Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rumor


__ADS_3

Siang harinya,Hani selesai berberes.


Hari ini gadis itu sangat sibuk,rumah yg tadinya berantakan kini bersih mengkilat setelah dibabat habis oleh ibu baru tersebut.


" huh capeknya " Gumam Hani menyeka keringat.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang,gadis itu juga baru selesai mengepel rumah.


Bekas pernikahan mereka semalam benar2 menguras tenaga,Hani awalnya ingin mengepuah orang untuk membantu beringkas tapi Hani takut menggunakan uang Vero,beruntung tadi Laura sempat datang jadi wanita itu yg membantunya.


" Huh aku makan dulu kali ya,masih ada waktu buat jemput Sofia sekolah nanti " Ucap Hani.


Gadis itu menuju dapur dan mengambil makanan yg sudah ia masak.


Tak banyak menu,hanya ayam goreng dan sayur bayam karna Hani tak tau apa makanan kesukaan anak tirinya tersebut.


Gadis itu makan dengan lahap,ia harus membiasakan diri untuk menjadi ibu sekaligus istri nanti.


Setelah selesai makan,Hani menuju kamar gadis itu mengambil hapenya didalam tas yg dari kemarin belum ia lihat.


" Astaga banyak sekali panggilan " Gumam Hani melihat nama dilayar.


Reka,Laura,Daniel dan teman kantornya semua menelfon Hani.


" aku telfon Reka aja kali ya " Gumam Hani melihat nama sang sahabat.


Gadis itu segera memencet tombol panggil dan menunggu sejenak.


Tak lama Reka pun mengangkat panggilan.


" Halo Rek kamu dimana ?" tanya Hani.


" aku dikantor " Jawab Reka.


" Kenapa kamu nelfon kemarin ?" tanya Hani lagi.


" Aku panik kamu gak ada dirumah,taunya udah mau nikah aja " Jawab Reka sedikit kesal.


" Hehe maaf ya,itu mendadak banget " kata Hani menggaruk kepala.


" Kamu baru bangun ya ? Habis Ml lan ya ?" Goda Reka.


" Hah apa ?" tanya Hani bingung.


" itu malam pertama haha " Jawab Reka tertawa.


" Ih mana ada,gak sempet " Balas Hani ketus.


" Loh kenapa ? Vero gak tertarik sama kamu ?" tanya Reka kaget.


" Rumah kami kotor banget Rek,ini aja baru selesai beresin semuanya " Jawab Hani.


" Astaga yg benar saja kalian gak cobain kikuk2 " kata Reka tak percaya.


" Vero juga udah balik " kata Hani lesu.


" Oh dia balik ke rutan ya ?" tanya Reka iba.


" Iya,kok aku sedih ya kayak gak terima gitu " Kata Hani heran


" Ya lah,mana ada istri yg terima suaminya dipenjara Han " kata Reka kasihan.


" Aku lebih kasihan sama Sofia sih,gadis kecil itu kangen banget sama Vero,sekali ketemu eh cuma sebentar " kata Hani sedih.

__ADS_1


" Ya mau gimana,kamu sebagai ibu baru buat dia harus selalu semangatin biar Sofia gak teringat Vero terus " kata Reka memberi saran.


" Iya aku coba pendekatan " Balas Hani.


" Ya udah,aku kerja lagi ya kamu harus semangat gak boleh lesu2 " kata Reka ceria.


" Iyaa " jawab Hani.


" Daah bu Boss,gak usah sering2 nelfon aku lagi ya,takutnya nanti bos besar marah hehe " Kata Reka menggoda.


" Issssttt kamu apaan sih Rek " kata Hani kesal.


" Hahaha dadaahhh muaachhh " Ucap Reka makin menjadi.


Tut.


Panggilan terputus,Hani menaruh hapenya di nakas dan menghela nafas panjang.


" Reka ada2 ajaa " Gumam Hani menggeleng pelan.


Gadis itu membaringkan dirinya diranjang,kini Hani berani masuk kamar Vero karna sang pemilik tidak ada dirumah.


Kamar yg sudah bersih itu terlihat luas,belum terlalu banyak barang yg berada disana hanya ada lemari besar dan 1 kulkas mini.


" Huhhhh sepi sekali " Gumam Hani pelan.


Tak ada siapapun,hanya ada dirinya disana dengan sejuta perasaan yg tak bisa diungkapkan.


" Aku merasa malu dan tak tau diri berada disini,semuanya milik Vero tapi ia tak bisa berbaring diranjang empuk ini dan berada di sel yg hanya beralaskan tikar " Gumam Hani menerawang jauh.


