Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kerumah


__ADS_3

Dirumah besar Reno dan Aktam baru saja sampai.


Kedua pria itu terlihat lelah dengan berjalan gontai memasuki pekarangan.


" Hoaammm " Aktam menguap lebar seraya menyeret kakinya masuk.


" Papa " Sapa seorang wanita tersenyum manis.


Reno menoleh dan tersenyum kecil melihat seorang wanita sambil menggendong anaknya.


" Halo cucu kakek " Sapa Reno ramah.


Aktam diam memperhatikan Reno mendekati wanita tersebut.


" Apa liat2 !" Hujat wanita itu melihat Aktam.


" Gak ada " balas Aktam berlalu dengan wajah melongos.


Reno melihat putranya dan menggeleng pelan.


" Ada masalah apa kalian ?" tanya Reno tenang.


" Gak tau tuh si Abang,wa aku gak dibales sekali dibales dianya cuek " Jawab Lulu kesal.


" Kenapa gitu ?" Tanya Reno lagi.


" Lagi sensi kali Pa,gak tau ah pusing " Jawab Lulu.


Reno menghela nafas dan mengusap lembut pipi cucu kecilnya yg mulai aktif.


" Ntar malam tidur sama Kakek ya " Ucap Reno tersenyum.


" Hah " kata Lulu kaget.


" Nanti dia tidur dikamar Papa aja,kamu baikan sama Aktam " Kata Reno tenang.


" Tapi Pa..." Kata Lulu terbelalak.


" Kasihan suami mu,dia lagi banyak masalah " Potong Reno.


Lulu mengkrucut,wanita itu terlihat ogah berbaikan dengan suaminya tapi perintah Reno juga tak bisa ia bantah.


" Ya udah,Papa mau mandi dulu " Kata Reno berlalu.


Lulu mengangguk pelan dan menatap punggung lelaki tua tersebut.


" Ishhh,males ah baikan sama Bang Aktam,dia yg mulai kenapa harus aku yg maju duluan " Gerutu Lulu kesal.


Wanita itu melihat lagi wajah anaknya dan sialnya bocah itu tertawa seolah mengejek wanita tersebut.


" Ck,nanti kalo gede gak usah nurutin Papa kamu ya " Kata Lulu mencubit pipi gadis gembul tersebut.


" Maaaa " Panggil seseorang dari kejauhan.


Lulu berbalik badan dan diam memperhatikan putranya berjalan mendekat.


" Kenapa Syad ?" tanya Lulu melihat putranya yg sudah rapi.


" Ma,aku berangkat dulu ya " Kata Arshad pamit.


" Mau kemana ?" tanya Lulu kaget.


" Jalan bentar ngumpul sama temen " Jawab Arshad terkekeh.


" Punya duit ?" tanya Lulu terkekeh.


" Hehe bagi dikit " Jawab Arshad menggaruk kepala.


" Ambil aja didompet Mama " Balas Lulu tersenyum.


" Makasih Ma " Kata Arshad mencuri ciuman dipipi wanita itu.


" Uhh kamu mah,kalo ada maunya aja romantisan sama Mama " Cibir Lulu.


Arshad tertawa geli dan menghilang dibalik pintu lift.

__ADS_1


Wanita itu pun kembali melangkah dan mengintip para warga yg lain.


Dikamar Arshad bertemu Aktam,lelaki itu kaget melihat anaknya berada dikamar.


" Kamu ngapain kesini ?" tanya Aktam sambil memakaikan handuk.


" Dompet Mama mana ?" tanya Arshad cuek.


" Dompet ? Buat apa ?" Tanya Aktam mengernyit.


" Ambil uang " Jawab Arshad.


" Uang kamu gak ada ?" tanya Aktam melotot.


" Mana ada aku uang Pa,kan atmnya ditahan sama Papa " Jawab Arshad malas.


" Ya karna itu salah kamu " Hujat Aktam.


" Papa suruh aku kerja gak pas waktunya " Kata Arshad kesal.


Aktam memutar mata malas,sudah 1 minggu atm anaknya tak bisa digunakan lantaran ia bekukan tempo lalu..


Arshad menemukan Dompet Lulu dan mengambil beberapa lembar merah disana.


" Di sisain gak tuh ?" Kata Aktam melirik.


" Mama bilang ambil semua " jawab Arshad memindahkan uang ibunya kedalam kantong celana.


" Masa ? Kok kamu dikasih semua,Papa gak ?" tanya Aktam mengernyit.


" Ya karna Mama sayang aku " Jawab Arshad santai.


" Terus mau bilang Mama gak sayang Papa begitu ?" tanya Aktam berkacak pinggang.


" Udah deh Pa,mending Papa mandi aja,Mama bentar lagi masuk " Kata Arshad gemas.


" Ck paling ngomel2 " Kata Aktam jengah.


" Tungguin aja " Kata Arshad mengangkat sebelah alisnya.


Pria muda itu pun keluar dari ruangan besar ber Ac tersebut.


Lelaki itu kembali melangkah menuju kamar mandi.


Arshad berjalan riang dengan uang yg sudah berpindah posisi.


" Ada ?" tanya Lulu berpapasan dengan putranya tersebut.


" Ada Ma,Adek mana ?" tanya Arshad tak melihat adik kecilnya.


" Dikamar Kakek " Jawab Lulu sambil berlalu.


" Waahhhh kayaknya bakal ada adegan panas nih " Gumam Arshad terkekeh pelan.


Pria itu bisa menebak ucapan Ibunya karna tadi ia sempat menguping pembicaraan Reno dan Lulu meski terdengar samar.


Arshad terus berjalan hingga bertemu lagi dengan seorang anggota keluarga.


" Mau kemana Syad ?" tanya Angel mengernyit.


" Jalan " Jawab Arshad tenang.


" Ikut ya " Kata Angel tanpa basa basi.


" Kenapa ?" tanya Arshad mengernyit.


" Mager dirumah,aku juga ajak Sania boleh kan ?" tanya Angel dengan wajah bahagianya.


" Ck,kamu aja belum tentu aku izinin udah ajak orang lain aja " cibir Arshad.


" ya gak papa biar gak bosen " Balas Angel santai.


" Udah tau bakal bosen ya gak usah ikut " Sahut Arshad lagi.


" Ck udah ah,ayo jalan " kata Angel berlalu lebih dulu.

__ADS_1


" eeehhh Jeell,aku gak izinin kamu pergi " Pekik Arshad terbelalak.


Angel tak perduli,gadis itu malah berlari keluar menaiki mobil yg kira2 akan Arshad pakai.


" Huh sembarangan tuh anak,gak diajak juga " Gumam Arshad kesal.


Dengan terpaksa lelaki itu pun mengizinkan Angel daripada ia tak pergi sama sekali.


Saat di mobil,Angel mulai sibuk dengan ponselnya.


" Ia aku udah dijalan,kamu udah siap belum ?" Tanya Angel.


"....."


" Ya udah,oke " Balas Angel lagi.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Angel menaruh hapenya di kantong dan tersenyum manis kepada Arshad.


" Dia mau ikut,tapi belum ganti baju " kata Angel membuka suara.


" Ngapain sih ikut,gak seru Njel " Balas Arshad fokus menyetir.


" Kan kalian yg gak seru,nanti kita pisah meja aja " Balas Angel santai.


Arshad terdiam,berdebat dengan saudaranya satu itu memang butuh tenaga extra.


20 menit akhirnya mereka sampai di rumah Serkan.


Terlihat lampu teras dan taman terang berderang.


" Dah sana turun " Kata Arshad kepada Angel.


" Bentar Syad aku lagi ngurusin Pr " jawab Angel sibuk dengan tab seukuran telapak tangan.


" Ya temuin dulu itu Sania nya " Kata Arshad mulai kesal.


" Kamu aja Syad,ini aku lagi serius " Balas Angel ketak ketik dilayar canggih tersebut.


Arshad menarik nafas panjang,sungguh ia tak punya tenaga jika harus main urat kepada gadis disampingnya tersebut.


" Kamu aja ya,Om Serkan udah ngasih kok " Kata Histi memohon.


Arshad tak menjawab,pria itu langsung turun dari mobil dan membanting pintu cukup keras membuat Angel melonjak.


" Hehehe,marah2 gitu gantengnya makin nambah " Gumam Angel terkekeh.


Tak diragukan lagi,Cucu Reno satu itu memang begitu tampan bahkan teman Angel rata2 menyukai pria tersebut meski Arshad tak pernah mengubris bahkan menoleh saja lelaki itu jarang.


Arshad berdiri depan pintu dengan jantung deg degan.


" Aku kenapa merinding gini ya ?" Gumam Lelaki itu pelan.


Tok tok....


Pintu rumah mulai diketuk,beberapa kali mencoba belum menerima jawaban.


" Ting nong....


Arshad membunyikan bel rumah dan benar saja bunyi larian terdengar.


Ceklek....


Pintu rumah terbuka perlahan,nampaklah seorang bocah lelaki sedang memegang buku gambar dan pensil.


" Hay " sapa Arshad melambaikan tangan.


" Kakakkkkkkk " Teriak Sutar berlari masuk.


Glek....


Arshad menelan ludah kasar,lelaki itu melepas sandalnya dan masuk kedalam.


" Arshaddd " Ucap Histi kaget melihat lelaki tersebut.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2