
Didalam rumah,Rania beberapa kali menyeka air matanya,sungguh gadis itu merasa gundah akan kedatangan sang adik yg tiba2.
" Dari mana dia tau alamat ku ?" Gumam Rania heran.
" Ck aku sudah sangat susah payah mencari lokasi disini,tapi masih saja bisa mereka temui " Lanjut Rania kesal.
Gadis itu merasa terancam,bagaimana tidak sudah lama sekali ia menghilang tapi adiknya berhasil menemukan dirinya.
" Ini pasti karna Reka,pria itu benar2 sudah gila " Kata Rania setres.
Bolak balik kasur tipis membuat Rania makin tak tenang,ia mencoba tak perduli dengan adiknya yg ntah masih menunggu atau tidak didepan pintu.
Jam terus berputar,rasa kantuk Rania belum juga mampir.
Otaknya masih berperang keras mencari cara agar bisa lolos lagi.
" Haisstttt " Decak Rania menjambak rambutnya kesal.
Gadis itu pun keluar kamar dan melihat jam.
Sudah jam 3 pagi,Rania menelan ludah kasar dan diam didepan pintu rumah.
Ia merasa penasaran adiknya masih menunggu atau tidak didepan.
" aku intip aja " Ucap Rania memutuskan.
Karna rasa ingin tau yg tinggi,Rania pun membuka tabir jendela sedikit dan mengintip keluar.
Deg...
Manik gadis itu membulat seketika.
" Ternyata dia masih menunggu " Batin Rania bergejolak.
Tapi secara bersamaan gadis itu juga merasa sakit karna ia harus melihat Reka menopang tubuh adiknya yg terlihat ketiduran.
Rania memejamkan mata dan berbalik badan.
Gadis itu memegang dadanya yg terasa sesak.
" Huuffttt Tenang Rann " Ucap Rania menarik nafas.
Rasa sakit ia rasakan,sakit yg tidak berdarah dan tak ada bekas luka sama sekali.
" Ga papa Ran,kamu harus banyak terima kenyataan " Ucap Rania menenangkan dirinya.
Reka masih menjadi sosok yg ia idamkan,tapi disisi lain pria itu juga luka memar dihatinya karna terlibat dengan sang adik,yg dimana Rania juga tau kalau Tania juga suka dengan pria tersebut.
Rania masuk kedalam rumah,bolak balik ia berada dikamar mencoba tenang.
" Aku harus bagaimana sekarang ?kalau aku terus disini,Tania pasti sudah menghubungi Papa dan Mama " Ucap Rania berpikir keras.
Ia tau adiknya tidak akan tinggal diam,Rania juga bingung kenapa Tania repot2 mencari dirinya padahal gadis itu yg melarikan diri.
" Aku harus pergi sekarang sebelum pagi tiba " Ucap Rania memutuskan.
Tanpa pikir panjang,Rania membuka lemari yg hampir rubuh dan mengambil tasnya.
Gadis itu memasukkan baju2 dan barang berharga dengan cepat.
10 menit semua selesai,1 tas ransel dan 2 kantong plastik besar sudah diamankan.
Gadis itu bersiap pergi.
" Aku harus kemana ? Siapa yg harus aku hubungi ?" Ucap Rania bingung.
__ADS_1
Rania mengambil hapenya dan mencari kontak yg bisa ia mintai tolong.
Hening...
Tangan nya terus menscroll kontak hingga ia menemukan 1 nama.
" Hm apa dia mau menolong ku?" batin Rania ragu.
Nama tampa foto profil itu membuat Rania antara berani dan tidak karna memang belum terlalu dekat.
" Ah bodo lah,coba dulu " Ucap Rania tak ambil pusing.
Langsung ditelfon lah nama tersebut dan berdering.
" Pleaseee angkat " Ucap Rania berharap.
Jam terus berputar,Rania terlihat tak tenang.
" halo " Sapa seseorang diseberang.
" Halo,kamu dimana ?" tanya Rania cepat.
" Menurut mu jam sgini berada dimana ?" Tanya pria itu serak.
" Aku butuh bantuan,aku sedang diteror seseorang dan aku harus kabur sekarang " Kata Rania ketar ketir.
" Hah,siapa yg meneror ?" tanya pria itu lagi.
" Tolong kamu bangun sekarang dan jemput aku di jalan merdeka " Jawab Rania.
