
Lama Arshad menunggu akhirnya dokter keluar ruangan.
Secara bersamaan,terlihat keluarga kecil menghampiri lelaki itu.
" Gimana keadaannya ?" Tanya seorang pria dewasa.
" Hah ?" Kata Arshad bingung.
" Sania " Ucap pria dewasa itu lagi.
" oh keadaannya saya kurang tau,Dokter tadi yg memeriksa " Balas Arshad menunjuk Dokter yg sudah berjalan jauh.
Pria yg tak lain adalah adik Serkan tersebut mengejar Dokter meninggalkan anak serta istrinya yg berdiri mematung.
" Helo saya adik iparnya Kak Serkan " Ucap Salsa memperkenalkan diri.
" Oh iya,saya Arshad " Balas Arshad sopan.
" Aku Suci " Ucap Suci menyodorkan tangannya dengan senyum sumringah.
Arshad menunduk sedikit dan ikut tersenyum serta menyambut tangan gadis mungil tersebut..
Keduanya pun bersalaman.
" udah " Tegur Salsa melihat tangan anaknya masih memegang tangan Arshad.
" oh gak boleh lama2 ya ?" Tanya Suci terkekeh.
" ehhh " Pekik Salsa seraya melotot.
" Hehehe " Suci terkekeh geli melihat expresi ibunya.
Arshad tersenyum dengan gelengan pelan.
" Oh iya,kamu udah masuk liat Sania ?" tanya Salsa mengalihkan.
" Udah Kak,tadi kondisinya baik2 saja terus berubah " Jawab Arshad.
" Huh kasian sekali gadis baik itu " Gumam Salsa sedih.
" Sutar gak ikut ya Om ?" tanya Suci melihat Arshad.
" Katanya Sutar lagi sakit jadi gak boleh kesini " Jawab Arshad mengingat kabar dari Papanya sebelum berangkat.
" Yahhh,Maa nanti kita temuin Sutar ya,dia pasti sangat sedih Kak Sania belum bangun juga " Kata Suci merengek.
" Iya habis ini " Balas Salsa.
" Hm ya udah kalo gitu saya permisi dulu Kak " Kata Arshad pamitan.
" Loh cepat banget " Kata Suci kaget.
" Hehe iya cantik,ada yg harus dikerjakan " Balas Arshad mencubit gemas pipi gembul anak Gadis Salsa itu.
" Aduhhh janji habis ini jangan mandi dulu " Gumam Suci kesemsem.
" Oh astagaqa " Ucap Salsa memutar mata malas.
Arshad kembali terkekeh,gadis kecil didepannya begitu menggemaskan dan membuat pria dingin itu tertawa.
" Ya udah deh,Om hati2 dijalan ya,kalo jatuh nanti panggil aku aja,Suci bakalan siap 24 jam rawat Om ganteng hehe " Kata Suci dengan semangat.
" helehhhh,gaya muu Nakkkk " kata Salsa mencibir.
Suci mengkrucut,Arshad menahan tawanya yg akan meledak.
Lelaki itu harus tetap bersikap profesional dimana pun dan kapanpun..
Arshad menghilang kini sang suami datang dengan raut wajah yg sulit dimengerti.
" Kenapa Yank ?" Tanya Salsa mengernyit.
" Kata Dokter kondisi Sania sulit diprediksi " Jawab
" Kenapa lagi ?" Tanya Salsa
" Aku tidak tau " Jawab Alexi menghela nafas
__ADS_1
" Duhhh,semoga Sania baik2 aja ya " Pinta Salsa serius.
Alexi mengangguk setuju,keluarga kecil itu pun masuk kedalam melihat keadaan Sania.
Tak ada yg berubah,gadis malang tersebut masih saja tidur diranjangnya yg cukup empuk.
Alexi mendekat lalu memperhatikan dengan seksama.
" Cepat sadar Sania,kau harus sembuh jika ingin melihat Mama dan Papa mu tetap hidup tenang " Batin Alexi pelan.
Tangan lelaki itu mengusap lembut kepala Sania dan bersamaan detak jantung Sania kembali ramai melalui mesin.
" Yank " Tegur Salsa kaget.
Alexi juga terkejut dan mengangkat tangannya dari kepala Sania.
" Aku rasa dia bisa merasakan sentuhan kamu " Ucap Salsa serius.
" Apa benar begitu ?" tanya Alexi tak percaya.
" Aku rasa begitu Yank,lihat sekarang mesinnya kembali teratur " Jawab Salsa seraya menunjuk.
" Jika benar begitu bearti Sania tau kita disini " kata Alexi semangat.
" Ayo beritahu Histy " Kata Salsa tak kalah semangat.
Alexi mengangguk paham,lelaki itu melihat Sania lagi dan tersenyum kecil.
