
Disebuah rumah seorang gadis bersiap akan pulang.
Ini hari terakhir Angel berada diluar negeri karna gadis itu harus segera kembali sebelum orang tuanya tau.
Seperti diawal,Aktam sudah memesan tiket pulang untuk Angel agar gadis itu tak mangkir lagi.
" Om sebelum pulang apa aku boleh ketemu Zini ?" Tanya Angel hati2.
" Hm " Jawab Daniel fokus dengan ponselnya.
" Om kapan pulang ?" tanya Angel lagi.
" Ntah lah,Zini belum sembuh jadi saya gak bisa pulang " Jawab Daniel.
Angel mengangguk paham,selama disana Angel hanya bermain ditempat dekat saja lantaran ia tak punya waktu banyak ditambah Daniel juga sibuk dengan Zini yg sedang dirawat serius.
" Kamu makan dulu sebelum kita pergi " Kata Daniel melepas ponselnya dan menatap gadis itu.
" Iya Om " Jawab Angel mangut.
Daniel bangkit dan berjalan kedapur.
Tak ada satu hari pun gadis itu merasa lapar karna Daniel selalu memintanya makan lebih awal.
Angel merasa Daniel begitu merawatnya dengan baik hingga ia pikir tinggal dengan Daniel adalah suatu keberuntungan tapi Angel sadar diri bahwa untuk bersama lelaki itu adalah suatu ketidaksuaian karna faktor usia dan banyak lainnya.
Gadis itu mengejar Danie dan menatap punggung Daniel sedang menyiapkan menu makanan.
Angel diam diambang pintu masuk dengan wajah tenang.
Ntah apa yg dipikirkan gadis itu hanya ia yg tau.
Daniel sibuk menggoreng telur,memanaskan sup daging.
Menu sederhana yg sering ia santap selama berada dinegeri orang.
Setelah selesai,Angel mendekat dan duduk dikursi dengan air yg sudah tersedia.
" Makan lah " Ucap Daniel lembut.
" Om gak makan ?" tanya Angel mendongak.
" Saya sudah kenyang " Jawab Daniel.
" Emang Om makan apa ?" tanya Angel mengernyit.
Daniel tak menjawab,lelaki itu hanya tersenyum dan duduk didepan Angel.
" Kau harus punya tenaga extra untuk menghadapi Mama dan Papa mu dirumah " Kata Daniel terkekeh.
Angel mengkrucut dan mulai makan.
" Om Aktam udah janji bakal lindungi aku " Balas Angel.
" Hm,dia paman yg baik mau membenteng gadis nakal seperti mu " Cibir Daniel lagi.
" Hehe iya,Om yg paling aku sayangi " Kata Angel terkekeh.
Daniel diam,lelaki itu menatap lagi wajah Angel yg sudah cantik dengan bedak tipis serta bibir meronanya.
Wajah kebulean gadis itu tak bisa dihindari,Angel masih menuruni karakter Reno yg berasal dari luar.
" Apa kau bahagia disini ?" tanya Daniel sambil mengambil minum.
" Ya aku senang disini,dan tenang juga " Jawab Angel.
" Bukankah kau suka keramain ?" tanya Daniel mengernyit.
" Iya kadang kala aku butuh waktu sendiri,tapi disini meski ada Om tapi aku gak keberatan " Jawab Angel.
" Kenapa begitu ?" tanya Daniel aneh.
__ADS_1
" hm ntah,aku pun gak tau " Jawab Angel polos.
Daniel tersenyum,pria itu tak bisa menebak Angel yg kadang menjadi air tenang kadang menjadi Api yg membara.
Gadis itu sulit untuk ditebak dengan kasat mata.
" Aku harap Zini segera sembuh " kata Angel menyelesaikan makannya .
" Saya juga begitu " Jawab Daniel.
Angel bangkit dari duduknya dan mencuci sendiri piring kotor tersebut.
Daniel kembali diam melihat Angel dari belakang.
Gadis didepannya sudah dewasa bahkan Angel juga punya badan yg bagus serta rambut yg lurus.
Sejenak otak pria itu sedikit geser mengingat ia pria normal,tapi Daniel dengan cepat menepisnya saat teringat akan Prito yg banyak membantu.
" Udah selesai Om,ayo pergi " Kata Angel menyelap tangan dengan baju.
Daniel mengangguk,lelaki itu pun berjalan duluan dan menyeret koper Angel keluar.
Hening...
Tak ada yg dibicarakan,Daniel bukan pria yg mudah diajak bicara,lelaki itu akan merespon jika obrolan mereka nyambung.
Angel pun tiba2 menjadi gadis sedikit pendiam dari biasanya,ia harus pintar mengimbang Daniel yg terlihat cuek.
Sesampainya dirumah sakit,Daniel langsung menemui dokter.
