Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pleaning


__ADS_3

Seorang pria duduk sendirian diruang tamu menghadap laptopnya.


Hari ini pekerjaan Vero sangat banyak hingga pria itu lembur dirumah mengerjakan semua tugas yang harus ia kerjakan.


Pabrik David perlahan meroket menambah unit baru membuat Vero harus pintar mengiklankan produk Papanya.


Lelaki itu menjabat sebagai manager sekaligus tangan kanan David karna sang Papa hanya terjun di pembuatan dan hasil.


Seorang gadis keluar kamar dengan wajah mengantuk,Hani sudah selesai belajar.


Berkat kerja kerasnya gadis itu mendapat nilai kedua tertinggi dikelas.


Hani sangat bersyukur bisa mengharumkan nama Vero terutama Cila yang sudah memberi tumpangan kasih sayang dan cinta selama ini.


Gadis itu masuk kedapur dan mendapati Cila sedang membuat kopi.


" Buat siapa Ma ?" tanya Hani.


" Vero " Jawab Cila fokus menyeduhkan air panas.


" Vero lembur ?" tanya Hani mengernyit.


" Kayaknya iya soalnya laporan harus selesai besok " jawab Cila tenang.


" Papa ?" tanya Hani.


" Papa kerumah temannya "


Hani ber oh ria dan mengambil air putih.


" Nih kasih ke Vero,Mama ngantuk banget pengen tidur " Kata Cila menaruh kopi dalam nampan.


" Iya Ma taruh disitu aja nanti aku anterin " Balas Hani.


" Iya,hoaam Mama bobo dulu ya besok bakal sibuk ngurusin Nita kawin " kata Cila menguap lebar.


" Nikah Ma " Ralat Hani datar.


" hem ya apalah itu " Kata Cila cuek.


Wanita itu pun berlalu keluar.


Hani mengintip isi kulkas dan mendapatkan buah naga dan pepaya disana.


" buat Vero aja kali ya biar otaknya lancar." Gumam Hani pelan.


Gadis itu mengeluarkan buah tersebut dan memotong dadu.


Setelah selesai Hani berjalan membawa nampan mendekati Vero yang sedang mode serius.


" Hay " Sapa Hani hangat.


Pria berkaca mata bening itu mendongak dan tersenyum.


" Belum tidur ?" Tanya Vero.


" Belum " Jawab Hani lembut.


" Dah sana tidur besok sekolah " Kata Vero sambil mengetik.


" Iya nanti " Jawab Hani.


" Mau aku suapin makan buah ?" tanya Hani.


" Boleh " jawab Vero.


Gadis itu tersenyum dan menusukan buah ke garpu.


Vero menganga lebar membuat Hani tertawa.


" ayo cepetan " kata Vero tak sabar.


" Hap.." Buah pun masuk kedalam mulut lelaki itu.


" Hmm manis " Kata Vero girang.


" Makasih " Balas Hani malu2.


" Buahnya " Lanjut Vero datar.


Hani mengkrucut dan memakan buah itu kesal.

__ADS_1


Vero terkekeh geli mengusap kepala gadis itu acak.


" Banyak banget ya ?" tanya Hani


" Lumayan buat nyakitin kepala " Jawab Vero


" Heh bisa gitu " kata Hani syok.


Vero tertawa renyah melihat wajah terkejut kekasihnya.


Keduanya diam,hanya ada suara ketikan laptop Vero yang terasa nyaring ditelinga.


Gadis itu memperhatikan Vero bekerja dengan tatapan dalam.


" Ya Tuhan jika aku tak bertemu lelaki ini dulu ntah jadi apa hidup ku sekarang,engkau begitu baik mempertemukan aku dengan malaikat tak bersayap ini,aku begitu bersyukur Tuhan,tolong jaga lelaki ini bila nanti kami tidak bisa bersama,aku meminta kepada mu untuk kebahagiaan Vero dan keluarganya,jangan sulitkan lelaki ini Tuhan,dia begitu baik untuk ku,dan aku berharap bisa terus bersama nya hingga akhir hayat " Ucap Hani dalam hati.


Hani terus melamun menatap gerak gerik Vero yang begitu memukau dan elegant.


Jika sedang serius wajah lelaki itu akan mendominasi wajah David tapi saat sedang mereceh wajah Vero persis seperti Cila yang penuh kegesrekan nya.


Setiap hari Hani dibuat jatuh cinta oleh Vero,bagaimana tidak lelaki itu selalu melibatkan dirinya dalam segala hal membuat Hani merasa begitu special.


" Hoaaammm " Kata Vero menguap lebar.


