
Juna keluar dari perusahaan dengan memegang kunci yg ia cari.
Kini pria tersebut yg diperintahkan Bara untuk memantau situasi.
Juna tidak terjun ke dunia perusahaan karna sudah ada Arshad yg akan mengikuti langkah Kakeknya.
Pria itu memasuki mobil Bara dan diam saat sebuah taxi berhenti disampingnya.
" Makasih ya Pak " ucap seorang gadis tersenyum sambil memberikan ongkos.
Taxi itu mundur dan gadis itu pun diam menatap gedung mewah tersebut.
" Kayaknya emang benar ini alamatnya " Ucap Hani memperhatikan.
Juna didalam mobil diam melihat gerak gerik gadis tersebut.
" Uh semoga aja Bapak itu ada disni " Ucap Hani berharap.
Dengan langkah pasti ia pun masuk kedalam gedung.
" Itu siapa ?" Gumam Juna melihat penampilan gadis tersebut.
Hani terlihat sopan dengan celana dan baju panjang.
" Apa dia mau nemuin Kakek atau Papa ? Dari penampilannya kayak bukan orang ngelamar kerja " Ucap Juna penasaran.
" Apa aku turun aja dulu ya,tapi Om Aktam nungguin " Gumam Juna bimbang.
" ah mending aku temuin Bang Aktam dulu,apalagi singanya pada laper bisa jadi rempeyek nanti aku kalo telat " Kata Juna ngeri.
Pria itu pun menghidupkan mobil dan melaju kejalan raya.
Didalam perusahaan,Hani mulai diperiksa.
Gadis itu begitu terkejut karna perusahaan itu sangat ketat akan keamanan.
" Ada keperluan apa ?" tanya Receptionist memperhatikan Hani.
" Saya mau bertemu Bapak Reno Salders " Jawab Hani.
" Iya urusannya apa ?" tanya Receptionist itu lagi.
Hani diam,ia bingung harus jawab apa.
" Ngak mungkin aku bilang mau ngobrol " Batin Hani bingung sendiri.
" Bisa hubungi dia dulu dan bilang kalau ada saya ?" tanya Hani menawar.
Receptionist diam sejenak lalu mengangguk pelan.
Hani menghela nafas,ia juga sebenarnya tak yakin Reno akan mau bertemu atau tidak apalagi mereka tidak janjian.
" Siap Pak " Ucap Receptionist sambil bertelfon.
" ......"
" Iya dia seorang wanita " Jawab Receptionist.
Tut.
Panggilan mati sepihak,Receptionist keluar lagi dan meminta Hani menaiki lift..
Hani pun langsung melangkah cepat karna tak ingin mmebuang waktu banyak.
Sesampainya diruangan,Hani dibuat takjub oleh kekuasaan pria tersebut.
" Silahkan duduk " Ucap Reno melihat Hani sekilas.
Gadis itu mengangguk dan duduk diam tanpa suara.
__ADS_1
Hening....
Tak ada suara apapun,Reno memperhatikan gadis tersebut dengan seksama.
" Kenapa wajah mu ?" tanya Reno tenang.
" Ini ?" Jawab Hani meraba wajahnya.
" Iya,seperti bekas goresan tajam " Jawab Reno menyelisik.
Hani tersenyum dengan anggukan pelan.
" Kau jago berkelahi ?" tanya Reno polos.
Hani menggeleng kecil.
" Ini saya dapatkan saat masih kecil "
" Siksaan ?" tebak Reno.
Hani mengangguk jujur.
" Itu sangat sakit " Ucap Reno bisa memahami.
Hani kembali mengangguk tersenyum.
" Jadi apa keputusan mu ?" tanya Reno.
" Maaf Tuan,tapi apa mereka mau menerima ku ?" tanya Hani hati2.
" Menerima bagaimana ?" tanya Reno balik.
" Ya semuanya,karna saat ini Vero juga berada dipenjara karna aku " Jawab Hani.
" Ya dan harusnya kamu ikut menemani dia " Balas Reno.
Hani tersentak dengan ucapan pria tua itu.
" Vero punya anak,dan istrinya juga sedang dipenjara " Kata Reno tenang.
" iya aku tau Tuan " Balas Hani.
" Apa hasil sidang sudah keluar ?" tanya Reno lagi.
" Aku tidak tau Tuan,aku tidak berani menanyakannya " jawab Hani jujur.
" Nanti sore ikut saya kerumah Cila " Kata Reno tenang.
" Hah " Pekik Hani kaget.
" Ya,gimana mau ngawinin kamu kalo gak ketemu Maknya Vero " Kata Reno gemas.