" Jika benar kau bisa merespon kedatangan kami,Om harap kamu bisa membuka mata nanti dan melihat kami secara langsung " kata Alexi berharap.
Salsa mengambil tangan Sania lembut seraya mengusapnya.
" Bibi juga berharap kamu bangun dan kembali berkumpul seperti sedia kala,kasihan Sutar,dia sakit karna merindukan kamu " Ucap Salsa pelan.
Tak ada respon,Sania terlihat sangat tenang.
Tanpa pasangan itu sadari,sang anak terlihat takut dan bersembunyi dibalik tirai.
Suci takut mendekat lantaran melihat kondisi Sania yg seperti mayet.
" Pa udah belum ?" tanya Suci gemeteran.
" Kamu ngapain disana ?" tanya Alexi heran.
" aku gak mau,takut Pa " Jawab Suci jujur.
" Ayo Pa kita pulang " ajak Suci merengek.
" Iya bentar " kata Alexi paham
" Ck,sini dulu Suci,sapa Kakak kamu " Tegur Salsa.
Suci menggeleng cepat dan mundur.
" ishh nih anak edan bener " cibir Salsa.
Keluarga kecil itu pun berpamitan pulang.
Suci ingin segera menemui Sutar karna sang sahabat sedang tak baik2 saja.
Kebesokan paginya,Serkan pulang.
Pria itu kembali dengan wajah lelah dan banyak pikiran.
" Mas " Sapa Histy membuka pintu rumah.
Serkan menatap istrinya dan Greppp....
Tanpa babibu,lelaki itu memeluk Histy dengan erat.
Glek....
Histy menelan ludah kasar dengan mata melotot.
" Kakamu kenapa ?" Tanya Histy gagu.
Bukan tanpa alasan wanita itu terkejut karna didepan mereka masih ada teman yg menemani Serkan pergi kemarin.
__ADS_1
" saya permisi " Ucap pria berprofesi supir kampung tersebut.
" ehh " Ucap Histy segera melepas pelukan Serkan.
Serkan tak melawan,lelaki itu mengangguk dengan senyum tipis.
" Kamu udah bayar ongkosnya Mas ?" tanya Histy.
" Udah Bu,bapak udah bayar lebih " Jawab pria itu tersenyum manis.
Histy ber oh ria dan menatap lagi suaminya.
Supir tersebut berpamitan pulang setelah menurunkan barang2 Serkan.
" Ayo masuk " ajak Serkan merangkul bahu Histy.
Histy mengangguk dan merangkul pinggang suaminya.
Diruang tengah,nampak Sutar sedang berbaring bersama adik perempuannya yg sedang menonton kartun.
" Sutar kenapa ?" Tanya Serkan mengernyit.
" Papa " Ucap Sutar kaget mendengar suara papanya.
Bocah itu bangkit dan langsung memeluk Serkan erat.
" Papaaaa " Rengek Sutar manja.
" Kamu kenapa sayang ?" Tanya Serkan lembut.
" Papa " Ucap anak gadis Serkan meminta digendong.
Histy duduk disofa dan menatap kedua anaknya yg menyambut Serkan dengan hangat penuh kerinduan.
Kedua bocil itu memeluk Serkan bersamaan membuat lelaki itu hampir terjengkang.
" Aku sakit Pa " Ucap Sutar mengkrucut.
" Sakit ?" Ulang Serkan kaget.
" Iya Mas,dia demam dan gak masuk 2 hari ini " Jawab Histy sebelum ditanya.
Serkan mengusap kepala dan leher Sutar memeriksa kadar panas bocah itu.
" nanti kita kedokter ya " kata Serkan khawatir.
" Sudah Pa,aku gak butuh Dokter,kan papa juga dokter " balas Sutar.
Serkan seketika tersenyum dengan anggukan pelan.
Sejenak ia lupa bahwa dirinya juga seorang Dokter dulu nya.
" Kamu gak papa kan ?" Tanya Serkan melihat anak gadisnya.
Bocah cantik itu menggeleng pelan dengan rona malu.
" Ya udah,kalian main disini dulu ya,Papa sama Mama kekamar " Kata Serkan melepas kedua buah hatinya.
Sang anak pun mengangguk pelan.
" Ayo Yank " Ajak Serkan berdiri menjulang.
" Mau ngapain Mas ?" Tanya Histy bingung.
" Kamu udah mandi kan ?" tanya Serkan lagi.
Histy diam sejenak dan tiba2 bulu kuduknya berdiri.
" U u udah " Jawab Histy deg degan.
Serkan tersenyum kecil dan berjalan duluan.
" Waduhhh apa dia mau nyetor ya ?" Gumam Histy merinding sendiri.
Dengan perasaan was2 wanita beranak 2 itu pun menyusul suami tampannya menuju kamar mereka.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.