Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bersama


__ADS_3

Satria masuk kerumah dengan wajah canggung.


Lelaki itu masih asing disana apalagi banyak wanita yg berkeliaran.


" Ayo cepetan " Kata Angel jengah melihat lelaki itu berjalan lambat.


" Where are we going ?" Tanya Satria bingung.


" Aduhh,nih lanang ngomong bahasa inggris lagi " Gumam Angel kesal.


" Hei youuu " Tegur Satria.


" Ngikut aja napa " Kata Angel berbalik dengan wajah bringas.


Satria tersentak dan menelan ludah kasar.


Gadis didepannya saat ini terlihat begitu agresif membuat lelaki itu takut.


" Haissst,anak siapa lagi nih " kata Angel kembali menghadap depan sambil mengangkat roknya.


Gadis itu terus berjalan hingga mereka tiba didapur.


Terlihat Nisa dan Byanca mempersiapkan menu2 dalam wadah stanless.


" Subhanallah " Ucap Byanca terkejut bukan main.


Nisa menoleh dan mengernyit melihat wajah aneh gadis remaja itu.


" Ada apa Byan ?" tanya Nisa.


" Ya Allah,Bunn itu pangeran dari mana ?" tanya Byanca syok akut.


Byanca memang memanggil Nisa dengan sebutan Bunda karna tidak diterima Nisa jika memanggil Nenek atau Bibi.


" Siapa ?" tanya Nisa berbalik badan.


" Ayo cepetan " Kata Angel dari ambang dapur.


Satria masuk dengan menggaruk kepala malu.


Pria itu sungguh tak tau apa yg harus ia lakukan,apalagi semua mata menuju kearahnya.


" Kamu kenapa Byan ?" tanya Angel melihat gadis remaja itu mangap.


" Kak,itu siapa ?" tanya Byanca pelan.


" Gak tau " Jawab Angel.


" Oh Nek,mana kue nya,nih udah ada temen buat angkut kedepan " Kata Angel teringat tujuan utama.


" Itu disana,bawanya hati2 " kata Nisa menunjuk meja.


" Astagaaa itu gede banget kuenya " Ucap Angel terbelakak.


" Iya,soalnya mau bagi juga sama anak yatim nanti " Jawab Nisa.


" Gimana cara angkutnya Neekk " Rengek Angel.


" I can " Jawab Satria tiba2.


" I can apanya,kalo jatuh nanti gimanaa,mau bikin ulang !" Sahut Angel.


Satria kembali menunduk takut.


Byanca masih dengan keterkejutannya,gadis itu seperti tak pernah melihat pria tampan dalam hidupnya.


" Em biar aku bantu Kak " kata Byanca maju.


" Eehhh gak,kamu sama Bunda,ayo cepetan ini belum selesai " Tahan Nisa.


" Bundaaaaa " Rengek Byanca.

__ADS_1


" Ck,kamu ini gatel banget " Cibir Nisa.


" Ihhh Bundaaa,Byan udah gedee " kata Byanca manja.


Nisa menggeleng pelan,gadis remaja itu mirip sekali dengan Romi saat masih nakal2nya.


Memang buah tak jatuh dari pohon,pikir Nisa geli.


Angel memutar mata,gadis itu masih badmood tapi ia tak bisa menyerahkan tugasnya kepada orang lain.


" Si Arshad mana lagi,dia yg ulang tahun,orang lain yg heboh " Gumam Angel kesal.


" Can we begin ?" Tanya Satria mulai jengah.


" Cepetan " jawab Angel berdecak.


Satria mengangguk,lelaki itu mulai mendekati kue yg tak terlalu tinggi dan besar tapi memang membawanya harus orang 2 dan berhati2.


Angel bingung mengapa keluarganya bisa berkreasi hal2 random tersebut.


" Hati2 Ngel " Tegur Aktam tiba2 berada diambang dapur.


" Omm gantian,ini bawa " Kata Angel melihat Aktam.


" Udah jalan aja,gak jauh " Jawab Aktam santai.


" Issshh aaaaaa " Kata Angel ingin mengamuk.


Aktam tertawa geli dan diikuti Byanca yg merasa lucu.


Aktam masuk kedalam dan melihat persiapan ibunya.


" Sudah semua Bun ?" tanya Aktam.


" Udah,tamu udah datang ?" tanya Nisa.


" Sudah,anak2 yatim udah diarahin ke tenda " Jawab Aktam.


Aktam mengangguk,pria itu melewati Byanca dan mampir ke pipi gadis cantik tersebut.


" ihhh gak usah pegang2 " Kata Byanca menepis pipinya.


" Uwuuu anaknya Om Romi udah gedeee " Olok Aktam.


" Ya lah,orang makan tiap hari " Jawab Byanca ketus.


