
Hingga malam hari Hani belum terbangun dari tidurnya,gadis itu terlihat lelah dan enggan untuk membuka mata.
Terlalu banyak kesakitan yg ia terima selama ini meski ia sudah mati2an berjuang dengan sisa tenaga yg ada.
Cila mulai bisa bersikap tenang dan bijak,wanita itu menemani Hani dirumah sakit saat Laura berpamitan pulang.
Laura tak bisa berlama lama karna Boy ditinggal dirumah walau Justin sudah pulang lebih awal.
Ceklek....
Pintu ruangan terbuka,masuklah David dan seorang dokter lelaki yg sempat menangani Hani sore tadi.
" Dia sudah sadar Ma ?" Tanya David.
" Belum Pa " jawab Cila pelan.
Dokter mulai memeriksa Hani,Cila mundur menatap dari jarak yg tak terlalu jauh.
" Apa dia bisa sadar ?" tanya David khawatir.
" Harusnya dia sudah sadar jika hanya terbentur " Jawab Dokter.
" Dia terguling Dok " Kata Cila mengingat.
Dokter melihat David,pria itu sudah tau karna David tadi sempat cerita kronologis agar Dokter bisa mendeteksi lebih dalam.
" Dia akan siuman sebentar lagi " Kata Dokter tenang.
" Dia tidak hamil kan ?" tanya Dokter lagi.
Deg....
Cila dan David tersentak mendengar ucapan lelaki tersebut.
" Hamil ?" Ulang Cila.
" Sepertinya tidak " Jawab David tenang.
Cila melirik suaminya,wajah David begitu santai menjawab tanpa pikir panjang.
" Bagus lah,karna tadi saya tidak memeriksa kesana " kata Dokter jujur.
" Apa mengganggu rahimnya ?" tanya David lagi.
" Tidakk,saya hanya bertanya saja " Jawab Dokter.
" Nanti tolong di ronsen " Celetuk Cila.
Dokter mengangguk pelan.
Pria berjas putih ia pikir Hani masih gadis tapi nyatanya gadis itu sudah menikah meski Dokter dari tadi menunggu suami Hani yg tak kunjung datang.
Selesai memeriksa,Dokter undur diri.
Kini tinggallah Cila,Hani dan David disana.
" Gimana kamu yakin kalo Hani gak hamil ?" tanya Cila penasaran.
" Gimana mau hamil,suaminya aja jauh " Jawab David santai.
" Ya kan mereka tiap minggu ketemu " Kata Cila mengingat.
" Maksud kamu mereka main disana begitu ?" Tanya David gemas.
Cila terkekeh geli tak bisa membayangkan putranya.
" Tau darimana Hani sering kesana ?" tanya David kembali serius.
" Vero cerita " Jawab Cila jujur.
" Itu kamu tau,artinya Hani menjalankan tugasnya dengan baik sebagai istri " Kata David menyindir.
__ADS_1
Cila diam tak menjawab,David belum tau bahwa Cila sudah memaafkan Hani tadi.
" Kalo kamu masih benci sama Hani,kamu keterlaluan sih,aku gak tau lagi mau ngomongnya gimana " kata David tenang.
" Udah selesai " balas Cila malas.
" Maksudnya ?" tanya David mengernyit.
Cila tak menjawab,wanita itu berlalu pergi kekamar mandi.
Tak bisa dipungkiri,Cila merasa malu kepada suaminya atas perlakuan ia kepada Hani selama ini.
Cila tak mau mengakui bahwa dirinya juga bersalah,ia tak mau cerita karna Cila tau David pasti menghujatnya habis2an.
David menatap punggung sang istri dengan nanar,sejelek apapun sifat Cila tapi lelaki itu punya stock sabar yg luar biasa untuk melengkapi istrinya .
Jam terus berputar hingga tak terasa sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Hani terbangun dari tidur panjangnya.
Wanita itu terlihat bingung melihat sskitar.
" Aku dimana ?" Gumam Hani pelan.
Rasa pusing mulai menyerang gadis itu,kepalanya sangat sakit untuk mengingat kejadian.
" Sofia " ucap Hani tersadar.
Tanpa tunggu lama,gadis itu bangkit dari tidurannya dan berjalan.
Pltesss.....
Bunyi putusan air impus membuat Hani mengerang dan seketika tangannya bercucuran darah.
