
Ridho pulang dengan luka bibir yg cukup parah,Reka benar2 terlihat kesal dengan lelaki itu hingga membuat dirinya mengamuk untuk pertama kali.
Brakk....
Pintu dibanting Reka dengan keras,Hani yg berada didalam rumah dibuat kaget dengan sikap pria tersebut.
" Kamu lihat Han,ini belum seberapa !" kata Reka emosi.
Hani diam tak menjawab.
" Mereka berbahaya buat kamu Han,keluarga istri Daniel itu bukan orang sembarangan,kamu yg baru memulai pasti dengan mudah diusir oleh mereka !" kata Reka masih emosi.
" Aku gak ada apa2 sama Daniel Rek " Kata Hani mendongak.
" Nggak apa nya kamu sama dia sering jalan kok " kata Reka heran.
Hani diam lagi,memang tak bisa dipungkiri gadis itu sering menghabiskan waktu bersama Daniel walau jarang bertemu.
Reka sudah mewanti2 dari jauh hari kejadian yg akan dialami Hani apalagi kini mereka tau bahwa Daniel dan Ridho ternyata bersaudra.
Reka awalnya begitu terkejut karna tak menyangka dua lelaki menyukai sahabatnya secara bersamaan.
" Rek mau kemana ?" Tanya Hani menahan Reka yg ingin pergi.
" Aku mau pulang,pusing " Jawab Reka ketus.
" Rek " Panggil Hani lagi.
" Kamu dirumah aja Han,gak usah kemana mana,kalo dia datang dan bawa kamu pergi jangan mau " kata Reka melepas tangan Hani dari bahunya.
" Kamu marah ?" tanya Hani menunduk.
" Ntah la,untuk marah pun aku gak punya hak kan,tapi Han tlong kamu dengerin aku kali ini " Jawab Reka serius.
" Jauhin kedua beradik itu,mereka berbahaya buat kamu " Lanjut Reka.
Hani diam melihat wajah lelaki itu,tidak ada tampang bercanda.
Reka seolah benar2 sedang serius dengannya.
" Baiklah " Kata Hani mengangguk.
" ya udah,masuk sana " kata Reka melemah.
Hani kembali mengangguk,gadis itu berjalan gontai dan duduk di karpet.
Reka menghela nafas panjang,lelaki itu merasa kasihan dengan Hani yg begitu polos dalam percintaan.
" Aku gak tau ini rasa apa Han,tapi aku ingin selalu berada disamping kamu dan jagain kamu dari orang jahat " Lirih Reka.
Pria dengan hati malaikat itu pun mendekati motornya dan pulang..
Beberapa hari setelahnya,Hani banyak diam dan sedikit menjauh dari keramaian.
Ntah mengapa perasaannya sangat campur aduk apalagi Reka juga mulai sibuk dengan kantor.
Gadis itu butuh ruang sendiri,menjalani hidup yg terombang ambing dari awal membuat Hani sulit mempertahankan dirinya..
Gadis itu harus punya satu pegangan yg kuat agar tidak roboh dan itu bisa ia dapatkan dari Reka seorang yg sudah ia anggap keluarga paling dekat.
Seperti hari ini disaat semua barisan apel sudah bubar,Hani masih diam ditengah lapang yg cukup menyengat.
__ADS_1
Gadis itu termenung disana membuat beberapa anggota lain terheran heran.
" Kamu gak papa ?" tanya seorang wanita yg umurnya sudah jauh.
Hani menoleh dan tersenyum kecil.
" Ayo kembali ke tempat,disini panas " Ucap wanita itu lembut.
Hani mengangguk,mereka pun berjalan bersama dengan langkah tenang.
" Jika ada masalah,jangan membawanya kesini " Ucap wanita itu memberi pengertian.
" Kita disini ditugaskan untuk mengatasi masalah rakyat,walau sebenarnya kita juga punya masalah yg harus diatasi dengan cepat " Lanjut wanita itu lagi.
" Iya Kak,maaf Hani tidak profesional " Kata Hani menunduk sopan.
" Its oke,jangan menjadi kebiasaan ya,gak baik dilihat yg lain " kata Wanita itu tersenyum.
Hani mengangguk dengan senyum kecil,wanita dewasa tadi pun pergi kearah lain.
Hani menghela nafas panjang,ia juga tak sadar kenapa bisa melamun saat apel.
Hani tak tau masalah mana dulu yg harus ia atasi.
