
Rania sarapan bersama dengan rasa malu yg luar biasa.
Sungguh gadis itu tak menyangka bisa menikmati hidangan keluarga besar Salders.
" Mau tambah lagi ?" tanya Lulu yg duduk disamping Rania.
" hah ga Bi,udah kenyang " Jawab Rania menoleh dengan wajah canggung.
" Tambah aja Ran,stock masih banyakk " ucap Angel sambil mengunyah makanannya.
Rania tersipu malu dan melirik Arshad yg hanya diam saja.
" Kamu kenapa Yank ?" Tanya Prito menegur Ana.
Ana menoleh dan menggeleng pelan.
" Kamu kenal gadis itu ?" tanya Prito lagi.
" Ntah lah,aku rasa pernah melihatnya " Jawab Ana sedikit berbisik.
Prito diam,pria itu juga ikut memperhatikan Rania yg sangat terlihat malu2.
Setelah selesai,Angel menganjak Rania untuk ikut dengannya tapi Arshad menahan.
" Dia akan pulang bersama ku " Ucap Arshad.
" yakin ?" Tanya Angel.
" Iya Njel,aku juga mau kerja hehe " celetuk Rania.
" Aku rasa kamu berenti aja San,kan punya ijazah kerja diperusahaan aja " Kata Angel mengingat.
Rania diam,memang saat ini ia kerja serabutan untuk kehidupan sehari2 karna Rania sering pindah2 lokasi.
" Nanti dibicarakan " Potong Arshad.
Angel mengangguk,gadis itu pun naik ke mobil alpard kakeknya dan berangkat bekerja..
" Ayo " ajak Arshad.
Rania mengangguk,gadis itu naik ke mobil mahal Arshad dan melaju keluar dari rumah besar.
Didekat pintu,sepasang suami istri saling melihat.
" Apa itu pacar Arshad yank ?" tanya Lulu kepada Aktam.
" Lah mana aku tau Yank " Jawab Aktam.
" Dia pernah ke kantor ga ?"
" Kayaknya aku ga pernah liat " Jawab Aktam
" Kenapa ?" tanya Aktam lagi.
" Hm ga papa " jawab Lulu ambigu.
" Mau dapat menantu kayak dia ?" tanya Aktam dengan rada menggoda.
" aku sih terserah Arshad,dia yg jalanin " Jawab Lulu.
" ga mau cari yg spesipik gitu ?"Goda Aktam lagi.
Lulu diam,tak mau melanjutkan wanita itu pun masuk kedalam rumah meninggalkan suaminya.
" Hmm " Aktam menghela nafas panjang.
Meski Lulu tak banyak bicara tapi lelaki itu yakin bahwa Lulu juga ingin mendapat menantu yg sesuai keinginan dirinya.
" Ga mau ikutan ah,ntar aku dapat masalah " Ucap Aktam merinding.
Khusus Arshad,Aktam memang tak banyak berkontribusi apalagi jika perihal percintaan sang anak,Aktam merasa putra sambungnya tersebut sudah dewasa dan bisa memilih mana yg baik dan buruk.
Tak mau sakit kepala,Aktam juga berangkat bekerja mencari nafkah untuk anak dan istrinya.
__ADS_1
Dijalan,Aktam dan Rania sama2 diam.
Keduanya tak banyak bicara.
" Syad " Panggil Rania.
" Hm " Jawab Arshad.
" Keluarga mu pada seru ya " kata Rania tersenyum.
Arshad menoleh menatap gadis itu sejenak.
" Ibu kamu,Papa kamu kakek dan nenek serta bibi kamu semuanya ramah tamah " kata Rania terkekeh.
" Ya memang mereka sedikit berisik " Balas Arshad.
Rania mengangguk mengiyakan,meski dirinya malu tapi diam2 Rania memperhatikan sekitar.
Tak lama keduanya sampai,Rania langsung turun dari mobil dan melambaikan tangan kepada Arshad.
" Hati2 ya,makasih banyak " Ucap Rania tulus.
Arshad mengangguk tersenyum.
Mobil pun melaju meninggalkan gadis tersebut didepan gang.
Rania menghela nafas,gadis itu berjalan menyusuri gang untuk menuju ke tempat barunya.
Dengan riang Rania bernyanyi,tapi belum selesai nyanyian gadis itu ia dikejutkan oleh seseorang.
" Kenapa dia ada disini ?" Gumam Rania syok.
Yap,seorang pria dengan kaos biru dan celana pendek berdiri melihat dirinya dari kejauhan.
" Aku harus bagaimana sekarang ?" Gumam Rania menelan ludah kasar.
Pria itu mendekat,Rania sontak melangkah mundur membuat pria itu berhenti bergerak.
" Kenapa kamu disini ?" tanya Rania memasang aba2.
Reka melangkah dan Rania mundur.
" Aku tidak kuat berlari Ran,kaki ku sakit " kata Reka malas.
" Pergi dari sini " Usir Rania.
" Ini bukan kawasan mu " Balas Reka.
Rania kembali diam.
Melihat Rania jengah,Reka langsung berlari dan Rania pun berbalik badan berlari.
" Aaaaa lepasinnnnn " teriak Rania meronta.
" mau kemana lagi kamu hah,ikut aku !" Ucap Reka menangkap gadis nakal tersebut.
" aaaaaaa tolongggggg " Teriak Rania heboh.
Reka langsung membekap mulut gadis itu dengan tangannya membuat teriakan Rania teredam.
" eemmmmmmmm tlonggggg " Pekik Rania meronta ronta.
Reka yg kewalahan dengan tenaga Rania yg cukup kuat,pria itu berinisiatif menggendong Rania paksa.
" aaaaaaaaaaa Rekaaa lepasinnnnn " Teriak Rania.
Reka berlari sambil terus menggendong gadis itu dalam dekapannya.
" Jangan berisik Rann " Kata Reka kesal.
" lepassss " Teriak Rania.
Reka membuka pintu kost dan melempar Rania masuk kesana.
__ADS_1
Lelaki itu juga langsung mengunci pintu kost dari dalam.
" Apa yg kamu lakukan ?" Tanya Rania seketika panik.
Reka ngos2an,pria itu terlihat begitu lelah dengan ulah Rania barusan.
" Kau sangat berat " kata Reka heran.
Rania diam,gadis itu mencari akal untuk kabur tapi sial,kunci dipegang Reka dan pintu masuk hanya 1 jalur saja.
Area kost itu juga jauh dari tetangga membuat Rania hilang ide.
" Udahlah Ran,diem2 aja dulu " kata Reka jengah
" Kamu ngapain sih " kata Rania heran.
Reka diam,pria itu duduk dikasur tipis Rania bahkan membaringkan diri disana.
" Kamu.....!" Ucap Rania terbelalak.
" Aku tau kamu disini dari temen aku " Kata Reka tenang.
" Temen ?" Ulang Rania.
" ya,yg punya kost ini punya ibunya temen aku " Jawab Reka lagi.
Rania melotot terkejut.
" Kamu ga takut ya disini rawan kejahatan " kata Reka melihat Rania dalam.
Rania diam tak mengubris.
Keduanya saling diam,Rania masih berdiri sedangkan Reka mulai duduk menatap gadis tersebut.
" Mau kamu apa Ran ?" tanya Reka melemah.
Rania mengernyit mendengar pertanyaan pria tersebut.
" Mau sampe kapan kamu sembunyi kayak gini hm ?" Tanya Reka mendekati Rania dan menyuruh gadis itu duduk disampingnya.
Ajaib,Rania menurut dan duduk disamping Reka melihat pria itu sekilas.
" Aku kasihan sama kamu,apa kamu ga kasihan sama diri mu sendiri ?" tanya Reka lembut.
" Aku ga perduli " jawab Rania.
" Aku tau kamu perduli,aku tau kamu sayang diri kamu " Kata Reka mengambil tangan Rania dan menggenggamnya.
" Apa yg kamu lakukan ?" tanya Rania menarik tangannya lagi.
Reka tersenyum,lelaki itu terlihat aneh pagi ini.
" Kemarin aku ketemu Papa kamu,dia cari kamu sampe sini Ran " kata Reka mengingat.
" kamu ketemu dia ?" tanya Rania cukup terkejut.
" Ya,dan kau tau seperti biasa dia selalu menuduh ku " jawab Reka mengkrucut.
Rania terkekeh geli melihat wajah lucu Reka.
" Dia sangat sayang sama kamu Ran " Lanjut Reka lagi.
Rania diam kembali.
" Aku syok kamu disini,dan sebenarnya aku udah nunggu dari semalam disini pas tau kamu ternyata tinggal disini baru,tapi kamu ga pulang "
" Kalo kamu nungguin aku cuma buat minta aku pulang,mending kamu aja yg pulang Rek,ga ngaruh di aku " kata Rania tenang.
" Aku nunggu karna kangen Ran " Balas Reka membuat Rania mematung seketika.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1