,jaga kesehatan ya semoga selamat sampai tujuan calon suami hehe " kata Laura terkikik malu.


" Belajar dari Mama,kata Mama harus bisa bahagiain pasangan " Kata Laura jujur.


" Wahhh boleh nih si calon Mertua jadi guru membucin haha " Kata Justin tertawa.


Laura tertawa renyah,membuat Justin tersenyum hangat.


" Ya udah,aku pergi dulu ya dah sampe bandara nih " kata Justin melihat supirnya memasuki pekarangan bandara.


" Iya sayang " Balas Laura hangat.


Tut...


Panggilan pun dimatikan,Justin menaruh hapenya di kantong dengan senyum mengembang.


Lelaki itu merasa sedikit tenang mendengar suara Laura yang lembut kepadanya.


" Tunggu aku sayang " Gumam Justin yakin.


Pria itu pun turun dari mobil dan langsung menuju loket cek in.


Justin harus bergerak cepat karna nasib orang tuanya berada ditangan pria itu saat ini.


Ditempat lain,Laura duduk di post satpam dengan map lamaran pekerjaan disampingnya.

__ADS_1


Gadis itu kembali menaruh lamaran kerja ditempat2 yang mungkin membutuhkan tenaganya.


Tapi hampir seharian keliling gadis itu belum menerima kabar baik membuat Laura sedikit sedih.


Meski mempunyai saham yang banyak diberi orang tua Justin tapi gadis itu tak menyentuh sama sekali.


Laura takut tiba2 orang tua Justin berubah pikiran dan meminta lagi,David dan Cila pun melarang Laura menyentuhnya.


Laura akan menyimpan setengah harta itu untuk masa depan Justin sendiri nanti,jika mereka hidup bersama.


" Uhhh semangatt " Kata Laura menyemangati dirinya sendiri.


" Aku ngak boleh pantang menyerah,Kak Justin aja kuat masa aku ngak " Gumam Laura tersenyum.


Gadis itu pun berjalan menjauh mendekati motornya yang terparkir di depan jalan.


Dari kejauhan seorang pria melihat kearah gadis yang sedang memakaikan jaket ditubuhnya.


" Itu kan Laura ?" Gumam lelaki itu menyelisik.


" Kenapa Bos ?" Tanya si Asisten ikut berhenti berjalan melihat bosnya diam.


" Hm tidak " Ucap lelaki tampan itu tenang.


Mereka pun berjalan ke post satpam dan langsung disambut satpam yang siap siaga.


" Selamat siang Pak " Ucap Lelaki itu tegas.


" Siang,oh iya gadis itu kenapa kemari ?" Tanya si pria menunjuk Laura yang menjauh.


" Melamar kerja Pak " Jawab satpam tegas.


" Melamar kerja ?" Gumam lelaki itu kaget.


" Iya Pak,ini lamarannya " Ucap Satpam.


Lelaki tampan dengan setelan keren itu pun melihat dan membaca sekilas biodata Laura.


" Okey,bawa ke ruangan saya " ucap lelaki tampan itu kepada satpam.


" Baik Pak " Balas Satpam hormat.


Lelaki itu pun berjalan menjauh dengan kepala menggeleng lemah.


" Laura2 " Gumam Lelaki itu pelan.


" Kita meeting jam berapa ?" tanya lelaki itu kepada asisten nya.


" Sebentar lagi Pak " Ucap sang asisten melihat jadwal di tab.


" Oke,beli makanan dulu saya lapar " Titah lelaki itu mengusap perutnya yang keroncongan.


Asisten mengangguk setuju karna ia pun sedikit lapar..


Kedua pria itu pun masuk kedalam mobil dan melesat pergi..

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2