Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Copet


__ADS_3

Didalam taxi Laura mulai tak tenang melihat layar di depan kemudi yang menunjukkan angka biaya yang harus ia bayar.


" Duh mana masih jauh lagi " Gumam Laura takut.


Gadis itu melihat isi dompetnya,masih tersisa 70 ribu sudah ditambah uang milik Vero tadi.


" Uh,bismillah " Kata Laura berusaha tenang.


" Stop Pak " Ujar Laura seraya menepuk pundak supir taxi.


" Kok stop Mba,kan belum sampe " Kata Bapak2 itu heran.


" Disini aja Pak,em saya mau ketemu temen dulu " Kata Laura terpaksa berbohong.


" Oh,ya udah kalo gitu " Kata Bapak itu tak ambil pusing.


Taxi pun berhenti,Laura membayar sebanyak 40 ribu untuk perjalanannya kali ini.


Gadis itu bisa saja sampai ke kampus jika menghabiskan semua uang yang ia punya saat ini,tapi Laura tak mau karna gadis itu nanti akan pusing sendiri apalagi ia belum makan apapun siang ini.


" Uh gak papa lah jalan dikit sambil nyari angkot didepan " Gumam Laura lirih.


Dengan semangat 45 gadis berkuncir 1 pun menyusuri jalanan yang cukup sepi.


" Duh,kayak nya aku salah berhenti deh,harusnya lebih kedepan biar ngak jauh " Gumam Laura mengusap keringat yang mulai membanjir.


Matahari serasa diatas kepala,Laura terus berjalan dengan cepat agar bisa sampai didepan jalan yang biasanya dilewati angkot.


Saat asik berjalan tiba2 2 orang pria berlari kearahnya.


Laura mengernyit melihat pria itu,hingga tanpa sadar tas yang sedang disandang nya pun raib diambil orang.


" Aaaaaaa copeeeeeeetttttt " Teriak Laura histeris.


2 pria itu berlari menjauh seraya melambaikan tangannya kepada Laura yang meminta tolong.


" Copeeet tolonggggggg ada copeeeetttt " Teriak Laura sambil berlari mengejar 2 pria itu.


" Huh huh huh " Nafas Laura terengah2.


Tak ada satu pun yang menolong dirinya,hanya Laura sendiri yang berjalan kaki sedangkan lainnya mengendarai motor atau mobil,itu pun hanya melihat tak menolong sedikit pun.


" Huh,gimana nih aduuhhh mana buku2 ku disana semua " Gumam Laura banjir keringat.


Gadis itu duduk di trotoar merenggangkan kakinya yang sudah keram berlari.


Uang dan tas nya dirampok,tak ada yang bisa gadis itu lakukan sekarang.


" Huh haus " Gumam Laura menyeka kringatnya yang sudah banjir.


Lama Laura diam mencoba mencari cara,hingga gadis itu sudah buntu.


Semua hartanya berada dalam tas,tak ada lagi yang Laura miliki.


Karna lelah berpikir,Laura pun kembali berjalan gontai menyusuri tapak demi tapak.


" Ah itu dia ada warung " Gumam Laura melihat toko klontongan.


Laura berjalan pelan karna kakinya sudah sangat sakit.


" Permisi Bu " Sapa Laura hangat.


Seorang wanita parubaya melihat Laura mengernyit.


" Ada apa Mba ?"


" Em,saya boleh ngutang ngak Bu,saya habis kecopetan semua barang saya diambil sama 2 copet tadi " Kata Laura jujur.


" Heleh,gayaan sok2 kecopetan,yang ada malah kamu yang mau nyopet warung saja,modus beginian udah sering dilakuin Mba,cari nafkah itu yang halal jangan bohongin orang " Kata wanita itu judes.


" Hah " Pekik Laura kaget bukan main.


" Tapi saya beneran kecopetan Bu " Kata Laura tak terima.


" Liat penampilan kamu ini,ck2 persis seperti wanita2 kemarin yang sok2an minta2 eh ujung2 hipnotis " Tuduh ibu2 itu.


Laura melongo tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


" Haistt,ini juga udah saya usir berkali2 masih aja kesini,sana sana2 ngotorin tempat saya aja " Usir wanita itu kepada 2 anak kecil yang menginjin karung dibelakangnya.

__ADS_1


" Kami cuma mau cari botol bekas Bu " Kata seorang anak kecil kitaran 4 tahun hampir menangis.


" Ngak ada ngak adaa sanaaaa aduhhh pusing deh kepala aku liat kaliannnn sanaaa pergi " Usir wanita itu mendorong anak perempuan tersebut.


Laura terbelalak,dirinya benar terkejut dengan apa yang terjadi sekarang.


" Bu,kalo ngak mau bantu,ngak perlu main kasar sampe dorong2 anak orang " Kata Laura kesal.


" Eh,ngak usah ikut campur kamu,kamu dan mereka itu sama aja,cari uang kok ngemis2 "


2 bocah perempuan itu menangis sedih,penampilan mereka memang jauh dari kata baik,hanya mengenakan celana dan baju yang sudah sangat kumal.


" Udah sana,ngapain masih disini,mau saya siram pake air panas " Ancam wanita itu garang.


" Astagfirullahalazim " Kata Laura mengusap dada.


Wanita itu tak perduli dan masuk kedalam warungnya yang kebetulan sedang sepi.


" Ngak papa Kak,kami udah biasa " Kata anak perempuan kitaran 7 tahun tersenyum kepada Laura.


Gadis itu berkaca kaca,Laura teringat akan dirinya tempo dulu saat masih lontang lantung dijalanan bersama ibunya.


