
Hari berlalu,keputusan sudah diambil yaitu dengan menyekolahkan Hani dulu baru berlangsung acara pernikahan.
Awalnya Vero menolak,pria itu ingin Hani sekolah tapi harus menjadi istrinya juga,tapi Cila menolak dengan keras,wanita itu tau tabiat anaknya.
Jika Hani sekolah dan menikah sekaligus yang ada nanti tak sampai kemana2 karna bocah itu akan dihamili oleh anaknya sendiri.
Bukannya mendapat ijazah malah Cila mendapat Cucu lebih dulu.
Keputusan Cila pun mendapat pendukung dari Laura dan Justin,karna mereka pikir Hani tak akan mampu menolak keinginan Vero apalagi pria itu banyak akal bulus mengecohi gadis polos itu.
Jadilah Vero harus menelan pil pahit selama 2 tahun,karena Hani akan mulai sekolah tingkat 2 SMA.
Semua berkas yang diperlukan sudah dikantongi,lusa Hani sudah mulai masuk ajaran baru.
Seperti saat ini,Cila pergi kepasar menemani gadis itu belanja semua keperluan mulai dari buku,baju dan perlengkapan sekolah.
Sebelum pergi Cila tertawa terbahak merasa sangat lucu dengan apa yang terjadi kepada keluarganya.
Cila tak menyangka selera Vero benar2 ajaib,tapi wanita itu juga bangga dengan tindakan anaknya karna secara tidak langsung Vero mengangkat drajat seorang wanita yang tak mampu.
Cila sudah mengantongi uang 5 juta dari Vero untuk membelanjakan Hani dipasar.
Sungguh Cila merasa flashback lagi saat menyekolahkan Laura dulu.
" Udah siap ?" tanya Cila berdiri didepan pasar tradisional.
" Siap !" Jawab Hani semangat.
" Ayo masuk,kita belanja disini aja,di mall mahal uang Vero ngak cukup " kata Cila tersenyum.
" Iya Te " jawab Hani mengangguk.
Cila tersenyum bahagia,padahl uang yang diberi Vero lebih dari cukup membeli keperluan kekasihnya.
Hani tau Cila sedang mengakalinya tapi gadis itu diam saja karna itu hak Cila atas uang anaknya sendiri,dibantu sampai detik ini saja Hani sudah sangat bersyukur gadis itu tak mau menuntut banyak hal untuk kepentingan dirinya sendiri.
Keduanya masuk,terdengar para pedagang menawarkan jualan mereka.
" Disana " kata Cila menunjuk pedagang baju sekolah.
Hani mengangguk,gadis itu mengikuti langkah calon mertuanya yang cepat.
" Bu,cari baju sekolah " Kata Cila mendekati ibu2.
" Untuk siapa ?" tanya si Ibu membenarkan kaca mata.
" Buat mantu saya,eh maksudnya buat dia " Kata Cila kecoplosan.
Hani menunduk malu disebut menantu oleh wanita bar2 itu.
" Oh ini cewek,ada ayo masuk " ajak wanita itu ramah.
Cila dan Hani masuk kedalam,Cila mulai beraksi dari pemilihan bahan,kenyamanan sampai harga.
" Ngak bisa kurang lagi Bu ?" Tanya Cila berkacak pinggang.
" Udah gitu harganya Bu " Jawab si penjual.
" Kurangin lah,cucu saya banyak nanti saya rekomen anak2 saya buat beli baju sekolah disini " kata Cila membujuk.
" Emang siapa cucu Mama Vero ?" Batin Hani bingung.
" 150 ya,udah lah cuma beda 10 ribu doang " Kata Cila memainkan alis matanya.
" 155 ya " Tawar si penjual.
" Ngak mau ah,kalo 150 saya ambil,kalo gak ya udah gak jadi " kata Cila santai.
" Ayo Hani kita cari tempat lain " Kata Cila menarik tangan calon mantunya.
Hani yang dari tadi diam mengangguk karna dirinya bingung cara kerja tawar menawar barang.
__ADS_1
Mereka pun melangkah,belum ada 3 langkah si penjual pun memanggil Cila lagi.
" Ya udah deh ambil aja,tapi promosiin ya " Kata si penjual tajam.
" Iya tenang aja " Kata Cila tersenyum
Wanita itu pun membayar sesuai jumlah.
Setelah mendapat apa yang diinginkan,Cila menyeret Hani dengan cepat seraya tertawa.
" Kenapa Te ?" tanya Hani bingung.
" Kasihan sama ibunya,dia harus nunggu bertahun2 baru bisa jual baju sekolah itu kepada cucu Tante " Kata Cila terkekeh.
" Iya juga Te,kan Tante gak punya cucu " kata Hani ikut terkekeh.
Cila mengangguk dengan tawa renyahnya.
Mereka pun kembali menyusuri pasar membeli yang lain.
Hingga sore hari,setelah selesai belanja Cila menganjak Hani ke tempat kerja anak dan suaminya.
Hani terlihat terkejut melihat pabrik tempat calon suaminya sangatlah besar.
Beberapa orang terlihat menunduk karna tau Nyonya besar datang berkunjung.