" Aduhh sakitt " Ucap Hani menutup punggung tangannya.
" Ada apa ?" tanya seseorang didekat Sofa.
" Mama " Ucap Hani pelan.
" Astagaaa tangan kamu berdarah " pekik Cila heboh.
David yg mendengar teriakan istrinya ikut bangun dan menghidupkan salah satu lampu..
" Hani,kamu sudah sadar " kata David bangun.
Hani masih mematung dengan wajah syoknya.
" Ya Tuhan,tangan kamu berdarah " kata David melihat tangan Hani.
" Talinya putus " Kata Cila melihat tali impus yg tak bertuan.
" Ke kenapa kal lian disini ?" Tanya Hani gemetar.
" Duduk dulu " Kata David menarik pelan tangan Hani ke brangkar.
Gadis itu menurut dan duduk di ranjang dengan wajah bingungnya.
" Kamu gak papa ?" tanya David lembut.
" Aku panggil Dokter dulu " celetuk Cila berjalan menuju luar.
Manik Hani memperhatikan setiap gerakan yg Cila keluarkan.
Gadis itu sangat bingung dan tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.
" Pa ini dimana ?" tanya Hani melihat David.
" Rumah sakit " Jawab David.
" Hah kenapa disini ?" Tanya Hani kaget.
__ADS_1
" Kamu kecelakaan tadi sore,makanya Papa sama Mama bawa kamu kesini " Jawab David.
Hani diam,otak kecilnya mulai mengingat kejadian sore tadi.
Beberapa saat kemudian gadis itu tersentak dan melirik Cila dengan takut.
Cila yg mengerti ikut tak enak hati,tapi wanita itu berusaha enjoy dan menganggap tak terjadi apa2.
" Kamu lapar ?" Tanya Cial mendekat.
" Hah " kata Hani kaget.
" Kamu gak makan dari sore,ini sudah malam " Kata Cila lagi.
Dokter datang kedua wanita itu diam serentak.
" Sudah siuman ?" tanya Dokter tersenyum.
" Apa yg terjadi ?" tanya Hani ragu.
" Apa kepala mu masih sakit ? atau sekujur tubuh ada yg sakit ?" tanya Dokter lagi.
Hani diam sejenak,ia memang merasa pusing dan pinggangnya sakit.
" Aku gak papa Dok " Kata Hani tenang.
" Jujur aja biar diobatin " Sahut David.
" Gak papa Pa,cuma pusing dikit dan em punggung aku sakit " kata Hani tak enak hati.
" Ya sudah sini diperiksa dulu " Kata Dokter paham.
Hani mengangguk,David dan Cila diam memperhatikan.
" Mau ngapain Dok ?" Tanya Cila melihat Dokter akan membuka baju belakang Hani.
" Periksa Bu " Jawab Dokter polos.
" Harus buka baju ?" tanya Cila lagi.
Dokter diam sejenak dan melihat Hani serta David.
" Em begini Bu,dia terkena benturan didaerah punggung sampai kepalanya,tadi sempat kam...."
" Periksa dari luar saja " Potong Cila cepat.
" Ma " tegur David.
" Shuuutt " Kata Cila menaruh jarinya dimulut.
David menghela nafas panjang,kemarin Cila tak perduli kepada Hani,tapi sekarang wanita itu menjadi posesif tak karuan.
" Enak aja dokter muda itu mau lihat pinggang Hani,Vero aja belum sempat nyicipipin " Batin Cila tak terima.
Sikap bar2nya kembali ditampakkan,Hani kebingungan sendiri begitupun David yg tak paham cara pikir istrinya.
Dokter menyarankan Hani untuk tak terlalu banyak bergerak dulu karna ternyata tulang punggung Hani sedikit bergeser membuat gadis itu kesakitan karna benturan yg cukup keras ditambah Hani sempat terpeleset menghantam lantai dan tanah bergantian.
" Apa dia sudah bisa pulang ?" tanya David
" Besok sudah boleh pulang,nanti saya resepkan obat " jawab Dokter.
" Apa perlu terapi ?" Tanya Cila.
" Ya,jika nanti tak ada perubahan,kita akan lakukan terapi " Jawab Dokter.
Cila mengangguk paham,Hani hanya diam saja melihat orang2 didepannya.
" Mama kenapa ya ? Kok tiba2 gini ?" Batin Hani bingung.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,coment ya.