
Jejeran mobil mahal melintasi hutan yg cukup lebat.
Beberapa pria terlihat duduk tenang dengan pikiran mereka masing2.
" Apa gadis tadi sudah aman ?" Tanya Prito kepada Daniel.
" Ya dia aman,aku sudah suruh orang menjaganya " Jawab Daniel.
" Aku tidak tau apa motif orang menyulik Angel,tapi aku merasa mereka salah sasaran " Kata Prito pelan.
" Aku rasa juga begitu To,mereka pikir itu Hani " Kata Daniel hati2.
" Apa kau sudah bisa menghubungi Ayah mu ?" Tanya Prito lagi.
" Tak diangkat " Jawab Daniel.
" Aku pikir ini masih ada hubungannya dengan ayah mu,dan jika benar aku mungkin tidak bisa memaafkannya " Kata Prito serius.
Daniel diam,raut wajah Prito terlihat serius kali ini.
Lelaki itu jarang bermain2 dengan ucapannya.
" Aku harap Angel baik2 saja " kata Daniel pelan.
Prito mengangguk,jalanan mulai berlubang.
Mereka semua mulai terombang ambing mengikuti jalan berliku.
" Apa masih jauh ?" tanya Prito kepada supir.
" Kita akan ke tengah Pak " Jawab Bodyguard.
" Sepertinya kita sudah berpisah dengan rombongan " Kata Daniel melihat kebelakang dan mobil lain berbelok.
" Ya,nanti titik temunya tetap ditengah,kita harus berjalan " Kata Prito tenang.
" Kau membawa senjata ?" tanya Daniel hati2.
" Ya itu harus " jawab Prito menunjukkan pistol dan pisau kecil dibalik bajunya.
" Astaga kalian mengerikan " kata Daniel takjub.
Prito tersenyum smirk,dulu saat jadi dengan Ana ia pun dibuat kelabakan dengan aturan rumah besar itu apalagi Reno begitu memintanya harus menjadi pria tangguh.
Tak tanggung2,Prito ikut les menembak dan bela diri juga demi melindungi keluar besar nanti.
Tak lama mereka sampai,2 orang bodyguar turun duluan memantau keadaan.
" Kita akan bersama,jangan pergi sendirian " Ucap Prito tegas.
" Baiklah " Jawab Daniel paham.
Prito mengambil tas dibelakang mobilnya dan Jegrengg.....
Tas tersebut langsung menyuguhi mata Daniel dengan deretan senjata api yg memadai.
" Kau pegang ini " kata Prito memberikan 1.
" Aku gak bisa pake pistol " Balas Daniel.
" Buat jaga2 aja,cara pakainya gak sulit " kata Prito tenang.
Daniel menelan ludah kasar,pria yg biasa berkutat dengan obat2an dan jarum suntik kini harus berhadapan dengan senjata api mematikan.
" Ini sangat berbahaya " ucap Daniel mengenali pistol yg Prito pakai.
" Ya,sekali tembak langsung menghantam tulang2 " Jawab Prito.
" Apa kalian sering seperti ini ?" tanya Daniel hati2.
" Kau akan terbiasa dan jangan ceritakan ini pada siapapun " Jawab Prito tegas.
Daniel tersentak dan mengangguk mengerti.
Keduanya keluar dan melihat sekitar.
Masih sangat gelap,hanya ada sinar lampu mobil dan rembulan yg tak terlalu terang.
" Kita mulai dari sana Pak " Ucap seorang lelaki memberi hormat kepada Prito.
" Baiklah,pimpin jalannya " Jawab Prito.
Bodyguard itu mengangguk dan mulai melangkah.
__ADS_1
Mereka pergi ber 4,semua sudah diatur sedemikian rupa.
Para Bodyguard banyak berperan di Reno & the Romi karna kedua lelaki itu butuh perlindungan extra.
Ditempat lain,seorang gadis berbekal senter dikepalanya menyusuri jalanan yg gelap.
Gadis kecil itu sangat berani membuat sang Kakek berkali2 menggeleng tak percaya.
" Kek " Panggil Suci menarik pelan baju Romi.
" Hm " Jawab Romi tenang.
" Kita mau kemana ?" tanya Suci mendongak.
" Aduh senternya silau " Jawab Romi menghindar.
" eh iya2 " kata Suci kembali menunduk.
" Mau kemana Kek ?" tanya Suci lagi.
" Ppfffttrr......" Romi hampir tertawa dengan tingkah bocah kecil itu.
" Kenapa lihat kesana ?" tanya Romi menahan tawanya.
" Tadi aku lihat Kakek di omelin " Jawab Suci mengkrucut.
" Ya juga sih,sini Kakek lepasin dulu senternya " Kata Romi terkekeh.
Suci mengangguk dan membiarkan Romi melepas senter yg terpasang dikepalany.
" Nah gini kan enak " kata Romi tersenyum.
Suci ikut tersenyum kecil.
" kita akan ngikutin Om itu,jadi kamu gak usah berisik ya,disni juga bnyak hewan liar " Kata Romi sedikit menakuti.
" Waah seru tuh Kek,bisa dipelihara dong gak ada pemiliknya " Balas Suci santai.
