
Diruangan UGD seorang pria tersadar setelah beberapa jam memejamkan mata.
Yg Reka lihat pertama kali adalah sebuah lampu asing yg membuat kepalanya sakit.
" Aku dimana ?" Batin Reka mengernyit.
Terlihat ruangan tersebut sangat sunyi,hanya ada dirinya dan seorang lelaki yg memakai baju serba putih.
" Apa aku sudah meninggal ?" Ucap Reka terkejut.
Lelaki itu berusaha bangun dan membuat sadar pria yg berada didekatnya.
" Anda sudah siuman ?" tanya pria itu terkejut.
" Aku ku dimana ?" tanya Reka berusaha bangun
" Jangan bangun dulu,kamu harus tetap berbaring seperti ini " Kata lelaki asing itu menahan.
" Apa yg terjadi ?" tanya Reka menurut.
" Kau tak ingat ?" tanya si pria.
Reka menggeleng pelan.
" Oh tadi kau kecelakaan bersama kekasih mu " Jawab pria yg berprofesi sebagai perawat tersebut.
" Apa !" pekik Reka terbelakak.
" Ya tapi tenang saja,dia baik2 saja tak terluka parah seperti mu " Balas perawat itu tenang.
Reka diam sejenak,lelaki itu mencoba mengingat kejadian apa yg menimpa mereka.
" Akhhh sakit " Ucap Reka meringis memegang kepalanya.
" Ya makanya kau diam saja disini dulu,saya akan memanggilkan Dokter " Ucap perawat tegas.
Reka mengangguk kecil,perawat pun bergegas keluar.
" Apa Hani baik2 saja ?" Gumam Reka khawatir.
Lelaki itu mencoba mengingat apa yg terjadi,tapi saat mencoba kepala Reka terasa sangat sakit.
Tak lama Dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Reka yg cukup parah.
Diruangan lain,seorang gadis tidur meringkuk diatas brangkar.
Tak ada siapapun disana selain dirinya,tak ada sanak keluarga sahabat dan orang yg special.
Hani tertidur setelah tadi sempat histeris mendengar Reka kekurangan darah.
Gadis itu jatuh pingsan saat ingin berusaha masuk keruang UGD tempat Reka dirawat.
Dari luar,seorang pria menghela nafas panjang.
Vero terlihat sedih melihat Hani yg terpuruk saat ini,pria itu merasakan apa yg Hani rasakan sekarang.
" Apa dia akan baik2 saja ?" tanya Vero kepada Dokter.
" Sepertinya dia punya trauma dimasa lalu " Ucap Dokter serius.
Keduanya terlihat mengintip Hani dari celah pintu yg terbuka sedikit.
Deg...
Vero tersentak mendengar ucapan Dokter barusan.
" Kami melihat ktpnya,dia seorang anggota " Ucap Dokter lagi.
" Ya dia gadis yg tangguh " Jawab Vero terkekeh pelan.
" Hm tapi tidak setangguh jabatannya,dia hanya manusia biasa " kata Dokter prihatin.
__ADS_1
Vero diam mencoba mencerna ucapan Dokter barusan.
" Lukanya akan segera mengering jika sering diobati obat yg sudah diresepkan " Kata Dokter mengalihkan.
" Dok " Panggil Vero serius.
Dokter menatap lelaki itu tak kalah serius.
" Apa dia akan baik2 saja ?" tanya Vero lagi mengulang pertanyaan pertamanya.
" Jika boleh jujur,gadis itu sedang lemah,saya tadi sempat mengira bahwa lelaki yg sama dengannya tadi adalah suami,tapi pas kami tanya dia bilang teman dekat " kata Dokter pelan.
" Ya itu sahabatnya " Balas Vero.
" Anda mengenali pria itu ?" tanya Dokter terkejut.
Vero yg tak sadar dengan ucapannya seketika terkejut sendiri.
" Ya em kalo bukan suami ya pasti teman kan " Kata Vero mencoba melawak.
" Hm iya juga,intinya gadis itu tidak boleh banyak beban dulu " kata Dokter kembali ke topik.
" Apa dia bisa pulang ?" tanya Vero hati2.
" Ya,tapi temannya belum,kami harus memeriksa lebih detail " Jawab Dokter.
" Baiklah " Kata Vero mengerti.
Dokter paru baya itu menjauh dari kamar.
Vero kembali melihat Hani dengan tatapan yg sulit dimengerti.
Ntah mengapa melihat Hani seperti sekarang membuat hati lelaki itu terasa sakit.
