
Semua persiapan sudah selesai,kini tibalah hari pernikahan Vero dan Laura.
Sanak keluarga berkumpul dirumah Cila dan David,Laura mulai menangis saat dirinya akan di make up.
Laura teringat akan ibunya,dihari penting dan sakral ini Laura merasa sendiri.
Tak ada orang tua yang menemaninya,Laura sangat terpuruk dirinya merasa menjadi gadis yang sangat malang.
" Jangan menangis lagi,itu akan merusak riasan mu " Kata tukang rias Laura merasa iba.
" Iya Mba,maaf saya hanya merasa sedih " Kata Laura menahan air matanya sekuat tenaga.
" Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri " Kata Tukang rias tersenyum.
Laura mengangguk tersenyum.
" Maafkan aku Justin,aku mengingkari janji kita " Batin Laura menghadap cermin melihat wajahnya kini sudah sangat cantik.
Diruang tamu semua sudah berkumpul,keluarga Reno dan Nisa semuanya hadir disana untuk menghadiri pernikahan Laura,anak angkat Cila dan David.
Vero terlihat sangat gagah sudah siap duduk dihadapan penghulu.
Disamping pria itu sudah hadir Cila dan David.
Cila sekuat tenaga menahan tangisnya agar tak membuat orang2 lain menjadi sedih.
" Inget ya ngak usah nangis,nanti riasannya lecek lagi jangan nyusahin orang " Bisik Ana perlahan.
Cila melotot terkejut dan menampar kesal lengan gadis itu.
" Hehe senyum dong,hari bahagia kok nangis " Cibir Ana.
" Awas ya kamu " Ancam Cila kesal.
Ana menjukurkan lidahnya berhasil membuat Cila tak menangis lagi.
Memang dari dulu Ana dan Cila tak pernah akur,ada saja bahan perkelahian mereka.
" Udah kamu duduk tenang sini sama Bibi " Kata Clara menarik lengan gadis itu.
" Bibi ? hahaha itu sangat menggelikan " Kata Ana tertawa renyah.
" Haist nih anak,kamu ngak tau ya kalo Kakak udah jadi mertuanya Abang kamu,jadi harus sopan " Kata Clara sombong.
" Heleh,kan Bang Bara yang jadi menantu bukan aku " Kata Ana bersedekap dada.
" Anak ini " Geram Clara ingin sekali menjitak kepala Ana.
" Ck sudah2 duduk tenang acara mau dimulai " Tegur Nisa menggeleng melihat mereka berdua.
" Si Ana tuh Kak cari masalah sama aku " Adu Clara.
" Ih,kok aku,besan Bunda nih yang cari gara2 " Kata Ana tak terima.
" Ehm " Dehem Nisa merasa geli dengan sebutan 'Besan' untuk Clara.
Clara menahan senyum melihat wajah sang Kakak berubah aneh.
" Aduh ngak boleh ketawa kenceng2,nanti malah berojol disini bisa berabe " Gumam Clara mengusap perut buncitnya.
" Hm,langsung viral deh ibu2 melahirkan diacara kawinan orang " Celetuk Ana cekikikan.
Zaiva menyenggol lengan gadis itu menyuruh Ana diam.
" Hehe iya becanda yaelah sensi amat emaknya aku usik " Kata Ana memutar bola mata malas.
" Emang enak " Hujat Clara merasa menang.
Ana mengangkat bahu acuh.
Laura keluar dari kamar dibantu perias,gadis itu didudukkan didepan penghulu bersampingan dengan Vero.
" Waw keren,Bunda nanti aku juga mau kayak gitu ya " Kata Ana menghadap Nisa.
" Cih,punya pacar aja kagak,siapa yang mau ngawinin " Cibir Nisa malas.
" Kawinin aja sama kucing kampung dirumah Kak " Kata Clara tertawa mengejek.
Ana mengkrucut kesal dan menghadap Reno meminta bantuan.
