Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kedatangan


__ADS_3

Malam hari rumah Cila terlihat ramai.


Dinda dan Rania sudah dijemput oleh Papanya yg pulang bertugas,bahkan Denis masih mengenakan seragam lengkap.


" Mereka nakal ya Kak ?" tanya Denis kepada Cila yg duduk tenang disofa.


" Nakal sih ngak,cuma ngabisin duit " jawab Cila.


" Ck cuma dikit doang " Kata Rania dan Dinda memeluk Papanya.


" Dikit2 tapi tetap duit,segala Mas2 lewat depan rumah dipanggil " Kata Cila ketus.


" Bukan aku ya,itu Rania " ucap Dinda menuduh adiknya.


" Eh enak aja,kamu juga mau " Kata Rania tak terima.


Denis menggeleng pelan dan menjitak kepala kedua gadis tersebut.


Pria itu tak heran jika istrinya sampai mengusir kedua putrianya karna Rania dan Dinda kadang suka bikin orang emosi.


" Gak papa Nis,santai aja mereka gak nakal kok " Sahut David dengan gelas kopinya.


" tuh dengerin Pa,Paman emang terbaik " Kata Rania bangga.


Denis memutar mata malas bersamaan dengan Kakaknya.


" Oh iya,besok katanya Rendi mau kesini Kak sama Romeo " Ucap Denis teringat.


" Kamu ketemu sama dia ?" tanya David terkejut.


" Iya,tadi sempat ketemu dijalan " Jawab Denis.


David ber oh ria,sudah lama sekali Clara dan keluarganya tak berkunjung.


" Ya udah Kak,kita pulang dulu ya dah ngantuk " Kata Denis pamit.


" Gak tidur disini ?" Tanya Cila.


" Kalo kita tidur disini,yg ada Miska kabur dari rumah " Jawab Denis terkekeh.


" Haha bisa jadi,dia lelah ngurusin kalian " Balas Cila tertawa.


Dinda dan Rania ikut tertawa,kedua gadis itu menganggap rumah Cila sebagai pelarian,karna disana mereka bisa hidup semaunya meski harus mendengar suara cempreng Cila koar koar tiap hari.


Keluarga kecil itu pun pulang,Cila menutup pintu rumah dan berjalan kearah kamarnya.


" Kamu kenapa lesu ?" tanya David heran.


" Sejak Hani pulang perasaan aku jadi gak enak Mas " Jawab Cila.


" Kenapa ?" tanya David mengernyit.


" Ntah lah,aku ngerasa kasihan banget sama dia " Jawab Cila lesu.


" Karna Vero ?" Tanya David.


Cila mengangguk pelan.


" Dia sebatang kara Mas,gak punya siapa2 disini " Ucap Cila sedih.


" Iya sih,dia juga datang kesini karna Vero " Ucap David menghela nafas.


" Aku pikir mereka bakal berjodoh,tapi nyatanya anak kamu malah bertingkah " Kata Cila kesal.

__ADS_1


" Aku juga bingung kenapa Vero berubah,padahal awalnya dia ngebet mau nikahin Hani pas sekolah " Kata David bingung.


" Apa gara perempuan itu ya ?" Tanya Cila.


" Maksud kamu ?" tanya David mengernyit.


" Ya karna perempuan tadi Vero berubah,aku gak sreg banget sama perempuan itu Mas,gak mau ah punya menantu kayak gitu " Jawab Cila.


" Kamu gak boleh gitu Yank,kalo itu pilihan Vero ya kita terima aja " Kata David tenang.


" Gak mau ah,aku maunya Hani Yank,udah sayang sama anak itu " Tolak Cila.


" Aku juga sayang sama Hani,tapi kalo mereka gak jodoh ya gimana ?" Kata David heran.


Cila diam mencoba berpikir mencari cara agar Vero tetap dengan Hani.


Keduanya masih belum tau apa penyebab Vero berubah,memang sebelum berpisah dengan Hani Vero sudah menunjukkan gelagat aneh.


Hani yg polos hanya menerima tanpa banyak bicara,tapi dari keterdiaman Hani mmebuat Cila makin merasa bersalah..


Ditempat lain,seorang gadis duduk termenung diteras rumahnya.


Seperti biasa tak banyak yg ia lakukan karna Hani termasuk gadis pendiam dan tak punya banyak teman.


Diseberang jalan,seorang pria terdiam didalam mobilnya melihat Hani dari kejauhan.


