
Hari ini David pulang kerumah nya,di kiri dan kanan tangan pria itu menggandeng kresek hitam lumayan besar.
" Assalamualaikum " Sapa David memasuki rumahnya yang terbuka lebar.
" Waalaikum salam " Jawab seorang gadis keluar dari kamar.
" Wah Om David udah pulang " Pekik Laura girang melihat David.
Pria itu tersenyum dan berjalan kearah dapur.
" Tante Cila mana ?" Tanya David meninggikan suaranya.
" Lagi cuci baju Om " Kata Laura tersenyum.
Terdengar suara kresek2 orang dari dalam kamar mandi,dan David yakin itu pasti suara istrinya yang sedang mencuci.
Meski kini mereka sudah mempunyai mesin cuci,tapi Cila tetap mencuci pakaian yang terlalu kotor dengan tangan sendiri,alasannya karna Cila menganggap cuci manual lebih bersih.
" Vero tidur ya ?" Tanya David mendekati anaknya yang sedang dikamar.
" Ngak,tuh lagi main " Kata Laura menunjuk Vero yang menggigit mainannya.
David mengangguk dan ingin menyentuh bayi mungil itu.
Plakk...
Laura menepuk tangan David dan berkacak pinggang menghadap pria itu.
" Kenapa ?" Tanya David kaget.
" Pelatulan peltama yang Tante tetapkan.
1.Jika masuk lumah halus mengucapkan salam agal setan tak ikut masuk kedalam lumah.
2.Halus cuci kaki dan tangan dulu balu boleh pegang sesuatu.
3.Jangan belisik kalna Velo mau tidul.
4.Jang...
" Iya2,Om cuci kaki dan tangan dulu " Kata David antara kaget dan mengalah saja.
" Pintel " Kata Laura tersenyum dan menunjukkan jempol kecilnya.
" Kapan2 dah Cila bikin peraturan seperti itu " Gumam David bingung sendiri.
Meski masih syok tapi pria itu tetep mentaaturi aturan agar bisa bertemu dengan anaknya.
Beberapa menit kemudian,David sudah kembali dengan kondisi lebih baik,bahkan pria itu sampai ambil air wudhu agar semua setan lari dari tubuhnya.
Laura mengangguk tersenyum melihat David sudah bersih.
" Silahkan " Kata Laura menunduk hormat ala kerajaan.
" Hahaha ada2 aja kamu " kata David tertawa melihat tingkah gadis itu.
Laura keluar dari ruangan membiarkan anak dan Bapak itu bertemu.
" Halo jagoan Papa,lagi ngapain ??" tanya David lembut.
Vero tersenyum melihat Papa nya sudah kembali lagi.
" Kangen ngak sama Papa ?" tanya David mencium gemas putranya.
Pletung...
Tangan mungil itu memukul David dengan palu mainannya.
__ADS_1
" Alamak untung cuma mainan,coba kalo bener bisa gegar otak nih " Kata David kaget dan mengusap kepalanya.
Vero tertawa melihat wajah syok David.
" Keluar yuk,Papa bawa oleh2 nih buat kamu dan Bunda,Kak Laura juga " Kata David semangat.
Vero mengernyit seolah menebak oleh2 apa yang dibawakan Papa nya itu setelah 2 hari tak pulang.
David membawa anaknya keluar kamar,terlihat Laura sedang duduk bermain game dari hp Cila.
Saat David masuk kedapur,pria itu kaget melihat Cila sedang mempereteli bungkusan yang dia bawa tadi.
" Huh kaget aku " Kata David mengusap dadanya.
" Hehe kamu udah pulang Mas,kok ngak bilang2 ?" Tanya Cila cengengesan.
" Gimana mau bilang,kamu aja lagi main Dj di kamar mandi " Kata David tertawa.
" Hahah lagi nyuci kali,dia pup semalam banyak banget" Kata Cila ikut tertawa.
" Oh iya,ini dapat dari mana ?" tanya Cila menunjuk banyak bungkusan makanan di meja.
" Haha dari rumah Rehan,tadi aku dibungkusin sama ibu2 yang bantu masak disana " Kata David terkekeh pelan.
" Hahah jadi kamu bawa dari sana ?" Tanya Cila merasa lucu.
" Iya Yank,kan lumayan kamu ngak perlu masak hari ini " Kata David cengengesan.
