
Hampir magrib akhirnya sebuah mobil memasuki pekarangan rumah guru les.
Vero keluar dengan buru2 mendekati rumah yg sudah tertutup tersebut.
" Assalamualaikum " Sapa Vero seraya mengetuk pintu.
Tak tunggu lama lelaki itu mendapat sahutan dan seorang wanita keluar.
" Apa Sofia ada disini ?" tanya Vero to the point.
" Sofia sudah pulang " Jawab wanita itu tenang.
" Pulang ? sama siapa ?" tanya Vero terkejut.
" Sama Ayahnya " Jawab Guru tersebut polos.
" Ayah !" Pekik Vero terbelalak.
" Iya Pak,lelaki muda itu mengaku sebagai orang tua Sofia " Ucap wanita itu mengingat.
" Saya Papanya !" Kata Vero tegas.
" Saya tidak tau dengan bapak,tadi orang itu sudah menunjukkan identitas dirinya kepada kami "
" Boleh saya lihat ?" tanya Vero sedikit mendesak.
" Sebentar " jawab wanita itu menahan.
Vero diam diluar membiarkan wanita tersebut masuk kedalam rumah.
" Siapa yg mengaku sebagai Ayah Sofia ? apa dia ingin menculik anak ku ?" gumam Vero deg degan.
Tak lama wanita tadi keluar lagi dengan menunjukkan sebuah foto.
" Ini orangnya dan beserta Ktp " Ucap wanita itu memberi hp kepada Vero.
Vero melihatnya dan seketika melotot.
" Anda mengenali orang itu ?" tanya si wanita melihat expresi Vero.
" Apa dia sudah lama membawa Sofia pergi ?" tanya Vero serius.
" Belum lama "
" Baiklah saya permisi " Jawab Vero bergegas mendekati mobilnya.
" Hei Tuan " sapa wanita itu mengejar.
Vero berbalik badan dan diam dengan wajah yg sedikit tegang
" Jika benar anda orang tua Sofia,harusnya kalian menjemputnya tepat waktu,saya dengar sudah berapa kali Sofia telat dijemput seperti ini,kasihan Tuan dia masih anak2 " kata guru itu perhatian.
Vero diam dan langsung pergi.
" Huhhh malangnya nasib kamu Sofia,punya orang tua selalu sibuk,lagian Ibunya mana ya,kenapa gak pernah perhatian sama anaknya,mana Sofia masih lugu,kalo di culik orang gimana ?" Gumam wanita itu heran dengan pola asuh keluarga gadis tersebut...
Didalam mobil,Vero mengeluarkan hapenya dan mencari nama diriwayat telefon.
" Mana ya ?" Gumam Vero terus mencari.
Hape canggih itu bergulir dengan crpat menampilkan riwayat panggilan yg tak terjawab.
" Aku rasa ini nomornya " Gumam Vero yakin pada sebuah nomor asing.
Tak tunggu lama lelaki itu langsung menelfon dan berdering.
" Nyambung " Gumam Vero semangat.
Tut.....
__ADS_1
Suara panggilan terus berbunyi,lelaki itu seolah tak sabar lagi ingin berbicara dengan sang pemilik nomor.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Ridho dimana Sofia ?" tanya Vero tanpa basa basi.
Hening....tak ada jawaban.
" Kamu bawa kemana anak itu hah !" kata Vero kesal.
" Dia anak gue " Jawab si pemilik nomor dengan santai.
Deg....
Vero tersentak mendengar ucapan tersebut.
" Dia bersama gue,lo menelantarnya dengan segala kesibukan lo itu " Kata Ridho terdengar kesal.
" Ya,aku em maksudnya aku salah dan tlong kembalikan Sofia " kata Vero menyadari kesalahannya.
" Dia sedang menghibur ibu gue " Jawab Ridho.
Deg....
Vero tersentak mendengar pernyataan tersebut.
" Dimana kalian ?" tanya Vero mencoba tenang.
" Kami ada dirumah dan Sofia baik2 saja " Jawab Ridho..
Vero mengusap kasar wajahnya,sungguh pria itu merasa bersalah karna telah mengecewakan putri kecilnya lagi.
" Gue gak sengaja ketemu dia ditrotoar,kau tau betapa berbahayanya itu ?" tanya Ridho geram.
Vero diam tak menjawab.
" Nanti lusa gue antar Sofia lagi,untuk sementara dia akan berada sama gue " Kata Ridho memutuskan.
" Ya dan tugas lo anterin peralatan sekolah dia selama 3 hari " Balas Ridho.
