
Sepulang dari rumah sakit,Justin langsung berangkat kantor.
Lelaki itu berpapasan dengan Vero yg sedang berbicara serius dengan para investor.
Vero memang belum bisa diganggu,tak ada satu pun yg berani mendekatinya karna kesepakatan kerja ini begitu penting untuk mereka.
Vero melewati Justin begitu saja meski keduanya sempat berpapasan dengan kode mata.
" Huhhh " Justin menarik nafas panjang.
Ingin sekali ia memberitahu Vero apa yg sedang terjadi,tapi Justin berpikir ulang takut mengganggu konsentrasi adiknya.
" Selamat siang Pak Justin " Sapa seorang lelaki dengan sopan.
" Siang Reka,gimana kamu udah selesai ?" tanya Justin hangat.
" Sudah Pak,rombongan kita juga pada mau pulang " Jawab Reka tersenyum.
" Hm baiklah,sekalian pergi istirahat makan aja nanti sama yg lain " Balas Justin.
Reka mengangguk,Justin berlalu cepat menuju ruangan lain.
" Pak Justin beda banget sama Vero " Gumam Reka pelan.
Di penglihatan Reka,Vero terlalu ambisius dalam bekerja sampai lupa segalanya,tapi lelaki itu tidak tau bahwa Justin lebih dari itu semua,bahkan lelaki dengan paras tampan maksimal tersebut tak tanggung2 meninggalkan anak istrinya demi nama baik dan kemajuan perusahaan.
Bisa dibilang Justin lebih gila kerja dari David dan Vero karna ia sudah terbiasa saat keluarganya dulu memiliki banyak usaha.
Reka berjalan riang keluar hingga suara telfon terdengar.
Pria itu merogoh saku celananya dan mendapati nama Hani disana.
" Halo Han " sapa Reka semangat.
" Gimana keadaan kamu ?" tanya Hani diseberang.
" Aman Han,kamu gimana ?" tanya Reka.
" Aman,oh iya kapan mau kesini ?" tanya Hani.
" Hm kalo menurut jadwal bakal bulan depan Han,tap..." Ucap Reka menggantung.
Vero tepat didepannya,kedua pria itu saling bertatapan dengan wajah sedikit terkejut.
" Tapi kenapa Rek ?" Tanya Hani menunggu.
Deg....
Vero seketika melihat hape tersebut,ia mengenali suara yg barusan muncul dihape Reka.
" Selamat siang Pak " Sapa Reka menunduk.
Vero mendekat dan berdiri didepan lelaki itu.
" Halo Rek,kamu gak papa ?" tanya Hani lagi.
Reka dan Vero diam,keduanya saling melihat tanpa suara.
" Kau menghalangi jalan masuk " Ucap Vero tenang.
" hah " Kata Reka terkejut.
Pria itu menoleh kebelakang dan langsung tersadar.
__ADS_1
" Maaf Pak " kata Reka langsung minggir.
Vero tak menjawab,lelaki dengan setelan abu2 itu melangkah masuk.
Reka berbalik badan dan diam melihat Vero berjalan cepat menuju lift.
" Rekaaa " Panggil Hani mulai gemas.
" eh iya Han " Jawab Reka tersadar.
" Kamu dimana sih ?" tanya Hani heran.
" Barusan Vero lewat " Jawab Reka jujur.
" Hah " Pekik Hani kaget.
" Aku pergi dulu Han,rombongan dah pada pulang " Kata Reka berlari mendekati teman2nya.
Karna perusahaan David dan Justin bekerja sama,jadilah Reka dan kawan2 sepropesinya mengirim barang langsung kesana dan bertemu staff gudang David.
Sebenarnya Reka sering berkunjung hanya saja,ia sangat jarang melihat Vero berkeliaran digedung besar tersebut.
Diruangan,Vero duduk dikursi kebesarannya dengan wajah yg sulit dimengerti.
" Hahhh ini melelahkan " Ucap Vero menyenderkan tubuhnya ke kursi.
Bagaimana tidak lelah,dalam berapa hari ini ia kurang istirahat.
Vero pun masih sakit,tapi ia memaksa masuk lantaran ia tak mau kehilangan kesempatan baik.
Pria itu memejamkan mata seraya menenangkan dirinya yg masih tegang.
Teringat jelas bayang2 dimana pertama kali ia menolong seorang gadis asing dengan penampilan kotor disemak2,lalu membawanya kerumah.
Senyum,tawa,sampai tangis gadis tersebut mengayun dikepala Vero saat ini.
Kenangan buruk terlintas dikepalanya juga dimana ia pertama kali mengkhianati cinta gadis tersebut.
Flashback...
2 tahun lalu,disebuah kamar hotel terjadilah pertengkaran yg cukup menguras emosi.
Vero membawa Hani kesana saat gadis itu baru pulang les malam.
Ntah apa yg merasuki Vero membuat ia berani untuk pertama kalinya berniat tidak baik.
Hani yg merasa aneh merengek minta pulang,tapu Vero malah memaksanya.
Pertikaian kecil pun terjadi dan membuat Vero menampar wajah gadis kecil itu karna menolak.
Hani menangis tersedu,ia bingung kenapa kekasihnya berubah.
" Aku butuh itu Hani,dan kau itu kekasih ku !" Ucap Vero dengan nada kesalnya.
" Tapi Mama bilang kita gak boleh kesana,aku belum benar2 selesai dalam sekolah " jawab Hani.
" Aaakhhhh sialan !" Umpat Vero geram.
" Aku ini sudah dewasa,bisakah kau mengerti ?" Tanya Vero gemas.
" Iya aku tau,aku juga mau menikah dengan mu tapi kamu...." Ucap Hani menggantung.
" Mama gak kasih !" Kata Vero kesal.
__ADS_1
" Ya mau gimana lagi,aku gak mau ngecewain Mama dan Papa " Kata Hani menghela nafas.
" Ya udah,kalo gitu aku keluar dulu " Pamit Vero mengambil lagi baju yg sempat ia buka.
" Mau kemana ?" tanya Hani.
Vero tak menjawab,lelaki itu terus berlalu dan menutup pintu kamar hotel tersebut.
Hani hanya bisa pasrah,gadis itu bingung harus melakukan apa.
Selama ini Vero sangat pandai menjaga diri,tapi akhir2 ini pria itu seperti kehilangan dirinya sendiri ntah itu karna memang faktor umur atau yg lainnya.
Karna Vero pergi,jadilah Hani tidur sendirian di hotel hingga pagi.
Ditempat lain,Vero berkumpul bersama teman2 sskolahnya dulu.
Ternyata teman Vero punya kenalan cewek baru yg cantik dan mempesona.
Saat melihat Yuna,Vero merasa tertarik begitupun gadis tersebut.
Ntah bermula siapa dan darimana,keduanya sering jalan dan minum bersama.
Vero yg terbuai dengan kecantikan Yuna pun,perlahan melupakan gadis kecil yg menunggunya dirumah bersama sang Mama.
Hani yg merasa banyak perubahan pun mulai minder dan hingga akhirnya saat ia akan keluar dari rumah Cila,Vero memutuskan hubungan mereka begitu saja.
Hani yg belum terima dipaksa kuat oleh keadaan,sejak itu hubungannya dengan Vero berubah menjadi orang asing dan Vero pun menjadi lelaki dingin..
Flashback Off
Vero tersadar dari mimpi buruknya,lelaki itu dikagetkan dengan kehadiran Justin yg tiba2 menaruh nasi padang didepan meja.
" Tidur ?" tanya Justin mengernyit.
" Hah masa sih ?" tanya Vero tak sadar.
" Hm,sempat mangap juga " Jawab Justin tenang.
Vero langsung meraba mulutnya takut2 ada iler yg tumpah.
Justin mengulum senyum,ia tau Vero tadi sempat tertidur karna berpaa kali ia ketuk pintu tapi tak ada sahutan.
" Gak udah banyak pikir,nikmatin aja " Kata Justin duduk tenang seraya mengambil hapenya.
Vero diam memperhatikan lelaki tersebut.
" Bang jadi ayah itu enak gak ?" tanya Vero pelan
" Hah ?" Kata Justin tak kedengaran.
" Bentar lagi Yuna lahiran Bang,aku takut gak bisa jadi Ayah yg baik " Jawab Vero menghela nafas.
Deg...
Justin langsung tersentak,pria itu teringat akan Cila dan Yuna dirumah sakit tadi.
" Duhh kasih tau gak ya sama Vero ?" Batin Justin bimbang.
" Kalo nanti anak ku cewek,dia bakal ngerasain sakit hati gak ya pas gede ? aku takut dia nanti seperti Hani " Ucap Vero nanar.
Justin diam memperhatikan lelaki itu.
" Ntah lah,Hani terlalu lugu buat disakitin " Jawab Justin tenang.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.