
Dirumah sakit seorang gadis terbaring lemah dengan infus menancap dikulitnya.
Angel dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama,operasi kecil pun dilakukan untuk mengangkat peluru yg menancap dilengan nya.
" Gimana keadaan nya Dok ?" tanya Prito terlihat khwatir.
" Dia masih belum sadar tapi operasinya berhasil " Jawab Dokter.
" Apa lukanya parah ?" Tanya Prito lagi.
" Jika kalian lama membawanya mungkin dia akan kehabisan darah " Jawab Dokter.
Prito diam,memang mereka tadi lama menyelamatkan Angel karna masih bernegoisasi dengan para penculik.
" Dok " Panggil Prito lagi.
" Iya " Jawab Dokter tenang.
" Hm anu Dok,dia kan habis diculik apa ada hal2 yg mencurigakan ?" tanya Prito hati2.
" Dia diculik ?" tanya Dokter kaget.
" Iya,em maksud saya coba periksa keadaan anak saya yg lain,tubuhnya gitu " Kata Prito ambigu.
" Maksud bapak perawannya ?" tanya Dokter menebak.
" Ya begitu atau yg lainnya " Jawab Prito menggaruk kepala.
" Baiklah,saya akan menyuruh suster untuk mengecek bagian lain " Jawab Dokter paham maksud Prito.
" Terima kasih " Balas Prito tersenyum lega.
Dokter mengangguk,pria berkaca mata itu pun keluar dari ruangan..
Prito terdiam menatap putrinya dari luar ruangan,gadis malang itu terlihat tertidur dengan damai.
Baru kali ini Prito merasa sedih dengan keadaan anaknya,sang putri yg biasa ceria dan cerewet kini diam seribu bahasa membuat jiwa Prito bergetar tak karuan.
Asik memperhatikan sang putri,tiba2 hape pria itu berdering.
Prito melihat nama dilayar dan menghela nafas panjang.
" Aku harus jawab apa ?" Gumam Prito bingung.
Pria itu mendapat panggilan dari ibunya,Prito takut menjawab karna biasanya Ibunya akan cerewet menanyakan kabar.
" Assalamualaikum Bu " Sapa Prito sopan.
" Waalaikumsalam,Kamu dimana ?" tanya Seorang wanita diseberang.
" Aku dirumah sakit " Jawab Prito.
" Oh lagi kerja ya ?" Tebak sang ibu.
" Hm ya Bu,ada apa ?" tanya Prito mencoba tenang.
" Ibu sama Nenek mau kerumah kamu,boleh gak soalnya Ibu sekarang udah diterminal " jawab sang ibu.
" Apa !" pekik Prito terkejut.
" Hehe,Nenek kamu mau kesana liatin cicitnya,Ibu juga kangen sama Ana " Kata Ibu Prito terkekeh.
" Duh gimana nih,keadaan rumah pasti sedang kacau " Batin Prito bingung.
" Gimana To ? boleh gak ?" tanya sang ibu menunggu.
" Em boleh sih Bu,tapi dirumah lagi em sedikit ada masalah " Jawab Prito hati2.
" Masalah apa ?" tanya wanita itu mengernyit.
" Em Ibu kerumah sakit aja ya,tunggu Prito jemput " Jawab Prito bingung.
__ADS_1
" Temenin kamu kerja ?"
" Nanti aku ceritain,sekarang Ibu sama Nenek gak usah kemana2 aku jemput " Jawab Prito.
" Ya udah,jadi kita nunggu disini ya "
" Ya " Jawab Prito mengangguk.
Tut.
Panggilan terputus,Prito menghela nafas panjang.
" Gak papa lah Ibu sama Nenek tau,yg penting jangan kerumah dulu " Gumam Prito memutuskan.
Bukan tanpa alasan dirinya belum mau sang ibunda kerumah besar,keadaan rumah itu sedang tak baik2 saja bahkan Reno n genk juga tak memberi kabar bahwa Angel sudah ditemukan lantaran gadis itu masuk kerumah sakit.
Angel akan dibawa pulang dengan keadaan sudah sehat setidaknya bisa berkomunikasi dengan baik.
Reno tidak mau istri dan anaknya khawatir,meski berbohong saat ini makin mengkhawatirkan semua keluarga .
Prito langsung menelfon anak buah Reno untuk berjaga dilokasi,pria itu tak bisa membiarkan anaknya sendirian lagi,bisa dibilang Prito trauma dengan kejadian Angel saat ini.
Tak tunggu lama Pria itu langsung melaju ke terminal menjemput orang tuanya.
Walaupun sudah menjadi anggota keluarga yg kaya raya tapi keluarga Prito tak pernah menuntut lelaki itu harus mengkayakan mereka juga karna prinsip Nenek Prito pantang dibeli dengan uang.
Mereka tetap sederhana meski Prito selalu memberikan yg terbaik.
