Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Keputusan


__ADS_3

Aksi hajar menghajar terus berlanjut,baju Miska sudah basah kuyup meladeni pria yg tadi sempat menjambak rambutnya.


" Maas mana pistol mu ?" tanya Miska berteriak kepada Denis.


" Ha Pistol ?" Pekik Denis terkejut.


" Cepetan Mas,tembakin aja nih penculik " Kata Miska gemas.


" Astaga bini aku gak ada takutnya " kata Denis menggeleng tak percaya.


Bugh....


Asik Denis takjub kepada sang istri penculik mencari celah menghajar lelaki itu membuat Denis tersungkur.


" Maasssss " Teriak Miska terkejut.


Plakkkk....


Wanita itu ditampar dengan keras membuat dirinya ikut terjatuh kelantai.


" Miskaaa kamu gak papa ?" tanya Denis merangkak mendekati sang istri.


" Aduhhh sakit Mas,pedes " Jawab Miska meraba wajahnya.


" Sialan ! beraninya mereka !" Ucap Denis mengepalkan tangannya.


Pria itu tak terima sang istri ditampar karna selama berumah tangga dengan Miska ia tak pernah melayangkan tangan seperti itu.


" Mas kita dikepung " ucap Miska merapat ke Denis melihat penculik mendekati mereka.


" Hahah kalian gak bisa kemana mana lagi " kata Penculik tersenyum smirk.


" Jangan berani menyentuh istri ku !" Ucap Denis memeluk Miska.


" Dia berani menjambak dan mencakar wajah saya ! saya harus membalasnya !" kata penculik tegas.


" Gak sengaja " Jawab Miska sambil bersembunyi.


" Gak sengaja apanya ! ini udah luka dan berdarah !" Kata penculik itu kesal.


Denis menelan ludah kasar,memang wajah lelaki hidung belum ìtu tergores cukup dalam dan rambutnya pun serautan.


" Aaaaaakkhhh " Pekik seseorang membuat ketiganya menoleh.


" Hani " pekik Miska terbelakak melihat rambut Hani ditarik dengan keras.


Gadis itu terlihat tak berdaya,ntah apa yg diberi oleh mereka membuat Hani begitu lemah.


" Kita harus gimana Mas ?" tanya Miska khwatir.


" Mereka sedang menuju kesini,kita harus bisa membuat mereka tetap " Jawab Denis pelan.


" Kamu telfon polisi ?" tanya Miska terkejut.


Denis mengangguk kecil,pria itu juga sebenarnya tak yakin akan dihampiri oleh rekan2nya karna tadi Denis tak mengecek lagi apakah panggilannya diterima atau tidak.


" Lepaskan aku " kata Hani berontak.


" Cepat ikut !" Bentak lelaki satunya dengan wajah kesal.


" Gak mau !" kata Hani mengibas tubuhnya.


" cepat !!!" Teriak lelaki itu geram.


Hani terus bergerak seolah tak mau disentuh apalagi diseret keluar.


Denis dan Miska tak bisa melawan,pria itu melarang Miska bergerak karna lelaki didepan mereka memegang senjata tajam..


" Mama " Panggil seseorang dari arah luar.


Semua orang yg ada disana terkejut dan langsung menoleh.


" Ya Tuhan,Satria !" Ucap Miska menutup mulutnya tak percaya.

__ADS_1


" Mamaaa " Pekik Satria melihat orang tuanya.


Kedua penculik saling melihat dengan wajah aneh.


" Ya Tuhan Nak " kata Miska memeluk bocah 3 tahun tersebut.


Denis melihat penculik,sedangkan Miska memeluk anaknya seolah memberi perlindungan.


" Mama ayo pulang,Tia lapel " ucap bocah lelaki itu polos.


" Kenapa kamu keluar dari mobil Nak ?" tanya Miska khwatir.


" Tia udah clecai tidulnya Ma,Tia mau mama " Jawab bocah itu dengan wajah mengkrucut.


" Sekali menyelam dapat 4 " ucap penculik tersenyum smirk.


" Jangan sentuh anak ku !" Ucap Denis tajam.


" Anak mu yg datang ssndiri menyerahkan nyawanya " Kata pria hidung belang itu mengeluarkan pistol.


Deg....


Denis dan Miska terbelalak melihat benda mengerikan tersebut.


Hani kembali menangis,gadis itu merasa sangat bersalah dengan apa yg terjadi saat ini.


" Lepaskan mereka Om,aku mohon !" Ucap Hani merangkak kearah kaki pria itu.


" Tidak bisa ! mereka datang sendiri " Jawab lelaki itu menendang Hani.


" Hani " Ucap Miska tersentak.


" Hiks hiks,aku mohon Om,jika mau bawa aku ayo kita pergi,tapi lepaskan mereka " Kata Hani kembali merangkak.


" Hani jangan sayang " Ucap Miska berkaca kaca.


" Maafkan aku Te,Om,aku membuat kalian berada disini " Kata Hani dengan deraian air matanya.


" Hani,jangan pernah bangun dari dudukmu !" Titah Denis tegas.


" Gak ! Hani gak boleh pergi !" Kata Miska melarang.


" Eet ett tetap disini Ibu cerewet !" Kata penculik satu lagi menahan Miska.


" Yank jangan " Tegur Denis pelan.


" Hani Mas,kita harus gimana ?" tanya Miska frustasi.


Hani bangun dari duduknya,sungguh gadis itu sudah pasrah akan hidupnya yg tak pernah bahagia.


Kenangan pertama kali ia datang membuat pikiran gadis itu melayang ntah kemana.


Satu persatu moment hadir dikepala gadis itu hingga saat ia bertemu Daniel dan menghancurkan rumah tangga pria tersebut.


" Hani jangan sayang,kamu gak boleh kemana mana " kata Miska mulai menangis.


" Aku tidak akan kembali lagi Bi,maafkan kesalahan ku dan salam sayang ku kepada Mama Cila dan Papa David " Ucap Hani sedih.


" Hani " Kata Miska nanar.


" Cepat pergi,kita gak banyak waktu !" Kata Penculik jengah.


Hani diam hingga kakinya mulai melangkah.


Gadis itu sudah membuat keputusan,jika ia tak bisa bahagia mungkin dengan kembalinya ia akan menemukan kebahagiaan lain dan melupakan apa yg sudah terjadi meski kedepan Hani tau hidupnya akan kembali suram.


2 penculik membawa Hani keluar meninggalkan Denis dan keluarganya diluar.


Denis tak bisa melawan,lelaki itu menyayangi anak serta istrinya dan Denis tak mau keduanya terluka.


Mobil penculik keluar dari area,Miska langsung berlari keluar.


" Mas kejar mereka !" teriak Miska heboh.

__ADS_1


Denis mendekati wanita itu dengan menggendong putranya.


" Aku telfon Vero dulu " kata Denis bergerak cepat.


" Ayo Mas cepetan !" kata Miska panik.


Tangan Denis gemetar,lelaki itu sama paniknya saat ini.


Tuttt tuuttt....


Panggilan tersambung tapi belum diangkat.


" Ayo dong Ver,angkat telfonnya !" Ucap Denis tak sabaran.


" Gimana Mas,ayo telfon Vero sebelum mereka jauh " Kata Miska makin panik.


Tuttt....


Panggilan masuk,Vero belum juga mengangkat telefon.


" Telfon Abang Mas " Kata Miska teringat


" Iya " Jawab Denis paham.


Lelaki itu mematikan panggilan Vero dan beralih ke David..


Tuuttt....


Panggilan langsung tersambung,tak tunggu lama David langsung mengangkatnya.


" Iya Nis " Sapa David diseberang.


" Abang dimana ? Bang Hani diculik " Kata Denis to the point.


" Iya abang sudah tau " Jawab David.


" Mereka sekarang mungkin menuju bandara Bang,mereka akan bawa Hani pergi jauh " kata Denis panik.


" Bang tolong Hani Bang,kasihan dia " Teriak Miska.


" Mereka akan naik pesawat ?" tanya David..


" mungkin,pokoknya Abang harus tolong Hani " Jawab Miska heboh.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Denis dan Miska terkejut dan melongo sesaat.


" Gimana Mas ? apa Bang David mau nolongin ?" Tanya Miska khwatir.


" Aku rasa iya,tapi jawabannya tadi kok tenang ya?" Ucap Denis bingung.


" Tadi Bang David bilang dia udah tau,tapi kenapa gak nolong ?" Tanya Miska heran.


Pasangan itu terlihat kebingungan dengan apa yg terjadi saat ini.


Tanpa keduanya sadari,David sudah bergerak duluan bersama para anggotanya.


" Cepat beri tahu pihak bandara untuk menahan penerbangan sementara " Ucap David kepada Vero.


" Kenapa Pa ?" tanya Vero terkejut.


" Hani diculik dan saat ini penculiknya akan membawa Hani pergi jauh " Jawab David tenang.


" Apa !" Pekik Vero terbelakak.


" Jika kau masih mau melihat Hani,cepat lah bertindak sekarang atau tidak sama sekali !" Kata David tegas.


Glek....


Vero menelan ludah kasar,sungguh ia mendapat kabar yg begitu mencengangkan saat ini.


David diam melihat expresi anaknya yg berubah drastis.

__ADS_1


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2