Lama terdiam tiba2 Vero teringat sesuatu.
" Ya Tuhan,Sofia " ucap Vero menutup mulutny.
" Setengah 10,astaga mati aku " Kata Vero kelabakan sendiri.
Lelaki itu langsung berlari kesetanan keluar dari area rumah sakit.
" Bisa2nya aku lupa sama Sofia,dia pasti kelaparan nungguin aku " Ucap Vero menyesal.
Lelaki itu melaju dengan kencang,sungguh kejadian pagi tadi membuat fokusnya teralihkan.
Pria itu melupakan seorang gadis kecil yg menunggunya pulang.
" Bubur,ah gak ini udah siang,nasi padang aja " Ucap Vero melihat pedagang kaki lima berjejer dijalanan.
Pria itu berhenti disebuah warung dan membeli nasi bungkus,tak lupa Vero juga membeli beberapa snack dan minuman untuk membujuk putrinya nanti..
Sesampai dirumah,terlihat sebuah mobil mewah terparkir didepan.
Vero keluar dengan tergesa seraya menyiapkan mental baja
" Semoga bukan dia " Gumam Vero berharap.
Kreeeeeekkkkkkk....
Pagar dibuka dengan hati2,pria itu melangkah masuk dan....
Jreeeeeenggggggg.....
Seorang wanita muda sedang duduk dikarpet depan Tv sambil menyuapi Sofia.
" Dari mana aja kamu ?" tanya Laura tanpa basa basi.
Vero menoleh keruang makan dan menelan ludah kasar melihat iparnya disana menatap dengan tajam.
" Kak kapan kesini ?" tanya Vero deg degan.
__ADS_1
" Kapan ? kira2 kapan aku kesini ?" Tanya Laura balik.
Vero melihat Sofia,naas gadis kecil itu membuang muka sambil mengunyah.
" Em tadi aku em beli ini Kak " Kata Vero menunjuk bungkusan yg ia bawa.
" Beli nasi padang dimana kamu ? Ternate ?" Tanya Laura geram.
Glek....
Vero menelan ludah kasar lagi,tatapan Laura begitu membunuh membuatnya takut.
" Emang di ternate ada jual nasi padang Pa ?" Tanya Boy kepada Justin yg diam seribu bahas.
" Shuutttt,gak usah bersuara Mama lagi marah " Kata Justin pelan.
" Yg salah kan Om Vero bukan kita " Kata Boy bingung.
Justin membekap mulut putranya yg ngeri akan memancing kemarahan Laura.
" Anak ditinggal sendirian dirumah sampe gak bisa sekolah,gak makan,mau bunuh Sofia kamu ?" Bentak Laura kesal.
" Maafin Papa Nak,Papa salah " kata Vero memelas.
Sofia tak menjawab dan kembali mangap untuk diisi makanan.
Gadis kecil itu sudah mengganti bajunya dengan baju biasa karna tau tak akan pergi sekolah..
" Awas kamu ya aku aduin sama Mama biar kapok kamu dihajar !" Ancam Laura tajam.
" Waduh bakal gempar nih " Gumam Boy ngeri.
Justin juga terlihat ngeri,karna ia tau Cila kalau marah bisa menelan orang hidup2.
" Jangan Kak,nanti aku digantung dikandang ayam " kata Vero memelas.
" Biarin,biar jadi ayam sekalian " Kata Laura tak perduli.
Vero terlihat lesu dan menaruh bawaanya kelantai.
" Tadi aku ketemu Hani Kak " Kata Vero pelan.
" Oh karna Hani kamu sampe lupain Sofia !" Bentak Laura kesal.
" Eeeh bukan gitu Kak ''Kata Vero kelabakan.
" Aku ketemu Hani sama Reka,mereka kecelakaan " kata Vero sedih.
" Apa !" Pekik Justin terkejut.
" Hani gak papa,cuma Reka parah " Lanjut Vero.
" Gimana kamu bisa tau ?" Tanya Justin mengernyit.
" Aku yg bawa mereka kerumah sakit,makanya sampe lupa sama Sofia " Jawab Vero jujur.
Laura kembali terkejut dengan ujaran sang adik.
" Kenapa bisa kecelakaan ?" tanya Laura serius.
" Katanya korban tabrak lari " jawab Vero hati2.
" Hah siapa yg nabrak ?" Tanya Justin heran.
" Lagi dicari sama Polisi " Jawab Vero.
Laura dan Justin mangut2 paham meski keduanya merasa ada yg janggal.
" Siapa ya ?" gumam Vero menebak.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Lik3,Coment ya.