
Puas berkeliling akhirnya Juna memutuskan membeli satu gaun yg bisa dikatakan mewah dan elegant sangat cocok dengan karakter Sania yg tak banyak tingkah.
Arshad juga setuju dengan pilihan lelaki itu meski awalnya pria tersebut punya pilihan lain,tapi Arshad tak bisa bersuara karna tak mau menggangu expetasi sang Abang.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,si Bungsu sudah lelah setelah berkeliling dan membeli banyak makanan serta tak lupa 1 set baju cantik dan menggemaskan.
" Ayo Bang " Ajak Arshad dengan banyak kantongan ditangan dan dipundak tas susu si Bungsu.
" Ayo " Ajak Juna yg juga merasa lelah.
Meskipun bukan sekali ini membawa adiknya main tapi berkeliling mall begitu melelahkan dan membuat kakinya sakit.
Juna sampai bingung kenapa Ibunya jika pergi belanja pergi pagi pulang sore dan sampai dirumah terlihat biasa saja tanpa rasa lelah.
Kedua pria itu menaiki Lift untuk segera sampai ke parkiran.
Juna tak sanggup jika harus berjalan menaiki tangga yg bergerak sendiri tersebut seperti diawal.
Kali ini Arshad yg berkendara,Juna duduk pasrah di belakang setelah melepas gendongan sang adik.
Karna jarak rumah yg tak terlalu jauh,tak butuh waktu lama mereka pun sampai.
Terlihat Jack sudah pulang dan bermain sendirian di halaman rumah.
" Abang dari mana ?" tanya Jack dengan sepeda kecilnya.
" nge Mall " Jawab Juna.
" Waah gak ajak2 " Kata Jack melotot.
" Capekkk " Balas Juna berlalu.
Jack mengkrucut dan melihat Arshad yg turun dari mobil dengan alat seabrek.
" Itu apaan Bang ?" tanya Jack kepo.
" Botol susu " Jawab Arshad tenang.
" Nyusu ?" Ulang Jack.
" Bukan Abang " jawab Arshad datar.
" Hahaha kirain Abang " Kata Jack tertawa ngakak.
Arshad mendengus,lelaki itu ikut berlalu meninggalkan Jack yg masih menertawai dirinya.
Jack yg ditinggal langsung memarkirkan sepeda dan berlari masuk kedalam rumah.
Angel sudah bersiap pulang,gadis itu sibuk menata hasil karyanya yg cukup lumayan.
" Ayo balik " Ajak Angel.
" Sekarang ?" tanya Arshad.
" Mau kapan ?" Tanya Angel gemas.
" Ayo " jawab Arshad melepas semua perlengkapan di meja.
Zaiva datang dengan beberapa kantong yg ntah apa isinya.
" Bawa buat Ibu mertua sama Mama kalian " kata Zaiva tersenyum.
" Apa ini Bi ?" tanya Angel.
" Yg ini hasil rancangan Tante buat Nenek pake di hari ulang tahun Arshad nanti " Jawab Zaiva.
" Waahh Bibi bikin sendiri ?" tanya Angel syok.
Zaiva mengangguk malu.
" Emang dirayain ya ?" tanya Arshad bingung.
Angel dan Zaiva melihat lelaki itu yg memasang wajah polos.
" Kamu gak mau dirayain ?" tanya Zaiva
__ADS_1
" Buat apa ?" Tanya Arshad balik.
Zaiva menghela nafas panjang,Arshad memang terkenal sangat dingin dan tak terlalu aktif seperti yg lainnya,lelaki itu juga pendiam dan tak banyak tingkah.
" Ini tu dilakuin sekalian sama Kembaran kamu,kN tahun kemarin gak dirayain " Kata Zaiva lembut.
" Kayak anak2 aja " Cibir Arshad.
" Kalo gak mau,buat aku aja jadi aku ultahnya 2x setahun " Kata Angel jengah.
" Ambil aja " Balas Arshad santai.
Zaiva tertawa dan menjitak kepala Angel yg asal bicara.
Mereka pun pamit pulang.
Saat akan masuk mobil tiba2 sebuah mobil memasuki pekarangan.
Arshad tak jadi naik dan menunggu mobil sedan itu sampai.
" Itu Om Bara " Ucap Jack mengenali.
Mereka semua diam hingga mobil itu berhenti didepan mereka.
Nampak lah sepasang kaki turun dari mobil tersebut dan orang itu benar adalah Bara.
" Mau kemana ?" Tanya Bara menegur.
" Mau pulang Om " Jawab Arshad.
" Cepetnya,Om aja baru sampe " kata Bara kaget.
