Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Resto


__ADS_3

Rania menghabiskan waktu senggangnya bersama sang Nenek hingga siang hari,gadis itu terlihat cukup bahagia karna Ibu Miska masih memihak kepadanya dan sayang seperti yg Denis berikan.


" Aku pergi dulu ya Nek " Pamit Rania menyalami wanita tua tersebut.


" Iya sayang,kamu hati2 ya " Balas Ibu Miska hangat.


Rania mengangguk,gadis itu pun keluar dari rumah dan berjalan menuju jalan raya.


Rania harus berangkat sekarang,ia tak bisa ngundur waktu lagi karna Dosennya sudah menunggu.


Tak lama gadis tersebut mendapat transportasi dan melaju ke lokasi.


Ditempat lain,seorang lelaki berbicara serius dengan salah satu tahanan lapas..


" Gimana caranya Paman biar aku bisa menemani Hani lahiran ?" tanya Vero sedih.


" Kamu tenang aja,Paman udah siapin segalanya " Balas Denis.


" siapin apa ?" tanya Vero mengernyit.


Denis diam,lelaki itu terlihat begitu tenang melihat Vero.


Hani sebentar lagi akan lahiran,Denis selalu memberikan info terkini tentang istri ponaannya tersebut karna Denis kasihan dengan kisah percintaan 2 sejoli tersebut..


Diam2 Denis sudah merencanakan kebebasan untuk Vero,ia dan David tak bisa tinggal diam lagi karna mereka merasa hukuman untuk Vero sudah cukup lama dan pria itu bisa belajar banyak dari kesalahan yg diperbuat.


Meski begitu,Vero tak bisa lepas begitu saja,banyak sekali peraturan yg harus lelaki itu sanggupi nanti.


" Ya udah,aku pergi dulu masih banyak kerjaan " Ucap Denis pamit.


" Iya Paman,makasih banyak dan tolong jaga Hani " Pinta Vero.


Denis mengangguk kecil,lelaki dewasa itu pun berlalu dari sana.


Vero hanya bisa menghela nafas,ia tak bisa berbuat banyak apalagi jika berbuat nekad.


" Semoga aku bisa cepat pulang dan berkumpul bersama keluarga ku " Gumam Vero berharap.


Disebuah rumah,seorang wanita terlihat kelelahan seraya memegang pinggangnya yg terasa sangat sakit.


" Huh huh capeknya " Gumam Hani mencoba duduk.


Wanita hamil itu baru selesai mengepel rumah,hanya dirinya saja saat ini karna Sofia sedang sekolah dan akan dijemput Cila nanti.


Seperti biasa,Hani tak mau berpangku tangan dan kaki,ia harus berusaha mandiri agar nanti tak merepotkan siapapun.


Tring tring...


Hape wanita itu berdering,Hani yg sedang istirahat terlihat terkejut dan berusaha berdiri.


" siapa yg menelfon ?" Gumam Hani pelan.


Dengan kaki yg terasa makin berat,wanita itu mendekati telfon rumah.


" Halo " Sapa Hani sopan


" Halo Kak,ini Tania " Ucap seseorang diseberang.


" oh iya Tan,kenapa ?" tanya Hani.


" Kak,siang ini ada dirumah ga ?" tanya Tania.


" Ada,kenapa ?" tanya Hani lagi.

__ADS_1


" hm,aku mau ajak Kakak makan siang bersama,mau gak ?" tanya Tania.


" hah,dimana ?" tanya Hani kaget.


" Hehe ga jauh kok dari rumah,nanti aku sharelock ya " Balas Tania.


Hani diam sejenak dengan manik mengernyit.


" Nih anak kenapa tumbenan ajak makan ?" Batin Hani bingung.


" kak ?" panggil Tania lagi.


" Oh iya Tan,oke nanti aku kesana " Jawab Hani.


" ya udah,aku kerja lagi byee "


Tut.


Panggilan terputus,Hani menaruh telfon ditempatnya dan diam.


" Ada angin apa ya Tania ajak aku,biasanya ga pernah ?" Gumam Hani heran.


Biasanya Rania yg sering ajak Hani makan bersama,itupun memasak dirumah.


Sedangkan Tania jarang karna gadis itu sering menghabiskan waktu bersama teman2nya diluar.


" Huh ya udah lah,datang aja daripada ntar merajuk " Lanjut Hani memutuskan.


Wanita hamil itu berjalan masuk kekamarnya dan bersiap untuk mandi.


