Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Jahil


__ADS_3

Satu minggu berlalu,setiap hari Vero selalu mengunjungi Hani,pagi siang malam untuk memantau keadaan gadis itu.


Vero sangat khawatir Hani kembali hilang.


Seperti pagi ini,Vero datang membawa sarapan pagi tapi saat sampai disana pintu rumah terkunci rapat.


Pria itu terlihat kebingungan kemana gadis itu pergi sepagi ini.


" Dia kemana ?" Gumam Vero pelan.


Pria itu mengintip ke jendela,semua tertutup dengan rapat pria itu tak bisa melihat apapun.


" Cari siapa Den ?" tanya seorang wanita melewati rumah kontrakan tersebut.


" Cewek yang tinggal disini mana ya Bu ?" tanya Vero sopan.


" Oh Neng Hani ?" tanya ibu itu.


" Iya,Ibu ada liat gak ?" tanya Vero.


" Tadi saya lihat dia bawa karung Den,ngak tau deh kemana " Jawab ibu itu tenang.


" Karung ?" Ulang Vero kaget.


" Iya " Jawab si ibu mengangguk.


Vero terdiam mencoba menerka apa yang dilakukan gadis itu.


" Astaga apa jangan2 Hani... " Gumam Vero menggantung.


" Dia tadi kearah mana Bu ?" tanya Vero terlihat panik.


" Kearah jalan sana Den " Jawab si ibu.


" Oke Bu,makasih " Kata Vero langsung berlari kearah yang ditunjuk.


Lelaki dengan pakain kantor itu mulai mencari keberadaan calon istrinya.


Vero yakin bahwa Hani kembali memulung mengingat gadis itu tak punya pekerjaan.


Vero mencari kesemua tempat bertanya pada orang2 yang lalu lalang disana.


" Kemana anak itu ?" guman Vero khawatir.


Pria itu terus berjalan hingga maniknya melihat seorang gadis tersenyum menerima kardus bekas dari sebuah toko klontong pinggir gang.


" Astaga Hani " Gumam Vero terdiam.


Didepan toko Hani sangat bahagia,baru memulai saja gadis itu sudah banyak mendapat kardus serta botol bekas dari toko2 yang ia datangi.


" Makasih ya Bu,moga rejekinya lancar " Doa Hani tulus.


" Iya Neng sama2 " Jawab si Ibu ramah.


Gadis itu pun kembali berjalan memikul karung bekas yang ia dapat dari tetangga.


Saat gadis itu ingin mengambil botol dipinggir got tiba2 sebuah tangan menghalanginya.


Gadis itu mendongak dan terbelalak melihat Vero didepan matanya dengan tatapan tajam.


" Om " Gumam Hani terkejut.


" Kenapa kamu dsini ?" tanya Vero dingin.


" Aku sedang bekerja Om " jawab Hani jujur.


" Dengan cara memulung " Kata Vero tajam.


Hani mengangguk lemah.


" Astaga Hani,kenapa kamu lakukan ini !" Geram Vero.


" Aku gak mau menunggu dirumah tanpa kerjaan Om,aku malu harus menerima belas kasihan Om terus tiap hari,sedangkan Om cape kerja " Kata Hani menunduk.

__ADS_1


" Tapi gak harus mulung Hani " Kata Vero gemas.


" Aku gak punya pilihan Om,aku gak lulus sekolah,aku gak diterima kerja di warung pinggir jalan sana,mereka mau lulusan SMA " Kata Hani sedih.


Vero menghela nafas berusaha sabar menghadapi gadis didepannya saat ini.


" Ayo pulang " Ajak Vero berusaha tenang.


" Lalu ini bagaimana ?" tanya Hani polos menunjuk karung yang mulai gendut.


" Haist,,buang !" Kata Vero melempar jauh karung tersebut.


" Om !" pekik Hani kesal.


" Apa ! ngak suka " kata Vero tajam.


" Om gak bisa seenaknya kayak gini Om " Kata Hani geram.


" Aku gak suka liat kamu kayak pengemis Hani !" Bentak Vero emosi.


" Aku memang pengemis Om,bahkan aku ngemis sama Om setiap hari untuk diberi makan dan minum !" Bentak Hani balik.


" Kau !" kata Vero tertahan.


Hani langsung menangis,gadis itu berlari kembali kekontrakan nya.


Vero menghela nafas panjang,lelaki itu sudah tersulut emosi melihat gadis itu melawannya.


" Arggghhhh " kesal Vero menendang angin.


Lelaki itu mengusap kasar wajahnya dan berbalik arah menyusul gadis tadi.


