Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Penentuan


__ADS_3

Sidang keputusan sudah diambang mata,David duduk tak tenang bersama Reno disamping nya.


Semua sanak keluarga berkumpul diruang sidang,bukan hanya David saja yang tegang,Paman Bibi nya pun tak kalah tegang saat Hakim akan membacakan keputusan.


" Baiklah para Ibu,Bapak sekalian,sidang akan dimulai, harap semuanya tetap tenang apapun keputusan yang akan ditetapkan,berdasarkan bukti yang nyata "


David mengangguk paham,Cila mengambil tangan suaminya dan menggenggam erat jemari kekar itu.


"Tenang lah,anak mu ikut gugup nih " Bisik Cila pelan.


David menoleh cepat dan melihat perut membuncit perempuan itu.


" Beneran ? kok dia tau ya ?" Tanya David polos.


" Ya iyalah tau,dy kan lihat dari sini " Kata Cila menunjuk perutnya.


" Hehe kamu bisa aja Yank " Kata David tersenyum geli.


Cila rela tak bekerja hari ini demi menemani sang suami,Cila yakin David sangat membutuhkan nya saat ini,bahkan semalam Reno pun berpesan agar selalu disamping pria itu,takut2 David terhasut kembali oleh bisikan2 Paman dan Bibinya.


Acara sidang sudah dimulai,semua orang terdiam mendengar semua tuntutan yang David layangkan.


Reno bersikap tenang seraya tersenyum miring melihat Paman dan Bibi David yang sedang ketakutan saat ini.


Dan benar saja,Hakim memutuskan semua harta benda milik orang tua David menjadi milik David seutuhnya,dan Paman dan Bibi David harus membayar rugi semua harta yang telah mereka ambil secara licik.


" Ngak ini ngak mungkin " Kata Paman David mulai histeris.


" Pak Hakim,ini tidak adil,kami tak mengambil apapun harta David " Kata Paman David ketakutan.


" Iya Pak,kami hanya mengambil hak kami disana." Kata Bibi David mulai menangis.


David hanya diam menunduk,tak terasa air matanya pun turun perlahan,masih tak menyangka dengan apa yang terjadi sekarang.


" Kita menang Mas " Pekik Cila heboh.


David hanya tersenyum getir melihat raut bahagia perempuan itu.


" Kita bisa bayar hutang Mas " Pekik Cila gembira.


" Hutang itu dialihkan ke paman dan bibi kamu " Kata Reno tersenyum.


Deg.


David terbelalak kaget.


" Beneran Bang ?" Tanya David tak percaya.


" Iya,harusnya begitu " Kata Reno tenang.


" Biar aku aja Bang yang bayarin,kasihan mereka " Kata David memohon.


" Mas " Panggil Cila kaget.


" Maafin aku Cila,biar bagaimana pun mereka masih keluarga aku,hanya sisa hutang ini saja yang lain nya terserah Bang Reno mau mengapakan mereka " Kata David sungguh2.


" Tapi mereka menghancurkan keluarga kamu Mas " Kata Cila tak habis pikir.


" Jangan pernah dendam sama orang Cila " Kata David lembut seraya menggenggam tangan perempuan itu.


Cila menghela nafas melihat kearah Reno yang masih diam.

__ADS_1


" Terserah kamu saja,yang jelas Paman dan Bibi mu akan masuk penjara karna mereka yang merencanakan kecelakaan orang tua kamu dulu " Kata Reno tegas.


" Iya Bang,aku serahkan semuanya sama Abang,makasih udah bantu aku sampe sini " Kata David terharu.


Reno tersenyum kecil.


" Berbahagialah setelah ini,hidupi istri mu dengan layak " Kata Reno merangkul pundak David.


" Iya Bang,aku janji bakal bahagiakan Cila dan calon anak kami " Kata David serius.


Reno mengangguk tersenyum dan meninggalkan pasangan itu.


" Brengsek kamu Vid " Teriak Paman David murka menghampiri pria itu.


Kerah baju David ditarik keras oleh Paman nya yang sudah sangat marah.


" Dasar tak tau terima kasih,tega2nya kamu mau jebloskan kami kepenjara,kami ini keluarga kamu Vid !" Bentak Pria tua itu keras.


" Jika kalian menganggap aku dan orang tua ku keluarga,kalian tak mungkin mencelakakan kami " Balas David tak kalah garang.


Cila bersembunyi takut dibelakang sang suami.


" Ayah dan ibu mu pantas mendapatkan itu karna mereka sangat serakah dengan harta !" Bentak Bibi David ikut marah.


" Haha mereka siang malam cari nafkah untuk aku dan adikku,sedangkan kalian dengan enak2 nya minta apapun kepada kedua orang tua ku tanpa rasa malu " Kata David tajam.


" Dan tanpa dosa nya kalian membunuh orang tak bersalah !" Bentak David.


" Mas udah " Kata Cila menarik tangan David.