Siang hari,Hani sudah bersiap.


Wanita hamil itu menerima pesan dari Tania dan benar tak jauh dari rumah.


Sebenarnya Hani sedikit takut jika keluar dengan hamil besar,ia takut Cila marah tapi karna dekat Hani tak ingin menghabiskan banyak ongkos apalagi akhir2 ini ia harus berhemat agar uang sakunya cukup untuk lahiran nanti.


Dilokasi,terlihat sepasang anak manusia duduk berhadapan dengan menu yg sudah tersaji.


" Mana Kak Hani ya ?" Gumam Tania pelan


" Hani ?" Ulang lelaki disebelahnya kaget.


" Iya,aku ajak Kak Hani makan bersama kita " Jawab Tania.


Pria yg bukan lain adalah Reka tersebut terlihat terkejut.


" Kenapa kamu ajak dia ?" tanya Reka.


" Hah,emangnya kenapa ? Ga boleh ?" tanya Tania mengernyit.


Reka diam sejenak melihat gadis cantik tersebut.


" Bukan ga boleh,tapi Hani kan lagi hamil besar " Jelas Reka.


" Deket kok Kak,ga jauh kan dari rumah dia " Balas Tania.


Reka diam sejenak,pria itu terlihat khwatir sekarang.


Tak lama,Hani pun sampai.


Seperti dugaan Reka,wanita hamil itu terlihat ngos2an apalagi menaiki anak tangga yg tak terlalu tinggi.


" Maaf terlambat " Ucap Hani mengelepa keringatnya dijidat.

__ADS_1


Reka mendongak melihat wanita itu dengan tatapan yg sulit dimengerti.


" Kenapa lama Kak ?" Tanya Tania.


" Hehe biasalah,beres2 dulu Tan " Jawab Hani menggaruk kepala.


" Sini duduk " Ucap Reka menarik kursi.


Hani tersenyum,wanita hamil itu pun duduk dengan tenang.


" Kamu ga papa ?" tanya Reka.


Hani mengangguk tersenyum.


" Lain x jangan gini Han,kamu itu lagi hamil kalo ada apa2 gimana ?" Kata Reka sedikit kesal.


Hani mencubit lengan Reka memberi kode,tapi Reka yg sudah terlanjur kesal tak perduli dengan mata Hani yg memplototinya.


" kamu juga Tan,Kakak mu ini kan kondisinya lemah,bahaya untuk dia dan anaknya " Ucap Reka melihat Tania.


" Tapi Kak aku cuma..." Ucap Tania kebingungan.


" ya,kalo mau kita bisa bungkus dan makan dirumah dia,ga harus Hani kesini " Balas Reka.


Tania menunduk dalam,gadis itu merasa Reka marah atas sikapnya .


" Eh eh gak papa,aku baik2 aja kok " kata Hani melerai..


" iya baik sekarang,nanti kamu kelelahan siapa yg harus tanggung jawab !" Ucap Reka tegas.


Hani menyenggol kaki Reka seraya memberi kode lagi,Reka tak perduli ia tetap dengan rasa kesalnya yg menggebu gebu.


Tania yg merasa paling bersalah melirik Reka dan Hani bergantian,gadis cantik itu terlihat tak enak hati walaupun sebenarnya niat Tania bagus.


" Sudah2,daripada kamu ngomel2 terus mending kita makan aja aku dah laper " Kata Hani mengalihkan.


" Ayo Tan,wah2 kamu tau aja aku suka udang " Kata Hani menegur Tania yg masih bersedih.


" Kakak suka udang ?" Tanya Tania mendongak.


Hani mengangguk tersenyum.


" Hehe sama kayak Kak Rania dong " Ucap Tania sambil tertawa.


Deg...


Reka menoleh saat nama gadis tersebut disebut.


Tania melihat Reka dan tersenyum canggung,Hani yg kembali menendang kaki Reka membuat lelaki itu memberi senyum kecil kepada Tania.


" Hehe iya,tapi sayangnya kakak kamu alergi habis itu " kata Hani terkekeh.


" Benarkah ?" tanya Reka melihat Hani.


Hani mengangguk pelan.


" Rania itu suka makan seafood,tapi ya habis itu gatal2 badannya,makanya Mama mereka selalu kasih ayam goreng tiap hari " Kta Hani mengingat.


" Kamu juga ?" tanya Reka kepada Tania.


Tania diam sejenak melihat Reka dengan mata tajamnya.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys iangan lupa vote,Like,coment ya.


__ADS_2