Ditempat lain,seorang pria datang ke kantor polisi melaporkan sebuah kasus penting.
" Hani tidak masuk ?" Tanya Daniel dengan wajah syoknya.
" Iya,semalam bilangnya mau masuk,tapi gak sampe2 " jawab teman Hani yg sering tugas bersama.
Daniel diam dengan tubuh mematung.
" Ada apa ?" tanya Teman Hani mengernyit.
" Ada,tadi baru sampe " Jawab Teman Hani.
Daniel mengangguk dan langsung bangun.
" Eh mau kemana ?" tanya teman Hani melotot.
" Sebentar saja,saya ada urusan " Jawab Daniel sopan.
Lelaki berseragam itu mengangguk paham dan membiarkan Daniel berjalan kearah ruangan.
Tak tunggu lama,Daniel mengetuk pintu dan masuk keruangan.
Deg...
Jantung Daniel tersentak saat melihat lelaki tua itu tidak sendirian.
" Daniel " ucap sang mantan mertua.
" Zini " Ucap Daniel melihat sang putri yg sedang tersenyum dengan mainannya.
Daniel melangkah pelan dengan manik menatap bocah tersebut.
" Kenapa dia ada disini ?" tanya Daniel berjongkok menyetarai gadis kecil dalam roda mainan.
" Saya yg membawanya " Jawab Sang mertua tenang.
Daniel menyentuh bocah umur bulanan tersebut dengan manik berkaca kaca.
Sungguh ia sempat melupakan gadis kecil itu karna terlalu banyak masalah yg ia alami saat ini.
" Papa " Ucap gadis itu terlihat girang.
" Iya sayang,ini Papa " Balas Daniel mengecup tangan anaknya.
__ADS_1
" Saya pikir kau sudah melupakannya " Kata Mertua Daniel tenang.
" Aku bersalah tidak perduli padanya " balas Daniel mengakui kesalahan.
" Dia tumbuh dengan baik tanpa mu "
Daniel mendongak dan menatap wajah tegas tersebut.
" Aku belum bisa berdamai dengan ibunya " Jawab Daniel.
Sang Mertua diam tak menjawab.
" Dimana Nial ?" Tanya Daniel tersadar akan tujuan utamanya.
" Dia akan keluar kota hari ini "
" Keluar kota ?" Ulang Daniel terkejut.
" Ya,dan rumah yg kalian beli sudah ia jual " Jawab mertua Daniel jujur.
" Apa !" Kata Daniel terkejut.
Pria itu terdiam sesaat,bukan masalah rumah yg ia pikirkan saat ini melainkan teringat akan ucapan penculik pagi tadi.
" Ada apa ?" Tanya pria berseragam itu mengernyit melihat wajah mantan menantunya.
" Apa Bapak sekongkol dengan Nial !?" Tanya Daniel berubah expresi.
" Maksud kamu ?" tanya pria itu bingung.
" Apa kalian kembali menjebak ku ?" tanya Daniel lagi.
" Apa maksud mu ?" tanya sang mertua heran.
Daniel diam,pria itu mencoba membaca situasi yg sedang ia alami saat ini.
Daniel melihat anaknya dan tersentak.
" Daniel apa maksud mu hah !" Bentak mantan mertua Daniel mulai jengah.
" Kalian menculik Hani " Kata Daniel tajam.
" Hah " Kata lelaki berseragam itu terkejut.
" Kalian menjebak ku dengan membawa Zini kesini " Kata Daniel tajam.
" Jaga ucapan mu,Zini memang saya bawa kesini karna Nial akan keluar kota " Balas pria itu tak terima.
Daniel diam memperhatikan wajah polos putrinya yg tak berdosa sama sekali.
" Dimana Nial ?" tanya Daniel bangkit dari duduknya.
" Apa mak....Daniel " Ucap Sang manta mertua kaget melihat Daniel mengeluarkan pistol dari balik bajunya.
" Jawab dimana Nial !" Paksa Daniel menodongkan pistol tersebut.
Sang mantan mertua mengangkat tangan merasa takut dengan ancaman Daniel saat ini.
" Papa hahahaha " Kata Zini seolah suka dengan aksi Daniel barusan.
" Kalian sudah diluar batas ! aku tidak takut akan dipenjara bahkan dihukum mati sebelum menuntaskan semua ini !" Kata Daniel dengan tatapan membunuhnya.
" Daniel,Papa gak tau apa maksud kamu,Papa bawa anak kamu kesini karna kasihan dia ditinggal oleh Nial sama pembantunya " Kata Pria berseragam itu mulai takut.
Deg....
Daniel tersentak mendengar kata Papa dan fakta yg ia dapatkan.
" Papa memang kemarin terlalu egois Daniel karna membela Nial,tapi kini Nial berubah,dia gak perduli lagi sama Zini " Kata pria tua itu sedih.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.