
Dirumah besar terlihat keluarga Reno sepi.
Aktam dan Istrinya mudik kerumah orang tua Lulu,sedangkan Prito dan Ana juga mudik kerumah orang tua Prito yg kini jarang di kunjungi.
Tinggallah Nisa dan Reno serta para artnya.
Suasana begitu sunyi,biasanya tak pernah sepi karna pasti ada saja kehebohan para cucu.
" Yank " Panggil Reno.
Nisa duduk diam sembari membaca buku dipangkuannya.
" Lagi ngapain ?" tanya Reno mendekat.
" masak ayam " jawab Nisa.
" Hahahaa " Reno terkekeh geli mendengar jawaban asal sang istri.
Lelaki itu duduk disebelah Nisa dan mengintip apa yg dilakukan istrinya.
" Iya beneran masak ayam " kata Reno terkekeh melihat gambar.
" hm,kayaknya ini enak ya,aku belum pernah coba " Kata Nisa menoleh.
" Apa yg kamu masak semuanya enak Yank " Goda Reno.
" Helehhh,gombal " Cibir Nisa.
" Iya beneran Yank,nih buktinya aku tumbuh sehat dan kuat " Balas Reno menunjukkan perutnya.
" haha ini mah lemak semua " kata Nisa tertawa.
Keduanya sama2 tertawa,meski sudah tua tapi Reno masih bisa mereceh begitupun Nisa yg tak ingin semuanya bosan.
" Rumah sepi ya gak ada mereka,biasanya kek kapal pecah " kata Reno menghela nafas melihat sekeliling rumah yg begitu besar.
" Iya,aku merasa sepi banget " Balas Nisa.
" Lusa mereka pulang,kasian juga gak ngunjungin mertua " Kata Reno paham.
" Iya,apalagi Prito aku lihat dia kerja pagi pulang malam aja rasanya kasihan banget " kata Nisa mengingat.
" Ya emang,aku dulu lebih parah kan sampe gak pulang " Balas Reno.
" Iya,semoga aja dia jujur ya Yank " Kata Nisa berharap.
" Jujur apa ?" tanya Reno mengernyit.
" Ya jujur sama anak istrinya " Jawab Nisa ambigu.
" Oh maksud kamu gak mendua gitu ?" tanya Reno.
" Hm,kadang aku khwatir juga,Prito itu tampan dan pendiam juga,pasti banyak orang diluar sana suka sama dia " Kata Nisa menghela nafas.
" iya iyalah,kan dia Keponakannya mantan kamu " Kata Reno mencibir.
Deg...
Nisa tersentak mendengar ucapan suaminya
" Dia udah meninggal Yank " Kata Nisa malas
" Ya walaupun sudah meninggal,tapi masih membekas dihati kamu " Balas Reno.
__ADS_1
Nisa diam,memang mantannya yg bernama Niko itu tak bisa ia hilangkan dalam hatinya,makanya saat melihat Prito,bayang2 sang mantan terindah tersebut begitu bergentayangan.
" Aku rasa kalo Niko masih hidup dulu,aku bakal jadi musuh terbesar dia " kata Reno menyenderkan diri.
" Ya,pastinya dan kamu bakal mati2an ngejar aku karna cinta aku sama Niko begitu kuat " Kata Nisa menggoda.
" Hm,mungkin aku bakal cari wanita lain " Kata Reno ikut menggoda.
" Maksud kamu !" pekik Nisa terbelalak.
" Ya lah,kalo cinta kamu sama Niko gak bisa aku blokir mending aku cari cinta yg lain " Kata Reno santai.
" Ih kamu apaan sih Mas !" kata Nisa marah.
" Lah,apa sih,emang gitu kan konsepnya,masa iya aku nungguin kamu ampe beruban " Kata Reno gemas.
" Ck kamu mah curang " kata Nisa bersedekap dada.
" Hahahaha " Reno tertawa ngakak.
Lelaki itu kadang heran dengan istrinya,padahal Nisa dulu yg mulai tapi ia juga yg kesal.
" Dah ah males aku sama kamu " Kata Nisa bangkit.
" Mau kemana ?" tanya Reno menahan.
" Cari Niko yg lain " Jawab Nisa asal.
" Heh,emang masih ada ? Em kalo ada pun pasti giginya udah ompong " Kata Reno menahan tawa.
" Apa !" Pekik Nisa terbelalak.
" Ya dong,Niko muda mana mau sama Nenek peyot gini,gak enak lagi goyangannya " kata Reno terkekeh.
" Mau coba ?" tanya Nisa menantang.
" Coba aja,nanti ada kabarnya seorang nenek tua,sudah keriput dan ubanan mati tergantung dipohon ubi " jawab Reno santai.
" Kamu mau bunuh aku ?" tanya Nisa geram.
" siapa bilang,kan aku cuma nyiarin aja " Jawab Reno tenang.
" Ihhhh kamu Masss " Pekik Nisa makin emosi.
Reno makin ngakak dengan tingkah bocah istrinya.
Lelaki itu memang suka memancing amarah Nisa,meski terkenal sabar,tapi wanita itu tak pernah sabar dengan sikap jahil Reno.
Nisa berlalu begitu saja tanpa mau lagi melanjutkan obrolan.
Reno diam memperhatikan jalan Nisa yg tak secepat dulu lagi.
" Uhhh ternyata aku sudah sangat tua " Gumam Reno pelan.
" dulu Nisa sangat belia saat aku nikahi,gadis berumur 16 tahun itu kini sudah beuban dan punya banyak cucu,aku merasa waktu berjalan sangat cepat " Gumam Reno menghela nafas.
Jika dipikir2,,sungguh panjang perjalanan yg mereka tempuh.
Kadang Reno tak percaya,cinta yg dulu tak pernah ada kini tertanam begitu kuat didalam hatinya.
Meski banyak wanita yg menawarkan diri untuk dijadikan mainan dan simpanan,tapi Reno tak pernah lagi melirik apalagi kini lelaki itu punya banyak cucu dan naasnya para cucu Reno bermulut api semua..
Lelaki itu sangat takut terbakar,karna Reno tau konsekuensi apa yg harus ia terima jika berani menyakiti Nisa barang sedikit.
__ADS_1
" Aahhh mending aku keluar aja ngobrol sama Pak Imun " Ucap Reno bangkit.
Lelaki itu berjalan keluar dan memanggil para pekerja rumahnya untuk mengobrol.
" Bi,bikinin kopi ya 5 " Ucap Reno kepada salah satu Art yg sedang lalu lalang.
" siap Tuan " Jawab si Bibi tersenyum.
" anterin kedepan ya Bi,tempat biasa " kata Reno mengerdipkan matanya.
" Oke laksanakan " jawab Bibi semangat.
Reno tersenyum dan kembali berlalu.
Art pun bergegas menuju dapur membuat pesanan tuan besar tersebut.
Ditempat lain,seorang gadis terlihat emosi mengajar keponakannya yg sedang mengisi Pr.
" Cari dulu jawabannya Suci,baru nanya " Kata Byanca gemas.
" Gak ketemu Cu " Jawab Suci kesal.
" Ck,tinggal tambahin,terus dibagi " Jawab Byanca sambil menulis.
Suci berdecak kesal,gadis kecil itu memang payah dalam berhitung.
Alexi tak ada dirumah,biasanya lelaki itu yg paling sabar mengajari sang anak,sedangkan Salsa tak bisa berkompromi meski dulu sempat jadi guru.
Salsa tak sanggup dengan keras kepala Suci yg mengalahi batu,bahkan keduanya sampai berkelahi dan berakhir Salsa yg dimarahi Yuni.
" Yg bener belajarnya " Tegur Yuni memantau kedua gadis tersebut.
" Capek aku Nek,jawabannya gak ketemu " Kata Suci melempar pensil ke buku.
" Belum dicari itu jawabannya,kamu harus jabarin dulu dikertas bukan hitung jari " kata Byanca mencoba waras.
" Udah dijabarin ?" tanya Yuni.
" Belum " Jawab Suci kesal.
" Oh Tuhannn " Ucap Yuni mencoba tenang.
Suci mengambil lagi pensilnya dan menulis angka dibuku.
Salsa diam saja sambil menyuapi anak bungsunya makan pisang.
" Kapan Alexi pulang Sa ?" tanya Yuni.
" 2 hari lagi Bu " Jawab Salsa.
" Ck kenapa sih Alexi sering banget keluar kota akhir2 ini ?" Tanya Yuni heran.
Salsa diam,wanita itu juga bingung kenapa sang suami sering keluar kota dalam 1 bulan.
" Ntar selingkuh lagi " Gumam Byanca asal.
" Ehhh " Tegur Yuni melotot.
" Hehe " Byanca langsung cengengesan dan minta maaf dengan ucapannya.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote Like,Coment ya.
__ADS_1