
Justin memarkirkan mobil disebuah apartemen mewah milik dirinya.
Laura sudah tidur dengan pulas,gadis itu terlihat sangat kelelahan.
" Kasihan sekali gadis ini " Gumam Justin pelan.
Pria itu menyelisik wajah luga Laura,gadis itu memiliki wajah Asia tulen dengan bibir bawah sedikit penuh dari bibir atas dan juga alis yang tak terlalu rapi,rambut sebahu dan juga bulu mata yang melengkung keatas,Laura tak secantik gadis2 diluaran sana,bahkan Laura terlihat pucat dengan kulit kuning langsatnya.
Meski tak secantik perempuan yang dikenal Justin,tapi Laura punya aura tersendiri hingga membuat orang yang mendekatinya menjadi nyaman.
" Gadis yang unik " Gumam Justin merapikan anak rambut Laura yang menutupi wajahnya.
Justin keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Laura.
Karna takut membangunkan Laura yang kelelahan,lelaki itu berinisiatif menggendong Laura.
Gadis itu tak terbangun,bahkan Laura menyenderkan kepalanya di dada bidang lelaki tampan nan macho itu dengan damai.
Seketika loby apartemen dibuat tercengang dengan aksi nekat Justin,pria itu cukup terkenal disana bagaimana tidak,yang punya gedung apartemen itu adalah ayah Justin sendiri yang otomatis akan jatuh ketangannya juga.
Justin terlihat pede menggendong Laura yang mungil.
" Gila,Justin keren banget " Gumam seorang receptionist yang menjaga konter dibawah.
" Iya,aku juga mau di gendong gitu " Sahut wanita lain yang menghalu.
Justin mendengar samar2 bisikan para pekerja disana,tapi lelaki gentle itu dengan santai tak memperdulikan.
Hingga mereka sampai di apartemen milik Justin,pria itu membuka pintu dengan kesusahan karna harus menjaga Laura agar tertidur nyaman..
Setelah pintu terbuka,Justin dengan cepat membawa Laura kekamarnya.
" Uh berat juga nih bocah " Gumam Justin dengan nafas ngos ngosan.
Laura meringkuk nyaman mencari sesuatu.
" Mau apa dia ?" Gumam Justin heran melihat Laura meraba2 sampingnya.
Gadis itu mendapatkan apa yang ia mau yaitu bantal guling.
Justin terkekeh pelan dan sangat gemas tingkah lucu Laura.
" Tidur yang nyenyak ya " Kata Justin lembut mengusap pipi Laura.
Setelah memastikan Laura aman,pria itu keluar dari kamar menuju dapur.
" Gue bikin apa ya buat dia makan ntar ?" Gumam Justin bingung melihat bahan2 dikulkas.
Isi kulkas terlihat penuh dengan makanan ringan dan juga sayur serta buah segar.
" Hm bikin sosis panggang aja kalinya biar gampang " Lanjut Justin tersenyum.
Lelaki itu pun mulai bergerak menyiapkan alat2,ntah mengapa bertemu dengan Laura membuat lelaki itu bersemangat dan melupakan sejenak masalah orang tuanya.
Setelah selesai memasak,Justin kembali ke kamar membasuh tubuhnya.
Laura masih tertidur dengan nyaman,selama berpakaian Justin terus menatap gadis itu.
" Enak kali ya kalo dia tinggal disini,bisa hibur gue kalo lagi gabut " Gumam Justin tersenyum cerah.
Selesai berganti baju,Justin mendekat kearah ranjang dan berbaring disamping Laura.
Pria itu terus menatap Laura dengan nanar,tak ada gairah untuk bercinta atau ingin mengerjai gadis itu.
Justin benar2 menganggap Laura special meski mereka baru saja bertemu.
Drt drt drt.
Hape Laura berdering,gadis itu bergerak merasa terganggu.
Justin turun dari ranjang dan dengan cepat merogoh tas Laura mencari hape gadis itu.
__ADS_1
" Vero " Gumam Justin melihat nama dilayar.
Otak pria itu kembali mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
" Ini bukannya adik Laura kemarin ya " Gumam Justin.
Hape terus berdering,karna penasaran yang akut lelaki itu pun mengangkatnya.
" Hal.....
" Kamu dimana ?" Tanya seorang pria disebrang sana.
Justin diam tak menjawab.
" Kamu ngak papa kan,kapan pulang ?" Tanya pria itu lagi.
Justin masih diam.
" Aku kangen,orang2 dirumah menyuruh ku makan,tapi aku belum mau karna kamu ngak ada" Curhat lelaki itu.
Justin mengernyit.
" Cepat pulang ya,di tv ada snack baru yang enak hehe " Kata lelaki itu tertawa.
Tut..