" Hah !! bukan gitu maksudnya " kata Romi syok.
Bodyguard yg mendengar obrolan kakek dan cucu itu menahan tawa.
Ia merasa buyar dengan tingkah kocak gadis tersebut.
" Hadeeh gak bisa,nanti Nenek mu angkat kaki dari rumah " Balas Romi malas.
" Ck,Kakek mah lemah " Kata Suci kesal.
" Bukan lemah,kamu kan tau peliharaan Kakek Reno itu garang2 " Kata Romi gemas.
" Gak kok,buktinya hewan segede gaban itu manja banget sama aku walaupun giginya ngeri " Kata Suci terkekeh.
" Syyyyuuuutttt kita sampai " Ucap Reno yg paling depan berjalan.
" Diem2 " kata Romi kepada Suci.
Gadis kecil itu mengangguk dan mulai mode serius.
Bodiguard Reno langsung mencar menaruh beberapa kamera dan juga pengintai rahasia yg jarang diketahui orang.
Tangan Suci dipegang Romi agar gadis itu tidak hilang dalam jangkauan.
" Kek " Panggil Suci pelan.
Romi tak menjawab,pria itu terlihat begitu serius apalagi Reno sudah menyerahkan laptop.
" Kamu duduk disini " Ucap bodyguard melihat Suci celingak celinguk.
" Iya Om " Jawab Suci tersenyum.
Bodyguard yg tadinya begitu sangar kini ikut tersenyum dengan gadis kecil tersebut.
Mereka berhenti sejenak dan melihat keadaan sekitar.
Tak ada yg mencurigakan,manik tajam Reno terus menyelisik sekeliling hutan.
Gresekekekekeke.....
Suara daun terdengar,Suci yg tadinya duduk langsung bangun mendengar suara daun kering tersebut.
" Om itu suara apa ?" tanya Suci kepada bodyguard.
" Shutt " Ucap lelaki itu menaruh jarinya di bibir.
__ADS_1
Suci langsung diam dan kembali duduk lagi.
" Spertinya ada yg mengintai kita " Ucap Romi pelan kepada Reno.
" Pasang aba2 " Ucap Reno tenang.
Romi mengangguk.
Pria tua itu berbalik badan seraya mengambil sesuatu di balik bajunya.
Reno juga tak kalah,pria itu dengan cepat mengeluarkan senjata.
Suara berisik semakin ramai mendekat,Bodyguard maju paling depan melindungi bos besar tersebut.
" Roooooaaaarrr.....
Suara aungan terdengar,Suci yg terkejut langsung berteriak tapi ditahan Bodyguard yg memang sudah menduga.
" Emmpppttt " pekik Suci ketakutan dibekapan.
Sesosok hewan berbelang kuning dan hitam terlihat mendekat dengan mata tajamnya.
Rombongan terdiam seketika dan memperhatikan hewan tersebut.
" Apa ini milik kita ?" Tanya Reno menyelisik.
" Dia tidak berkalung " Jawab Romi dengan mata tajamnya.
" Bearti dia buas ?" tanya Reno lagi.
" Spertinya begitu " Jawab Romi
Deg....
Reno tersentak,pria itu terlihat grogi ditatap hewan bermata coklat tersebut yg mengkilau dikegelapan.
Suara kresek2 kembali terdengar,semua orang kembali memasang aba2.
" Om aku takut " Ucap Suci memeluk kaki bodyguard.
" Jangan lari " Balas bodyguard tenang.
" Gak bisa lari Om,aku pasti kalah cepat " Balas Suci ngeri.
Bodyguard mengangguk kecil,memang akan kalah jika berhadapan dengan hewan buas.
Hewan berkaki empat itu mulai melangkah memperhatikan rombongan Reno yg seperti memasuki wilayahnya.
Reno mulai menyodorkan senapannya begitupun Romi dan bodyguard.
Mereka seolah menantang hewan itu untuk beradu duel.
" Jangannn " Teriak seseorang dari arah selatan.
Reno n the genk menoleh dan mendapati salah satu bodyguardnya berlari ngos2an.
" Dia hewan kita jangan ditembak " Ucap bodyguard itu hampir kehabisan nafas.
" Senter Rom " Titah Reno kepada Romi yg memegang senter Suci tadi.
Romi mengangguk dan mengarahkan cahaya.
Benar saja pria itu membawa kalung khusus hewan peliharaan Reno.
Pria itu memencet tombol disana membuat hewan itu seperti tenang dan duduk lesehan.
" Omaygaattt " Ucap Suci terbelalak takjub.
" Huhhhh ngagetin aja " Kata Reno menghela nafas lega.
" Rantainya putus,dia mengejar anjing liar " Kata Bodyguard hati2.
Reno mengangguk paham dan menatap lagi macan belang tersebut.
" Masih laper Can ??" tanya Reno terkekeh.
Hewan itu diam melihat Reno yg sedang menganjaknya ngobrol.
" Untung gak kena tembak Can2 " Kata Suci tertawa.
Semua orang ikut tertawa geli dengan ucapan gadis kecil tersebut.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.