Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Liburan


__ADS_3

Sinar matahari terlihat menyelinap masuk ke sebuah kamar.


Angin masuk dari celah jendela yg tak tertutup rapat ditambah dinginnya Ac yg berada dipojokan kamar.


Sepasang anak manusia masih tidur meringkuk diranjang empuk yg mereka tepati semalaman.


Hani dan Daniel masih tidur,suasana begitu nyaman untuk menutup mata.


Erangan terdengar lirih saat salah satu dari mereka merentangkan tubuhnya.


Perlahan manik itu terbuka,sinar matahari langsung menyambut membuat ia seketika menutup mata karna silau.


Hani menoleh kesamping dan Deg...


Sebuah wajah menenangkan tepat berada didepan matanya.


Jarak keduanya begitu dekat membuat gadis itu seketika mematung.


Daniel masih tidur dengan mata tertutup rapat,pria dewasa itu terlihat sangat lelah apalagi baru bisa tidur jam 3 pagi.


" Dah siang " Ucap Hani pelan.


Gadis itu menjauhkan sedikit kepalanya,ternyata yg membuat tidur gadis itu nyaman adalah pelukan Daniel yg tak lepas sejak mereka bercanda gurau semalam.


Bahkan lengan Daniel pun menjadi bantal empuknya.


" Emhhh " Lenguh Daniel mulai bergerak.


Hani diam memejamkan mata pura2 tidur,gadis itu merasa malu dengan mereka berdua meski tak terjadi apa2.


" Hmmm udah pagi ya ?" tanya Daniel serak melihat sinar.


" Hm " Jawab Hani mengangguk.


Pria itu menoleh dan diam sejenak melihat Hani.


Tangan Daniel diletakkan dibawah pipinya membuat pria tersebut sangatlah menggemaskan.


" Kenapa wajahmu begitu ?" tanya Daniel terkekeh.


" Hah ?" Kata Hani tersentak.


" Cuci muka sana,iler mu dah kering " Kata Daniel terkekeh.


" Aku gak ileran " Balas Hani meraba mulutnya.


" Tuh kering berkerak " Kata Daniel pura2 merinding.


Hani melotot,detik berikutnya gadis itu kelabakan turun.


Brugh...


Gadis polos itu mendarat sempurna di lantai dengan kaki diatas.


" Ehh kenapa ?"Pekik Daniel kaget.


" Aduhhh " Ringis Hani kesakitan.


" Aaaaaa " pekik Gadis itu kaget kakinya ditarik.


" Aduhhh kenapa bisa jatuh sih ?" tanya Daniel menolong gadis itu bangun.


" Kakak ihhh jangan ditarik " Kata Hani menampar lengan Daniel.


" Ini mau ditolongin " Balas Daniel gemas.


Hani mengkrucut,ia duduk merapikan rambutnya yg sudah semberawut.


" Hahahaha " Daniel tiba2 tertawa ngakak.


Ia merasa lucu dengan tingkah gadis polos tersebut.


Setelah merapikan rambut dan moodnya Hani menatap Daniel dalam.


" Kenapa ?" tanya Daniel merasa aneh dengan tatapan gadis itu.


" Kakak gak ngapain2 aku kan semalam ?" tanya Hani hati2.


" Hah ?" tanya Daniel kaget.

__ADS_1


" Ayo jawab !" Paksa Hani bersedekap dada.


" Hmm jujur gak ya ?" Tanya Daniel memegang dagunya.


" Harus dong,aku laporin Kakak ke polisi !" Kata Hani tajam.


" Haha laporin aja,kan Kakak polisinya uekkk " Olok Daniel terkekeh.


" Ih polisi gak guna " Cibir Hani.


Tawa Daniel makin besar,suasana hati pria itu sangat baik pagi ini.


" Dah ah,ayo pulang ini hari senin " Kata Hani bangkit.


" Senin ?" Ulang Daniel.


" Iya Senin " jawab Hani menoleh.


Keduanya diam sesaat hingga manik Hani melotot.


" Astaga Kakak piket kan ?" Tanya Hani teringat.


" Apel " Jawab Daniel memperbaiki.


" Duhh gawatttt,gimana nihhh ?" Tanya Hani panik sendiri.


Daniel diam,Hani terlihat mondar mandir bingung mau ngapain.


" Udah tenang aja " Kata Daniel menahan gadis itu.


" Ayo cepetan pulang,duh mana jauh dari rumah lagi " Kata Hani masih panik.


Daniel mengulum senyum,ia yg bekerja tapi gadis itu yg heboh.


Daniel bangun dan mendekati gadis tak bisa diam tersebut.


" Gak papa,nanti kakak langsung ke lokasi aja " Kata Daniel memegang bahu Hani.