" Udah punya pacal belum ?" Olok Aktam.


" Ommmmmm " Pekik Byanca kesal.


Aktam berlari keluar dengan tawa menggelegar,Byanca tau Aktam menjahili dirinya apalagi kabar ia diciduk Serkan kemarin menyebar luas.


Nisa ikut tertawa geli melihat anak gadis Romi ngomel2.


Semua persiapan sudah dilakukan,para tamu undangan juga satu persatu memasuki pekarangan..


Dikamar,seorang pria menghela nafas panjang.


Lelaki muda itu terlihat begitu tampan dengan setelan jas hitam dan dasi kupu2 yg senada.


Arshad Putra Salders,seorang pria dari cucu konglemerat terkenal ibu kota yg konon katanya kekayangan tak habis 7 keturunan.


Meski terkenal dengan banyak harta dan kekuasaan,tapi keluarga Salders tak lupa akan rasa syukur.


Setiap minggu,bulan dan tahun mereka selalu menyisihkan sebagian harta untuk orang2 yg membutuhkan,bahkan hewan liar dijalan saja mengenali sanak keluarga Salders karna Nisa selalu mengajarkan kepada anak cucunya untuk berbagi sesama makhluk hidup.


Dan syukur makin mereka bersedekah usaha Reno,Aktam,Bara bahkan Prito melejat tinggi hingga keluar negeri.


Nisa selaku ibu tertua dikeluarga selalu berdoa agar keluarga nya sukses dunia dan akhirat.


" Uhh udah makin tua aja " Gumam Arshad pelan.

__ADS_1


Ntah apa yg dipikirkan lelaki muda tersebut,pandagannya fokus kedepan dimana dibawah sana jejeran mobil terparkir rapi.


Arshad berbalik badan dan mengambil foto yg selalu ia simpan ditempat terbaik.


" Paa " Panggil Arshad pelan.


" Hari ini Arshad sama Azura ulang tahun,ternyata kita udah sebesar ini Pa dan Papa masih muda kayak kita " Ucap Arshad tersenyum tipis.


Terlihat sebuah foto yg masih bagus menggambarkan sosok pria yg diyakini Arshad sebagai orang tuanya.


Lelaki itu begitu merindukan Andrew,ia berharap bisa bertemu walau hanya satu kali,tapi nasib berpihak lain,sebelum lahir Papa nya sudah pergi duluan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,nampaklah seorang pria dengan senyum kecil masuk.


" Papa " ucap Arshad kaget.


Aktam berjalan mendekat dan melihat Arshad masih memegang foto lawas tersebut.


" Kangen sama Papa ?" tanya Aktam.


" Em nggak,tadi kebetulan jatuh jadi aku ambil " Jawab Arshad berbohong.


" Coba Papa lihat " kata Aktam meminta foto tersebut.


Arshad menelan ludah kasar,wajah Aktam seperti menyiratkan sesuatu.


" Ini Pa " Kata Arshad menyerahkan.


Aktam menerimanya dan tersenyum kecil.


" Papa ganteng kan masih muda dulu,gak kalah sama kamu " kata Aktam terkekeh geli.


" Iya " Jawab Arshad tersenyum.


" Sekarang,Papa Andrew dan Papa Aktam itu satu,Papa Andrew gak hilang,dia menyatukan diri di Papa Aktam " kata Aktam lembut.


" Maafin aku Pa " kata Arshad merasa bersalah.


" Jadi kalo rindu,liatin Papa Aktam aja,gak usah liat foto,foto gak bisa bicara " Kata Aktam terkekeh.


Arshad kembali menunduk dalam,kadang ia merasa berdosa masih membandingkan Andrew dengan Aktam,pria muda itu seperti bisa membedakan mana Papa aslinya dan bukan.


" Gimana ?" tanya Aktam meminta pendapat.


" Iya Pa " Jawab Arshad.


" Eh kalian disini " Tegur seseorang dari pintu.


Kedua lelaki itu menoleh dan melihat seorang wanita bergaun putih masuk dengan senyum manisnya.


" Sini sayang " kata Aktam melambaikan tangan.


Azura berjalan mendekat dan berdiri disamping Arshad.


" Duhhh...." Kata Aktam tak bisa berkata2.


" Kenapa Pa ?" tanya Azura memegang bahu Aktam.


Aktam tak bisa bicara lagi,lelaki itu mengusap matanya yg tiba2 mengeluarkan butiran cinta yg tak terucap.


" Papa jangan nangisss " kata Azura ikut sedih.


Arshad menggigit bibir bawahnya,tanpa menunggu lama Arshad langsung memeluk lelaki itu disusul sang kembaran.


" Maafin Papa Nak " Ucap Aktam begitu pilu.


" Papaaaaaa " Rengek Azura tak kuasa.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2