
Malam semakin larut,hujan pun seolah tak ingin berhenti.
Lilin yg tadinya begitu tinggi kini meleleh sudah dimakan api.
Cahaya temaram menemani malam yg berisik terkena rintikan air.
Hani mulai mengantuk,dari tadi gadis itu mendekap Sofia yg sudah tertidur dipelukannya,gadis cantik itu terlihat sangat kasihan.
Beberapa kali Sofia mengingau memanggil sang Mama,sepertinya gadis kecil itu benar2 rindu kepada Yuna.
Vero duduk di kursi tunggal dengan tangan memegang samping pipi.
Pria itu juga sangat mengantuk,ntah apa yg keduanya tunggu membuat mereka enggan menutup mata.
" Lama sekali hujan ini berhenti " ucap Hani pelan.
Gadis itu ingin sekali pulang,ia merasa tak enak hati berada dirumah Vero apalagi pria itu kini berstatus duda dan dirinya seorang gadis.
" Kau mengantuk ?" tanya Vero membenarkan posisi duduknya.
" Aku ingin pulang " jawab Hani.
" Masih hujan lebat diluar sana " Balas Vero.
" Aku bisa memesan taxi " Balas Hani lagi.
" Mana ada Taxi udah jam segini,mereka juga punya keluarga "Kata Vero terkekeh.
Hani diam dengan wajah kesalnya.
Vero tak berinisiatif sama sekali untuk mengantarnya pulang,padahal lelaki itu punya mobil diluar sana.
" Bensin ku hampir habis,jika aku keluar mengantar mu bisa saja mogok dijalan dan Sofia sudah tidur " Kata Vero bisa membaca isi kepala Hani.
Gadis itu melotot terkejut dengan penuturan Vero barusan.
" Tidak usah mengumpat ku dalam hati,orang nya ada disini " Celetuk Vero lagi.
" Siapa yg mengumpat mu ?" tanya Hani tak terima.
" Wajah mu menceritakan semuanya " Jawab Vero memutar mata.
Hani meraba wajahnya dan menatap tajam lelaki itu.
Vero mulai membaringkan tubuhnya disofa membuat Hani mengernyit.
" jangan tidur " kata Hani menahan.
" Kenapa ? sampai kapan kita harus membuka mata ?" tanya Vero menoleh.
" Aku mau pulang nanti " Jawab Hani gemas.
" ya udah,aku merem dulu nanti kalo mau balik bangunin aja " Balas Vero santai.
" Mana bisa gitu,aku takut lah " kata Hani ngeri.
" Cih pengecut " Cibir Vero pelan.
" Apa kau bilang !" pekik Hani seketika baran.
" Heiii,jangan berteriak nanti Sofia bangun " kata Vero melotot.
Hani langsung diam menutup mulutnya lalu melihat gadis yg asik terpejam.
" Haissst awas kau !" Ancam Hani geram.
Vero mengangkat bahu acuh dan mulai memejamkan mata.
" Huhhhhh " Hani menghela nafas sabar.
Selain kesal dengan Vero,Hani juga kesal dengan baju yg ia pakai,bagaimana tidak,Hani mengenakan kemeja Vero yg kebesaran baginya ditambah gadis itu juga memakai bokser Vero sebagai dalaman karna kakinya terluka.
Hani tak bisa melawan saat Vero menyentuhnya tadi karna lelaki itu begitu tegas dan membuat nyali terciut.
Hani juga merasa malu jika harus berkelahi dengan Vero didepan Sofia yg masih belia.
__ADS_1
" Hoaaaammmm " rasa ngantuk kembali menyeramg.
Hani melihat jam didinding dan naas sudah menunjukkan pukul 12 kurang sedikit.
" Aduhh masa iya aku harus tidur disini sih ?" gumam Hani bingung.
Ia tak bisa kemana pun,Hani tak tau apa yg harus ia lakukan sekarang.
Hening....
Hanya rintikan hujan yg terdengar,Hani masih diam hingga bunyi jam begitu nyaring.
" Tengggg.....
Jam 12 malam tepat,Hani menelan ludah kasar dan melihat sekitar.
Vero sudah tertidur menghadap Sofa begitupun Sofia.
Aura gelap mencengkap masih ia rasakan,bulu kuduk Hani pun mulai berdiri merasa ada sesuatu yg mendekat.
" Gak2 jangan takut Han,kamu harus pulang kalo hujan udah reda " Gumam Hani menguatkan diri.
Kreeetteeekkkkk....
Bunyi sesuatu terdengar dari dapur,Hani langsung terkejut melihat kearah sana.