" Shut diam " Desis Reno dengan mata melotot.
Ana menebalkan bibir bawahnya merasa sedih.
Andrew dan Aktam menggeleng pelan melihat adiknya yang sangat rusuh.
Vero menatap Laura malu2,gadis itu terlihat sangat berbeda.
" Kamu cantik " Puji Vero lembut.
__ADS_1
" Terima kasih " Ucap Laura tersenyum malu.
" Baiklah para hadirin semuanya,acara akan segera dilaksanakan " Kata penghulu membuka suara.
Semua orang mengangguk paham.
Vero pun menjabat tangan penghulu yang menjadi wali Laura.
Cila mulai menangis terharu melihat kedua anaknya menikah,apalagi Vero mengucap lantang ijab kobul.
" Bagaimana saksi Sah ?" Tanya Penghulu tegas.
" Sa..
" Tidak Sah !" Teriak seseorang dengan lantang.
Semua orang terkejut dan melihat kebelakang.
" Siapa dia ?" Tanya Ana melotot kaget melihat seorang pria berkaos putih berdiri menjulang dengan nafas ngos ngosan.
" Tidak sah " Ulang lelaki itu tegas.
" Kak Justin " Gumam Laura melotot kaget melihat pria itu berada diambang pintu.
" Mengapa dia ada disini ?" Tanya Vero sama terkejutnya.
" Aku mohon jangan sah kan mereka " Pinta Justin mendekat kearah penghulu.
" Justinnnn " Teriak seseorang dari luar.
Orang tua Justin berlari mengejar anaknya.
" Justin " Gumam Abraham terkejut melihat Justin bersimpuh didepan Laura.
" Maafkan aku Laura,aku mohon jangan menikah dengannya " Pinta Justin memegang tangan gadis itu.
Laura sangat terkejut dengan kehadiran pria yang ia tunggu selama ini.
David dan Cila kaget bukan main melihat pria yang disukai Laura dulu kini berada dihadapan mereka semua.
" Apa yang kamu lakukan hah ?" Bentak Vero emosi.
Laura diam mematung menatap manik Justin yang menahan tangis.
" Kamu tidak boleh menikahi Laura,dia milik ku " Bentak Justin balik.
" Apa maksud mu Laura calon istri ku ?" Geram Vero emosi.
Seketika suasana langsung ramai melihat 2 lelaki itu.
Tes...
Air mata Laura turun dengan cepat membasahi pipinya.
Ana langsung berlari menolong gadis yang sangat rapuh itu.
" Tenang lah Laura,siapa lelaki itu hm ?" Tanya Ana menahan tubuh Laura.
" Hiks Anaaaaa huhuhu " Tangis Laura langsung pecah menghambur memeluk sahabatnya.
" Kenapa seperti ini ?" Tanya Ana ikut menangis sedih.
" Laura milik gue,dia sudah berjanji akan nungguin gue dan lo merebut dia sekarang !" Teriak Justin menarik juga kerah baju Vero.
" Apa !" Kata Vero terkejut.
Pria itu melihat Laura,Laura terlihat menangis terisak dipelukan Ana dan Cila.
David terdiam,dirinya tak tau lagi harus bagaimana sekarang.
Rendi dan Reno mencoba memisahkan 2 lelaki itu,tapi Vero sudah terlanjur emosi.
Bugh
Dengan keras lelaki itu memukul wajah tampan Justin hingga bibir lelaki itu mengeluarkan darah.
" Justin " Teriak Mama Justin terkejut melihat putranya terluka.
" Brengsek " Teriak Justin geram.
Bugh...
Pria itu melayangkan tinjunya ke Vero hingga Vero terjatuh.
" Anak ku " Teriak Cila histeris melihat Vero terduduk dengan wajah memerah.
" Sudah sudah ini bisa dibicarakan baik2 " Kata Reno menahan Justin yang ingin kembali menghajar Vero.