Yap,diam2 Vero datang ketempat kost Hani yg memang berada tak jauh dari sebrang jalan.


Lelaki itu diam melihat Hani yg menatap langit malam dengan tatapan kosong.


" Hani " Ucap Vero lembut.


Jujur Vero merindukan gadis itu,Vero sangat tau Hani gadis yg baik dan berhati tulus.


Saat akan turun,tiba2 sebuah motor berhenti didepan mobilnya.


Vero yg tadinya ingin membuka pintu seketika mengurungkan niat melihat lelaki yg ia kenal.


" Reka " Gumam Vero pelan.


Terlihat Reka membayar sejumlah uang kepada si pemilik motor yg Vero yakini sebagai tukang ojek.


" Makasih Bang " Ucap Reka tersenyum manis.


Tukang Ojek mengetit dan tancap gas.


Reka menoleh ke mobil mati tersebut sebentar merasa ada yg aneh.


Vero menunduk takut ketahuan oleh lelaki yg ia kenal sebagai sahabat mantan kekasihnya.


Reka tak perduli,pria itu melangkah girang dan meneriaki Hani yg masih termenung.


" Kau kembali " Ucap Hani melihat Reka melangkah mendekatinya.


" Apa kau sudah makan ? aku membeli soto dan sate " Ucap Reka menunjukkan bungkusan yg ia bawa.


" Kamu pulang sama siapa ?" Tanya Hani mengernyit.


" Ojek yg nganter,,angkot dah pada pulang " Jawab Reka terkekeh.


Hani mengangguk mengerti,Reka menganjak Hani masuk kerumah.


Keduanya pun terlihat saling merangkul bahagia seperti sepasang kekasih.

__ADS_1


Dimobil terlihat Vero kepanasan melihat kemesraan Hani dan Reka yg membuat panas matanya.


Lelaki itu merasa tak terima dengan kedekatan Hani.


Sungguh rasa cemburu masih Vero rasakan saat ini,ia juga belum bisa melupakan Hani begitu saja dalam hidupnya.


" Akhh sialan !" Umpat Vero kesal.


Lelaki itu membanting stir mobil merasa emosi.


Lama Vero diam dimobil tanpa keluar dari sana.


Ntah apa yg ia tunggu hingga akhirnya Reka dan Hani kembali keluar.


Vero kembali mengintip persis seperti seorang penguntit.


" Tadi kau kemana ?" Tanya Reka melihat Hani duduk dengan perut kenyang.


" Aku ?" tanya Hani menunjuk dirinya.


" Ya,aku rasa kau tidak berada dirumah " Jawab Reka menebak.


" Ya aku kerumah Vero " jawab Hani.


" Apa ?" Pekik Reka melotot.


" Dan kau tau,Vero menunjukkan pacarnya " Jawab Hani terkekeh.


" Pacar ? wanita yg kita temui itu ?" Tanya Reka melotot.


" Hm,aku tidak tau apa yg aku rasakan ? aku bahagia melihat Mama dan Papanya,tapi melihat anak mereka hati ku sangat sakit " Ucap Hani mendongak.


" Kau masih mencintainya Hani " Kata Reka iba.


" Aku rasa begitu Rek " Ucap Hani jujur.


" Mengapa kau tidak bicara dengannya dengan baik ? mungkin dia punya alasan kenapa meninggalkan kamu " Kata Reka yakin.


" Aku takut tidak bisa menerimanya,aku begitu lemah " balas Hani menghela nafas.


" Permisi " Ucap seseorang dari arah samping.


Reka dan Hani yg asik curhat menoleh cepat dan terbelalak melihat orang yg mereka bicarakan ada didepan mata..


" Vero " Ucap Hani terkejut.


" Bisa bicara ?" Tanya Vero tenang.


Reka langsung berdiri melihat Vero yg datang ntah dari mana.


" Aku ingin bicara dengan mu dan menuntaskan rasa penasaran mu itu " Ucap Vero menatap Hani.


" Em kalau begitu aku pulang dulu " Kata Reka tak enak hati.


Vero mengangguk,pria itu mendekat dan berdiri menjulang didepan Hani.


Hani pun mendongak melihat wajah pria yg begitu ia rindukan..


" Ayo ikut dengan ku " Ucap Vero mengambil tangan Hani lembut.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


Yang penasaran gimana masa lalu Verooo yukkk buruan kasih vote yg banyak dulu,baru author bocorinn😁


__ADS_2