
Matahari mulai tenggelam,langit malam perlahan menyapa para penggemarnya yg menyukai senja.
Hani baru turun dari taxi setelah seharian menemani sang sahabat.
Gadis itu terlihat lelah,tapi Hani selalu menampakkan wajah tenangnya.
Kini ia terpaksa tinggal disebuah rumah kontrakan yg tak jauh dari kantor,gadis itu tak punya pilihan lain,ia tak mau lagi tinggal dengan Cila.
Hani tak mau lagi menyusahkan orang lain,ia ingin hidup mandiri tanpa adanya alasan orang untuk menyakiti dirinya.
Saat membuka pintu,Hani masuk kedalam dan terkejut bukan main saat maniknya melihat seorang pria berdiri didekat dinding.
" Heh kamu ngapain disini ?" tanya Hani syok.
Pria itu menatap Hani dalam dan menghela nafas.
" Darimana kamu masuk ? kamu nyuri ya ?" Tuduh Hani tajam..
" Apa yg mau dicuri ? isinya cuma baju doang " Jawab pria itu malas.
" Terus kamu datang darimana dan gimana bisa masuk ?" tanya Hani heran.
" Dibantu tetangga " jawab Ridho duduk dilantai.
" Hah !" pekik Hani syok.
" Gue bilang lo istri yg nakal,makanya mau gue jemput buat dirukyah " Kata Ridho asal.
" Apa !" Pekik Hani terbelalak.
" Berisik lo,teriak2 mulu bikinin makanan napa " kata Ridho ketus.
" hah !" Pekik Hani kembali melotot.
" Astaga bisa2nya Daniel cinta mati sama nih bocah " Gumam Ridho mengusap telinganya.
Hani yg mendengar nama Daniel langsung terdiam.
Gadis itu bersikap tenang dan masuk lebih dalam.
Ridho diam memperhatikan gerak gerik gadis itu.
Azan magrib terdengar,Ridho kembali menghela nafas panjang.
Hani keluar dari kamar dengan handuk ditangan.
" Mau kemana ?" tanya Ridho polos.
" Mandi " jawab Hani ketus.
" Oh " Balas Ridho lagi.
Hani berlalu begitu saja mencueki lelaki tersebut.
Gadis itu masuk kamar mandi dan mulai rutinitasnya.
Sungguh tadi Hani sangat terkejut dengan kedatangan Ridho yg bertamu tanpa aba2.
Gadis masih bingung bagaimana Ridho bisa tau tempat tinggalnya yg baru.
Beberapa menit kemudian,Hani keluar lagi dan kembali terkejut melihat Ridho berdiri diambang pintu.
" Kamu ngapain sih,kek Hantu !" Kata Hani kesal.
" Han " Panggil Ridho pelan.
" Apa !" jawab Hani ketus.
" Kayaknya gue udah jauh banget dari Tuhan " Ucap Ridho lesu.
" Maksud kamu ?" tanya Hani mengernyit.
" Ya,kayaknya main aku terlalu jauh sampe lupa jalan pulang " Jawab Ridho lagi.
Hani diam memperhatikan lelaki itu.
__ADS_1
Memang penampilan Ridho sedikt abstrak,lelaki itu terlihat sangat urakan tapi dimenangkan dengan wajahnya yg tampan rupawan.
" Ya udah balik ke Tuhan " Balas Hani tenang.
" Gimana caranya Han ? gue belum siap mati " Balas Ridho.
Hani terkekeh geli,wajah Ridho begitu lucu membuat wanita itu ingin tertawa.
" Hm gimana ya ?" Gumam Hani mencari ide.
Ridho masih menunggu jawaban,pria itu sangat kalut dengan hari2nya.
" Gini bang " Kata Hani menaruh tangannya ditiang kamar.
" Hm gimana ?" Tanya Ridho menunggu.
Hani melihat penampilan lelaki itu dari ujung kaki hingga kepala.
Ridho yg diperhatikan merasa aneh dengan sikap gadis itu.
" Abang tau caranya ibadah gak ?" tanya Hani hati2.
" hm maksud kamu ?" tanya Ridho mengernyit.
" Aku kalo lagi rusing dan bingung,happy semua larinya ke Tuhan " Jwab Hani.
" Terus ?" tanya Ridho lagi.
" Ya kamu boleh contohin aku kayak gitu,bukannya sok pinter nih ya,cuma ya kita sebagai manusia kan punya pencipta,jadi mungkin saja Dia bisa bantu gitu " Jawab Hani.
Ridho diam mencoba menelaan kata2 gadis didepannya.
" Udah ah nanti aku lanjutin lagi " Kata Hani buru2 masuk.
" Lah Han,belum selesai " Pekik Ridho kaget.
Hani menutup pintu kamar dan mengambil posisi.
Gadis itu mencoba untuk rileks dan mulai menjalankan syariaat dirinya.
Diluar,Ridho masih diam dengan mengusap wajah kasar.
" Huh sepertinya dosa ku sudah sangat banyak " Gumam Ridho menghela nafas.
Lelaki itu duduk dilantai dan kembali merenung.
Beberapa saat kemudian,Hani keluar lagi dengan wajah fresh.
Gadis itu kaget melihat Ridho berbaring dilantai dengan tubuh merikut.
" Ya Tuhan,kenapa dia tidur dilantai ?" Gumam Hani menutup mulutnya.
Gadis itu mendekat dan mengintip sedikit,lelaki random itu menutup mata.
" Huh dia pasti benar2 setres " Gumam Hani kasihan.
Gadis itu ingin sekali membantu,tapi dirinya juga bingung bantuan seprti apa yg harus diberikan.
" Mending aku masak aja " Gumam Hani teringat.
Gadis itu buru2 kedapur dan menyiapkan bahan2.
1 jam berlalu,Hani makan sendirian didepan pria yg masih tidur dilantai.
Posisi Ridho kini berubah telentang,Hani terus fokus hingga suara lenguhan terdengar.
Gadis itu mendongak dan diam melihat Ridho tanda2 ingin bangun.
" Bau apa ini ?" gumam Ridho serak.
Pria itu mengendus2 dan menoleh.
" Apa yg kau lakukan ?" tanya Ridho mengernyit.
" Menurut mu ?" tanya Hani balik.
__ADS_1
Ridho bangun dan menguap lebar.
" Kenapa kau makan sendirian ?" Tanya Ridho ketus.
" Kau saja tidur " Jawab Hani.
" Kenapa gak dibangunin ?" Tanya Ridho lagi.
Hani diam sambil mengunyah
" Kau sudah makan ?" tanya Hani mengalihkan.
" Aku belum makan dari kemarin " Jawab Ridho.
" Kenapa ? kehabisan uang ?"
Ridho menggeleng pelan dan menyeret tubuhnya mendekat.
" Kau masak apa ?" tanya Ridho melihat isi mangkuk.
" Hanya sayur dan ayam goreng " Jawab Hani tenang.
" Masih ada ?" tanya Ridho cengengesan.
" Kau mau ?" tanya Hani serius.
Ridho menggaruk kepala malu.
" Baiklah,tunggu disini " Jawab Hani bangun.
Gadis itu pergi kedapur,Ridho masih memperhatikan nasi beserta lauk di piring Hani.
Terlihat sangat sederhana,tapi ntah mengapa lelaki itu merasa nyaman dan lapar.
Hani kembali lagi dengan piring berbeda.
" Makan lah " Ucap Hani menyerahkan.
Ridho menerima dan tersenyum malu.
" Maaf hanya segini,aku belum kepasar " Ucap Hani kembali duduk.
" Iya " Jawab Ridho tersenyum.
Lelaki itu mulai menyendokkan makanannya,pria itu makan dengan lahap membuat senyum kecil Hani mengembang.
" Kau pintar masak ya ?" tanya Ridho sambil menguyah.
" Gak juga,aku terbiasa sendiri " Jawab Hani.
" Hm bearti aku tak salah memanjat rumah mu " Kata Ridho terkekeh.
" Apa !" Pekik Hani terkejut.
" hahah tidak2,aku bukan penguntit " Kata Ridho terkekeh.
Hani mengkrucut dan menabok lelaki itu dengan ayam gorengnya.
Ridho tertawa ngakak,pria itu sangat suka menjahili Hani yg sering terkejut dengan hal2 kecil.
Tanpa pria itu sadari,dari pembicaraannya yg panjang lebar itu ia melupakan bahasa gaul yg sering ia pakai.
Hani yg tak ngeh pun menganggap semuanya biasa saja.
" Hm nanti tolong temui Bang Daniel " ucap Ridho disela makannya.
" Kak Daniel ?" ulang Hani tersentak.
" Ya,aku takut dia menjadi gila,masalah datang bertubi tanpa henti " Jawab Ridho lesu.
Hani diam melihat wajah sedih lelaki didepannya.
" Beri dia sedikit kelucuan mu atau apalah itu,buat dia bahagia walau sedikit,aku sebagai adik merasa sangat bersalah karna semua masalah dia tanggung sendiri,aku saja merasa frustasi,apalagi dia " Kata Ridho menghela nafas panjang.
Hani terus diam mendengarkan keluh kesan lelaki didepannya tersebut.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.