
Hari ini Angel dinyatakan sudah sehat,gadis itu sudah diperbolehkan oleh Dokter untuk pulang.
" Jel " Panggil seorang pria yg tidur menemani gadis itu.
" Hm " Jawab Angel sambil memasukkan bajunya ke koper.
Arshad diam tak menjawab.
" Kenapa ?" tanya Angel jengah.
" Gak papa " Jawab Arshad.
" Kalo gak papa kenapa manggil ?" Tanya Angel gemas.
Arshad terkekeh pelan menahan tawanya.
" Kamu udah sehat beneran ?" Tanya Arshad tersenyum.
" Udah,lama2 disini bikin aku sakit beneran " Jawab Angel.
" Emang selama ini sakitnya bohongan ?" tanya Arshad mengernyit.
" Ya gak gitu juga " Jawab Angel.
Arshad kembali bertanya dan dijawab Angel dengan wajah ketusnya meski sebenarnya gadis itu biasa saja.
Diluar,seorang gadis terlihat kebingungan menatap ruangan didepannya.
" Ruangannnya yg mana ya ?" Gumam Gadis itu menggaruk kepala.
" Kata Om Serkan didaerah sini,tapi kok hening ya ?" Gumam Sania lagi.
Gadis itu baru saja dari ruangan Serkan yg tak jauh dari lokasi saat ini,pria itu meminta anak angkatnya untuk menemani Histi berkemas karna Serkan mengira Angel sendirian.
" Dah lah buka aja " Gumam Sania tak mau ambil pusing.
Tanpa bicara gadis itu pun mengetuk pintu dan membukanya.
" Astagfirullah " Ucap Sania terbelalak melihat pasangan didepannya saat ini.
Yap,,Sania masuk diwaktu yg tak tepat,bagaimana tidak Arshad sedang membantu Angel membuka baju dari lengannya karna gadis itu masih merasa kesakitan.
Angel dan Arshad berbalik badan dan sama kagetnya.
" Kamu siapa !" Pekik Angel kelabakan.
Arshad langsung melepas Angel membuat baju gadis itu tak terpasang dengan sempurna.
" Ma ma amaaf " ucap Sania panik.
Gadis itu mundur perlahan dan brugh....
Dirinya malah terjatuh membuat Angel dan Arshad kembali kaget.
" Duh aku salah masuk ruangan " ucap Sania kesal sendiri.
Arshad melangkah cepat menghampiri gadis itu.
" Kamu gak papa ?" tanya Arshad mengulurkan tangannya.
Sania mendongak dan Deg.....
Jantung gadis itu seketika berhenti melihat raut tampan tersebut.
" Ab abang " Ucap Sania terbata.
Arshad diam dan membantu gadis itu bangun.
" Hati2 " Ucap Arshad tenang.
Sania bangun meski kakinya terasa sakit.
__ADS_1
" Shadd,aku belum selesai ini " Rengek Angel.
" Iya Jel " Jawab Arshad kembali mendekati saudaranya.
Pria itu membantu Angel memakai baju yg benar.
Awalnya pria itu menolak membuka dan memasang baju Angel,tapi Angel memaksa dengan alasan dia risih jika dibantu perawat dan lebih nyaman dibantu oleh Arshad meski lelaki itu pria normal karna Arshad pun sudah biasa melihat gadis itu berpakain pendek dirumah.
Sania diam melihat kedekatan keduanya,sungguh gadis itu tak menyangka pria yg ia kagumi dan berapa kali menolongnya tersebut melakukan hal yg kurang pantas menurut Sania.
Setelah selesai,Sania dipanggil Angel mendekat kearahnya.
" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Angel tenang.
" Maaf Kak,aku disuruh Om Serkan tadi kesini katanya buat nemenin Kakak " Jawab Sania menunduk.
Angel melihat Arshad,lelaki itu terlihat tenang menatap Sania.
Keduanya tau bahwa Sania merupakan anak angkat Histi dan Serkan karna berapa kali Sania pernah kerumah besar.
" Aku udah sehat,hari ini mau pulang " Kata Angel tersenyum.
" Iya Kak,aku pikir tadi Kakak sendirian " balas Sania.
" Kamu gak kuliah ?" tanya Angel lagi.
" Udah pulang " Jawab Sania tersenyum.
Angel mangut mengerti,gadis itu pun turun dari brangkarnya.
" Ayo Shad " Ajak Angel sudah siap.
" Bentar,kamu harus diperiksa dulu sama Dokter baru pulang " Kata Arshad bangkit.