" Kalo dimarahin sama Bos gimana ?" tanya Hani takut.


Daniel tersenyum,perlahan lelaki itu menarik Hani kedalam pelukannya.


Hani yg masih diselimuti rasa khawatir terlihat bingung dengan tingkah lelaki itu.


" Kenapa ?" tanya Hani mendongak.


" Ck gak usah dilihat " Jawab Daniel mengusap wajah Hani.


Gadis itu mengkrucut dan menampar dada Daniel.


Keduanya diam,hening...


Daniel memejamkan mata merasai tubuh hangat dan mungil gadis didepannya.


Beberapa saat kemudian,Daniel melepas Hani dan tersenyum lagi.


" Dah,kamu mau mandi dsini apa dirumah ?" tanya Daniel tenang.


Hani yg terbuai dengan pelukan lelaki itu diam tak menjawab.


" Hani ?" Panggil Daniel lagi.


" Hah iya Kak,,dirumah aja ayo pulang " Jawab Hani cepat.


Daniel mengangguk,pria itu berjalan ke kamar mandi dan menutupnya.


Hani terduduk diranjang menatap nanar,jantungnya berdetak tak karuan.


Gadis itu bingung kenapa ia tak menolak berada dipelukan orang asing.


" Ya Tuhan rasa apa ini ?" Gumam Hani berdebar.


Tok tok....


Suara pintu terdengar,gadis itu berjalan kedepan dan mengintip dari celah lubang.


Ceklek.


pintu terbuka,nampaklah seorang laki2 dengan seragam hotel membawa troly makanan.

__ADS_1


" Sarapan Nona " Tawar lelaki itu.


" Iya Mas " Jawab Hani tersenyum manis.


Troly masuk kedalam,si pelayan menaruh beberapa makanan diatas nakas dan berbarengan dengan Daniel keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada.


" Astaga " Ucap Hani terbelalak.


Daniel yg melihat ada orang asing pun sedikit terkejut,tapi ia berusaha santai.


" Mau makan ?" tanya Daniel memecah keheningan.


Hani mengangguk pelan.


Pelayan keluar,Hani menutup pintu dan memejamkan matanya sejenak.


" Hani " Panggil Daniel dengan suara yg membuat jantung gadis itu tak karuan.


" Duhh astagaaa tenang Hani " Batin Hani menguatkan diri.


Hani berbalik badan dan mendapati Daniel duduk diatas ranjang dengan baju kutang.


" Ayo sarapan dulu " ajak Daniel tersenyum.


Hani mengangguk,ia mendekat dan naik keranjang..


Dengan gentle lelaki itu menyiapkan makanan yg sudah ditaruh diatas nampan.


Karna tak ada meja khusus makan jadilah mereka makan sealakadarnya.


" Kenapa bengong ?" Tanya Daniel melihat Hani menatapnya tanpa kedip.


" Ganteng " Jawab Hani pelan.


" Hah ?" Ulang Daniel kaget.


" Eh maksudnya em anu em lapar astaga aku sangat lapar " Jawab Hani kelabakan.


Daniel mengulum senyum,jawaban polos gadis itu benar2 menggemaskan.


Keduanya pun sarapan dengan tenang.


Sesekali Daniel melihat raut wajah Hani,tapi gadis itu mulai memasang gaya masa bodoh apalagi Hani dihadapkan dengan hidangan yg menggoyahkan semua rasa malunya.


Setelah semua selesai,mereka keluar dari kamar.


Debur ombak membuat pemandangan pagi ini tambah menarik.


Hani begitu terpukau dengan ciptaan Tuhan tersebut.


" Nanti kita kesini lagi " Tegur Daniel berbisik.


" Iya Kak " Jawab Hani mengangguk dengan senyum kecilnya..


Daniel membuka pintu mobil,mereka pun meninggalkan lokasi..


" Langsung ke tempat kakak kerja aja " Ucap Hani teringat.


" Terus kamu gimana ?" tanya Daniel menoleh.


" Aku bisa pulang naik angkot,kalo balik ke kost kelamaan " Jawab Hani serius.


Daniel diam sejenak melihat raut wajah gadis itu.


" Aku memang ada pasien bentar lagi " Ucap Daniel pelan.


" Kok pasien ?? emangnya Kakak Dokter hahaha " Kata Hani tertawa.


" Iya Kakak dokter " jawab Daniel serius.


" Hah ?" kata Hani seketika melotot.


" Kakak Dokter polisi disana " Jawab Daniel terkekeh geli.


" Apa !" Pekik Hani menutup mulut tak percaya.


Daniel tertawa ngakak seraya mengusel kepala gadis itu.


" Astagaaa yg benar saja " Kata Hani masih syok.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2