Hening....
Tak ada jawaban.
" ehhh " Ucap pria itu kaget.
" Aku kabur sekarang " kata Rania tegas.
Tut.
Panggilan terputus,Rania menaruh hapenya didalam saku celana dan berjalan kearah dapur.
Yap,gadis itu akan pergi lewat pintu belakang,Rania tak memikirkan konsekuensi lagi,ia hanya belum siap bertemu keluarga.
Dengan hati2,gadis itu pun melarikan diri tanpa sepengetahuan sang adik.
Didepan,kedua insan tertidur lelap,Reka terlihat melindungi gadis dalam dekapannya.
Pria itu awalnya tidak mau memeluk Tania,tapi karna Tania tidur tanpa penjagaan membuat lelaki itu iba dan akhirnya memberanikan diri memberi topangan.
" Eemmm " Lenguh Tania sedikit bergerak.
Reka terjaga dan melihat gadis itu.
Tania masih tidur lelap,Reka dengan hati2 membenarkan posisi Tania yg tidur duduk tersebut.
Reka melihat kearah pintu dan tetap sama,pintu tersebut masih tertutup rapat.
" Sampai kapan kamu harus gini Ran " Batin Reka bingung.
Sebenarnya Reka malas untuk ikut campur,tapi melihat Tania yg setiap hari mencari kakaknya dan lupa akan segala hal membuat Reka kasihan.
Bukan hanya Rania yg terluka,tapi Tania serta adik kecilnya juga sama terluka.
Keegoisan orang tua sungguh membuat keluarga harmonis tersebut amburadul.
__ADS_1
Reka kembali memejamkan mata dan mengeratkan pelukan untuk mendapatkan kehangatan.
Tanpa keduanya sadari,Rania sudah tak ada lagi dirumah tersebut.
Gadis itu berlari cepat menuju lokasi penjemputan tanpa sandal.
Jalanan masih sangat sepi,hanya ada beberapa mobil yg begitu cepat melaju untuk jualan.
" Ck,mana dia lama sekali " Ucap Rania melihat kiri kanan.
Gadis itu hampir sampai di jalan merdeka,tapi teman yg ia mintai tolong belum juga sampai.
" Duhh udah mau pagi ini,nanti ketahuan gimana " Ucap Rania tak tenang.
Gadis itu terus berjalan membawa barang2nya,meski belum tau tujuan setidaknya gadis itu tidak ditemukan dirumah.
Tak berapa lama,terlihat dari kejauhan sebuah sinar lampu mobil melaju kearahnya.
Rania mengernyitkan mata melihat itu penolongnya atau bukan.
" Yesss dia datang " Ucap Rania senang.
Gadis itu pun berlari dan mobil berhenti.
Tok tok....
Rania mengetuk pintu depan dengan wajah girang.
Srreetttt....
Pintu kaca dibuka dan nampaklah seorang pria dengan piyama biru menatap kearahnya.
" Kamu masih tidur ?" Tanya Rania terkekeh.
" Ck,aku mengigau saat ini " Jawab pria itu berdecak.
Rania terkekeh dan langsung membuka pintu mobil.
" Mana sandal mu ?" Tanya pria tersebut yg adalah Arshad.
" Aku tidak memakainya,dia berada diluar " Jawab Rania mengambil tisu dan mengelap telapak kaki yg kotor.
" Siapa yg meneror mu ?" tanya Arshad lagi.
" Nanti aku ceritakan,sekarang bawa aku pergi dari sini " Jawab Rania.
Arshad menggaruk kepala gatal membuat Rania tersenyum geli.
Lelaki itu terlihat begitu lucu dan menggemaskan,bagaimana tidak,lelaki tampan dingin dan penuh rahasia tersebut mau membantunya disaat tersulit.
" Mau aku bawa kemana ?" Tanya Arshad sambil berkendara.
" Aku ga tau,eh aku ada uang 500.000,kita kehotel aja " Jawab Rania sombong.
Arshad menoleh dan melihat gadis itu sedang tersenyum lebar.
" Apa ? 500.000 kita sudah dapat hotel mewah Syad " Kata Rania polos.
Arshad tersenyum dan menghela nafas.
" 500 ribu dapat hotel apa ? Sedangkan di kakek saja semalamnya 2juta " Batin Arshad terkekeh.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1