Deg deg....
Jantung Hani berdegub kencang,sungguh ia tak percaya dengan apa yg diucapkan lelaki itu.
" Nanti apapun hasilnya kamu harus terima dengan lapang dada " kata Reno lagi.
" Iya Tuan,aku akan menerimanya dengan ikhlas " Balas Hani.
" Hanya ikhlas ? Apa kau tidak menyukai Vero ?" tanya Reno serius.
Hani tersenyum kecil,dirinya tak tau lagi cinta yg seperti apa harus ia serahkan saat ini.
" Apapun yg terbaik akan saya lakukan " Balas Hani.
" Dan tinggallkan dunia aparat mu itu " lanjut Reno.
" Jedeerrr....
__ADS_1
Hani terdiam seketika.
" Kau hanya akan menjadi Nyonya Vero nanti,David dan Cila tidak akan membuat kalian kelaparan " Lanjut Reno.
" Tapi Tuan,aku mendapatkannya dengan susah payah " Kata Hani menolak.
" Kau membuat kesalahan besar dan selamanya nama mu akan tercoreng sampe kakek nenek " Kata Reno tegas.
Hani menghela nafas panjang,memang namanya sedang booming saat ini,tapi untuk melepas jabatannya Hani merasa belum mampu.
" Jika kau mau saya akan menolong tapi kalau tidak ya itu urusan mu " kata Reno santai.
" Rencana apa yg akan bapak ini lakukan ? Kenapa dia tidak mau aku menjadi aparat lagi ?" Gumam Hani bingung.
Reno diam dengan wajah tenangnya,pria itu memang terlihat menyembunyikan sesuatu yg sulit sekali ditebak.
" Baiklah,nanti sore aku akan ikut Tuan kerumah Mama Cila " kata Hani menyanggupi.
Reno mengangguk pelan dengan wajah datarnya.
Gadis itu pun undur diri dari hadapan lelaki itu.
" Maaf saya menghancurkan cita2 mu,tapi dengan jadinya kau seorang aparat,nanti akan mengacaukan semuanya terutama mertuamu " Ucap Reno menatap Hani dari kejauhan.
Gadis itu langsung pulang kerumah,Hani harus tenang dan memikirkan semuanya berulang ulang..
Ditempat lain,seorang gadis bermain ceria dengan hewan besar nan buas.
Yap,hari ini Romi menganjak cucunya untuk pergi ke markas.
Suci yg memang punya mental baja terlihat tak takut sama sekali.
" Aduuh kasih makannya jangan gitu Nak,nanti tangan kamu dihap sama dia " Kata Alexi ngeri melihat aksi sang putri.
" Gak papa udah kenal sama Suci " Balas Romi santai..
" Yah,itu binatang buas loh,kalo dia gemes sama Suci gimana ?" Tanya Alexi merinding.
Romi terkekeh,anak bungsunya sangatlah cerewet dan penakut bedahal dengan Serkan yg begitu berani.
" Aaaaa jangan dekat2 " teriak seorang bocah dari kejauhan.
Keduanya menoleh dan terdiam melihat Sutar dikelilingi anak rusa yg meminta makanan ditangannya.
" Aaa Kakekkkkkk rusanya nakaaallll " Teriak Sutar heboh.
" Lah ini malah kebalikann " Kata Romi menghela nafas.
" Ihh Sutar malu2in deh,masa sama anak rusa aja takut sih " Cibir Suci heran.
" Eh itu tangannya lihat2 nanti salah masuk " Tegur Alexi kepada Suci yg asik menggerutu tapi tak sadar ia sedang ditatap gemas oleh anak harimau.
" Hehe iya Pa " Kata Suci terkekeh dan memberi anak harimau itu makan dengan benar.
" Hadeehhh,padahal Serkan dan Histi sama2 gak takut hewan,tapi kenapa anaknya malah sebaliknya sih " Gumam Romi tak mengerti konsep hidup.
" Iya Yah,padahal dulu kan Sutar lahir dihutan ya,masa iya takut sama binatang " Kata Alexi terkekeh.
" Iya,Suci yg lahir dirumah sakit tapi kelakuannya uhh " Kata Romi gemas sendiri.
" hahahah,mental Popey dia Pa " Kata Alexi tertawa.
" Aaaaaaaaa tolonggggggggg roti aku dicolooooongggggggg " Teriak Sutar menggelegar mengejar roti isinya di curi anak rusa yg usil.
" Wahahahahhahahaha " Suci tertawa.terbahak bahak melihat saudaranya mengejar anak hewan bertanduk tersebut.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1