
Tania pulang kerumah dan langsung mencari keberadaan Kakaknya.
" Ma,Kakak mana ?" Tanya Tania kepada Miska.
" Kenapa kamu pulang telat ?" Tanya Miska balik.
" Aku tadi sama Temen " Jawab Tania menaruh tasnya asal.
Gadis itu mendekati Miska dan memeluk tubuh ibu yg sudah melahirkannya tersebut.
" Eh kenapa ini ?" Tanya Miska bingung dan terkejut.
" Ngga ppaa " Jawab Tania tersenyum manis.
" Apa sih,aneh banget lagi bahagia karna apa ?" Tanya Miska lagi.
" Ngga,cuma mau peluk Mama aja " Jawab Tania dengan senyum lebar.
Miska menggeleng pelan dan membiarkan sang putri memeluk pinggangnya.
" Papa belum pulang ya ?" Tanya Tania tak melihat Denis.
" Iya,tadi berkunjung ke tempat Om kamu sama Rania dan Baim " Jawab Miska.
" ohh pantesan " Balas Tania mangut2.
Gadis itu melepas Miska dan menatap wajah ibunya.
" Ada apa ?" tanya Miska penasaran.
" Hm Ma,aku boleh pacaran gak ?" tanya Tania hati2.
" Hah " pekik Miska kaget.
" hehe boleh gak Ma ?" tanya Tania berharap.
" Ada yg nyatain cinta sama kamu ?" tanya Miska aneh.
Tania menunduk malu.
" Anak mana ? Baik gak ? Udah kerja ?" Tanya Miska beruntun.
" ihh Mama,kenapa jadi intel gini tanya2 ?" Kata Tania berubah kesal.
" Ya tanya aja,ntar salah pilih lagi " Kata Miska ngeri.
" Udah baik semuanya,paket komplit " Kata Tania terkekkeh.
" Beneran ? Kenal dimana ?" tanya Miska kepo.
" Hehe boleh gak nih ?" tanya Tania mengalihkan.
" Ya terserah,tanya Papa mu aja " Jawab Miska.
" Kok gitu sih,mau denger jawaban mama dulu " Rengek Tania.
" Mama sih terserah kamu aja,yg penting harus jaga diri jangan sampe sangean " Bls Miska.
" Mama ihhhhhh mana ada gitu " Kata Tania terbelalak.
" Ya siapa tau,kan pergaulan sekarang aneh2,Mama gak mau ya kamu nanti jadi korban !" kata Miska tegas.
" Ngga Ma,yg satu ini menjaga pake banget,percaya deh sama aku " kata Tania yakin.
" mereka itu lelaki sayang,punya instin buas jadi harus hati2,jangan mudah percaya " kata Miska gemas.
__ADS_1
" Iyaa,nanti aku bawa kesini dan Mama bisa nilai sendiri " kata Tania meyakinkan.
Miska mengangkat bahu acuh,Tania pun berbalik badan menuju kamarnya.
" Tanya Papa dulu,nanti terima cintanya " Pekik Miska.
" iyaaa " Jawab Tania sambil masuk kamar.
Pintu tertutup rapat,Miska yg sedang duduk santai menggeleng pelan.
" Dah mulai gatel tuh anak,bisa2nya dia nanya boleh ngga pacaran " Gumam Miska tak habis pikir.
Anak gadis nya tersebut memang sedikit berbeda dari sang Kakak,jika Rania berani pacaran tanpa persetujuan orang tua,bedahal dengan Tania yg masih takut dan merasa tabu.
Gadis itu memang banyak menjadi incaran para pria tapi Tania jangan memberi air karna takut dengan David.
Tapi kali ini berbeda,Tania seolah berani untuk mengungkapkan keinginannya mempunyai kekasih.
Ditempat lain,seorang gadis tersenyum manis kepada anak Bibinya yg sedang menulis surat cinta untuk sang istri.
Vero terlihat serius,lelaki itu membubuhi banyak kata cinta diselembar kertas berwarna putih dengan tinta hitam.
" Harus penuh suka cita ya Kak ?" Tanya Rania ramah.
" Iya Ran,biar nyampe tulisannya ke hati Kakak kamu " Kata Vero tersenyum.
" pasti Kak seneng banget dapat perhatian gini hehe " Kata Rania membayangkan.
" Hm,Hani lagi sakit Ran,Kakak dengar kandungannya lemah,sementara Kakak disini gak bisa kasih suport " kata Vero menghela nafas.
" Kakak yg sabar ya,Kak Hani pasti kuat dengan cobaan kalian " Kata Rania ikut sedih.
" Kalo kamu lagi senggan,temani Hani jalan ya,atau bawa dia ketemu Reka,biasanya Reka bisa bikin Hani seneng lagi " Kata Vero mengingat.
Deg...
" Kenapa harus dia Kak ?" tanya Rania hati2.
" Karna Reka udah sama Hani,sebelum sama Kakak,jadi Kakak gak bisa egois juga kalo harus memisahkan mereka " Jawab Vero tenang.
" Gak cemburu ?" tanya Rania lagi.
" Cemburu iya,cuma ya mau gimana Kakak gak bisa nemenin Hani Ran,tau sendiri kakak dikurung disini " Jawab Vero.
" Kakak gak takut kalo Reka akan...
" No,itu gak akan terjadi,kalo sampe itu terjadi Reka bakal tinggal nama dan kenangan " Sambung Vero tajam.
Glek....
Rania menelan ludah kasar,ucapan Vero terdengar serius kali ini,,lelaki itu juga tak pernah macam2 dengan ucapannya.
" Pokoknya kamu pantau aja Reka gimana,temenin Hani ya " Pinta Vero kembali tenang.
" Oke Kak,nanti aku hubungi Kak Hani " Bls Rania.
Vero menganguk pelan,kertas itu pun dilipat 2 dan diserahkan kepada Rania.
" Ya udah Kak,aku pulang dulu ya,Papa sama Baim pasti dah capek nunggu diluar " Kata Rania pamit.
" Iya makasih ya Ran udah jenguk Kakak " Kata Vero tersenyum manis.
" iya Kak sama sama " bls Rania.
Gadis itu menyalami Vero dan berlalu keluar dari ruangan yg sedikit pengap.
__ADS_1
" Huh semoga istri dan anak ku baik2 saja,maafkan aku ya Han,aku belum bisa jadi suami dan calon ayah yg baik untuk anak kita " Kata Vero nanar.
Tak banyak yg bisa ia lakukan,Vero hanya bisa berdoa solat dan tawakal akan keselamatan sang istri.
Apalagi mendengar Hani sempat drop dan dibawa kerumah ibunya.
" Ayo Pa " Kata Rania kepada Denis yg sedang ngobrol dengan Sipir.
" Udah selesai ?" tanya Denis menoleh.
" Sudah,Baim mana ?" Tanya Rania.
" Udah di mobil,merajuk dia mau makan " Jawab Denis.
" ya udah ayo " kata Rania buru2 keluar kantor.
" Duluan ya,makasih waktunya " kata Denis kepada para penjaga tersebut.
" Iya Pak sama sama " Bls para sipir tersenyum.
Denis pun menyusul sang anak dan langsung pergi dari sana.
" Reka nitip apa Ran ?" Tanya Denis fokus menyetir.
" Kasih surat buat Kak Hani " Jawab Rania jujur.
" Pasti surat gombalan " Tebak Denis.
" Kok tau ?" tanya Rania kaget.
" Ck,Siapa gak tau Vero Ran,mantan buaya dulu dia " jawab Denis.
" Wah2 enak banget Kak Vero dapat santapan enak dan kalem kyak Kak Hani " Sambung Rania.
Denis terkekeh dan mengusap kepala gadis itu.
Rania ikut terkekeh,hubungan keduanya kali ini cukup baik.
Rania belum melaksanakan keinginan Papanya untuk menutup aurat,tapi Denis tak memaksa karna Rania juga sudah mulai berpakaian tertutup meski belum menggunakan hijab seperti adiknya.
" Pa aku laper " Rengek Baim dari belakang.
" Iya sayang,kita cari makan dulu ya,Baim mau makan apa ?" Tanya Denis.
" Sauci Pa " Jawab Baim polos.
" Hah " Pekik Denis dan Rania terbelakak.
" Kenapa ?" Tanya Baim bingung.
" Kamu tau Sauci itu apa ?" tanya Denis berubah marah.
Baim diam sejenak dan menunjukkan ponsel yg ia pegañg.
" Kayaknya enak Pa,ada kriuk2nya " Kata Baim memperlihatkan apa yg ia tonton.
" Astagfirullahalazimmm,Baimmmmmmm " Pekik Rania menggelutukkan gigi.
" Ya Tuhannnn " Gumam Denis sakit kepala.
Rania mengambil hape tersebut dan mematikannya.
Baim masih kebingungan kenapa 2 orang dewasa didepannya terlihat marah,padahal ia hanya menawarkan saja.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.