Sebuah mobil tiba2 masuk lagi.
Semuanya menoleh dan diam kembali.
" Itu siapa lagi ?" tanya Jack menyelisik
Bara diam seolah mengenali siapa yg datang.
" Angell " pekik Histi membuka kaca.
Kedua wanita itu saling melambaikan tangan seolah tak pernah ketemu.
Histi turun dari mobil lalu disusul suaminya si Serkan.
" Kalian mau kemana ?" tanya Histi heboh.
" mau pulang Kak " Jawab Angel.
" Loh kok pulang,kita aja baru sampe " kata Histi mengernyit.
" kita udah dari tadi kesini " Jawab Angel terkekeh.
" Apa Kabar Syad ?" tanya Serkan merangkul Arshad yg hanya diam.
" Baik Bang " Jawab Arshad sopan.
" Mau pulang ?" tanya Serkan tersenyum
" Iya Bang,Jack udah selesai lesnya dirumah tetangga Om Bara " Jawab Arshad jujur.
" Jauh juga Jack les " Kata Serkan terkekeh.
" Iya Bang,gurunya enak ngajarnya,mana cantik,kan aku jadi suka " Jawab Jack terkekeh.
" Heleh kamu ini,kecil2 udah tau cantik aja " Cibir Bara.
" Hehe kan punya Mata Om,harus digunakan dengan baik " Jawab Jack malu.
Bara tertawa begitupun Serkan yg menggeleng pelan dengan tingkah absurd Jack.
" Ya udah kita balik dulu Kak " kata Angel pamit.
" Hm hati2 " Balas Histi.
__ADS_1
" Hati2 kalian jangan ngebut " kata Bara tenang.
" Iya Om " Jawab Arshad patuh.
Tring tring....
Hape Serkan tiba2 berbunyi,lelaki itu merogoh saku celananya dan mengambil sebuah ponsel.
" Iya San " Ucap Serkan mengenali.
Deg...
Langkah Kaki Arshad terdiam saat mendengar sebutan Serkan.
" Oh,dikamar nya Tante,ada 2 biji " Kata Serkan tenang.
" Siapa Yank ?" Tanya Histi.
" Sania,nanyain batre jam " Jawab Serkan.
Arshad masih diam hingga membuat Angel menegur lelaki itu.
" Syad,ayo " Kata Angel aneh.
" iya " Jawab Arshad mengangguk.
Lelaki itu mulai melangkah lagi dan meninggalkan pekarangan rumah.
" Iyaa,gak tidur disini kok,kita pulang " Kata Serkan terkekeh.
"......."
" Masa takut,kamu ada2 aja deh " kata Serkan lagi.
" Siapa His ?" tanya Bara merangkul putrinya.
" Itu si Sania,biasa takut ditinggal sendirian dirumah " jawab Histi terkekeh.
" Sania anak angkat kamu itu ?" tanya Bara.
" iya,Papa tau gak si Juna suka sama dia " Kata Histi serius.
" Masa sih ?" tanya Bara.
" Iya,dia ngomong langsung sama aku,tapi gak berani sama Mas Serkan wkwk " jawab Histi tertawa geli.
" Si Junaa,gak bisa lihat cewek cantik dikit " Kata Bara menggeleng.
" Tapi kali ini beda Pa,aku rasa Juna beneran suka gitu sama Sania,tapi Sanianya belum jawab " Kata Histi terkekeh.
" Jadi Juna digantungin gitu ?" tanya Bara syok.
" Iya hahaha " Jawab Histi tertawa ngakak.
" Astagaaaa,tumben2an Juna mau,biasanya sok jual mahal dia " Ucap Bara heran
" Iya,aku juga heran loh,padahal Sania itu gadis biasa Pa,dari kampung malah,sedangkan dikantor Juna tiap hari ketemu gadis2 kota dengan kcantikan diatas rata2 " Kata Histi heran.
" Mungkin ada yg menarik dari Sania " Jawab Bara.
" ya dia masih perawan aku yakin " Celetuk Histi.
" Ehhh " pekik Bara terbelalak.
" Hahaha,beneran Pa,Sania itu masih polos banget,dia gak pernah pacaran,disuruh kewarung yg ada tongkrongan anak bujang aja dia putar balik " Kata Histi heran.
" Masa sih ?" tanya Bara tak percaya.
" Iya dan dia berani bohong sama aku,bilangnya semua alat diwarung itu udah pada habis " Jawab Histi tak percaya.
" Whahahahahaha " Bara tertawa ngakak mendengar cerita absurd putri tercintanya tersebut.
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa vote,like,coment ya.
__ADS_1