Cila tertawa terbahak dan mengangguk kecil.
" Kamu kayak emak2 pulang kondangan loh Mas,bungkusin makanan gini " kata Cila tertawa.
" Biarin lah,dikasih juga bukan minta " kata David cuek.
" Iya iya,sayang istri sayang anak " Olok Cila.
" Eh panggil Laura suruh dia makan " Kata Cila teringat akan gadis kecil itu.
" Oke " Kata David menggit ayam dan berjalan ke ruang tamu.
Terlihat Laura sedang menerima telepon dari seseorang.
David dan Vero mengintip mencoba mendengar pembicaraan serius gadis itu.
" Apa,jadi Om itu mau menikah ??" tanya Laura kaget.
"........."
" Waaah gawat ni Bos,Kak Hanin bisa pingsan dengelnya nanti " Kata Laura iba.
"........."
" Oke Bos,nanti aku kesana " Kata Laura terlihat serius.
David menahan tawa melihat tingkah Laura layaknya orang dewasa yang menerima telepon penting dari seseorang.
" Siapa yang telepon ??" Tanya David tiba2.
Laura yang memunggungi nya pun kaget dan langsung berbalik.
" Hehe Bos Ana Om " Kata Laura cengengesan.
" Ada apa kelihatannya serius banget ?" Tanya David kepo.
" Hahah biasalah ulusan cewek " Kata Laura cengengesan.
" Pppfftttrtt " David ingin sekali tertawa.
__ADS_1
Laura sangat lucu,bocah itu sangat bisa membuat suasana berasa hidup.
" Ya udah,nanti lanjutkan lagi makan dulu sana " Kata David kembali tenang.
Vero tertawa menimpali perkataan Papa nya.
" Hehe kebetulan Om,aku juga lapel " Kata Laura cengengesan.
" Ya udah sana,makan yang banyak ntar dihabisin Tante Cila lagi " kata David menakuti.
Laura mengangguk dan langsung berlari kedapur.
" Ck ck Laura bener2 dah,sejak bergaul sama Ana tuh bocah langsung berubah " Gumam David menggeleng tak percaya.
Dulu Laura sangatlah pendiam,kini gadis itu terlihat sangat ceria dan energik.
" Ntar kalo gede,jangan terlalu gaul ya Nak,ntar Mama kamu bisa depresi kalo tingkah kamu sama seperti Onty Ana mu itu " Kata David kepada Vero.
Bocah itu menatap datar wajah David yang terlihat serius.
" Terus,kamu harus banyak belajar seperti Bang Andrew dan Aktam agar kamu pintar seperti mereka " Lanjut David lagi.
Bocah itu tertawa,seolah paham apa yang disampaikan David.
Puuuuttttt....
Suara kentut pun terdengar dan disusul wajah tak enak putranya.
" Ya elah nih bocah,baru di nasehatin dikit udah ngentutin gue aja,gue yakin nih pasti ampas nya ikut " kata David gemas.
Bocah itu tersenyum dengan wajah mengedan sakit perut..
" Cilaaaaa,Verooo eeekkkkkk " Pekik David membawa cepat bocah itu kepada emaknya.
Terlihat Cila dan Laura sedang makan dengan lahap.
" Cebokin lah Mas,aku lagi makan " Kata Cila dengan nasi penuh di mulut.
" Ya elah Yank,masak aku disuruh nyebokin " Kata David lesu.
" Oh jadi kamu ngak mau !" Kata Cila mengangkat piringnya pelan.
Deg...
David menelan ludah melihat wajah sangar Cila.
Rambut cepol dan daster pendek perempuan itu menambah kesan galak ibu satu anak itu.
" Ya udah,aku yang cebokin " Kata David lesu.
" Ayo Nak,kita cebokan " Kata David melihat Vero.
Bocah itu tertawa girang memeluk leher David.
" Sana ih kami mau makan ini " Usir Cila.
" Iya Om,nanti nasi aku telkontaminasi " Protes Laura.
" Iya2 sabar " Kata David memilih menghindari 2 singa lapar itu.
" Nasib2,pulang2 disuruh nyebokin anak " Kata David memelas melihat putranya.
Puuuuuuuuuttttt....
Bocah itu pun tertawa sambil terkentut kentut melihat wajah terluka sang Papa..
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA