Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kantor


__ADS_3

Dikantor polisi terlihat massa berkumpul dengan berbagai macam ocehan.


Beberapa aparat berdiri dengan sikap siaga takut2 para masyarakat tersebut mendemo terlalu jauh.


Seorang pria baru datang dengan sepeda motornya dan menghampiri salah satu teman.


" Kenapa bisa ramai begini ?" tanya Denis berbisik.


" Gak tau Nis,tadi pas aku datang udah gini " jawab teman Denis.


" Ada apa ya ?" Gumam Denis penasaran.


Pria itu ingin maju tapi lengannya ditarik.


" Kamu mau kemana ?" Tanya lelaki itu kaget.


" Kedepan,aku mau cari tau ini ada masalah apa " Jawab Denis.


" Jangan Nis,nanti mereka nyerang " Balas teman Denis.


" Gak papa,aman " Balas Denis tersenyum kecil.


Pria itu melepaskan diri dan berjalan kedepan dengan wajah tenang.


Saat Denis berada didepan,alangkah kagetnya pria itu melihat sebuah foto yg ia kenal.


" Hani " ucap Denis terbelalak.


" Pecat wanita itu !!! sampah masyarakat gak pantes jadi polisiii !!!" Teriak pendemo heboh.


" Iyaaa,bikin kotor negara !!!" Jawab pendemo lain.


Glekkk....


Denis menelan ludah kasar,pria itu sungguh tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.


Kata2 yg keluar dari mulut warga terlihat begitu kasar dan menyakitkan,bahkan ada yg tega membakar foto Hani yg sedang tersenyum bersama teman2 seprofesi.


" Abang kenapa ?" Tanya adik tingkat Denis berjaga.


" Gak papa " jawab Denis sambil memegang kepalanya.


" Aku masuk dulu,kamu tahan mereka jangan sampai masuk " Titah Denis menepuk bahu pria itu.


" Iya Bang " jawab sang adok tingkat.


Denis masuk kedalam kantor dan mencari seseorang.


" Mau kemana Bang ?" tegur seorang pria membuat langkah Denis terhenti.


" Pak Surya dmana ?" tanya Denis tenang.


" Gak ada diruangannya " Jawab Pria tersebut.


Denis diam sejenak dengan wajah mengernyit.


Ini jam kantor tapi salah satu kepala tersebut menghilang tanpa kabar.


" Ya sudah " Ucap Denis menepuk bahu temannya.


" Bang Denis kenapa ya ? Pak Surya juga kenapa ? Hari ini banyak banget orang cari mereka " Gumam Teman Denis merasa heran.


Langkah Kaki Denis terlihat mantap,lelaki itu memasuki ruangan dan melihat sekitar.


Heninggf......


Tak ada siapa pun diruangan cukup besar tersebut,terlihat beberapa mainan anak kecil berserakan dilantai.


Denis memungutnya dan menatap mainan bebek itu.


" Uhh jadi kangen sama Adek " Gumam Denis pelan teringat anaknya dirumah.


Pria itu melihat2 lagi,ada beberapa menit disana akhirnya Denis keluar.

__ADS_1


Secara tak sengaja pria itu pun berpapasan dengan orang yg ia cari.


" Selamat siang Pak " sapa Denis sopan.


Surya yg melihat Denis diruangannya sontak tak bisa menyembunyikan keterkejutan.


" Kenapa kamu diruangan saya ?" tanya Surya tanpa basa basi.


" Oh tadi saya cari bapak " Jawab Denis tenang.


" Ada apa ?" tanya Surya mengernyit.


" Hm,bapak sudah lihat didepan ada orang demo ?" tanya Denis hati2.


" Ya,apa yg mereka demokan ?" tanya Surya pura2 tidak tau.


Denis tersenyum smirk,pria itu tidaklah bodoh bisa membaca raut wajah Surya yg terlihat menyimpan sesuatu.


" Ntah lah,mereka meminta memecat Hani " Jawab Denis menatap lelaki itu.


Deg....


Surya tersentak dan berusaha sekuat tenaga agar tak mencurigakan.


Denis mendekati lelaki itu dan menatap atasannya dengan manik menyelisik.


" Bapak baik2 saja ?" tanya Denis


" Hm ya saya baik2 saja " Jawab Surya tersenyum canggung.


Denis mengangguk dan izin keluar.


Kin tinggal Surya sendirian diruangan yg cukup besar tersebut.


" Apa yg harus aku lakukan ?" Gumam Surya meremas rambutnya.