" Aku sudah cukup sabar selama ini Paman,Bibi,aku menghargai kalian sebagai orang tua aku,tapi apa balas kalian,dengan teganya kalian merencanakan semua ini,aku sendiri Bi,aku kehilangan orang tua dan adik ku,apa kalian tidak melihat bagaimana melaratnya hidupku saat itu "


Paman dan Bibi David terdiam,mereka kehabisan kata2 melawan pria beristri itu,Cila menitikkan air mata tak tega melihat tatapan pilu suaminya.


Rupanya tadi Reno bicara serius dengan pengacaranya untuk melanjutkan kasus.


Beberapa orang polisi sudah bersiap dibelakang mereka.


" Bawa mereka Pak,biarkan mereka mendekam di penjara karna perbuatan mereka yang tak manusiawi " Kata Reno tegas.


Deg.


Paman dan Bibi David langsung ketakutan.


" Jangan Vid,Bibi mohon maafkan semua kesalahan Bibi " Kata Bibi David memegang tangan pria itu.


Reno menajamkan matanya melihat David yang langsung terdiam,pria itu menggeleng pelan memberi kode keras kepada David.


" Paman mohon Vid,kasihan keponakan kamu dirumah jika Paman di penjara " Kata Paman David mengiba.


Cila hanya diam saja saat tangan suaminya ditarik2 berharap ampunan dari David.


" Maafkan aku Bi,ini sudah proses hukum,dulu aku meminta ini secara baik2,tapi kalian tolak mentah2,bahkan kalian berencana licik merebut lagi hak yang bukan milik kalian " Kata David menarik tangannya kasar.


" Aku bukan David yang dulu yang bisa kalian bodoh bodohi " Lanjut David tegas.


Reno menghela nafas lega dan tersenyum miring melihat paman dan bibi David yang sudah pucat.


" Bawa mereka Pak " Kata David tegas tanpa melihat lagi pengganti orang tuanya itu.


" Jangan Vid huhuhu " Kata Bibi David langsung bersimpuh.

__ADS_1


Cila menutup mulutnya terkejut,lain hal dengan David yang langsung menghindar.


" Jangan lakukan ini pada Bibi Vid,Bibi mohon hiks " Kata wanita itu terisak.


" Ayo pergi " Ajak David merangkul pinggang Cila.


Perempuan itu mengangguk kecil dan berbalik mengikuti langkah suaminya.


" Davidddddd,jangan lakukan ini pada kami Nak huhuhu " Tangis Bibi David pecah disana.


Paman David hanya diam tak bisa melakukan apapun.


" Silahkan jalan " Kata seorang polisi tegas.


" Ngak,saya ngak mau,saya tidak bersalah " Kata Bibi David memberontak.


Reno hanya diam bersedekap dada melihat drama yang sedang tayang sekarang.


" Semua ini gara2 kamu,apa hak mu berbuat seperti ini Hah,ini urusan keluarga kami kamu tak berhak ikut campur !" Kata Paman David berprofesi sebagai pengacara.


" Saya hanya melakukan tugas saya sebagai manusia yang beradab !" Kata Reno tersenyum miring.


" Bajingan,lihat saja saya akan balas semunya !" Kata pria itu tajam.


" Ouwwww atuttttt,pak polici dia ancam saya " Kata Reno mengolok pria itu.


Polisi disana mengulum senyum geli melihat pria berwibawa itu bisa mengoloki orang.


" Lepassssss saya ngak salah Pak,dia yang salah " Kata Bibi David berontak saat polisi menyeret mereka.


" Tenang2 disana ya,jangan nackalll " Kata Reno lebai.


" Brengsek kamu ya,mati aja sana nyusulin Ayah David dineraka " Kata Bibi David kesal.


" Huaaaa ndak auuuuuu,kamu aja sana ke nelaka" Kata Reno seperti anak kecil.


Polisi disana sudah tak tahan ingin muntah melihat gaya lebai Reno yang tak pernah terlihat selama ini,mereka tak menyangka pria dermawan nan tegas itu bisa bersikap seperti anak kecil.


" Udah Pak bawa aja,muak aku tuh lihat mereka " Kata Reno dengan gaya memainkan kuku.


Pria berseragam itu mengangguk hormat dan kembali menyeret paman dan Bibi David keluar ruangan.


" Daaaahhhhh baek2 ya " Kata Reno tersenyum melambaikan tangannya.


Ruangan pun tertutup saat paman dan Bibi David sudah dibawa polisi.


" Ihhhh merinding gue,jangan sampe Nisa tau gue gitu tadi,bisa abis gue ditaboki dia " Gumam Reno merinding sendiri.


Pria itu pun berjalan menghampiri pengacaranya.


" Tuntut mereka seberat2 nya,saya gemes lihat tingkah mereka,tua2 ngak sadar diri,harta anak yatim piatu pun di babat " Kata Reno tak habis pikir.


" Siap Pak,laksanakan " Kata pengacara Reno menunduk hormat.


" Okey,kalo gitu saya balik dulu,nanti saya transfer sisa nya " Kata Reno merapikan jas nya dan berlalu dari sana.


Pria yang sudah bertahun2 jadi pengacara itu pun tersenyum girang.


" Alhamdulillah,ngak papa capek yang penting skincare istri tetap jalan haha " Gumam pria itu tertawa pelan.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


Terus dukung author ya biar semangat Up


__ADS_2