
Dirumah sakit seorang pria terlihat jengah sendirian diruangan,lelaki itu terlihat kesepian karna tak ada yg menunggunya disana.
" Huh mending aku jalan2 aja,capek banget disini gak ngapa ngapain " Ucap Reka mencoba bangun.
Seharian dirinya diruangan tanpa banyak gerak membuat lelaki itu bosan,Hani yg katanya akan menjengukpun tak kunjung datang dari kemarin.
Reka turun dari ranjang dan mendekati kursi roda yg tak jauh dari jangkauannya.
Lelaki itu tertatih berjalan sambil berpegangan pada ranjang.
" Ayo Rek kamu bisa " Ucap Reka menguatkan dirinya.
Kaki lelaki itu masih diperban karna dokter bilang ia mengalami retak yg cukup parah makanya Reka belum diizinkan pulang.
Beberapa menit berusaha akhirnya ia bisa duduk dikursi roda dengan selamat.
" Uh lelahnya " Ucap Reka ngos2an.
" Dulu aja gue jalan ber mil2 gak ada capek,ini 2 langkah aja rasanya jauh banget " Gumam Reka menghela nafas.
Lelaki itu mulai mendorong kursi menggunakan roda disebelah kiri dan kanan.
Meski masih sakit tapi Reka tak mau terus2an dikamar krna ia merasa bukannya makin sembuh malah menambah pikiran.
Dengan tertatih roda itu berputar perlahan mengikuti gerak tangan Reka.
Saat didepan pintu,Reka membuka ganggang dan berhasil terbuka.
Pria itu kembali melaju dan melihat kiri kanan.
Biasanya perawat akan datang 2 jam sekali untuk menjenguk pasien.
" Lumayan lah sepi " gumam Reka tersenyum kecil.
Lelaki itu mulai mengayuh lagi dan melihat kiri kanan.
Lantai yg datar membuat lelaki itu cukup santai dalam melakukan perjalanannya.
Reka menarik nafas panjang menghirup oksigen yg berapa hari ini tersendat diindra penciuman.
" Aku kemana ya ?" gumam Reka bingung.
Ada 2 lorong didepan pria itu,karna belum tau keadaan rumah sakit Reka terlihat bimbang.
" Tamannya dimana ya ? oh aku ke kantin aja kali ya " Gumam Reka terkekeh.
Lelaki itu meraba bajunya dan tak mendapat apapun.
" Yah gak bawa duit " Gumam Reka menggaruk kepala.
Jarak kamar dan tempat ia berada cukup jauh,lelaki itu mulai bimbang berbalik badan atau terus saja.
" Dah lah,ngutang dulu gak papa kali ya nanti pas balik baru minta suster bayar " Gumam Reka terkekeh.
Lelaki itu memutuskan untuk terus mendorong kursi rodanya kedepan.
Terlihat dibeberapa ruangan anggota keluarga pasien menunggu didepan,ada yg mengobrol ada juga yg cuma diam di kursi.
" Mau kemana ?" tanya seorang ibu2 terkejut melihat Reka lewat
" Hm mau ke kantin Bu " Jawab Reka tersenyum.
" Sendirian ?" tanya si Ibu melihat kebelakang.
" Iya " Jawab Reka lagi.
" Istrinya mana ? atau orang tua kamu mana ?" tanya wanita itu mengernyit.
Reka diam tak menjawab.
" Mau Ibu bantuin ?" tanya wanita itu lagi.
__ADS_1
" Gak usah Bu,saya bisa sendiri " Jawab Reka sopan.
" Beneran ? kamu aja terluka itu ?" Kata si Ibu khwatir.
Reka tersenyum kecil menunjukkan dirinya baik2 saja.
" Ya udah,kamu hati2 ya " Kata si ibu mengusap bahu Reka.
Reka mengangguk dan kembali mendorong kursi rodanya.
Lelaki itu merasa sedikit hangat dengan kepedulian orang asing tadi kepada dirinya.
Jujur,Reka sudah lama tidak diperhatikan sejak Ibu nya meninggal Reka seperti kurang kasih sayang tapi beruntung ada Neneknya yg waktu itu merawat Reka hingga dewasa sampai sang Nenek pun harus pergi selamanya.
Reka menggeleng cepat,ia tak mau terpuruk dengan nasibnya saat ini
" Ahh udah Rek,bukan saatnya lagi mewek2an " Gumam Reka pelan.
Pria itu menyemangati dirinya sendiri meski sebenarnya ia lelaki yg rapuh.
Sesampainya dikantin,terlihat beberapa orang ramai disana asik dengan urusan masing2.
" Huh akhirnya sampai " Gumam Reka senang.
Lelaki itu masuk kekantin dan menjadi pusat perhatian warga disana.