" Ya Tuhan,gak mungkin rumah Vero ada hantunya " Gumam Hani positif thingking.
Beeerrrrrrr.........
Bunyi kilat menggelgar...
" Veroooooo " Teriak Hani ketakutan.
Vero yg tertidur langsung terbangun kelabakan.
" Veroooo ada hanttuuuu " Teriak Hani ketakutan.
" Hah hantu mana ?" tanya Vero ikut panik.
Beerrrrr.....
Kilat kembali berbunyi,Vero dan Hani sama2 melonjak kaget.
" Itu suara kilat bukan hantu " Kata Vero kesal.
" Tadi ada suara lain " Kata Hani merinding.
" Ck kamu kan polisi masa takut sama begituan " Cibir Vero heran.
" Eh Polisi juga manusia kali ada rasa takutnya !" Balas Hani kesal.
" Ya kan seenggaknya kalian kuat " Balas Vero lagi.
" Haiiiisttt berisik !" Kata Hani emosi.
Vero mengkrucut dan diam melihat wajah kesal gadis didepannya.
" Coba cek sana,siapa tau lampunya udah nyala " Kata Hani mencoba tenang.
" Kalo udah nyala kita gak bakal gelap2an " Balas Vero.
" Ya siapa tau Kwh nya mati " Kata Hani gemas.
" Gak,biasanya langsung hidup,berapa hari ini emang ada perbaikan " Balas Vero.
Hani menarik nafas panjang,Vero begitu memancing singa dalam dirinya.
" Udah lah Han,mending kamu tidur aja " Kata Vero kembali berbaring.
" Gak mau " Jawab Hani menggeleng.
" Kenapa ? takut sama Hantu ?" tanya Vero terkekeh.
" Kamu lebih menyeramkan dari hantu " Jawab Hani.
__ADS_1
" Hah ! hahahaha " Vero langsung tertawa ngakak dengan ucapan Hani barusan.
" Kalo ada Hantu seganteng ini mah udah lama diculik " Jawab Vero bangga.
" Idihhhh yg ada buat nangkep tikus rumah " Balas Hani.
Vero kembali tertawa,Hani juga tersenyum merasa geli sendiri.
Tepp.....
Asik tertawa tiba2 suasana menjadi terang berderang.
Keduanya langsung berhenti tertawa dan saling melihat.
" Lampunya sudah nyala " Kata Vero bangun.
" Iya " Jawab Hani mengangguk.
Vero memperhatikan gadis itu dan melihat anaknya yg masih menempel ditubuh Hani.
" Apa Sofia berat ?" tanya Vero mendekat.
" Mending bawa dia kekamar aja " Jawab Hani.
" kamu lelah ya ?" tanya Vero tersenyum kecil.
Hani mengangguk.
Ntah kenapa suasana menjadi berbeda apalagi keduanya saling memperhatikan.
" Sini aku gendong " Kata Vero mengambil tubuh Sofia.
Hani melepaskan tangan Sofia dari bajunya,Vero pun mulai bergerak.
Deg....
Wajah keduanya begitu dekat,Hani menatap manik Vero begitupun lelaki tersebut.
Glek...
Vero menelan ludah kasar,gadis kecil yg dulu ia rawat kini sudah menjadi gadis dewasa yg tangguh,bahkan bekas luka diwajah Hani terlihat masih ada.
" Cepat ambil Sofia " Tegur Hani merasa tak tahan lagi.
" Hm " Jawab Vero mengangguk.
Dengan hitungan jari,Sofia langsung berpindah tempat.
" Badannya masih panas " Gumam Vero meraba kening Sofia.
" Iya nanti aku kompres lagi " Jawab Hani.
" Hm kau tidurlah dirumah bersama Sofia,besok aku antar pulang " Pinta Vero.
Hani diam melihat Vero dan Sofia bersamaan.
" Aku takut tidak sadar saat dia mengigau,kau tau aku tidur susah bangun " kata Vero tersenyum canggung .
" Baiklah " jawab Hani setuju.
" Gak papa Han,malam ini aja lagian dikamar Sofia bukan dikamar Vero " Batin Hani meyakinkan.
Hani bangun dari duduknya,Vero yg masih disana seketika kaget.
" Astaga Hani putih sekali " Batin Vero menelan ludah kasar melihat sebagian paha Hani yg tak tertutup bokser.
" Heiii apa yg aku pikirkan !" Batin Vero lagi menggeleng cepat.
" Ayo " Ajak Hani tersenyum.
" hah em ya ayo " Kata Vero masih dengan otak mesumnya.
Ketiganya pun menuju kamar Sofia.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.