" Orang tua kalian mana ?" Tanya Laura lembut.


" Ibu udah meninggal Kak,Bapak ngak mau ngurusin kami " Kata adik kecil itu menunduk sedih.


Laura menghela nafas merasa iba,ternyata dirinya dulu masih beruntung memiliki Ibu yang begitu menyayanginya.


" Kak aku lapar " Kata bocah paling kecil merengek mengusap perutnya.


" Iya,nanti kita cari dulu ya " Kata sang Kakak memeluk adiknya.


Laura mengigit bibirnya kelu,gadis itu hampir menangis tak tega.


" Maaf ya,Kakak ngak bisa bantu Kakak juga habis kena copet " Kata Laura tak enak hati.


" Iya Kak ngak papa,makasih udah nolong kita tadi " Kata anak itu tersenyum lembut.


Saat mereka sedang mengobrol hangat,seorang pria menggunakan motor gede berhenti didepan warung.


" Bensiiiinnnn " Teriak lelaki itu membuka kaca helmnya.


" 20 ribu Bu " Kata lelaki itu mengeluarkan dompetnya.


" Siap " kata sang ibu mengangguk patuh dan mulai menuangkan bensin.


Lelaki itu menoleh dan mengernyit melihat seorang gadis mebelakangi dirinya.


" Itu Laura bukan ya ?" Gumam sang pria menyelisik.


" Udah Den " Kata sang ibu menebur.


" Ah iya ini " Kata pria itu memberi uang 100 ribu.


Sang ibu pun masuk kedalam toko mengambil kembalian.


" Laura " Panggil pria itu asal.


Sang gadis pun menoleh dan mengernyit melihat seorang pria hanya matanya saja yang terlihat dihelm.


" Oh beneran Laura " Pekik lelaki itu terkekeh pelan.


Dengan elegant lelaki itu membuka helmnya.


" Abang " Pekik Laura kaget melihat Aktam.


" Hay " Kata Aktam tersenyum cerah.


" Aku kira tadi bukan kamu,makanya aku munggungin " Kata Aktam tersenyum malu.


" Ish Abang mah,aku kira siapa tadi yang manggil aku ngak ada mukanya " Kata Laura tersenyum.


" Btw ngapain ?" Tanya Aktam mengernyit melihat 2 anak kecil kumal didekat gadis itu.


" Oh iya Bang,tolongin Laura dong " Kata Laura memelas..


" Kenapa ?" Tanya Aktam heran.


" Aku habis kecopetan,,sekarang aku ngak bisa pulang " Kata Laura mengkrucut.

__ADS_1


" Hah copet,siapa yang copet kamu biar Abang hajar " Kata Aktam sok garang.


Laura terkekeh geli.


" Orangnya udah kabur makan bakso " Kata Laura kesal.


" Hahha ya udah yuk,aku anterin pulang,mumpung aku juga baru pulang kampus nih " Kata Aktam tersenyum genit.


" Idih gatel " Hujat Laura.


Aktam tertawa ngakak.


" Ini Den kembaliannya " Tegur sang pemiliik warung menatap mereka dari tadi.


" Oh iya Bang,sekalian pinjam duit beli minum dong " Bisik Laura lirih.


" Nih ambil,beli apapun yang kamu mau " Kata Aktam memberi kembalian tadi kepada Laura.


Gadis itu terpekik senang dan mendekati 2 anak kecil yang masih melongo melihat mereka.


" Tunggu disini ya " Kata Laura happy.


2 anak itu mengangguk patuh.


Aktam tersenyum menebak apa yang akan dilakukan Laura..


Pria itu menghampiri 2 anak tadi dan membuka dompetnya.


" Nih ambil beli nasi padang yang enak dijalan sana " Kata Aktam memberi uang 200 ribu kepada kakak beradik itu sambil menunjuk warung nasi padang tak jauh dari mereka.


" Tapi Om ini ter...


" Udah ambil aja,diem2 " Kata Aktam tersenyum.


Kakak beradik itu tersenyum bahagia dan mengangguk patuh.


Sang pemilik warung melongo melihat uang merah ditangan 2 gadis kecil itu.


" Nih Bu,saya beli minum 4 botol ini " Kata Laura memberikan uang 20 ribu.


Sang ibu pun menerima dengan wajah syok.


" Ehh si adek mau kemana,ini minum dulu " Pekik Laura mengejar 2 anak yang berjalan riang ke warung nasi padang.


Laura memberi bungkusan plastik dan mengambil untuknya satu botol.


" Eh iya Kak makasih banyak ya " Kata kakak beradik itu lembut.


" Iya,maaf ya ngak bisa ngasih banyak " Kata Laura menunduk sedih..


Mereka hanya tersenyum,karna Aktam memberi kode untuk diam.


" Ya udah,kalo gitu Kakak pulang dulu ya " Kata Laura pamit.


Mereka lagi2 tersenyum mengangguk..


Laura mendekati Aktam yang sudah siap dengan motor gedenya.


" Ayo naik " Titah Aktam tersenyum.


Laura mengangguk dan mulai menaiki motor tinggi itu.


" ini Mba kembaliannya " Tegur ibu2 tdi memberi uang 2 ribu rupiah.


" Ambil aja buat ibu,saya sedekah " Kata Laura menohok.


Wanita itu terkejut bukan main.


" Jalan Bang " Kata Laura menepuk pundak Aktam..


Bagaikan sapi yang di colok hidungnya,pria itu menuruti keinginan Laura.


Mereka pun melaju kencang meninggalkan ibu2 sombong tadi dengan sejuta keterkejutan.


" Sialan " Umpat ibu2 itu geram kepada Laura yang merendahkan dirinya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2