
Keduanya sampai dirumah,Sania bersikap biasa seolah tak terjadi apapun.
Sutar membawa belanjaan mereka dan mendekati Serkan dan Histy yg sedang memomong putri mereka main.
" Udah pulang ?" tanya Histy menyadari kedatangan keduanya.
" Iya Ma " Jawab Sania tersenyum.
" Pa,Ma,Sutar mau kasih tau sesuatu " Kata Sutar serius.
" Apa ?" tanya Serkan mengernyit.
Bocah itu melihat Sania,Sania diam mengerdipkan matanya seolah memberi kode untuk tak bicara.
" Ada apa Nak ?" tanya Histy penasaran.
" Tadi aku lihat Om Juna sama cewek " Jawab Sutar serius.
" hah " Kata Histy terkejut.
" Iya Ma,sama cewek di mall,mereka lagi makan bersama " Lanjut Sutar lagi.
" Beneran San ?" tanya Serkan melihat Sania.
Sania diam tak menjawab.
" Beneran San ?" Ulang Histy.
Sania mengangguk kecil.
" Bukannya beberapa hari yg lalu kamu udah terima Juna ya jadi pacar kamu ?" tanya Serkan.
" Loh kok Kamu tau Yank ?" Tanya Histy menoleh kaget
" Sania cerita sama aku,minta solusi " jawab Serkan polos.
Histy melihat Sania,gadis polos itu hanya menunduk dalam.
" Jadi sekarang Juna ceritanya lagi selingkuh ?" tanya Histy mulai paham.
Wanita itu sebenarnya sudah tau hubungan Sania dengan adiknya,tapi Histy tak cerita kepada Serkan takut2 sang suami tidak setuju.
Meski kenyataannya ternyata Sania juga memberitahu Serkan harus bersikap gimana.
" Iya Ma,Om Juna jahat banget " kata Sutar kesal.
" Dia lihat kalian gak ?" tanya Histy hati2.
" Gak,kita juga gak negur,males " Jawab Sutar bersedekap dada.
Histy menelan ludah kasar,sebagai Kakak wanita itu merasa tak enak hati kepada Sania dan Serkan disana.
" Ya udah gak papa " Ucap Serkan tenang.
" Maksudnya ?" Tanya Histy menoleh
" Ya harus gimana,udah keciyduk juga kan " Jawab Serkan ambigu.
" Maksud kamu gimana Mas,aku gak ngerti " Balas Histy bingung.
" Putus lah,ngapain dipertahanin,pria itu harus komit sama omongannya sendiri " Kata Serkan serius.
Histy terdiam,wanita itu kini paham kemana arah pembicaraan sang suami.
" Kamu sangat berarti Sania,dengan kediaman kamu tadi,Papa support,karna untuk apa minta penjelasan kalau sudah depan mata " Kata Serkan tersenyum.
" Ya gak bisa gitu dong Mas,bisa aja kan itu cuma temennya " Jawab Histy tak terima.
" Dia ada ngasih tau kamu bakal keluar makan sama siapa ?" Tanya Serkan kepada Sania.
Sania menggeleng pelan.
" Terakhir dia ngasih kabar apa ?" Tanya Histy.
" Tadi sebelum pergi sama Sutar,dia bilang mau futsal sama temennya " Jawab Sania mengingat.
__ADS_1
" Coba mana chatnya ?" Tanya Histy tak percaya
Sania mengeluarkan hapenya dari dalam tas dan menyerahkannya ke Histy.
" Mama gak percaya sama Kakak ?" Tanya Sutar heran.
Histy diam tak menjawab,karna tau pasword hape Sania wanita itu dengan leluasa memeriksa hape sang anak.
Histy langsung membuka chattingan sang adik.
Seketika wanita itu terdiam dan melirik Serkan.
Serkan diam tak berkata apapun,tapi melihat expresi sang istri,lelaki itu bisa menebak.
" Kenapa Juna gini sih ?" Batin Histy kesal.
" Coba sekarang kamu telfon dia " Kata Serkan kepada Sania.
" Gak mau Pa " Jawab Sania menggeleng.
" Kamu yg telfon Yank,dan tanya Sania dimana " Kata Serkan kepada Histy.
Histy diam sesaat,Sutar mengambil hape ibunya membuat Histy tak bisa berkutik.
" Telfon Ma " kata Sutar antusias.
Mau tak mau,Histy pun menelfon sang adik.
Tuttt....
Panggilan tersambung,Histy terlihay gugup saat ini.
Serkan dan Sania diam melihat expresi wanita dewasa tersebut.
" Halo Kak " Sapa seseorang diseberang.
" Kamu dimana ?" Tanya Histy cepat.
" Kenapa Kak ?" tanya Juna
" Hah " pekik Juna kaget.
" Sania belum pulang dari sore " kata Histy mencoba tenang.