" Dia merebut kekasihku " Teriak Justin emosi.
__ADS_1
Justin mengibas tangan Reno dan menarik kerah baju Vero yang sedang dibantu Cila berdiri.
" Sini lo berengsek,lo ngak sadar apa hah Laura itu Kakak lo " Teriak Justin geram
Bugh....
Vero kembali terjatuh.
" Apa yang kamu lakukan,berhenti memukul putra ku " teriak David emosi.
" Sudah Nak,jangan membuat kekacauan " Kata Daddy Justin menahan putranya.
Reno dibantu Nisa dan Aktam berdiri lagi,kibasan kuat Justin membuat lelaki parubaya itu terduduk,tenaga Reno sudah melemah melawan Justin yang masih muda dan kuat.
" Bokong aku sakit Nis " Keluh Reno.
" Ck,kesini aja " Kata Nisa menarik lelaki itu menjauh.
Andrew diam tenang melihat Vero dan Justin masih terlibat adu mulut dan adu tonjok.
" Bagaimana ini,apa pernikahan ini mau dilanjutkan atau tidak ?" Tanya Penghulu mulai bingung.
" Pernikahan dibatal " Kata David memutuskan.
Semua orang melotot kaget.
" Mas "
" Papa "
" Pa "
Panggil Laura,Vero dan Cila serentak.
" Ren tolong antar penghulu pulang " Pinta David kepada Rendi.
Rendi mengangguk mengerti,penghulu pun pamit undur diri tak ingin melihat lebih jauh kekacauan yang ada.
" Aku mohon Laura,jangan lakukan ini sama aku,aku serius sama kamu Laura,aku pergi karna ingin memantaskan diri untuk kamu " Kata Justin memegang tangan gadis itu.
Laura mendongak melihat Justin,gadis itu tersenyum getir detik berikutnya Laura jatuh pingsan.
" Laura!!" Teriak Ana panik menahan tubuh lemas Laura.
" Astaga Laura,bangun sayang " Kata Justin panik.
" Laura " Gumam Vero terkejut melihat calon istrinya tak sadarkan diri.
Vero bangkit untuk mendekati Laura tapi baru selangkah berjalan,pria itu tiba2 terdiam memegang kepalanya yang terasa berputar.
" Laura " Gumam Vero pelan seraya menjambak rambutnya merasa sangat pusing.
" Verooooooo " Teriak Sintia,Clara dan Cila histeris melihat lelaki itu terjatuh kelantai.
" Aakhhh sakiittt " Teriak Vero memukul2 kepalanya..
" Astaga Vero " Gumam David langsung membantu menahan tangan Vero yang yang menyakiti dirinya.
Orang tua Justin terdiam bingung melihat Vero menyakiti diri sendiri.
" Bawa rumah sakit Vid " Titah Beni menahan kaki Vero sekuat tenaga..
Vero terlihat sangat kesakitan,Cila menangis tak henti2.
Nisa menarik Clara kebelakang,karna Vero sempat memberontak kepada Clara yang sedang hamil.
" Ada ap...
" Bara siapin mobil !" Potong Reno kepada Bara yang baru sampai.
" Kenapa Pa ?" Tanya Bara bingung.
" Cepat !!!!!" Teriak Reno.
" I i iya " Kata Bara kelabakan dan langsung berlari menyiapkan mobil diluar.
Justin menggendong Laura berlari keluar menggunakan mobil miliknya.
" Aku ikut " Kata Ana dan Hanin kepada Justin yang akan segera pergi.
" Masuk " Titah Justin mengangguk cepat melihat wajah panik 2 gadis itu.
Ana dan Hanin langsung membuka pintu belakang dan memapah Laura yang tak sadarkan diri.
Justin langsung tancap gas menggunakan mobil Range Rover hitamnya.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa terus dukung author ya dengan cara Vote,Like,Coment
__ADS_1