" Apa !" pekik Vero kaget.
" Lo gak bisa tawar menawar sama gue " Balas Ridho santai.
Vero kembali diam dengan seribu kebimbangannya.
" Baiklah,hanya 3 hari " Kata Vero mengalah.
" Oke " Jawab Ridho tenang.
Tut.
Panggilan terputus,Vero menjambak rambutnya kesal.
Nasi menjadi bubur,Vero juga tak bisa memojokkan Ridho karna membawa Sofia tanpa izin karna disisi lain,Ridho lah yg menyelamatkan hidup anaknya.
" Baiklah,aku ikuti saja permainan dia " Gumam Vero mencoba tenang.
Lelaki itu menghidupkan mesin mobilnya dan pergi dari lokasi.
Disebuah rumah,beberapa orang dewasa berkumpul.
Hari ini Cila kedatangan Ibunya dari kampung bersama Ayah sambung rasa kandung.
Kedatangan Sintia dan Beni kali ini ingin menanyakan status Vero yg sedikit ngambang bagi mereka.
" Jadi Vero masih merawat Sofia ?" Tanya Beni.
" Iya Yah,Vero mau melakukannya " Jawab Cila jujur.
__ADS_1
" Tidak masalah,hanya saja sekarang kan sudah jelas siapa Ayah kandung Sofia sebenarnya " Kata Sintia menyahuti.
" Iya Bunda,kami sudah mengenali lelaki itu " Jawab David.
" Nah,kamu kan orang pinter David,cari selak beluk Ayah kandung Sofia itu,apa dia mau mengakui Sofia ?" tanya Beni lagi.
David dan Cila saling melihat,baru kali ini orang tuanya speak up masalah keluarga kecil Vero.
" Bukan kita gak sayang sama Sofia,tapi gadis itu harus jelas siapa orang tuanya,gimana hidupnya nanti,biar dia gak kecewa " Kata Beni menjelaskan.
" Iya Cila,kamu gak kasihan nanti dia denger dari orang lain kalo Vero bukan Papanya,kita ngebayangin aja udah sedih loh " Sahut Sintia.
" Tapi Vero gak mau lepasin Sofia Bun " Kata Cila menghela nafas.
" Kalian harus bertemu dulu dengan orang tua kandung Sofia,bila perlu 1 keluarganya,biar jelas gitu " Kata Sintia memberi saran.
" Kamu pernah ketemu Ayahnya Ridho Mas ?" Tanya Cila melihat David.
David menggeleng pelan.
" Nanti aku cari dulu datanya baru bisa kita datangi " Sahut David.
Cila mengangguk paham,memang bukan hal sepele menyerahkan anak malang tersebut kepada orang lain,apalagi Vero merawatnya dari kecil..
" Ya udah nanti kalo Vero datang,jelasin aja sama dia biar gak salah paham " Kata Sintia mengakhiri.
Cila mengangguk paham,mereka pun melanjutkan obrolan yg sudah lama tertunda.
Vero datang kerumah membuat semua orang tersentak.
" Mana Sofia ?" tanya Cila melihat kiri kanan.
Vero diam tak menjawab,lelaki itu berjalan gontai masuk kamarnya.
" Vero " Panggil Beni..
Vero menghela nafas panjang dan berbalik badan.
" Mana Sofia ?" Ulang Beni menyelisik.
" Gak ada Kek " Jawab Vero lesu.
" Gak ada gimana ?" tanya Beni mengernyit.
" Dia dibawa Ayahnya " jawab Vero sedih.
" Apa !" pekik Cila dan David kaget.
Beni dan Sintia diam memperhatikan wajah Vero yg merasa sedih sekali.
" Hanya 3 hari,setelah itu Sofia kembali " Jawab Vero mencoba tenang.
" Bagaimana bisa ?" tanya David heran.
" Ini salah ku,dan aku tidak mau membuat aku menghukum diri sendiri " jawab Vero.
Tanpa bicara lagi Vero masuk kekamarnya dan mengunci pintu rapat.
Semua orang menghela nafas panjang dengan isi kepala masing2.
" Bagaimana kalo kita cari pengganti Yuna ?" Kata Sintia tiba2.
" Hah " kata Cila terkejut.
" Bunda rasa Vero tak akan mau lagi balikan sama Yuna,bagaimana kalo kita carikan gadis lain dan membuat Vero punya anak sendiri ?" Ulang Sintia dengan semangat.
Semua orang tersentak dengan ide konyol wanita tua itu..
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.