" Dia kemana ?" Tanya Juna terdengar panik.
Histy melihat Serkan,lelaki itu mengambil alih telfon dan menarik nafas panjang.
" Sania belum pulang,kamu lagi sama dia gak ?" tanya Serkan lagi.
" Nggak Kak,aku lagi diluar " Jawab Juna.
" Hm,dimana ? Sania kemana dong,Kakak khwatir dia gak pulang2,hapenya gak diangkat " kata Serkan pura2.
" Duh,dia kemana Kak,aku lagi gak sama Sania " Kata Juna makin panik.
" Ya udah,nanti kalo kamu ketemu dia,suruh pulang ya " Kata Serkan tenang.
" Iya Kak " Jawab Juna.
Tut
Panggilan terputus,Serkan menaruh lagi hape istrinya dimeja dan melihat Sania.
" Kalau dia nelfon jangan diangkat dulu " Kata Serkan serius.
" Iya Pa " Jawab Sania mengangguk.
" Jangan gitu dong Mas,nanti Juna khwatir " Protes Histy.
" Biarin aja,kita lihat dia sampe mana perduli sama anak kita " Kata Serkan tegas.
Histy terdiam,memang ada benarnya ucapan Serkan tapi disisi lain Histy merasa itu terlalu kejam untuk adiknya.
" Ayo Sutar Papa bantu bersih2,kamu harus istirahat " Ucap Serkan bangun.
__ADS_1
" Oke Pa " Jawab Sutar semangat.
Keduanya pun berjalan beriringan,Serkan mencoba menjadi ayah sekaligus teman bagi putranya tersebut.
Kini tinggal Sania dan Histy serta baby pink yg duduk dengan mainannya.
" Maaf Ma " Ucap Sania merasa bersalah.
" Gak,ini bukan salah kamu " Kata Histy mencoba tenang.
" Harusnya aku gak bilang sama Papa,kalo aku dan Kak Juna...."
" Papa kamu harus tau apa yg kamu lakukan,kamu gak boleh sembunyiin sesuatu dari dia " Potong Histy.
Sania terus menunduk,Histy tak bisa membela sikap adiknya saat ini karna lelaki itu memang bersalah.
Tak berselang lama,Hape Sania berdering keduanya melihat nama dilayar.
" Jangan diangkat " Ucap Histy tenang.
" Nanti Kak Juna khwatir Ma " Kata Sania bimbang.
" Biarin aja dulu biar dia tau rasa " Kata Histy sedikit kesal.
" Tapi Ma...
" Kamu udah suka sama Juna ?" Potong Histy.
Deg...
Sania tersentak mendengar ucapan ibunya.
" Aku gak tau Ma " Jawab Sania polos.
" Sekarang apa yg kamu rasain ?" tanya Histy lagi.
" Maksudnya ?" Tanya Sania tak paham
" Apa kamu merasa sakit hati ? Atau biasa aja ?" Tanya Histy serius.
" Aku merasa panas Ma,aku pengen kesana tadi tapi aku gak bisa " Jawab Sania sedih.
Histy menghela nafas dengan anggukan pelan.
" Ya udah,kamu istirahat aja sana,Mama mau kekamar " Kata Histy bangun dan menggendong putrinya menjauh.
Sania menghela nafas panjang,gadis itu melihat lagi hapenya dan mendapat beberapa notif dari Juna.
" Sayang kamu dimana ? Maaf aku baru selesai futsal " Tulis lelaki itu dengan emot sedih dan lelah.
" Cih " Decih Sania tersenyum miring dan langsung mematikan hapenya.
Gadis itu pun berjalan menuju kamar.
Mood gadis itu kali ini sangat berantakan,padahal kemarin Sania sudah mati2an mencoba menerima Juna,tapi saat perasaannya sudah timbul,lelaki itu malah mengecewakan.
Dikamar Sutar,Serkan mendengar cerita Sutar tentang Sania yg banyak diam saat mereka makan tadi.
" Om Juna kamu beneran gak tau kalian disana ?" Tanya Serkan serius.
" Iya Pa,Om asik makan dan ngobrol sama cewek itu,mana ceweknya lebih cantik lagi dari Kak Sania,ih aku kesel deh " Curhat Sutar.
" dari mana kamu tau perempuan itu cantik ?" Tanya Serkan mengernyit.
" Rambutnya panjang Pa,ada kriting2nya dibawah,terus wajahnya putih tepung sama bibir merah,terus warna matanya juga beda Pa,kalo kita kan item,nah cewek itu nggak " Kata Sutar mencoba mendeskripsikan.
" Warna matanya putih ?" tanya Serkan mengernyit.
" Ehh gak Pa,kalo putih itu Vlax " Jawab Sutar terkekeh.
Serkan ikut terkekeh geli dan mencoba menebak lagi meski tebakannya dibalas konyol oleh sang anak.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,like,Coment ya.
__ADS_1