Sejak ia datang tadi membuat otak Surya blank.


Sungguh ia tak menyangka para pendemo berbondong2 mengatai Hani habis2an didepan orang banyak.


Heningg...


Belum tersambung hingga suara operator terdengar.


" Astaga Nial kamu dimana !" gumam Surya kesal.


No hape sang putri sudah tidak aktif lagi,pria itu bingung harus berbuat apa sekarang.


Ceklek...


Pintu ruangan kembali terbuka,Surya berbalik badan dan terdiam melihat seorang pria berdiri diambang pintu.


" Pak,apa kita perlu mengusir pendemonya ?" Tanya anak buah pria itu tenang.


" Mereka masih didepan ?" Tanya Surya bersikap anteng.


" Iya Pak,mereka ingin bertemu Hani " Jawab pria berseragam tersebut.


" Minta mereka pulang tapi jangan dikasari " Titah Surya tegas.


" Mereka tidak mau Pak,mereka kekeh tetap menunggu "


Surya menghela nafas panjang,disaat bersamaan ponsel pria itu berdering.


Surya melihat nama dilayar dan jantungnya langsung berdetak kencang.


" Kamu boleh pergi dulu " Kata Surya kepada bawahannya.


" Siap Pak " Jawab pria itu mengerti.


Pintu tertutup rapat,Surya menarik nafas panjang dengan helaan pelan sebelum menerima panggilan kramat tersebut.


" Halo " Sapa Surya sopan.

__ADS_1


" Kamu dimana ?" Tanya seseorang diseberang.


" Saya dikantor Pak " Jawab Surya.


" Saya dirumah sakit menemui anak buah mu " Kata pria itu dengan nada tenang.


" Apa !" Pekik Surya terbelalak.


" Saya memberinya Sp 1 karna perbuatan tak layak dicontoh sesuai laporan "


" Apa " Gumam Surya kembali kaget.


" Kenapa ?" tanya pria itu lagi.


" Gak ada apa2 Pak,sekarang bapak mau kemana ?" tanya Surya mengalihkan.


" Saya akan kekantor,para pendemo masih ramai dan kau tidak ada rencana mau membubarkan mereka ?" tanya Lelaki itu penuh muslihat.


" Siap Pak,saya akan meminta mereka untuk bubar " jawab Surya tegas.


" Baiklah "


Tuh.


Panggilan terputus,Surya menaruh hapenya dengan hentakan yg cukup keras.


" Astaga apa yg harus aku lakukan ?" Gumam Surya bingung.


Pria itu kembali panik,otaknya buntu untuk mencari jalan keluar.


Didepan para pendemo makin heboh,Denis keluar melihat keadaan.


" Kita harus gimana Bang,ini hal terkonyol yg pernah terjadi " Ucap teman Denis menggeleng pelan.


" Memangnya apa masalah semua ini,kenapa mereka meminta Hani dipecat ?" tanya Denis heran.


Teman Denis mengeluarkan hape dan membuka sesuatu.


" Ini Bang,semua karna berita ini " Ucap Lelaki itu memberi hapenya kepada Denis.


Denis menerima dan seketika melotot.


" Siapa yg membuat fitnah seperti ini !" Ucap Denis geram.


" Fitnah ?" Ulang teman Denis kaget.


" Iya,ini tidak benar,ini bukan Hani " jawab Denis emosi.


" Darimana abang tau kalo ini bukan Hani ?" Tanya lelaki itu heran.


" Hani itu bukan gadis liar,aku tau karna Ver...." Ucap Denis menggantung.


" Apa Bang ?"


Denis menghela nafas dan memberikan hape itu kepada pemiliknya lagi.


" Bang,mau kemana ?" Pekik teman Denis heran melihat Denis kesal.


Denis tak menjawab,kakinya terus melaju masuk kedalam ruangan yg ntah tembus kemana.


" Apa hubungan Bang Denis sama Hani ? Memangnya mereka keluarga ?" gumam lelaki itu bingung.


Surya mendekat dan mengambil posisi membuat para aparat berjaga dan siap.


" Apa yg kalian inginkan ?" tanya Surya kepada Massa.


" Berhentikan gadis itu,dia tidak pantas menjadi aparat negara !" Jawab salah satu warga dengan tegas.


" Itu kesalahpahaman " Balas Surya tenang.


" Apa ! Jangan menutupinya !" Teriak warga lain heboh.


Surya memejamkan matanya sejenak,sungguh lelaki itu masuk perangkapnya sendiri.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2