Hari sibuk mulai menghampiri gadis tersebut,kali ini Hani harus ikut dengan beberapa anggota untuk mengecek sebuah rumah kosong yg dikabarkan mencurigakan.
Dengan wajah tegas gadis itu ikut rombongan.
Ditempat lain,seorang gadis kecil menelfon Neneknya sambil memakan camilan.
" Jadi Nenek gak kerumah ?" tanya Sofia kesal.
" Nanti,ayam Nenek banyak yg pingsan jadi harus dirawat " Jawab Cila diseberang
" Haisttt,yg ada malah dokter minta dipotong " Gumam Cila yg masih terdengar cucunya..
" Ya udah deh,aku mau bobo siang dulu nanti Papa pulang " kata Sofia mengalihkan.
" Kamu gak papa dirumah sendiri ?" tanya Cila khwatir.
" Gak papa,Via udah gede bisa bikin susu sendiri " Jawab Sofia tenang.
" Ya udah,kamu cepat sembuh ya Nak,kalo ada apa2 cepet telfon Papa atau Nenek " Kata Cila lembut.
" Iya Nek " Balas Sofia tersenyum.
Tut.
Panggilan terputus,gadis itu menaruh lagi hape mahal Vero diranjang dan berbaring.
Hari ini Sofia tak masuk sekolah lantaran terserang demam..
Awalnya Vero ingin membawa sang putri kerumah sakit tapi gadis itu menolak dengan seribu alasan dan ancaman mematikan membuat nyali Vero menciut.
Pria itu pun terpaksa meninggalkan Sofia sendirian lantaran ia harus bekerja sebentar untuk menghadiri meeting penting.
Sofia yg mulai terbiasa tak mempermasalahkan Papanya mau kemana asal saat ditelfon Vero selalu menjawab.
" Aku masih sakit gak ya ?" gumam Sofia meraba jidatnya..
Kening gadis itu masih terasa hangat,beruntung Vero pria yg sigap membeli obat2an untuk sang putri.
__ADS_1
Teng nong.....
Suara bel terdengar,Sofia yg ingin tidur langsung terbangun mendengar bunyi tersebut.
" Siapaa ?" gumam Sofia mengernyit.
Teng nong...
Suara bel kembali terdengar,gadis kecil itu masih diam ditempat mendengarkan.
" Jangan pernah buka pintu untuk siapapun termasuk tetangga,atau orang yg gak kamu kenal !" Ucap Vero saat memberi petuah anaknya pagi tadi..
Suara bel terus berbunyi membuat gadis itu kesal sendiri..
Mau tak mau ia turun dari ranjang dan berjalan mendekat.
" Itu siapa ya ?" gumam Sofia mengintip dari jendela.
Tak terlihat apapun karna posisi rumah berpagar dan dikunci..
Sofia terus mengintip hingga suara berisik berbunyi.
" Sofiaaa ini Mama Nakk " Pekik seorang wanita dari luar.
Sofia yg tadinya ingin kembali sontak terkejut.
" Mama " gumam gadis itu pelan.
" Buka pintunya Sofia " Teriak Yuna menggedor.
Sofia diam sejenak dan langsung membuka pintu rumah.
Yuna yg berdiri diluar langsung tersenyum melihat anaknya.
" Sofia buka pintunya Nak " Ucap Yuna tersenyum cerah.
Sofia berdiri didepan pagar dengan wajah tak tenang.
" Mama kenapa disini ?" tanya Sofia polos.
" kamu gak suka Mama nemuin ?" tanya Yuna terkejut dengan pertanyaan anaknya.
" Papa bilang Sofia harus hati2 " Ucap Sofia pelan.
" Sofia ini Mama Nak,Mama gak mungkin jahatin kamu,buka pintunya Nak " Pinta Yuna memelas.
Sofia masih diam,otak gadis kecil itu terlihat ragu dengan ibunya sendiri.
" Mama mau ngomong sama kamu,Mama kangen sayang " Ucap Yuna sedih.
Sofia terus diam dengan seribu kebimbangan dikepalanya.
" Via sakit Ma " Ucap Sofia lesu.
" Ya Tuhan anak ku,buka dulu Nak pagarnya,biar Mama obatin " kata Yuna cukup terkejut.
Sofia bingung harus melangkah atau kembali ke tempatnya.
Yuna melihat sang anak dengan penuh selidik,wanita itu yakin Vero sudah meracuni otak gadis polos tersebut.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.