Angel mengangguk,pria itu berjalan keluar memanggil Dokter.
Sania diam2 melirik pergerakan Arshad yg begitu membuat hatinya berdebar.
" Kamu ikut kita pulang ya " Ajak Angel.
" Iya Kak " Jawab Sania mengangguk.
" Baju2 kamu ada kan ? Kamu tidur dirumah temenin aku,soalnya Mama lagi umroh belum pulang " Kata Angel serius.
" Aku belum kasih tau Tante " Kata Sania teringat.
" Tenang aja,nanti aku yg kasih tau " Balas Angel tenang.
Sania mengangguk kecil.
Tak lama Arshad kembali,pria itu tidak sendirian melainkan ada Serkan juga dokter lain disana.
" Gimana Jel udah enakan ?" tanya Serkan berdiri disamping Sania.
" Udah Bang,Sania ikut aku ya " Jawab Histi sambil meminta.
Serkan melihat Sania,gadis polos itu diam dengan wajah menunduk.
" Jangan kamu jahili ya " Kata Serkan waspada.
" Iyaaaa " Jawab Angel memutar mata.
Serkan mengangguk dan mengusap kepala anak angkatnya.
Sampai detik ini rasa sayang Serkan kepada Sania begitu besar,gadis itu sudah ia anggap anak sendiri apalagi Sania juga tau posisinya.
" Gak papa ya temenin Angel,nanti Sutar Om bawa kesana juga buat temenin kamu " Kata Serkan pelan.
" Iya Om,makasih " Jawab Sania tersenyum manis.
Dokter memeriksa lengan Angel,luka masih belum kering dan harus tetap diobati.
__ADS_1
Beberapa larangan pun Angel harus patuhi jika tidak ingin terjadi hal2 jelek.
Setelah semua selesai,gadis itu pun pulang.
Karna Reno dan Prito tak bisa mengantar gadis itu jadilah Arshad yg diperintahkan.
" Biar aku yg bawa Kak " Kata Sania mengambil tas tenteng Angel.
" Yakin,ini berat loh " Kata Angel ngeri.
Sania tersenyum dan mengambil tas tersebut.
Arshad diam saja membawa barang Angel yg lain.
Mereka menaiki salah satu mobil mewah Aktam.
" Kamu aja didepan " Kata Angel kepada Sania.
" Hah " Pekik Sania kaget.
" Kakak aja " kata Sania menolak.
" Udah kamu aja,aku lagi mager mau tiduran " Kata Angel memaksa.
Glek....
Sania menelan ludah kasar,duduk berseblahan dengan Arshad adalah hal yg tak pernah ia mimpikan sebelumnya.
Tanpa bicara lagi Angel membuka pintu belakang membuat Sania kembali deg degan.
" Huh tenang San,hanya duduk " Ucap Sania pelan.
Gadis itu pun memberanikan diri membuka pintu mobil.
Setelah duduk suasana langsung berubah,Angel diam begitupun Arshad yg sudah siap berkendara.
" Ya Tuhan,lelaki ini begitu sempurna " Batin Sania takjub.
Maniknya sesekali melirik Arshad,sungguh ia tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya kepada ciptaan Tuhan tersebut.
Mobil melaju,Sania mematung tanpa berbicara sedikitpun.
" Beli makan dulu Syad " Kata Angel tenang.
" Iya " Jawab Arshad mengganti gigi mobil.
Ada 20 menit tanpa bicara akhirnya mereka tiba dikedai cepat saji.
" Dah sana kalian berdua yg beli,aku tunggu disini " Kata Angel sambil bermain ponsel.
Arshad melihat Sania,pria itu cukup terkejut dan heran karna gadis tersebut begitu diam bagaikan patung manekin dipasar.
" Ayo " Ajak Arshad membuka sabuk pengamannya.
" Aku disni aja Bang,nemenin Kak Angel " Tolak Sania sopan.
" Gak bisa,nanti belanjaannya banyak,Arshad gak bisa bawa " Sahut Angel.
" Emang mau beli banyak ya ?" tanya Sania heran.
" Iya,anak2 dirumah juga pada mau,kalo cuma beli buat kita b3,ntar kita diusir " Jawab Angel teringat akan keganasan warga dirumahnya.
Sania mangut2 mengerti dan melihat Arshad.
Deg....
Jantung Sania kembali berdenyut kencang melihat tawa renyah lelaki disampingnya tersebut.
" Ya Tuhaannn ganteng bangett " Batin Sania tak sanggup..
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.