Panggilan Justin matikan sepihak,lelaki itu menaruh lagi Hape Laura dinakas.
Justin menghela nafas melihat gadis mungil itu,serta bungkusan yang Laura bawa.
" Pantesan belanjaannya ngak dikeluarin,ternyata buat Vero " Gumam Justin pelan
" Sepertinya kamu Kakak yang bertanggung jawab " Justin mengelus rambut Laura.
" Tidurlah yang nyentak gadis cantik,nanti aku antar pulang " Lanjut Justin tersenyum.
Lelaki itu menurunkan kepalanya dan mengecup kening Laura dengan hangat.
Justin keluar dari kamar,tak jadi berbaring agar dirinya tidak terlalu jauh berbuat yang bukan2,karna bagaimana pun Justin pria normal dan perkasa.
Justin memilih duduk santai di sofa seraya memakan camilan dan menonton televisi.
Hari semakin sore,Laura melenguh pelan seraya mengusap matanya yang masih mengantuk.
Saat maniknya terbuka,Laura melotot kaget.
" Loh aku dimana ?" Gumam Laura langsung bangkit.
" Astaga dimana ini ?" lanjut Laura ketakutan.
Gadis itu membuka selimut dan melihat pakaiannya.
" Uh masih lengkap " Kata Laura mengusap dada tenang.
Laura turun kelantai dan berjalan bolak balik.
" Ngak sakit juga " Kata Laura menepuk paha nya.
Gadis itu duduk di ranjang dan menyelisik kamar yang super laki itu.
Lukisan eksotis seorañg wanita terpampang di dinding,cat hitam keabuan serta pernak pernik laki menambah kesan gentle.
Laura masih berpikir mengingat apa yang terjadi kepada dirinya.
" Oh my God,Kak Justin " Pekik Laura melotot kaget saat nama lelaki itu terlintas dikepalanya.
Dengan cepat Laura berlari membuka pintu kamar.
" Astaga ini memang rumahnya Kak Justin " Gumam Laura stelah mengenali ruangan yang pernah ia masuki itu.
Laura celingak celinguk mencari seseorang hingga suara gitar terdengar merdu dari arah lain.
__ADS_1
Laura berjalan pelan mendekati arah suara yang samar2 terdengar.
#
Cause there'll no sunlight,if i lose you baby
there'll be no clear skies ,if i lose you baby
Just like the clouds
My eyes will do the same if i walk away
Everyday it'll rain,rain,raa-aa-i-n huhuhuhu..
#
Laura mengintip dari belakang arah pintu balkon melihat dan mendengar dengan jelas pria itu bernyanyi sambil memetikkan senar gitarnya.
Suara merdu Justin membuat siapa saja meleleh,apalagi ditemani cahaya sunset sore dilangit yang ke kuning2an..
Tubuh kekar pria berbaju hitam itu menambah kesan waw apalagi tubuh Justin di penuhi tato yang luar biasa.
" Ehm " Dehem Laura dengan kuat memberi kode.
Pria itu kaget dan langsung berenti memainkan gitarnya.
" Eh udah bangun " Sapa Justin melihat kebelakang.
" Kakak ngapain ?" tanya Laura malu2.
" Lagi main petak umpet " kata Justin asal.
" Hahaha " Laura tertawa renyah dan mendekati pria itu.
" Gimana tidurnya,nyenyak ngak ?" Tanya Justin berpindah tempat ke bangku sebelah.
" Hm,kok aku bisa ada disini Kak ?" Tanya Laura melihat pria itu.
" Kamu ketiduran,awalnya aku mau ajak kamu nge Mall eh ternyata kamunya ngorok di mobil " Kata Justin santai.
" Hah ngorok ?" Pekik Laura kaget.
Justin mengangguk meyakinkan.
" Astaga ngak mungkin,aku ngak pernah tidur ngorok " Protes Laura.
Justin tertawa seraya mencubit gemas pipi gadis itu.
" Kamu kan ngak sadar " Kata Justin pelan.
Pria itu menahan tawa melihat wajah syok gadis itu,padahal Laura tak mengorok sama sekali,Justin sangat suka menjahili gadis polos itu.
" Ih masa sih,kayaknya ngak mungkin deh " Kata Laura yakin.
Justin mengedikkan bahu dan bangkit dari duduknya.
" Kakak mau kemana ?" tanya Laura ikut bangkit.
" Ambil makanan buat kamu,pasti laper kan habis bangun tidur " Goda Justin.
Laura terdiam dan melihat kearah perut datarnya.
" Tapi aku mau pulang " Kata Laura memelas.
" Iya,nanti aku anterin habis makan " Kata Justin tersenyum.
Laura mengangguk dan ikut tersenyum bahagia.
Mereka pun masuk kedalam rumah bersama sama.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya