Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Es krim


__ADS_3

Disebuah tempat seorang pria terlihat begitu serius menjalani usaha barunya.


" Vid,ini gue udah buatin iklan buat produk baru kita,coba lo lihat " Kata Rehan memberi sebuah prinant baru.


David yang sedang menggambar desain pun menghentikan pekerjaannya dan melihat kertas itu satu persatu.


" Lumayan " Kata David tersenyum.


" Tapi kita butuh banyak karyawan kayaknya " Kata Rehan lesu.


" Kita kerjain mana yang bisa dulu,gue belum mau ambil banyak karyawan karna pemasukan kita juga belum tau " Kata David tak enak.


" Iya,gue paham nanti kita ber2 aja yang coba sebar2 " Ajak Rehan semangat.


" Oke " Kata David tersenyum ceria.


" Oh iya,gue dapat kiriman dari pekerja,dia bilang dia bisa bikinin produk yang mau gue luncurin " Kata David bangga.


" Serius ?" Tanya Rehan terkejut.


" Iya,gue coba dulu aja kali ya kalo laku baru kita bikin banyak "


" Iya gue setuju,nanti kompromi aja sama tukang nya " Usul Rehan.


" Oke " Kata David semangat.


2 pria itu pun melanjutkan pekerjaan mereka,David mencoba melakukan pendekatan kepada para pekerjanya,karna pria itu turun langsung kepabrik melihat jalannya usaha yang akan ia rintis itu.


Meski memerlukan modal yang besar,tapi David tak takut karna dirinya sudah yakin,usaha tak akan mengkhianati hasil.


Meski banyak yang mencemooh usaha David,tapi pria itu tak pantang menyerah,David bertekad akan mewujudkan mimpinya untuk mempunyai usaha sendiri dan membuat keluarga nya bangga terutama Cila,yang selalu menjadi penyemangatnya selama ini.


Disebuah ruangan tertutup,seorang pria berhadapan dengan adiknya yang masuk penjara beberapa waktu lalu.


" Gue mau bales Bang,tu anak emang udah kurang ajar banget sama kita " Kata seorang pria terlihat menyimpan dendam dihatinya.


" Kenapa bisa ketahuan sih " Gerutu pria dengan tato dilengannya kesal.


" David punya the king yang kuat Bang,habis semua harta gue,jabatan gue " Kata Paman David kesal.


Ya mereka adalah paman David yang masuk penjara beberapa waktu yang lalu.


" Lo sih ngak bergerak cepat !" Hujat pria satunya lagi.


" Ya mana gue tau,gue sangka David masih kayak dulu ternyata enggak,dia nikah sama cewek yang orang tuanya punya kekuasaan "Cerita adiknya.


" Siapa nama orang tua perempuan itu ?" Tanya paman tertua David.


" Kalo ngak salah namanya Beni,tapi bukan dia yang ngurus masalah persidangan "


" Lalu siapa ?" Tanya Paman David bingung.


" Gue lupa nama panjang nya,tapi gue pernah denger namanya Reno,punya perusahaan besar "


" Reno ?" Gumam Paman David mencoba mengingat ingat.


" Ya Reno,asli tuh orang rese banget " Adu paman David kesal.

__ADS_1


" Hm " Paman tertua David terlihat mengingat nama itu.


" Ya udah,ntar gue selidiki dulu " Kata Paman David bangkit dari duduknya.


" Lo keluarin la kita dari sini,adik2 lo pada nangis semua dikurung penjara,anak2 kami terlantar semua ngak ada uang masuk " Kata Paman David menahan Abangnya.


" Iya nanti,posisi gue juga kurang aman nih,kalo gue ketahuan bisa mati gue " Bisik Abang nya sembunyi2.


" Oke2,tapi janji ya keluarin kita dari sini " Kata Adiknya melepaskan.


Pria bertato itu mengangguk dan berjalan pergi dari sana.


" Lihat saja David,kamu akan menyusul orang tua mu ke neraka !" Gumam Paman David tersenyum miring..


Kakak mereka yang satu tadi tidak masuk ke penjara karna tak ada bukti yang melibatkannya ikut bermain meski sebenarnya otak dari semua kejahatan itu dia yang handle.


Reno tak bisa menuntut lebih karna memang tak ada satupun bukti yang mengarah kesana,dan juga saat itu Paman David berada di luar negeri,begitu pun para adiknya tak ada yang berani membuka suara,karna mereka pikir Abang yang satu itulah yang akan menolong mereka nanti.


Pria berbadan tinggi dengan tato serta kaca mata hitam itu berjalan tegap dihadapan para polisi yang menjaga disana.


Sifat tenang lelaki itu membuat semua pihak tak menduga bahwa pria itu merupakan bandar narkoba terlicin yang pernah ada.


Aksinya selalu lolos dari aparat,meski sudah banyak anak buahnya yang ketahuan,bagaikan belut dilumpur,sangat sulit menangkap induk nya.


" Reno ?" Gumam pria itu tersenyum miring.


Dia merasa tak asing dengan nama itu,tapi Paman David belum bisa memastikan apakah nama yang dimaksud merupakan nama yang ia kenal.


" Tunggu Paman David hahaha " Kata pria itu tertawa sumbang.


Dengan angkuh pria itu memasuki mobil mahalnya dan melaju kencang dijalan raya.


Vero sudah mulai aktif kesana kemari,baru saja perempuan itu merapikan rumahnya kini semua perabotan sudah terbongkar semua.


Paket rencananya mau diambil kurir pun kini menjadi mainan dadakan bocah itu.


" Mamamaman " Kata Vero meloncat girang membolak balik paket.


" Jangan sayang,ini punya orang " Kata Cila merebut paket itu dari tangan anaknya.


" Nyonyonyo " Kata Vero marah dan merebut lagi mainanannya.


" Mama nangis nih huuhuhu " Kata Cila pura2 menangis.


Vero masih bermain dengan manik memantau acting Cila.


"Huhuhu Vero jahat ya sama Mama,nanti Mama aduin sama Papa kamu " Ancam Cila masih dengan actingnya.


Vero berbalik tak ingin melihat perempuan itu.


" Kampret bener nih bocah,bisa2nya dia cuekin aku " Gerutu Cila ingin sekali mencubit bocah itu.


Vero kembali merangkak dan berhenti ditengah2 ruangan.


Cila hanya memantau apalagi yang akan bocah itu lakukan.


" Huh untung lahirnya cuma satu,coba kalo 2,bisa belah nih badan satu kesana satu kesini nangkepin tuh bocah " Gumam Cila menghela nafas.

__ADS_1


Semakin hari anak David itu semakin bersemangat untuk main,apa pun menjadi mainannya,bahkan panci Cila pun menjadi gendang oleh bocah itu.


Bunyi nyaring didapur bagaikan orang yang sedang berkelahi.


Kadang Cila merasa sangat lelah,apalagi dia mengurus langsung sang putra.


Tapi terkadang Cila merasa terhibur dengan adanya sang anak,hari2 Cila lebih berwarna disuguhi banyak kelakukan absurd putra pertamanya itu.


" Huh kalo kamu ketemu Ana model ginian,aku yakin dah pasti cepet kamu kena usir bocah itu " Gumam Cila tertawa renyah.


Dirinya sangat tau bagaimana keponakannya satu itu.


Meski Ana sangat bobrok,tapi gadis itu tak menyukai bocah nakal,apalagi sampai mengobrak abrik barangnya,lain hal dengan Aktam dan Andrew yang bisa menemani Vero bermain meski ujung2 nya harus membersihkan sendiri mainan yang sudah di hambur.


Pot pot pot...


" Es krim es krim...." Teriak penjual es krim dari luar.


Vero yang sedang melamun apa yang akan ia kerjakan selanjutnya pun terkaget dan mendengar secara jelas bunyi tersebut.


" Gawat " Gumam Cila takut2 melihat putranya memasang kuping.


" Es kriiim es kriimmm..." Suara penjual semakin lantang.


Deg...


Vero melihat Cila,lalu bergegas merangkak kearah pintu..


" Jangaaaaaaannnnnn " Pekik Cila menggila.


Vero bertepuk tangan girang melihat penjual es krim ternyata berhenti tepat didepan rumahnya.


" Mamamamamamm...." Kata Vero memanggil Cila menunjuk es krim.


" Uh kecil2 udah tau es krim aja " Gerutu Cila kesal.


" Mamamam " Tunjuk Vero menjadi jadi.


Si tukang es krim yang melihat bocah itu menunjuk kearahnya pun,tersenyum girang.


" Es krim Dek " Tawar lelaki itu mengambil es krim dari Box.


" Ya elah si bapak malah ditawariinnn " Gumam Cila menepuk jidatnya..


Vero semakin girang seolah ingin berlari kesana mendekati apa yang ia mau.


" Maaas bekerja lah yang keras,anak mu udah tau jajan " Gumam Cila sedih melihat foto suaminya yang tersenyum cerah didinding.


" 5000 ribu Neng " Kata penjual itu tersenyum kepada Cila.


Cila kaget dan melihat putranya,ternyata Vero sudah menjilati es krim itu dengan senyum mengembang.


" Ya Tuhaaannn anak siapa ini " Gumam Cila pura2 pingsan.


Vero tak memperdulikan Mamanya,bocah itu dengan girang masih menjilati es krim dengan sangat nikmat ditemani angin sepoi2.


" Nyam nyam nyam " Racau Vero bahagia.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2