Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Flash


__ADS_3

Flashback On


2 orang bersaudara masuk kesebuah tempat hiburan malam yg ramai pengunjung.


Angel terlihat semangat melihat kerlap kerlip lampu dan orang2 yg berjoget disana.


" Hei kalian berdua " Panggil seseorang.


Angel menoleh dan mengernyit.


" kenapa Om ?" tanya Angel.


Pria itu melihat Angel dari ujung kaki hingga kepala.


Gadis itu memakai pakaian serba panjang sedangkan pria disampingnya memakai pakaian yg sama juga.


" Udah cukup umur belum ?" Tanya pria tersebut.


" Hah " Pekik Angel kaget.


" Mana ktp kalian ?" tanya pria itu lagi.


Angel melihat Arshad,lelaki yg tak pernah masuk club malam tersebut diam melihat gadis yg memaksanya tersebut.


" Udah Om " Jawab Angel semangat.


" Berapa umur kalian ?" Tanya pria itu lagi.


" Om gak percaya kita udah dewasa ?" tanya Angel gemas.


Pria itu mengangguk pelan.


" Haissstt,kasih ktp kita Syad " Kata Angel memerintah Arshad.


Arshad mengangguk,lelaki itu dengan polos membuka tas tangannya dan memberikan ktp mereka berdua.


" Salders ?" Gumam Lelaki itu cukup terkejut melihat akhiran nama kedua anak manusia itu.


" Hm " Jawab Angel memasang gaya songongnya.


" Ya udah,masuk sana,hati2 " kata pria itu memberikan lagi ktp kepada Arshad.


Angel tersenyum dan menarik tangan Arshad masuk.


" Sepertinya nama itu tidak asing ?" Gumam lelaki yg berprofesi satpam tersebut.


Suara berisik dan dugeman menghantam telinga pun terasa menggelegar.


Arshad terlihat takjub,meski pria itu sudah dewasa dan gaul tapi Arshad tidak pernah ketempat hiburan malam tersebut,paling ia hanya ke cafe saja yg ada tempat djnya.


" Njel " Panggil Arshad menarik baju belakang Angel.


" Udah tenang aja,aman " Kata Angel santai.


" Kamu sering kesini ?" Tanya Arshad menelan ludah kasar.


" Hm " jawab Angel pelan.


" Hah sama siapa ?" Tanya Arshad syok.


" Ck gak usah banyak tanya deh,ayo cari meja " Jawab Angel gemas.


Lelaki itu pun ditarik menuju meja bar,Arshad sedikit deg degan.


Meski terkenal gentle tapi lelaki itu masih takut dan menciut apalagi maniknya melihat banyak wanita yg berjoget ria dengan pakaian tak pantas.


" Astaga nih anak bener2 deh,pantes aja Papa bilang aku gak boleh ikut2an nih bocah " Gumam Arshad mengingat perkataan Aktam beberapa waktu lalu.


Angel memang mempunyai kebebasan dalam dirinya,Ana dan Prito tak terlalu mengkhawatirkan gadis tersebut karna mereka tau Angel pasti menjaga diri,apalagi sifat bar2 nya sudah menurun dari Ana sejak dini.


Reno juga lelah memarahi gadis tersebut jika ketahuan,tapi Angel tetap Angel yg punya banyak akal.


Keduanya duduk disebuah meja,Angel memanggil pelayan.


Arshad duduk masih melihat sekeliling.

__ADS_1


" Ini keren banget " Gumam lelaki itu mulai bisa beradaptasi.


" Bang,yg ringan2 aja ya " Kata Angel kepada pelayan.


" Oke " Balas pelayan mengerti.


Angel kembali duduk nyaman,gadis itu terlihat tak punya beban sedikit pun.


" Gimana Syad,keren gak ?" tanya Angel menoleh.


" Hm keren " Jawab Arshad.


" Bawa rokok gak ?" tanya Angel.


" Bawa,tapi kamu gak boleh " Jawab Arshad tegas.


" Ya ya " Jawab Angel memutar mata.


Arshad membuka tasnya dan mengeluarkan rokok yg biasa ia hisap.


Keduanya menikmati dentuman musik,tak lama kemudian pelayan tadi datang dan memberikan beberapa botol bir dengan kadar rendah.


" Kopi gak ada Njel ?" tanya Arshad polos.


" Pfttttthahahahhahah " Angel langsung tertawa ngakak mendengar pertanyaan saudaranya.


" Gak ada Mas,kopi2an ada " Balas Pelayan terkekeh.


" Duh jangan bikin malu deh Syad,ini bukan warkop " Kata Angel gemas.


" ya mana aku tau,biasa dicafe ada jual kopinya atau teh " Kata Arshad mengkrucut.


Pelayan ingin tertawa,Arshad begitu lucu menurut mereka.


" Ya udah Bang,makasih ya " Kata Angel meminta pelayan pergi.


Arshad masih diam,lelaki itu melihat beberapa botol didepannya.


Pria itu tidaklah bodoh,ia tau jika mereka meminum itu pasti akan mabuk.


" ini belum rame Syad " kata Angel melihat sekeliling.


" Hm jam 1an " jawab Angel.


" Kamu beneran sering kesini ? Kok aku gak tau ?" tanya Arshad heran.


" Ck kamu mana mau diajak kesini,dulu kutu buku banget " Cibir Angel.


Arshad kembali diam,gadis itu mengambil alat pembuka dan seketika botol tersebut meminta untuk diminum.


" Njel,kamu beneran ?" Tanya Arshad ragu.


" Tenang aja,aman " Jawab Angel.


Gadis itu mulai menandak,Arshad hanya bisa menarik dan menghela nafas panjang.


" Duh nih anak bikin gak tenang deh " Gumam Arshad takut.


Tegukan demi tegukan gadis itu layangkan ketenggorokannya.


Merasa penasaran,lelaki itu pun mencoba dan seketika rasa panas menjalang ke tenggorokan.


" Uekk ini apa Njel,gak enak " Kata Arshad mengkual.


" Minum aja,lama2 enak kok " Balas Angel.


Arshad mencoba lagi,lama kelamaan keduanya malah berpesta.


Arshad mulai terbuka,lelaki itu banyak tertawa melihat tingkah Angel yg seperti orang gila.


" Gimana kalo kita telfon Om Daniel Syad,dia pasti lagi pusing kayak kita " Kata Angel setengah sadar.


" Jangan,udahh malam " Jawab Arshad.


" Uhhh ya udah deh " Kata Angel menaruh lagi hapenya di meja.

__ADS_1


Tanpa gadis itu sadari tertanya panggilannya tadi sudah menyambung dan sedang berdering.


Arshad dan Angel maju kedepan meja mereka dan berdansa ala2.


" Kamu jelek amat Njel " Kata Arshad terkekeh.


" Kamu juga jelek " Balas Angel.


" Hahaha kenapa kita jelek ya Njel ?" Tanya Arshad lagi.


" hahahaha emak bapak kita jelek juga " Jawab Angel.


Diseberang,seorang pria merasa terganggu dengan dering ponselnya.


" Angel ?" Gumam Daniel kaget.


" Kenapa nih anak nelfon malam2 ?" Gumam Daniel heran.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.56 yg menunjukkan akan tengah malam.


Daniel yg ingin tidur bangun dari berbaringnya.


" Halo Njel " Sapa Daniel.


Suara deguman musik menggelora ditelinga lelaki itu.


" Njel ?" panggil Daniel heran.


Tak ada jawaban,hanya ada suara musik dj yg sangat besar.


" Tambah lagi Syads " Pekik seorang wanita diseberang.


" Angelll !" Ucap Daniel mengenali suara.


" Astagaa anak itu dimana ?" Gumam Daniel heran.


Suara kakakan terdengar nyaring,bukan hanya suara perempuan melainkan ada suara pria juga.


" Gak bener nih anak " Gumam Daniel memegang kepalanya sakit.


Tut.


Panggilan terputus,Daniel bergerak cepat dan langsung melacak keberadaan gadis itu.


Beberapa saat manik Daniel terbelalak.


" Dia ngapain disini ?" Gumam Daniel heran.


Pria itu terus melacak dan benar saja Angel berada dititik tersebut.


Tanpa tunggu lama Daniel langsung bergegas keluar dari rumah menuju lokasi.


Ditempat,Arshad sudah muntah2.


Lambungnya sudah tak bisa lagi menerima minuman beracun tersebut.


" Njell ayo pulang " Rengek Arshad sudah oleng.


" Nanti Syad " Jawab Angel menoyor kepala lelaki itu agar menjauh darinya.


Arshad terbaring tepar,badannya tak sanggup lagi berdiri,rasa mabuk sudah pria itu rasakan.


" Mamaaa " Rengek Arsyad ingin menangis.


" cih dasar manja " Hujat Angel menggeleng.


Gadis itu terus minum hingga tangannya ditangkap seseorang.


Angel berbalik badan dan seketika melotot.


" Eh Om hehe,minum Om " Sapa Angel dengan ngengesan nya.


" Astagfirullah Angellll " Ucap Daniel tak percaya.


" Muehehehee...

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2