Sesampainya disana,Hani terlihat menyendiri memeluk lututnya sendiri.


Vero mendekat dan mendekap gadis itu hangat.


" Maafkan aku " Ucap Vero lembut.


" Hiks hiks " Isakan gadis itu terdengar.


" Maaf aku tadi terbawa emosi " Ucap Vero mengusap kepala gadis itu.


" Aku ngak mau nyusahin Om terus " Kata Hani terisak.


" Iya aku tau,tapi aku gak suka lihat kamu ngemis,aku masih mampu biayain kamu " Balas Vero.


Hani semakin menangis,tanpa sadar gadis itu memeluk tubuh tegap Vero.


Vero mengeratkan pelukannya menenangkan gadis kecil itu.


" Udah jangan nangis lagi " Kata Vero mengusap air mata gadis itu.


Hani mengangguk meski air matanya terus mengalir.


" Makan yuk laper nih " Ajak Vero terkekeh.


" Om belum makan ?" tanya Hani mendongak.


Vero menggeleng pelan.


Hani melepaskan pelukannya dan menatap lelaki itu dalam.


" Uhh jeleknya nangis gini " kata Vero mengusap asal rambut gadis itu.


" Emang udah jelek !" Kata Hani mengkrucut.


" Ya udah,yuk makan bareng aku biar cantiknya keluar " Goda Vero.


Hani menunduk malu mencubit gemas lengan lelaki itu.


Vero tertawa,detik berikutnya mereka pun kembali akur.


Vero memberi bungkusan yang ia bawa kepada gadis itu,Hani menerima dengan semangat mengambil piring dan sendok.

__ADS_1


Keduanya pun mulai makan meski hanya nasi uduk.


" Suapin dong calon suaminya " Goda Vero.


" Kan bisa makan sendiri " kata Hani malu.


" Tiba2 gak bisa ini " kata Vero terkekeh.


Hani tertawa geli,gadis itu pun menyuapi lelaki yang tiba2 manja tersebut.


Vero duduk bersilak didepan gadis itu layaknya anak kecil yang siap disuapi ibunya.


Dengan telaten Hani menyuapi lelaki itu dengan hati2 seraya tertawa.


" Minum " Rengek Vero.


" Iya sabar " Kata Hani mengambil minum digelas dan membantu pria itu minum


Vero tersenyum cerah hingga tak sadar ada pecahan cabai merah menyangkut digigi depannya.


Hani langsung tertawa ngakak,Vero yang tak tau pun ikut tertawa membuat Hani semakin terbahak.


" Ya ampunn perut ku " kata Hani tak sanggup.


Gadis itu memberi hape Vero dan menyuruh lelaki itu bercermin.


Vero yang bangga menunjukkan gigi putihnya pun mulai berkaca dan melotot kaget.


" Astaga " Kata Vero kelabakan.


Pria itu celingak celinguk mencari tisu tapi naas tak ada benda putih itu dimana pun.


Melihat Hani yang tertawa didepannya timbul lah ide jahil dalam otak lelaki itu.


Vero menarik baju kaos yang Hani pakai lalu menggosokkan ke giginya yang terdapat cabai.


" Aaaaaaaaaa " Pekik Hani histeris.


Vero dengan semangat memeriksa giginya dan kembali menggosok.


" Ommm joroookkk " Pekik Hani menjambak rambut pria itu.


" Aaaa rambut le min hoo kuuu " Pekik Vero tak kalah histeris..


" Lepasin Om" Pekik Hani berontak.


Vero melepaskan baju gadis itu dan langsung mundur meraba rambutnya yang sudah berdiri tak karuan.


" Ihhhhh Ommm jorok banget sih,ueek ueekk " Hani mual dengan tingkah lelaki itu.


" Wangi kok aku dah pake Listerun " Kata Vero merasai mulutnya sendiri.


" Ihh jigongnya pindah sini " Kata Hani merasa jiji.


" Ck,ntar juga bakal tukeran " Kata Vero berdecak.


Deg...


Gadis itu seketika terdiam dan melihat Vero nanar.


" Maksudnya ?" tanya Hani belum ngeh.


" Tukeran jigong hahahahahahahah " Jawab Vero tertawa ngakak.


Lelaki itu berdiri dan langsung kabur.


" Apa !" pekik Hani terkejut dan langsung melempar lelaki itu dengan sendok makan mereka.


Vero sudah melesat keluar menenteng sepatu kerjanya menuju mobil.


" Dasar Om2 gila !" Hujat Hani kesal.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2