" Masih banyak yg harus aku kerjakan,apa keputusan keluar dari kepolisian sudah benar ? Bagaimana nanti kalau aku menyesali segalanya ?" Gumam Hani bingung.


Masih banyak keraguan dalam hati wanita itu,tapi benar kata keluarga David jika ia tetap bekerja siapa yg akan mengurus Sofia,gadis itu hidup sendiri ditengah problem orang tuanya.


" Aaahhh sudahlah,aku harus memikirkan ini dengan matang " kata Hani sakit kepala.


Hani pun bangkit dari tidurannya dan menuju kamar mandi.


Tugas nya masih banyak,ia harus menjemput Sofia sekolah dan membantu gadis itu mengerjakan pr nanti.


Jam 1 Sofia selesai belajar,selama proses pembelajaran gadis itu banyak diam.


" Sofiaaaa " Panggil seseorang.


Sofia yg berjalan sendirian berbalik badan dan mendapati seorang gadis dengan kuncir kuda mendekati dirinya.


" Sofiaaa tunggu " Ucap gadis bernama Grace tersebut.


" Iya kenapa ?" tanya Sofia tenang.


" Sofia,aku denger tadi pagi Papa kamu dibawa polisi ya ?" tanya gadis kelas 3 Sd tersebut.


Sofia diam tak menjawab.


" Bener loh,banyak temen2 yg bilang gitu,sampe ibu guru juga nanya sama aku tadi " Ucap Grace dengan wajah polosnya.


Grace,gadis cantik yg rumahnya tak jauh dari Sofia bahkan dulu Sofia sering ikut pulang bersama gadis tersebut jika Vero tak sempat menjemputnya.


" Jadi bener ya Papa kamu dipenjara ? Katanya Papa kamu bunuh orang ya ?" Tanya Grace dengan penuh penasaran.


Deg...


Manik Sofia seketika membulat mendengar kata akhir.

__ADS_1


" Membunuh ?" tanya Sofia syok.


" Iya masa kamu gak tau ?" tanya Grace balik.


Sofia diam masih dengan wajah terkejutnya.


" Papa kamu ngeri ya,untung cepet ketangkap,coba kalo engga,bisa2 kamu nanti yg dia bunuh " kata Grace merinding.


Jederr...


Sofia kembali melotot.


" Ya sudah aku pulang dulu ya udah dijemput Papa " kata Grace bersiap lari.


Sofia masih diam dan berbalik badan melihat Grace disambut Papanya dengan senyum mengembng.


" Papa pembunuh ?" Gumam Sofia pelan seolah tak percaya.


" Gracee apa itu Sofia ?" tanya Papa Grace kepada putrinya.


" Iya Pa,tau gak Papanya Sofia itu pembunuh loh " Jawab Grace polos.


" Eh jangan gitu " kata Anton menegur anaknya.


" iya Pa,murid2 lain juga udah pada tau sama ibu guru juga nanya aku karna rumah kita deketan sama Sofia " kata Grace serius.


" Sudah2 ayo pulang saja " kata Anton sedikit terkejut dengan cerita putrinya.


Anton melihat Sofia,gadis itu menatap mereka dengan wajah nanar.


" Kasihan sekali anak itu " Ucap Anton iba.


Grace membuka pintu mobil tanpa menganjak Sofia ikut dengannya sedangkan Anton mengitari mobil dengan perasaan yg tak karuan.


Ia ingin menganjak Sofia seperti biasa,tapi lelaki itu khwatir dengan respon putrinya.


Mobil hitam itu pun berlalu,Sofia yg tak diajak menunduk dalam.


" Itu Sofia " Bisik2 terdengar.


Sofia menoleh dan mendapati beberapa siswa menatap dirinya dengan wajah ngeri.


" pantesan dia jarang dijemput Papanya dan serinf ikut Grace pulang,ternyata Papanya lagi mutilasi orang " Ucap salah satu murid dengan wajah ketakutan.


" Iyaaa jadi takut ya temenan sama Sofia,takut dikelek bapaknya " kata murid lain merinding.


Dada Sofia makin sesak,gadis itu mencengkram tangannya sekuat tenaga agar tidak menangis.


" Sofia " Panggil seseorang dengan nada lembut.


Sofia mendongak dan.....


Gadis itu seketika berlari kejalan lain.


" Sofiaaa " Pekik Hani kaget.


Sofia terus berlari kejalan khusus guru berkendara.


" Sofia tunggu " pekik Hani mengejar gadis kecil tersebut.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2