Pria itu mengernyit melihat Hani diam dengan tatapan sayu menatapnya.


" Hei kenapa melamun ?" tanya Vero mengusap pipi Hani.


" Hah em gak papa " Jawab Hani kaget.


" Dah sana tidur kasihan nih matanya " kata Vero mengusap manik Hani.


Gadis itu menahan tangan Vero diwajahnya,senyum manis terukir disana.


Vero tersenyum lembut mengusap wajah Hani dengan sayang.


" Tunggu aku bentar lagi ya " Pinta Hani nanar.


" Iya sayang aku orangnya sabaran kok " Jawab Vero.


" Dikit lagi Yankk,habis itu aku bakal patuh seumur hidup sama kamu " Kata Hani serius.


" Iya,aku gak akan lirik cowok2 lain cinta aku hanya buat kamu " Jawab Hani


" Preeeeetttt " Cibir Vero mengkual


Hani menunduk dengan wajah menahan malu mengeluarkan kata gombalan yang sudah basi.


" Aku serius Vero " Kata Hani manja


" Iya aku tau " Balas Vero menahan tawa.


" ihhh jangan diledekin " Rengek Hani.


" Aku gak ngeledek,cuma tadi pengen kentut doang " kata Vero mengelak.


" Hiiiiihhhh kamu jorokkk " kata Hani langsung mundur dan menepak tangan Vero.


Pria itu tertawa geli,Hani mengendus2 mencium bau kentut pria tersebut.


" Gimana enak gak ?" Olok Vero.


" Ihhh jauhannn " Kata Hani menutup hidung.


Vero mengacak rambut gadis itu gemas lalu kembali fokus.


" Dah sana tidur " Kata Vero tenang.


" Iya " Jawab Hani manja.


" Kalo masih duduk aja aku seret ke kamar " Ancam Vero.


" Hayo mau ngapain ?" Tanya Hani menggoda.


" Buka paketan " Jawab Vero asal.


Plakk..


Hani menampar lengan lelaki itu lalu tertawa renyah.


" Hani " panggil seseorang.

__ADS_1


Keduanya menoleh dan mendapati David pulang.


" Ia Pa " Jawab Hani berdiri.


" Tidur " titah David tegas.


" Iya Pa " Jawab Hani sopan.


David berlalu ke dapur,Hani melihat kiri kanan dan tersenyum.


" Apa ?" Tanya Vero.


" Kiss " Ucap Hani malu.


" Ish gatel " Cibir Vero.


" Cepetan nanti ketahuan Papa " Rengek Hani.


" Ya udah sini " Kata Vero gemas.


Hani berjongkok memasang wajah manis didepan lelaki itu.


Vero memegang bahu gadis tersebut dan mengecup lama kening Hani.


" Good Night " Ucap Vero tersenyum.


" Night to sayang " Balas Hani malu.


Cup..


Senyuman Vero mendapat kecupan hangat dari bibir kekasihnya,Hani langsung berlari meninggalkan Vero yang memasang wajah kaget.


" Ck lagi Yankkkkk " Pekik Vero.


Brakkk...


Hani membanting pintu dan mengunci dengan cepat.


" Haisttt sialan tuh bocah bikin gue gagal fokus aja " gerutu Vero kesal seraya mengusap bibirnya yang sedikit lembab.


David kembali datang berhenti melihat Vero mendumbel.


" Kenapa ?" tanya David.


" Gak papa Pa " Jawab Vero langsung berhenti mengelap bibirnya.


" Gak usah ******* dirumah jangan bikin dosa " Kata David datar.


" Terus mau dimana ?" Tanya Vero menoleh.


" KUA " jawab David asal.


" Kalo gitu sekalian ijab,belah duren " Balas Vero malas.


Pletukkkkkk...


Kepala Vero mendapat hantaman cangkir plastik yang David ambil dinakas lemari.


" Papaaaaaa " pekik Vero kesal.


" Tuh sama dia aja dulu " Suruh David asal.


" Ihh ogah " Kata Vero membuang cangkir tersebut sembrang.


" Massssssss " Pekik seseorang dari dalam kamar.


" Iya sayang,im cominggg " Jawab David kelabakan.


" Dah ya kami mau menyibukkan diri dulu " Kata David.


" Gak usah bikin adik,aku gak mau kayak Justin !" Pekik Vero kesal.


" Bodo,Mama mu minta bayi twins hueekkk " Kata David menjulurkan lidah.


" Mamaaaaaaaaa " Teriak Vero menggelegar.


David langsung berlari dan mendapat pelototan tajam dari sang istri yang sudah terbangun.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2