Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pendekatan


__ADS_3

Vero benar2 membuktikan ucapannya,saat pria itu selesai ujian Vero langsung meminta pekerjaan kepada David.


David menerima dengan senang hati apalagi semangat anaknya membara.


Seperti pagi ini Vero sudah siap dengan pakaian kerjanya,mereka sedang menikmati sarapan.


Laura kini banyak diam,gadis itu bingung harus menerima Vero atau tidak.


Disisi lain,Laura menyayangi Vero sebagai adik,tapi disisi lain gadis itu sudah mencintai orang lain.


Yap,Laura kini selalu menunggu Justin memberinya kabar,meski selama ini Justin tak pernah mengabari dirinya sedikit pun tapi Laura yakin,pria itu setia.


" Laura " Panggil Cila pelan.


" Iya Ma " jawab Laura menoleh.


" Kenapa ngak dimakan ?" tanya Cila sedih.


" Hah iya,ini mau makan " Kata Laura tersenyum.


Cila menatap sedih anaknya,sejak kejadian itu Laura banyak diam dan terlihat menghindar.


Cila tak bisa membantu karna disisi lain ia juga menyayangi putranya.


" Kamu yang sabar ya Nak,mungkin itu hanya rasa penasaran Vero saja karna selama ini hanya kamu yang menjadi temannya " Batin Cila menatap putri angkatnya.


Vero terlihat cuek,pria itu menghabiskan makanannya dan berangkat bekerja bersama David.


" Kamu ngak mau barengan sama Papa ?" tanya David kepada Laura.


" Ngak Pa soalnya aku mau ketoko bentar " Kata Laura tersenyum.


" Ya udah,kamu hati2 ya " Kata David ramah.


Laura mengangguk,David pun melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.


Laura masuk kedalam dan kaget melihat Cila menatapnya aneh.


" Kenapa Ma ?" tanya Laura heran.


" Maafin Mama Nak " Kata Cila pelan.


" Kenapa ?" Tanya Laura bingung.


" Mama tau apa yang kamu rasain sekarang,mungkin ini memang terlihat aneh,Mama pun merasakannya tapi lihat Vero Nak,dia begitu gigih " Kata Cila menitikkan air mata.


Laura menunduk dalam.


" Aku menganggap Vero adik aku Ma huhuhu " Kata Laura langsung menangis.


" Mama tau sayang " Kata Cila memeluk anak itu.


" Huhu aku ngak bisa Ma " Kata Laura terisak.


Cila menghela nafas kasihan,Cila tak bisa membantu banyak.


" Kasih dia kesempatan Nak,biarkan Vero menyukai kamu sebagai perempuan bukan sebagai Kakaknya,bisa jadi itu jalan untuk dia kembali ingat masa lalu nya " Pinta Cila memelas.


" Aku menyukai orang lain Ma hiks " Kata Laura jujur.


" Siapa,Justin ?" Tanya Cila kaget.


" Iya,aku menyukai Kak Justin,dia bilang akan kembali Ma " Kata Laura terisak.

__ADS_1


" Tapi sampai sekarang dia ngak pernah lagi kesini,apa karna ini juga kamu sering ngak fokus ?" Tanya Cila serius.


Laura mengangguk jujur,gadis itu tak bisa berbohong soal hatinya kepada perempuan yang sudah ia anggap sebagai ibu.


Cila menghela nafas lelah.


" Maafin Laura Ma " Kata Laura mendongak.


" Mama ngak tau harus bagaimana Nak,di satu sisi Mama menyayangi kamu dan menghargai hati kamu,tapi disisi lain Mama juga mikirin hatinya Vero buat kamu,Mama belum pernah lihat Vero seserius itu sama perempuan " Kata Cila sedih.


Laura terdiam,gadis itu tau sang Mama juga pasti sangat bimbang.


" Ya udah,nanti pikirin lagi sekarang kamu kuliah sana,nanti terlambat " Kata Cila menyudahi obrolan.


Laura mengangguk dan masuk kekamarnya.


Ditempat kerja,Vero tersenyum hangat meski masih magang tapi pria itu terlihat bersemangat untuk bekerja.


" Pa aku harus ngapain ?" Tanya Vero celingak celinguk.


" Kamu nanti sama Om Rehan ya,dia bakal jelasin pekerjaan kamu " Kata David tersenyum.


" Iya Pa " Kata Vero mengangguk paham.


Tak lama Rehan datang seperti biasa membawa tumpukan kertas2.


" Han tolong bimbing Vero ya " Pinta David.


" Siap,udah beneran mau kerja nih ?" Goda Rehan.


" Hehe iya Om,dari pada nganggur dirumah " Kata Jawab Vero malu.


" Iya,kamu harus kerja keras biar bisa sukses kayak Papa kamu " Kata Rehan menepuk pundak lelaki itu.


" Ya udah Vid,gue bawa Vero ke pabrik ya biar dia mulai dari nol " Kata Rehan izin kepada David.


" Iya,tolong diawasin ya lo tau kan anak gue.."Kata David tak melanjutkan perkataannya.


" Iya gue tau " Kata Rehan paham.


Vero hanya diam,dia pun tau David ingin menyebut dirinya hilang ingatan.


" Hm,kamu hati2 ya kalo ada apa2 pangil Om Rehan kamu " Kata David kepada putranya.


" Siap Pa " Jawab Vero paham.


Mereka pun keluar dari ruangan David.


Pria itu menghela nafas,David merasa ada yang aneh dengan anak itu,tapi David belum bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi karna Cila pun belum cerita.


" Semoga ini awal yang baik " Gumam David tersenyum.


Pria itu pun melanjut pekerjaannya yang sudah menumpuk.


Di pabrik,Vero mulai diarahkan untuk melihat pengrajin melakukan pekerjaan.


" Nah sekarang kamu disini ya,nanti ada leader yang bantu kamu coba bikin karya " Kata Rehan serius


" Iya Om " Kata Vero mengangguk.


Seseorang pun menghampiri mereka,Rehan langsung memberitau kepada pengrajin tersebut siapa Vero dan untuk apa pria itu ada disini.


" Mari ikut saya Den " Kata pengrajin menunduk hormat.

__ADS_1


Vero tersenyum dan mengikuti lelaki itu.


Sore harinya,Laura langsung pergi ke ruko untuk melihat pekerjaan karyawan nya.


" Gimana Mba,aman hari ini ?" Tanya Laura seraya melihat buku pemasukan dan pengeluaran.


" Aman Mba,nanti malam saya kirim pemasukan hari ini " Kata karyawan Laura bernama Trisma.


" Iya,ada yang kurang ngak atau ada masalah apa gitu ?" Tanya Laura mendongak.


" Stock kita mulai menipis di alat2 make up Mba,sama baju pria juga " Lapor Trisma dengan buku yang sudah direkap.


" Oke,nanti aku order lagi ya,akhir2 ini tugas kuliah aku lagi banyak jadi ngak bisa mantau langsung " Kata Laura tersenyum malu.


" Iya ngak papa Mba,selama Mba percaya sama kami insyaallah kami akan selalu bekerja keras " Kata Trisma serius.


" Okay,makasih ya udah mau bantu aku " Kata Laura tulus.


" Sama2 Mba " Jawab Trisma tersenyum.


Gadis lulusan SMP itu merupakan orang kepercayaan Laura,karna hanya Trisma yang bisa memegang amanah,gadis itu juga sangat bekerja keras.


Hampir magrib,Laura membantu karyawannya bekerja,benar kata Trisma orderan mereka cukup banjir hari ini.


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar.


" Waalaikumsalam " Jawab mereka semua.


Laura mendongak dan terkejut melihat siapa yang datang.


" Vero " Gumam Laura pelan.


" Hay " Sapa Vero hangat.


" Masuk Den " Kata anak buah Laura mempersilahkan Vero masuk.


Pria itu melepas sepatunya dan masuk kedalam.


" kamu kenapa kesini ?" tanya Laura gugup.


" Aku mau jemput kamu " Kata Vero tersenyum.


" Papa mana ?" Tanya Laura celingak celinguk.


" Papa belum pulang,jadi aku disuruh pulang duluan " kata Vero tersenyum.


Laura ber oh ria.


" Em ayo pulang,udah mau magrib " Ajak Vero melihat jam.


" Hah,bentar lagi aku masih rekap nih " Kata Laura tak enak.


" Ya udah aku tungguin " Kata Vero santai.


Laura melihat karyawannya,terlihat anak2 itu hanya diam saja.


" Baiklah " Kata Laura pasrah.


Vero duduk melihat lihat ruko peninggalan Mama nya itu.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


Baca sampai habis ya guys,karna nanti ada kejutan tak terduga disana hehe.


__ADS_2