" Kamu duluan,kamarnya disana " kata Daniel menunjuk sebuah ruangan.
Angel mengangguk dan berjalan duluan.
Daniel berbelok arah dan masuk kesebuah ruangan dokter anak.
Tanpa tunggu lama,Angel masuk keruangan dan terdiam melihat Zini sedang dikerumi perawat.
Gadis itu mendekat dan terkejut melihat Zini pucat dengan hidung berdarah.
" Ya Tuhan " Ucap Angel menutup mulut tak percaya.
Ibu Daniel menoleh dan menatap Angel dengan wajah sedih.
Zini ikut menoleh dan tersentak kaget.
" Zini " Ucap Angel gemetar.
Gadis itu mendekat dan melihat Zini dengan manik berkaca kaca.
" Kamu disini " Kata Ibu Daniel tersenyum.
" Iya Bu,Zini kenapa ?" tanya Angel menyalami wanita itu.
" Sudah selesai,jika terjadi lagi langsung hubungi kami " Ucap perawat dengan bahasa inggris.
" Ya terima kasih " Jawab Ibu Daniel tenang.
2 perawat itu keluar dari ruangan sambil membawa bekas kapas yg berisi darah segar.
Zini menatap Angel dengan wajah sayu.
Sungguh hancur Hati Angel melihat gadis kecil tersebut begitu lemah tak berdaya.
" Kamu yg kuat ya sayang,Zini anak hebat " Kata Angel menahan tangisnya.
" Kak " Panggil Zini mengenali Angel.
" Iya sayang,ini Kak Angel " Balas Angel memegang tangan kurus gadis itu.
Ibu Daniel diam melihat keduanya.
__ADS_1
" Daniel mana ?" tanya wanita tua tersebut.
" Keruangan dokter " Jawab Angel.
Zini merentangkan tangannya meminta Angel mendekat.
Gadis itu dengan peka langsung mendekap Zini dengan begitu lembut.
" Kakak yakin kamu bakal sehat lagi sayang,jangan pernah menyerah ya " kata Angel meneteskan air mata.
Zini diam memeluk Angel dengan erat.
" Zini sudah parah Angel,ini udah ketiga kalinya dia mimisan " Ucap Ibu Daniel sedih.
" ibu jangan lemah semangat,kita harus kuat biar Zini juga kuat " Sahut Angel.
" Zini capek Njel,kadang saat dia bilang ngantuk,Ibu sangat takut " kata Ibu Daniel mulai menangis.
" Ibu takut Zini nga...
" Ngga Bu,,ya mungkin Zini emang butuh tidur kan " Potong Angel.
Ibu Daniel kembali menangis,kali ini tangisannya terdengar pilu menyayat hati.
Angel ikut menangis,siapa yg tak sedih melihat perjuangan seorang gadis kecil melawan sakit yg begitu berbahaya.
" Adanya kamu disini,Ibu bersyukur Njel karna kamu bisa bikin Daniel gak terlalu sedih mikirin anaknya " Ucap wanita tua itu tersenyum.
" Aku harus pulang hari ini Bu " Jawab Angel.
" Ya pulang lah,orang tua mu menunggu "
Angel melihat Zini dan tersenyum manis.
" Kamu harus janji sama Kakak ya,pokoknya kamu harus pulang ke negara kita dan nanti Kakak bakal ajak kamu jalan2 kemana pun kamu mau dan beli apapun yg kamu suka !" Kata Angel serius.
Zini melotot dan kembali memeluk Angel dengan wajah girangnya.
Angel tak tau gadis itu bisa bicara atau tidak karna Zini memang jarang mengeluarkan suaranya tapi gadis itu yakin Zini bisa mencerna setiap perkataan.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,masuklah Daniel dengan wajah tenangnya.
" Ayo Njel,bentar lagi pesawatnya terbang " Tegur Daniel tenang.
" Papa " Ucap Zini tersenyum manis.
Angel melepas Zini dan membiarkan Daniel memeluk gadis kecil tersebut.
" Papa anter Kakak Angel pulang dulu ya sayang,nanti Papa kembali lagi " Ucap Daniel lembut seraya memberi beberapa kecupan.
Zini mengangguk,gadis itu mengambil tangan Angel dan tangan Kiri Daniel lalu menyatukan dengan tangan mungilnya.
" Ada apa sayang ?" tanya Daniel lembut.
Zini tersenyum manis tanpa menjawab.
Daniel melihat Angel,gadis itu juga terlihat kebingungan.
Daniel membalik tangannya dan menggenggam tangan Angel dan Zini bersamaan.
" Mau Zini gini ?" Tanya Ibu Daniel menggoda.
Zini mengangguk malu.
Daniel terkekeh dan mencium pipi gadis tersebut.
❤❤❤❤
Haay guys jangan lupa Vote,like,Coment ya.
__ADS_1