" Pak David ada ?" Tanya Cila kepada salah satu kuli disana.
" Gak tau Bu,saya dari tadi dibelakang " Jawab si bapak itu sopan.
" Oh ya udah,kerja hati2 ya " kata Çila ramah.
" Makasih Bu " Jawab si kuli bahagia.
Mereka kembali masuk,terlihat seorang wanita menghampiri mereka dengan pakaian rapi.
" Selamat datang Nyonya " Ucap wanita berkunciŕ itu sopan.
" Ada Nyonya,Pak David sedang diruangan nya " Jawab wanita itu tersenyum.
" Baiklah,ayo " kata Cila menarik tangan Hani.
Keduanya langsung masuk keruangan.
Terlihat seorang pria sedang bersiap siap untuk pulang,Cila berjalan mengendap endap dan greb...
Wanita itu memeluk suaminya dari belakang,David yang membelakangi mereka pun terkejut dan langsung berbalik badan.
" Mama " Kata David syok.
" Hay my husband " Sapa Cila tersenyum.
" Kok bisa disini ?" tanya David bingung.
Cila memegang pinggang wanita itu seraya merinjitkan kakinya.
" Yank ada Hani " kata David melototkan mata tau kode istrinya.
" Kangen " Rengek Cila memancungkan bibirnya.
Terlihat Hani menggaruk kepala malu dan perlahan mundur keluar dari ruangan.
" Hehe peka juga tuh calon mantu kamu " Kata Cila terkekeh.
" Kamu ih tua2 gak tau malu " Hujat David.
" Biarin " Kata Cila bergelayutan manja.
David tertawa detik berikutnya lelaki itu menggendong istri bohaynya manaruh Cila di atas meja.
Cila mengalungkan tangannya dileher David.
__ADS_1
Keduanya pun saling melepas rindu dengan berciuman mesra ala Abg.
Diluar,Hani menggigit kukunya canggung tanpa sengaja mengintip pasangan itu sedang bercumbu.
" Astaga Mama dan Papa Vero kayak orang pacaran aja " Gumam Hani menutup wajah malu.
Gadis itu tak menyangka pasangan tua itu masih lengket layaknya sepasang kekasih.
Hani terus menunggu,tanpa sadar gadis itu menjadi pusat perhatian karyawan David apalagi melihat kantong besar yang Hani bawa.
" Nunggu siapa Dek ?" tanya seorang lelaki mendekati gadis itu.
" Hm anu Kak,nungguin Tante Cila " Jawab Hani menunduk takut.
" Tante Cila ? siapa ?" tanya Pria itu bingung.
Hani menunjuk kearah pintu yang tertutup rapat.
" Pak David ?" Tanya pria itu kaget.
Hani mengangguk cepat.
" astaga Pak David bawak cewek kedalam ?" Tanya Pria itu syok.
" Hah " Kata Hani terkejut.
" Gawat,Pak David harus dihentikan ini sebelum istri Bohaynya tau " kata pria itu ingin masuk kedalam.
" Eeeehhh jangan Kak " Pekik Hani kaget dan melarang lelaki itu.
" Kenapa ? kalo Bu Arsila tau Pak David bawa cewek kekantor bisa robah pabrik ini " Kata lelaki itu ngeri.
" Arsila siapa ?" tanya Hani semakin bingung.
Lelaki itu kekeh ingin masuk hingga suara seorang pria menegur mereka.
" Ada apa ?" Tanya Vero mendekat.
" Om " Gumam Hani terkejut.
" Hani ? kok bisa disini ?" Tanya Vero ikut kaget.
" Pak David bawa perempuan Pak,Ibu Arsila bilang kesemua karyawan jika ada perempuan mencurigakan masuk keruangan Pak David harus dihentikan " Jelas lelaki bernama Rafi tersebut serius.
" Apa ! siapa ?" tanya Vero melotot.
Hani menggeleng tanda lelaki itu tidak boleh masuk,tapi Vero yang tidak ngeh langsung membuka pintu dan terbelalak melihat kejadian yang mengotori matanya.
" Astgaaaaa Verooooooooo !!!" Teriak Cila menggelegar.
" Bu Arsila " Gumam Rafi terkejut mendengar suara tak asing,lelaki itu ingin melihat tapi Vero langsung menutup pintu ruangan seraya melihat Hani yang sudah menutup mata.
" Apa aku bilang gak usah masuk !" Kata Hani kesal kepada lelaki itu.
" Ya ampuun Mamaaaa,apa gak bisa nunggu dirumah aja,ya elaaahhh " Gumam Vero sakit kepala dengan tingkah ibunya.
" Ayo pulang " Ajak Vero merangkul Hani.
" Mau ngapaiiinn " Pekik Hani ngeri2.
" Mau juga kayak Papa " Rengek Vero manja.
" Ihh ngak mau " Pekik Hani berlari cepat keluar.
Vero tertawa ngakak,Rafi yang tidak tau apapun terlihat sangat kebingungan.
" Jangan berani ngintip kalo gak mau jadi gelandangan " kata Vero menepuk pundak karyawan Papanya.
Vero pun langsung melesat mengejar Hani yang sudah kabur ketakutan..
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya