Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Menuju


__ADS_3

David dan Cila sudah pulang kerumah baru mereka,Cila masih tak menyangka kini mereka punya rumah sendiri.


" Itu siapa Yank ?" Tanya David melihat seorang pria membelakangi mereka berdiri di depan pintu rumah.


Cila menajamkan matanya melihat kearah lelaki tersebut.


" Denis ??" Gumam Cila mengenali pria itu.


" Itu Denis ?" Tanya David kaget.


" Iya Mas,itu Denis adik aku " Kata Cila semangat langsung berjalan cepat.


" Eeehhh tunggu,jangan cepet2 " Pekik David kaget.


Cila yang akan berlari pun baru menyadari bahwa dia tak sendirian saat ini,ada sang bayi dibalik bajunya.


" Uh kamu nih,hati2 Yank,main lari2 aja " Gerutu David mencubit pelan lengan perempuan itu.


" Hehe maaf Mas,aku lupa bawa anak kamu sekarang " Kata Cila cengengesan.


" Untung anak ku kuat fisik,kalo ngak pasti udah benyek dia didalam sana " Kata David menghela nafas.


Cila tertawa geli dan mulai berjalan pelan.


Meski sering kelelahan tapi Cila tetap semangat dirinya tak mau kalah dengan kemalasan yang akan menyuruhnya banyak istirahat,Cila masih Cila yang lama penuh dengan keceriaan.


" Denis " Panggil Cila keras.


Pria itu menoleh dan tersenyum bahagia melihat sang Kakak berjalan kearahnya.


" Kakak " Pekik Denis mendekat.


" Aku kira aku salah alamat tadi Kak " Kata Denis mengkrucut.


" Hehe bener kok ini rumah Kakak " Kata Cila tertawa.


" Hay Bang " Sapa Denis hangat kepada David.


" Hei,dah tegep aja nih " Goda David takjub melihat badan adik iparnya.


Denis semakin tinggi dan berisi bahkan otot tangannya mulai menyembul dibalik kaos yang dia kenakan.


" Kok kamu jerawatan sih sekarang ?" Tanya Cila meraba wajah adiknya.


" Iya Kak,aku panas2an mulu " Kata Denis tersenyum malu.


" Ngak papa nanti Kakak cari solusinya " Kata Cila tersenyum.


Denis mengangguk semangat.


" Ayo masuk,kamu pasti belum makan " Tebak Cila.


David dengan gerakan cepat membuka pintu rumah baru mereka.


" Iya Kak,tadi langsung kesini ngak sempet mampir " Jujur Denis.


" Bunda sama Ayah ngak ikut ?" Tanya Cila seraya masuk ke kamar menaruh tasnya.


" Ngak,Ayah banyak kerjaan toko bangunan lagi rame " Kata Denis duduk santai meneliti rumah itu.


Cila beroh ria dan mengambil hpnya.


" Rumah kalian bagus ya Bang " Kata Denis kepada David.


" Lumayan lah,baru selesai di renov sebulan yang lalu " Kata David malu.


Mereka meneliti rumah sederhana itu,David menambah kamar menjadi 3,supaya jika kedatangan tamu mereka tak susah mencari tempat tidur.


David benar2 mengelola uangnya dengan baik,hutang mereka sudah lunas,bahkan David mengambil motor baru untuk keperluan dirinya bekerja.


David masih berkerja di perusahaan Reno untuk sementara waktu,karna dirinya masih bingung mau usaha apa.

__ADS_1


David hanya memberi Cila modal agar usaha perempuan itu berkembang pesat.


" Kakak bentar lagi lahiran ya Bang ?" Tanya Denis.


" Iya,bentar lagi " Kata David sedih.


" Kok muka abang gitu ?" Tanya Denis heran.


" Emang ngak boleh gini ?" Tanya balik David.


Denis terkekeh pelan menggeleng..


" Harusnya Abang semangat jawabnya bukan lesu gitu " Kata Denis tak habis pikir.


" Gimana mau semangat,Kakak kamu bentar lagi bakal berjuang antara hidup dan mati loh,Abang liat2 di yutub persalinan itu sedikit mengerikan " Kata David serius.


" Emang sih,tapi itu kan emang udah kodrat mereka sebagai perempuan,liat tuh Kakak aja santai " Kata Denis menunjuk Cila menyisir rambut depan cermin.


" Kakak kamu mah terlalu santuy,kadang tuh ya dia diem2 angkat galon sendiri loh,Abang sampe ngak tau lagi mau ngomong apa " Kata David mengingat2.


Cila hanya mendengar saja tanpa menyela pembicaraan 2 lelaki itu.


" Kalo tau Bunda bisa habis tuh Abang sama Kakak " Kata Denis ngeri.


" Iya,kadang masih sempet main petak umpet sama anak2 diluar,kadang main setal panas2an,gila ngak tuh " Curhat David.


Cila tertawa renyah melihat raut kesal suaminya,sedangkan Denis tertawa terbahak.


Meski Denis dan Cila sudah terbiasa jauh,tapi tetap Denis sangat mengenal Kakak2nya,apalagi tingkah absurd Cila dan Clara jika berada dirumah.


" Paling2 anak kalian nanti sebelas duabelas sama emak nya " Kata Denis terbahak.


" Kalo mirip aku yang pasti anaknya bakal ceria banget,kalo nurunin Bapaknya ya paling2 hoby mewek " Olok Cila.


" Ck,aku baru2 ini tau sering mewek,dulu mana pernah " Kata David tak terima.


" Haha belum diapa apain Dokter udah kagok dia,ampun dah " kata Cila tertawa terbahak..


" Emang2 dah,laki sama Bini sama2 edan " Gumam Denis tertawa.


" Beneran Yank ?" Tanya David polos.


" Iya,lagi dugem dia sama cacing " Kata Cila tertawa.


David menatap kesal wanita itu,ntah sudah berapa kali pria itu dijahili istrinya.


Cila bahkan tak habis pikir dengan kepolosan suaminya yang mudah sekali dibohongi.


Mereka pun makan dengan tenang,David dan Denis menelan ludah kasar melihat Cila makan dengan lahap.


Bahkan perempuan itu layaknya preman pasar makan dengan kaki terangkat satu dilantai.


" Yank,perut kamu ketindih tuh " Tegur David ngeri.


" Tenang,anak mu yang minta " Kata Cila mulut penuh nasi.


" Biarin aja Bang,itu kombisinasi sifat Abang dan Kakak " Kata Denis menenangkan.


" Huh aneh2 aja orang hamil " Gumam David heran.


Pria itu tak bisa memaksa Cila karna Cila selalu memakai alasan anaknya yang minta,ntah sudah berapa kali Cila menjual nama anaknya demi kepuasan dirinya sendiri.


" Aduh sakit perut " Kata Cila tiba2 berhenti makan.


David langsung melepas piringnya dilantai dan menghampiri perempuan itu.


" Kamu kenapa ?" Pekik David takut.


" Auhhh anak mu nendang Mas,kayak nya dia merajuk deh " Kata Cila mengusap perutnya pelan.


Denis sudah pucat pasi melihat raut ketakutan Cila.

__ADS_1


" Kakak pipis " Pekik Denis kaget melihat celana Cila basah.


" Ah ngaaaakkkkk " Kata Cila kaget.


" Aahh sakit Massss " Pekik Cila menjambak rambut pria itu.


" Aduuuhhh rambut ku sakitttt " Pekik David menahan tangan Cila.


" Kayaknya Kakak mau melahirkan deh " Kata Denis ketakutan.


" Apa !!! aaaaaa rambut ku Cilaaaaaaaa " Teriak David kesakitan.


" Massss anak mu mau on the wayyyy " Teriak Cila kesakitan.


Acara makan itu pun menjadi ajang teriak2.


Denis mondar mandir bingung harus bagaimana sedangkan David dan Cila asik berjambak2an.


" Baaang ayo kerumah sakit " Pekik Denis heboh.


" Haduh gimana mau jalan coba,rambut aku ngak dilepas ini " Kata David menahan tangan Cila.


Perempuan itu terlihat sangat kesakitan,ntah mengapa perutnya tiba2 berkontraksi.


" Tadi Dokter prediksi nya seminggu lagi,ini mah mau keluar sekarang " Gerutu David.


" Masss sakit Mas " Pekik Cila mencakar punggung pria itu.


" Iya,lepas dulu ini Cila aku ngak bisa gerak " Kata David masih berusaha.


" Denis panggil taxi,bawa koper kakak kamu keluar " Titah David.


Denis langsung mengangguk cepat berlari kekamar.


" Sabar ya,huuufftt tarik nafas hembuskan " Kata David berusaha tenang.


Rambutnya sudah acak2an terkena jambakan maut perempuan itu.


" Mass dia mau keluar sekarang Mas,sakit " Kata Cila berpegangan pada tembok.


Air semakin banyak keluar membasahi celana longgar perempuan itu.


David menelan ludahnya kasar,dirinya masih syok dengan kejadian barusan.


" Baaaangg udah,cepetan " Teriak Denis heboh.


" Ayo kita kerumah sakit Yank,kamu yang kuat ya " Kata David menenangkan Cila.


Keringat Cila sudah bercucuran,prediksi Dokter kali ini meleset total padahal mereka baru saja periksa,tapi memang belum ada tanda2 bahwa perempuan itu akan melahirkan secepat ini.


" Maasss hiks " Panggil Cila mulai menangis.


" Kamu harus berjuang sayang,aku mohon bertahanlah " Kata David panik.


" Aku takut ngak berhasil Mas " Kata Cila menatap David dalam.


Pria itu menggeleng tegas dan mencium pelan bibir Cila,baru kali ini Cila mengakui kelemahannya.Tanpa di pungkiri perempuan itu juga sangat takut jika tak berhasil berjuang bersama anaknya.


" Kamu bisa,aku yakin kamu bisa sayang,kamu Cila yang kuat,kamu ibu yang hebat " Kata David tanpa sadar menitikkan air matanya.


Cila menghambur memeluk lelaki itu meredakan rasa sakitnya.


" Aku mencintai kamu Mas dan juga buah hati kita " Bisik Cila lirih.


" Bang taxi nya udah sampe,nanti la pelukannya hadehhh " Pekik Denis kesal sendiri.


David menatap intens Cila dan mengangguk tersenyum..


" Ayo semangat anak Papa,paman kamu udah ngak sabar pengen cepet ketemu " Kata David berusaha tenang seraya mengusap perut besar Cila.


Cila tersenyum lembut meski raut kesakitan tak bisa ia sembunyikan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA


__ADS_2