" Mba beli air putih " Ucap Reka menegur mba2 yg mmebawa piring kotor.
" Dingin atau gak Bang ?" tanya gadis itu melihat Reka.
" Dingin " Jawab Reka tersenyum.
" Em tapi Mba " kata Reka lagi.
" Iya ?" Jawab si Mba tak jadi berjalan.
" Saya ngutang dulu boleh gak,soalnya uang saya dikamar tadi lupa bawa " Kata Reka menggaruk kepala.
" Hah utang ?" Ulang si Mba kaget.
" Maaf Bang,disini ga bisa ngutang " Jawab si Mba pelan.
" Yah gak bisa ya,tapi saya haus " kata Reka lesu.
Gadis itu terlihat bimbang,ia kasihan kepada Reka tapi mendengar Reka ingin berhutang membuatnya merasa aneh juga karna peraturan rumah sakit tidak boleh ada yg berhutang.
" Biar saya yg bayar " Ucap seseorang dari belakang.
Reka dan Mba itu menoleh dan terkejut melihat seorang gadis berkaca mata bening sedang merogoh saku celananya.
" Berapa Mba ?" tanya gadis asing itu mendongak.
" Mba mau bayar Abang ini ?" tanya si mba kantin serius.
" Iya,air putih doang kan ?" Tanya si gadis.
Mba kantin mengangguk kecil.
Reka diam memperhatikan gadis asing didepannya tersebut.
Gadis itu terlihat sedikit berantakan dengan kemeja kotak2 dan celana sobek dilutut.
" Nih " kata si gadis menyerahkan uang 10 ribu.
" Buat saya ?" tanya Reka menerima.
" Bayar minum " Jawab gadis itu ketus.
Reka tersentak dan langsung terdiam.
" Ini Bang minumnya " Kata si Mba kantin menyerahkan sebotol minuman dingin.
__ADS_1
Reka menerima dan menyerahkan uang tersebut.
Gadis asing tadi berjalan dan mengambil tasnya yg berada diatas meja.
" Hei tunggu " Pekik Reka berdiri.
Lelaki itu ingin berlari tapi baru selangkah kakinya tak sanggup menopang dan jatuh seketika.
" Aaaa " pekik orang2 langsung terkejut.
Semua orang berdiri melihat Reka terduduk menyesot dilantai.
" Astaga " pekik gadis asing tadi terkejut.
Gadis itu berlari dan langsung menolong Reka dibantu para pengunjung disana.
" Mas gak papa ?" tanya seorang bapak terlihat khawatir
" Gak papa Pak,makasih " Jawab Reka menahan sakit.
" Neng ayo bawa dia keruangan Dokter,ini bahaya " kata si Bapak kepada gadis asing.
" Hah saya ?" Ulang gadis itu melotot.
" Iya Neng kan temannya,tadi dia jatuh gara2 ngejar Neng " Jawab si Bapak tegas.
" What ?" Ucap gadis itu melongo.
" Saya gak papa " Kata Reka mencoba naik ke kursi rodanya.
Glek...
Gadis asing itu menelan ludah kasar,bapak tadi masih memperhatikan dirinya yg belum juga bergerak.
" Aduhh,ya udah ayo " kata gadis itu kesal sendiri.
" Maaf,saya tadi..." Kata Reka terpotong saat kursi rodanya mulai didorong.
" Dimana kamarnya ?" Tanya gadis asing ketus.
" Disana " jawab Reka menunjuk keluar.
Gadis itu terus mendorong kursi roda dengan wajah mencetut.
Reka terkekeh geli,pria itu mencoba mengingat apakah dirinya pernah bertemu gadis tersebut sbelumnya apa tidak.
Dijalan keduanya saling diam,Reka berbalik badan melihat expresi gadis asing tersebut.
" Kakakkkk " Pekik seorang dari belakang.
Gadis asing yg mengenali suara tersebut berbalik badan dan melotot.
" Astaga " ucap si gadis menepuk jidatnya.
Dari kejauhan seorang gadis seumuran berlari kearah keduanya dengan cepat.
" Kakak dari mana aja,dicariin Papa tau " kata gadia berkuncir 1 itu ngos2an
" Bentar mau anter ini kekamarnya " kata si gadis asing melirik Reka.
" Loh ini kan ?" Ucap sang adik terbelalak mengenali Reka.
Reka yg tak mengenali kedua gadis itu makin bingung sendiri.
" Ya ampuuunnn,Abang ini kan yg disukai Sofia Kak " kata sang adik heboh.
" hah Sofia ?" Ulang sang Kakak terkejut.
Reka dan gadis asing itu saling melihat hingga detik berikutnya sama2 melotot mengenang sesuatu.
" Astaga " ucap Reka teringat.
__ADS_1
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.